IMG-LOGO
Daerah

Fatayat NU Lebak Ingatkan Tokoh Masyarakat Jangan Sebar Hoaks

Selasa 22 Januari 2019 1:0 WIB
Bagikan:
Fatayat NU Lebak Ingatkan Tokoh Masyarakat Jangan Sebar Hoaks
Ketua Fatayat NU Lebak, Siti Nurasiah
Lebak, NU Online
Ketua Fatayat NU Kabupaten Lebak, Banten, Siti Nurasiah mengimbau kepada sejumlah tokoh masyarakat untuk tidak ikut terlibat menyebarkan berita bohong atau hoaks. Hal itu karena mengakibatkan keresahan di masyarakat.  

Menurutnya, di Kabupaten Lebak masih ditemukan sejumlah tokoh yang justru ikut menyebarkan ujaran kebencian dan berita bohong. Padahal, ucap dia, berita tersebut belum sama sekali dibaca dipahami tapi sudah disebarkan melalui media sosial. 

"Berita bohong itu kan belum tentu keotentikannya, yang ada subjektif. Untuk itu seharusnya tokoh jangan ikut sebar hoax, karena yang disebarkan tokoh masyarakat percaya," katanya saat berbincang dengan NU Online di kediamanya di Kalang Anyar Kabupaten Lebak, Senin (21/1).

Ia menuturkan persoalan politik praktis dan persoalan keagamaan di masyarakat kini sulit dipisahkan. Sehingga masyarakat mudah terpancing sebab konten dalam berita bohong tersebut terus mengaitkan dengan agama tertentu. 

"Padahal kalau kita mau menganalisis partai bukan ideologi, itu hanya kendaraan orang untuk mengabdi di pemerintahan. Jangan terus dikaitkan dengan agama," ucapnya. 

Paling parah, kata Nurasiah, berita klarifikasi yang disampaikan tertuduh tidak dipercaya oleh masyarakat.  Karena sudah menelan berita sebelumnya dengan konten fitnah dan ujaran kebencian. 

"Jadi masyarakat itu sangat mudah terpancing, mudah percaya. Makannya ini yang kami sayangkan.  Masih ditemukan tokoh yang menyebarkan berita bohong termasuk guru guru di sekolah," ujarnya. 

Ia menjelaskan akan terus mengkampanyekan bahaya hoaks kepada masyarakat melalui pengajian di puluhan majelis taklim yang diurus Fatayat NU Lebak. Hal itu agar sosialisasi bahaya hoaks langsung diterima masyarakat.  

Di masyarakat, lanjut dia, sulit mengubah paradigma soal kondisi kebangsaan saat ini. Mereka percaya kepada pihak pihak yang dianggap di kriminalisasi dan dibenci pemerintah. Padahal, kenyataanya tidak.

"Menurut kami, memang budaya mengaji kepada guru-guru yang jelas wujudnya perlu ditingkatkan. Zaman sekarang  masyarakat belum begitu memahami bahaya medsos, sehingga masyarakat lebih senang mengaji pada media online,  tidak langsung ke guru. Padahal masih banyak guru, hanya karena tidak sesuai dengan selera mereka, lalu memilih medsos," katanya.

Ia juga menyayangkan terkadang ASN di beberapa daerah justru menjadi pelaku dan penyebar ujaran kebencian, tidak sadar bahwa mereka adalah tauladan yang dicontoh oleh masyarakat sipil. (Abdul Rahman Ahdori/Kendi Setiawan)
Bagikan:
Selasa 22 Januari 2019 23:0 WIB
Pramuka Ma'arif NU Sumenep Siapkan Kontingen Pergamanas 2
Pramuka Ma'arif NU Sumenep Siapkan Kontingen Pergamanas 2
Sumenep, NU Online
Satuan Komunitas (Sako) Ma'arif NU Sumenep menggelar pelatihan pertama bagi kontingen yang akan diberangkatkan menuju Perkemahan Pramuka Penggalang Ma'arif NU Tingkat Nasional (Pergamanas) Kedua.

Pelatihan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake Bluto Sumenep ini difokuskan pada bedah petunjuk teknis kegiatan Pergamanas Kedua.

"Peserta yang mengikuti pelatihan ini merupakan peserta yang sebelumnya lolos seleksi dan dilaksanakan oleh Sako Maarif NU Sumenep," kata Homaidi, pimpinan Kontingen Sumenep, Selasa (22/1). 

Rencananya Sako Maarif NU Sumenep akan memberangkatkan empat regu Pramuka Penggalang Putera dan tiga regu Penggalang Puteri untuk mengikuti kegiatan Pergamanas 2 yang akan berlangsung di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.

"Masing-masing regu merupakan Pramuka terbaik pilihan. Adapun setiap regu terdiri dari delapan orang Pramuka Penggalang," ujar Hasan Bashri, ketua Sako Ma'arif NU Sumenep. 

"Setelah pelatihan pertama ini, akan ada beberapa kali pelatihan untuk lebih mempersiapkan kontingen Sumenep," sambung Hasan Bashri.

Perkemahan Regu Penggalang Ma'arif NU tingkat Nasional (Pergamana) merupakan kegiatan rekreasi edukatif di alam terbuka dalam bentuk perkemahan besar Pramuka Penggalang sebagai sarana pembinaan Pramuka Penggalang yang menitikberatkan pada kegiatan persaudaraan demi kerukunan dan kecintaan pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Perkemahan yang akan dilaksanakan pada tanggal 19-23 Februari 2019 akan diikuti oleh 7000 peserta utusan dari Sako Ma'arif NU se-Indonesia. Pergamanas bertujuan untuk membentuk watak, meningkatkan sikap kemandirian, keterampilan, persatuan dan kesatuan Pramuka Penggalang serta komitmen terhadap penghayatan dan pengamalan Kode Kehormatan Pramuka yaitu Trisatya dan Dasadarma. (Zamzami Sabiq/Kendi Setiawan)
Selasa 22 Januari 2019 20:30 WIB
Gubernur Jateng Dukung Program LPBI NU
Gubernur Jateng Dukung Program LPBI NU
Audiensi LPBI NU dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo
Semarang, NU Online
Pengurus Wilayah Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di kantornya, Selasa (22/1).

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar mengapresiasi keberadaan LBPI NU. Menurutnya banyak hal yang bisa dilakukan LPBI NU dalam pencegahan maupun penanganan bencana di provinsi ini. Apalagi, lembaga ini berada dibawah naungan organisasi kemasyarakatan (ormas) besar, NU.

"NU sendiri punya Lembaga Ma'arif dan punya banyak sekolah. Lewat sekolah-sekolah ini upaya sosialisasi maupun pencegahan bencana bisa dilakukan LPBI NU, termasuk mengenalkan pengetahuan bencana bagi para siswa," ujarnya.

Ganjar juga sangat mendukung gagasan LPBI NU mengenai perubahan iklim. Termasuk keberadaan bank sampah yang digagas lembaga ini.  "Kita di provinsi juga sudah mengurangi plastik. Lihat saja di ruangan ini (ruangan gubernur), air minum tidak dalam kemasan plastik. Tapi di teko, menuangkan sendiri ke gelas yang kita sediakan," katanya.

LPBI NU, kata Ganjar, juga tak harus melulu terlibat dalam hal kebencanaan. Lembaga ini menurutnya bisa terlibat dalam penanganan ancaman penyakit Demam Berdarah Dengau (DBD). Dengan lembaga yang terstruktur dari wilayah hingga kabupaten dan kota, LPBI NU bisa mengajak Nahdliyin untuk menjadi pemantau jentik nyamuk.

"Minimal satu rumah satu pemantau, sehingga ancaman DBD ini bisa ditekan," bebernya.

Ganjar juga mengatakan dirinya sudah terbiasa dengan dunia kerelawanan. Bahkan dia pernah ditugasi untuk memimpin lembaga relawan bencana. "Saat itu kita ikut terlibat dalam penanganan bencana gempa Yogyakarta," terangnya.

Sementara itu, Ketua LPBI NU Jateng Winarti mengatakan, audiensi ini bagian dari silaturahmi dengan semua pihak. Selain mengenalkan keberadaan LPBI, juga membangun sinergi utamanya dalam pencegahan maupun penanganan bencana.

Winarti menambahkan, lembaga ini mempunyai misi terwujudnya tatanan masyarakat yang memiliki ketahanan terhadap dampak bencana dan perubahan iklim. "Tentunya beberapa hal harus kita kuatkan, semisal peningkatan kemampuan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan risiko bencana yang terintegrasi dengan perubahan iklim dan lingkungan," tandasnya. (Red: Kendi Setiawan)

 
Selasa 22 Januari 2019 16:5 WIB
Unisnu-IAIN Surakarta Jalin Kerjasama untuk Perkuat Institusi
Unisnu-IAIN Surakarta Jalin Kerjasama untuk Perkuat Institusi
Surakarta, NU Online
Semangat memperluas kemitraan Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara dengan berbagai pihak terus digelorakan demi mempercepat pencapaian visi universitas. Kerjasama terbaru adalah dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman, Senin (21/1) di Gedung Rektorat IAIN Surakarta, Jl. Pandawa, Pucangan, Kartasura, Sukoharjo. 

Nota kesepahaman ditandatangani Rektor Unisnu Jepara dan Rektor IAIN Surakarta dengan disaksikan para pimpinan dari kedua perguruan tinggi antara lain Wakil Rektor III Unisnu, Direktor Program Pascasarjana Unisnu, dan Kepala Biro III Unisnu.

Unisnu Jepara dan IAIN Surakarta sepakat melakukan kerjasama pada bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, penerbitan dan publikasi ilmiah, peningkatan dan pemberdayaan sumber daya manusia, dan kegiatan lain sesuai fungsi dan wewenang masing-masing pihak.

Setelah penandatanganan nota kesepahaman, dilaksanakan brainstorming pimpinan kedua perguruan tinggi untuk merusmuskan langkah tindak lanjut. Beberapa hal yang disepakati untuk dilaksanakan dalam waktu dekat adalah peningkatan kompetensi dosen Unisnu Jepara melalui studi lanjut di IAIN Surakarta, dan kolaborasi penelitian. 

"Saya berterima kasih atas inisiasi dari Program Pascasarjana IAIN Surakarta untuk menjalin kerjasama dengan Unisnu Jepara," ujar Rektor IAIN Surakarta, H Mudofir. 

Mudofir juga berharap kerjasama dapat membesarkan kedua perguruan tinggi, "Tidak ada perguruan tinggi yang besar tanpa ada kerja sama dengan pihak lain, karena itu kerjasama semacam ini sangat diperlukan," imbuhnya.

Hal senada disampaikan Rektor Unisnu Jepara, H Sa'dullah Assa'idi. Kerjasama ini menjadi ikhtiar bagi Unisnu Jepara untuk memperkuat institusi seiring dengan semangat akselerasi untuk mewujudkan visi perguruan tinggi. 

"Kami mempunyai cita-cita menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional, salah satu yang diperlukan adalah peningkatan kompetensi dan kepakaran dosen melalui studi lanjut. Melalui kerjasama ini, diharapkan menjadi ikhtiar nyata mewujudkan dosen yang memiliki kompetensi dan kepakaran untuk menyongsong Unisnu sebagai perguruan tinggi yang unggul dan bertaraf internasional," pungkasnya. (Syaiful Mustaqim/Ahmad Rozali)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG