IMG-LOGO
Trending Now:
Nasional

Gus Dur Kombinasikan Mandela dan Ghandi Hadapi Konflik Papua dan Aceh


Rabu 23 Januari 2019 20:50 WIB
Bagikan:
Gus Dur Kombinasikan Mandela dan Ghandi Hadapi Konflik Papua dan Aceh

Jakarta, NU Online

Saat KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menjabat sebagai presiden, Indonesia tengah dilanda konflik dan gerakan separatisme di sejumlah wilayah, seperti yang dimotori Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Keduanya tidak hanya bergerak di dalam negeri, namun juga menggalang dukungan di luar negeri.

Menghadapi kondisi tersebut, Gus Dur melakukan pendekatan yang menggabungkan dua cara rekonsiliasi ala Nelson Mandela di Afrika Selatan dan Mahatma Gandi di India. "Gus Dur membangun model rekonsiliasi dan resolusi konflik ala Mandela dan model non-violence-nya Gandhi," kata Manuel Kaisiepo, mantan Menteri Negara Percepatan Pembangunan Kawasan Timur era Presiden Gus Dur, Rabu (23/1).

Pernyatan itu disampaikan dalam diskusi buku ‘Gus Dur: Islam Nusantara dan Kewarganegaraan Bineka’, di Griya Gus Dur, Jalan Taman Amir Hamzah, Pegangsaan, Jakarta. Diskusi itu juga dihadiri oleh guru besar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Riswanto Tirtosudarmo dan penulis buku Ahmad Suaedy.

Menurut Manuel Kaisiepo, langkah berani Gus Dur yang meminta maaf pada masyarakat Papua atas permasalahan yang terjadi di masa sebelumnya terinspirasi dari langkah Nelson Mandela yang dengan tegas memaafkan rezim apartheid yang memenjarakan Mandela.

Ia juga mengatakan bahwa Gus Dur juga mengambil intisari dari langkah politik Mahatma Ghandi yang menghadapi konflik dengan tidak menggunakan pendekatan kekerasan. Gus Dur bahkan melawan pemberontakan di Papua dan Aceh itu dengan pendekatan personal. "Tidak semua kekerasan dilawan dengan kekerasan," kata tokoh Papua itu.

Langkah politik yang demikian lanjut Manuel tidak hanya berhasil memulihkan harkat dan martabat masyarakat Aceh dan Papua, namun juga mampu membangun psikopolitik mereka. "Gus Dur berhasil membangun kepercayaan kembali masyarakat Papua," tegasnya. (Syakir NF/ Ahmad Rozali) 

Tags:
Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG