IMG-LOGO
Daerah

Hindari Permasalahan Tanah LPBH NU dan LBH Ansor Kaltim Gelar Penyuluhan

Sabtu 26 Januari 2019 21:15 WIB
Bagikan:
Hindari Permasalahan Tanah LPBH NU dan LBH Ansor Kaltim Gelar Penyuluhan
Samarinda, NU Online
Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) Kaltim bersama LBH Ansor Kaltim, Sabtu (26/1), menggelar penyuluhan hukum berkaitan dengan hukum pertanahan dan pentingnya sertifikasi hak atas tanah dan wakaf di Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Kaltim.

Acara digelar dalam rangkaian peringatan Harlah NU yang ke-93. Hadir dalam acara tersebut Ketua PWNU Kaltim beserta jajarannya, Pengurus MWC Kecamatan Palaran beserta banom, dan masyarakat setempat.

Wakil Ketua PWNU Kaltim, KH Bukhori Nur mengatakan penyuluhan hukum digelar sebagai upaya PWNU Kaltim dalam memberikan edukasi dan pencerahan hukum kepada masyarakat.

Disampaikannnya, masyarakat perlu tahu akan pentingnya pengelolaan dan pemanfaatan tanah dengan memperhatikan aspek hukum. Tujuannya, agar meminimalisir munculnya permasalahan tanah diakibatkan ketidaktahuan dan ketidakmengertian masalah hukum pertanahan dan termasuk bagaimana menjaga tanah wakaf agar tak memunculkan permasalahan dikemudian hari.

Ichlas Hasan, Ketua LPBH NU, dalam materi penyuluhannya, mengatakan, agar masyarakat teliti dan mengedepankan aspek yuridis ketika ingin membeli tanah atau dalam proses pengalihan hak atas tanah.

Dijelaskannya, munculnya permasalahan lahan atau tanah sering kali disebabkan ketidakpahaman atau ketidakmengertian masyarakat dalam proses pengalihan hak atas tanah, sehingga tak jarang masyarakat dalam membeli tanah tanpa diketahui pejabat berwenang atau tanpa proses yang memberikan kepastian hukum. (Guntur Pribadi/Kendi Setiawan)
Bagikan:
Sabtu 26 Januari 2019 23:0 WIB
HARLAH KE-73 MUSLIMAT NU
Swafoto, Cara Muslimat NU Mojokerto Nikmati Perjalanan ke Jakarta
Swafoto, Cara Muslimat NU Mojokerto Nikmati Perjalanan ke Jakarta
Swafoto Peserta Harlah Muslimat
Jakarta, NU Online
Seratus ribuan anggota Muslimat Nahdlatul Ulama akan memenuhi Gelora Bung Karno (GBK) pada dini hari hingga esok Ahad (27/1) nanti. Dari seratus ribu itu, 500-an di antaranya dari Mojokerto.

Tiba di GBK, ibu-ibu ini langsung mengeluarkan ponsel pribadinya. Bukan untuk menghubungi saudara nun jauh di sana, melainkan mengabadikan momen pertama mereka melihat gedung yang diresmikan Presiden Joko Widodo tahun lalu itu.

"Baru kali ini (ke GBK),"  kata Nunu pada Sabtu (26/1) malam.

Selain Nunu, tiga orang anggota Muslimat lainnya juga tampak mengabadikan momen kebersamaan mereka dengan swafoto sebagai kenang-kenangan.

Mereka mengaku senang bisa turut mengikuti perhelatan besar ini. Terlebih bertemu dengan anggota Muslimat lainnya se-Indonesia.

"Senang sekali," kata Suharmini.

Mereka berangkat dari Kota Mojokerto pada Jumat (25/1) bakda Isya, sekitar pukul 21.23 WIB.

Kegembiraan mereka bertambah tatkala sebelum tiba di GBK, mereka diajak singgah ke Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

Tak hanya Suharmini dan Nunu, anggota Muslimat lainnya juga tampak tak mau ketinggalan mengambil momen langka ini. Seorang ibu terlihat memotret dirinya bersama rekannya dengan menggunakan tongkat eksis (tongsis). (Syakir NF/Muhammad Faizin)
Sabtu 26 Januari 2019 22:0 WIB
Pengajian Keliling, Cara Masyarakat Sekadau Kalbar Peringati Harlah NU
Pengajian Keliling, Cara Masyarakat Sekadau Kalbar Peringati Harlah NU
Sekadau, NU Online
Kegiatan yang diselenggarakan warga NU di beberapa daerah, bahkan di pelosok desa sekalipun harus diniati dengan tulus. Pada saat yang sama juga berharap kegiatan berjalan lancar tanpa halangan.

Harapan tersebut disampaikan KH Sardi selaku Rais Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Semabi, Sekadau Hilir, Sekadau, Kalimantan Barat, Jumat (25/1).

“Semoga acara pengajian umum dalam rangka hari lahir ke-93 Nahdlatul Ulama berikutnya di desa lain juga dapat berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan sedikitpun,” katanya. Tidak berhenti sampai di situ, juga semua yang hadir mendapatkan berkah dan syafaat Nabi Muhammad SAW, lanjutnya.

Pada pengajian umum dalam rangka hari lahir ke-93 Nahdlatul Ulama dengan tema Menjaga Tradisi, Menjaga NKRI tersebut dirinya mengemukakan bahwa kegiatan harlah tak hanya pengajian. Juga diisi rangakaian acara seperti bakti sosial masyarakat, ziarah kubra dan doa untuk bangsa. “Kegiatan ini sekaligus mempererat tali silaturahim antarumat Muslim,” terangnya. 

Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sekadau MA Sidiq, Ketua Majelis Zikir Simthuduror Ustadz Bagus Fitrianto, tokoh agama setempat dan ratusan pemuda dan pemudi Desa Semabi.

Acara serupa akan dilaksanakan juga di desa lain seperti Engkersik, Padak, Belitang, Setuntung, Landau Kodah di Kecamatan Sekadau Hilir. (Riono/Ibnu Nawawi)
Sabtu 26 Januari 2019 20:15 WIB
Hadapi Pemilu NU Jateng Tegaskan Politik Kebangsaan
Hadapi Pemilu NU Jateng Tegaskan Politik Kebangsaan
Muskerwil PWNU Jateng
Temanggung, NU Online
Menghadapi Pemilu yang akan digelar pada 17 April 2019 mendatang, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah menegaskan bahwa organisasinya tidak akan terlibat dalam politik praktis.

"Dalam menjaga situasi yang kondusif, terutama menjelang pemilu 2019, kita warga NU di Jawa Tengah ini tetap memiliki prinsip. Pertama, tetap berpegang teguh pada sembilan pedoman berpolitik bagi warga NU hasil Muktamar ke 28 di Yogyakarta tahun 1989," kata Ketua PWNU Jawa Tengah, H Mohamad Muzamil di sela-sela Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) PWNU Jawa Tengah di Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Temanggung, Sabtu (26/1).

Kedua, lanjut Muzamil, sesuai jati diri NU, warga NU tetap mengikuti kepemimpinan para alim atau ulama di segala hal, kapan pun dan di mana pun.

Hal serupa disampaikan oleh Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH Ubaidullah Shodaqoh. Dirinya menegaskan bahwa di Musykerwil tidak akan membicarakan politik praktis, karena politik NU sudah jelas, yaitu politik kebangsaan.

"Politik kita politik kebangsaan. Kalau mau bicara politik bukan di sini," katanya.

Dalam acara yang mengambil tema Meneguhkan Kemandirian Jamiyah dan Jamaah Menuju Seabad NU itu Kiai Ubaidullah menegaskan bahwa forum yang dihadiri Pengurus Cabang NU se-Jawa Tengah hanya membahas persoalan-persoalan organisasinya untuk menyambut satu abad berdirinya NU.

Bagi Kiai Ubaidullah, dalam menyongsong satu abad NU, organisasi dan warga NU di Jawa Tengah harus bisa mandiri, baik mandiri dalam bidang teologi atau akidah, ekonomi, politik, pendidikan maupun yang lainnya.

Kendati demikian, kemandirian yang akan diwujudkannya tetap membuka kerjasama dengan berbagai instansi lain. "Kita mencanangkan untuk membiayai diri kita sendiri dengan membuka i'anah-i'anah (bantuan dan pemberian) dengan tidak menutup kemungkinan kerja sama dengan pemerintah dan yang lainnya. Program-program pemerintah yang tidak bisa dilakukannya dengan sendirian bisa meminta bantuan kepada NU," tuturnya.

Muskerwil PWNU Jateng berlangsung hingga Ahad (27/1). (Red: Kendi Setiawan)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG