IMG-LOGO
Daerah

Mengaji Kitab Penting, Agar Hidup Lebih Terarah

Selasa 22 Januari 2019 10:30 WIB
Bagikan:
Mengaji Kitab Penting, Agar Hidup Lebih Terarah
Mojokerto, NU Online
Islam mewajibkan pemeluknya untuk mencari dan belajar ilmu agama agar benar dalam ibadah dan bersikap. Belajar agama harus terus dilakukan kapanpun dan di manapun.

Hal ini juga yang dilakukan kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) yang rutin mengaji kitab Mabadil Fiqih di Masjid Tannwirul Qulub, Desa Gayaman, Mojoanyar, Mojokerto, Jawa Timur, Senin (21/1) malam. 

Kitab yang dikaji sebenarnya tidak hanya mabadil fiqih, akan tetapi juga meliputi kitab Aqidatul Awam, Nahwu Sharaf, Safinatun Najah. Juga Khulashah Ainul Yaqin, dan masih banyak lagi kitab lain.

Keistimewaan mengaji di masjid ini adalah tedapat dua tempat untuk melangsungkan kegiatan belajar kitab. Di sebelah timur masjid khusus untuk laki-laki, dan disebelah selatan untuk perempuan.

“Pembelajaran agama Islam di masjid ini seperti pondok pesantren. Tidak ada campur baur antara pria dan wanita,” kata Ustadz Zuhdi. Sistem pengajarannya juga sama persis di pondok pesantren, ada tanya jawab, diskusi, presentasi, dan praktik, lanjut pengajar kitab kuning ini.

Dikatakannya, mengaji kitab setiap hari, membuat hati dan pikiran menjadi tenang, juga wawasan tentang agama dan dunia pun menjadi luas. "Belajarlah mulai dari kitab dasar, karena apabila kita ingin menguasai ilmu agama dan kitab-kitab lain harus mendalami kitab yang lebih dasar terlebih dahulu,” ungkapnya.

Menurut Ustaz Zuhdi, pemuda perlu mempelajari al-Quran, hadits, dan tata cara ibadah sejak muda agar bermanfaat di masa tua. “Selain al-Quran, mengaji kitab itu penting. Karena dengan begitu hidup kita terarah,” tandasnya. (Inda Nur Wakhidah/Ibnu Nawawi)

Tags:
Bagikan:
Selasa 22 Januari 2019 23:0 WIB
Pramuka Ma'arif NU Sumenep Siapkan Kontingen Pergamanas 2
Pramuka Ma'arif NU Sumenep Siapkan Kontingen Pergamanas 2
Sumenep, NU Online
Satuan Komunitas (Sako) Ma'arif NU Sumenep menggelar pelatihan pertama bagi kontingen yang akan diberangkatkan menuju Perkemahan Pramuka Penggalang Ma'arif NU Tingkat Nasional (Pergamanas) Kedua.

Pelatihan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake Bluto Sumenep ini difokuskan pada bedah petunjuk teknis kegiatan Pergamanas Kedua.

"Peserta yang mengikuti pelatihan ini merupakan peserta yang sebelumnya lolos seleksi dan dilaksanakan oleh Sako Maarif NU Sumenep," kata Homaidi, pimpinan Kontingen Sumenep, Selasa (22/1). 

Rencananya Sako Maarif NU Sumenep akan memberangkatkan empat regu Pramuka Penggalang Putera dan tiga regu Penggalang Puteri untuk mengikuti kegiatan Pergamanas 2 yang akan berlangsung di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.

"Masing-masing regu merupakan Pramuka terbaik pilihan. Adapun setiap regu terdiri dari delapan orang Pramuka Penggalang," ujar Hasan Bashri, ketua Sako Ma'arif NU Sumenep. 

"Setelah pelatihan pertama ini, akan ada beberapa kali pelatihan untuk lebih mempersiapkan kontingen Sumenep," sambung Hasan Bashri.

Perkemahan Regu Penggalang Ma'arif NU tingkat Nasional (Pergamana) merupakan kegiatan rekreasi edukatif di alam terbuka dalam bentuk perkemahan besar Pramuka Penggalang sebagai sarana pembinaan Pramuka Penggalang yang menitikberatkan pada kegiatan persaudaraan demi kerukunan dan kecintaan pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Perkemahan yang akan dilaksanakan pada tanggal 19-23 Februari 2019 akan diikuti oleh 7000 peserta utusan dari Sako Ma'arif NU se-Indonesia. Pergamanas bertujuan untuk membentuk watak, meningkatkan sikap kemandirian, keterampilan, persatuan dan kesatuan Pramuka Penggalang serta komitmen terhadap penghayatan dan pengamalan Kode Kehormatan Pramuka yaitu Trisatya dan Dasadarma. (Zamzami Sabiq/Kendi Setiawan)
Selasa 22 Januari 2019 20:30 WIB
Gubernur Jateng Dukung Program LPBI NU
Gubernur Jateng Dukung Program LPBI NU
Audiensi LPBI NU dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo
Semarang, NU Online
Pengurus Wilayah Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di kantornya, Selasa (22/1).

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar mengapresiasi keberadaan LBPI NU. Menurutnya banyak hal yang bisa dilakukan LPBI NU dalam pencegahan maupun penanganan bencana di provinsi ini. Apalagi, lembaga ini berada dibawah naungan organisasi kemasyarakatan (ormas) besar, NU.

"NU sendiri punya Lembaga Ma'arif dan punya banyak sekolah. Lewat sekolah-sekolah ini upaya sosialisasi maupun pencegahan bencana bisa dilakukan LPBI NU, termasuk mengenalkan pengetahuan bencana bagi para siswa," ujarnya.

Ganjar juga sangat mendukung gagasan LPBI NU mengenai perubahan iklim. Termasuk keberadaan bank sampah yang digagas lembaga ini.  "Kita di provinsi juga sudah mengurangi plastik. Lihat saja di ruangan ini (ruangan gubernur), air minum tidak dalam kemasan plastik. Tapi di teko, menuangkan sendiri ke gelas yang kita sediakan," katanya.

LPBI NU, kata Ganjar, juga tak harus melulu terlibat dalam hal kebencanaan. Lembaga ini menurutnya bisa terlibat dalam penanganan ancaman penyakit Demam Berdarah Dengau (DBD). Dengan lembaga yang terstruktur dari wilayah hingga kabupaten dan kota, LPBI NU bisa mengajak Nahdliyin untuk menjadi pemantau jentik nyamuk.

"Minimal satu rumah satu pemantau, sehingga ancaman DBD ini bisa ditekan," bebernya.

Ganjar juga mengatakan dirinya sudah terbiasa dengan dunia kerelawanan. Bahkan dia pernah ditugasi untuk memimpin lembaga relawan bencana. "Saat itu kita ikut terlibat dalam penanganan bencana gempa Yogyakarta," terangnya.

Sementara itu, Ketua LPBI NU Jateng Winarti mengatakan, audiensi ini bagian dari silaturahmi dengan semua pihak. Selain mengenalkan keberadaan LPBI, juga membangun sinergi utamanya dalam pencegahan maupun penanganan bencana.

Winarti menambahkan, lembaga ini mempunyai misi terwujudnya tatanan masyarakat yang memiliki ketahanan terhadap dampak bencana dan perubahan iklim. "Tentunya beberapa hal harus kita kuatkan, semisal peningkatan kemampuan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan risiko bencana yang terintegrasi dengan perubahan iklim dan lingkungan," tandasnya. (Red: Kendi Setiawan)

 
Selasa 22 Januari 2019 16:5 WIB
Unisnu-IAIN Surakarta Jalin Kerjasama untuk Perkuat Institusi
Unisnu-IAIN Surakarta Jalin Kerjasama untuk Perkuat Institusi
Surakarta, NU Online
Semangat memperluas kemitraan Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara dengan berbagai pihak terus digelorakan demi mempercepat pencapaian visi universitas. Kerjasama terbaru adalah dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman, Senin (21/1) di Gedung Rektorat IAIN Surakarta, Jl. Pandawa, Pucangan, Kartasura, Sukoharjo. 

Nota kesepahaman ditandatangani Rektor Unisnu Jepara dan Rektor IAIN Surakarta dengan disaksikan para pimpinan dari kedua perguruan tinggi antara lain Wakil Rektor III Unisnu, Direktor Program Pascasarjana Unisnu, dan Kepala Biro III Unisnu.

Unisnu Jepara dan IAIN Surakarta sepakat melakukan kerjasama pada bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, penerbitan dan publikasi ilmiah, peningkatan dan pemberdayaan sumber daya manusia, dan kegiatan lain sesuai fungsi dan wewenang masing-masing pihak.

Setelah penandatanganan nota kesepahaman, dilaksanakan brainstorming pimpinan kedua perguruan tinggi untuk merusmuskan langkah tindak lanjut. Beberapa hal yang disepakati untuk dilaksanakan dalam waktu dekat adalah peningkatan kompetensi dosen Unisnu Jepara melalui studi lanjut di IAIN Surakarta, dan kolaborasi penelitian. 

"Saya berterima kasih atas inisiasi dari Program Pascasarjana IAIN Surakarta untuk menjalin kerjasama dengan Unisnu Jepara," ujar Rektor IAIN Surakarta, H Mudofir. 

Mudofir juga berharap kerjasama dapat membesarkan kedua perguruan tinggi, "Tidak ada perguruan tinggi yang besar tanpa ada kerja sama dengan pihak lain, karena itu kerjasama semacam ini sangat diperlukan," imbuhnya.

Hal senada disampaikan Rektor Unisnu Jepara, H Sa'dullah Assa'idi. Kerjasama ini menjadi ikhtiar bagi Unisnu Jepara untuk memperkuat institusi seiring dengan semangat akselerasi untuk mewujudkan visi perguruan tinggi. 

"Kami mempunyai cita-cita menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional, salah satu yang diperlukan adalah peningkatan kompetensi dan kepakaran dosen melalui studi lanjut. Melalui kerjasama ini, diharapkan menjadi ikhtiar nyata mewujudkan dosen yang memiliki kompetensi dan kepakaran untuk menyongsong Unisnu sebagai perguruan tinggi yang unggul dan bertaraf internasional," pungkasnya. (Syaiful Mustaqim/Ahmad Rozali)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG