IMG-LOGO
Daerah

Diibaratkan Orang Tuanya, Siswa SMA Ma’arif Jati Negara Sowan ke PBNU

Senin 28 Januari 2019 22:45 WIB
Bagikan:
Diibaratkan Orang Tuanya, Siswa SMA Ma’arif Jati Negara Sowan ke PBNU
Kunjungan Siswa SMA Ma'arif Jatinegara ke Perpustakaan PBNU
Jakarta, NU Online
Siswa kelas XI Sekolah Menengah Atas (SMA) Maarif Jatinegara, Tegal, Jawa Tengah berkunjung ke gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Senin (28/1). Rombongan yang terdiri dari 120 siswa itu berkunjung dalam rangka studi wisata ke Jakarta dan Bogor.
 
Mereka berangkat dari sekolahnya pada Ahad (27/1) pukul 15.00 WIB. Mereka melaksanakan shalat Maghrib dan Isya jamak taqdim di Masjid Agung Slawi, Tegal. Lalu, mereka sampai di Priuk, Jakarta pada Senin (28/1) dini hari, pukul 01.30 WIB.

Sebelum ke PBNU, rombongan tiga bus ini berziarah ke makam Mbah Priuk pada Subuhnya. Mereka tiba di sana sekitar pukul 01.30 WIB. Dari Mbah Priuk, mereka melanjutkan kunjungannya ke Masjid Istiqlal dan dilanjutkan ke Perpustakaan Nasional.

"Sebagai keluarga, PBNU kan ibaratnya orang tua kita. Jadi kita sowan (berkunjung) ke sini," kata Surif, guru sejarah yang menjadi pendamping rombongan.
 
Dalam kunjungan ke PBNU, rombongan mengunjungi beberapa tempat di antaranya  Perpustakaan PBNU di lantai dua. Mereka terlihat gembira melihat perpustakaan yang cukup lengkap dalam literatur ke-NU-an dan kepesantrenan itu. Namun, mereka menyayangkan jadwal waktu kunjungan mereka ke PBNU yang terbatas.
 
"Bukunya penuh, tapi gak bisa dibaca satu-persatu," kata Ita Mutia, siswi kelas XI IPA SMA Maarif Jatinegara.
 
Setelah mengunjungi Perpustakaan PBNU, rombongan melanjutkan kunjungannya ke lantai 5, di Sekretariat Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Rombongan diterima langsung oleh Sekretaris Umum PP IPNU Mufarrihul Hazin dan Bendahara Umum PP IPNU Maulana. (Syakir NF/Muhammad Faizin)
Bagikan:
Senin 28 Januari 2019 23:0 WIB
Program Kerja IPNU-IPPNU Hendaknya Digemari Anak Muda
Program Kerja IPNU-IPPNU Hendaknya Digemari Anak Muda
Pelantikan IPNU dan IPPNU Kabupaten Mojokerto, Jatim.
Mojokerto, NU Online
Sebanyak 56 IPNU dan 67 IPPNU Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Mojokerto, dilantik oleh Pimpinan Wilayah (PW) IPNU IPPNU Jawa Timur, Ahad (27/1). Kegiatan digelar di gedung PCNU Kota Mojokerto lantai tiga. 

Tak hanya pelantikan, pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab)  dengan tema Meneguhkan Roda Organisasi dan Cita-cita Perjuangan Pelajar NU.

Dalam amanatnya, Ketua PW IPNU Jatim, Khoirul Mubtadien berharap kepengurusan baru dapat menyesuaikan dengan zaman saat ini. “Kita mengharapkan PC IPNU-IPPNU Kota Mojokerto dapat membuat program terbarukan sesuai dengan zaman milenial ini,” katanya. Sehingga keberadaannya dapat menjadi daya tarik karena masyarakat kota biasanya menyukai kegiatan kekinian, lanjutnya.

Menurutnya pelajar NU Kota Mojokerto harus mampu menghadapi tantangan zaman. “Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mestinya dapat dimanfaatkan pelajar NU sebagai wadah dakwah dan penyebaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah demi terbentuknya generasi yang menjadi penerus estafet ulama dan menjadi kader yang bermanfaat,” harapnya. 

Sedangkan pada rapat kerja, pengurus baru membahas berbagai hal yang diusulkan pada ajang konferensi. “Target utama di periode awal ini adalah kami akan mendirikan Pimpinan Komisariat (PK) di sekolah SMP/MTs dan SMA/MAN swasta maupun negeri,” kata Ketua PC IPNU Kota Mojokerto, Zainul Muttaqin. Selain itu mendirikan kepengurusan di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) di setiap kecamatan, lanjutnya.

Zainul, sapaan akrabnya merasa bangga karena para pengurus menyatakan kesanggupan dan siap untuk dilantik. “Mereka juga bersedia mengabdikan diri untuk belajar, berjuang dan bertakwa di bawah naungan IPNU dan IPPNU,” jelasnya. 

Tampak hadir pada acara ini, Rais PCNU Kota Mojokerto, KH Rofi’il Ismail, Wakil Ketua PCNU Kota Mojokerto, H Mahmud Tontowi. Juga tampak perwakilan dari badan otonom seperti Muslimat NU, Fatayat NU, Pagar Nusa dan PC IPNU-IPPU Kabupaten Mojokerto, Kediri, hingga Jombang. (Syaiful Alfuat/Ibnu Nawawi)
Senin 28 Januari 2019 22:30 WIB
IPNU-IPPNU Adalah Pilihan Tepat bagi Mahasiswa di Kampus
IPNU-IPPNU Adalah Pilihan Tepat bagi Mahasiswa di Kampus
Mojokerto, NU Online
Jangkauan kepengurusan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur semakin luas. 

Kali ini giliran Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IPNU dan IPPNU Institut KH Abdul Halim (Ikhac), Pacet melangsungkan Masa Kesetiaan Anggota atau Makesta. Kegiatan dipusatkan di Pondok Pesantren Hikmatul Amanah, Pacet sejak Sabtu hingga Ahad (26-27/1).

Peserta Makesta tidak hanya diikuti mahasiswa dari kampus setempat, melainkan ada beberapa peserta dari luar. Seperti utusan dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) Balongpanggang serta Puri. Total peserta dari Makesta berjumlah 134 orang.

“Tujuan diadakannya Makesta ini adalah untuk mengenalkan kepada mahasiswa baru mengenai IPNU dan IPPNU, serta langkah awal bagi peserta untuk masuk menjadi kader di kampus,” kata Ketua PKPT IPNU Ikhac, Muhammad Farid as-Sidik.

Farid mengemukakan agenda ini merupakan program pertama setelah pembahasan rapat kerja pada bulan Desember lalu. “Tema Makesta adalah membentuk karakter generasi muda yang berintegritas dan loyalitas tinggi berasaskan Aswaja di era 4.0,” ungkapnya.

Dirinya berharap kehadiran anggota dan pengurus baru mampu membawa angin segar bagi kinerja kepengurusan yang ada. “Diharapkan para kader yang mayoritas mahasiswa baru dapat membentuk karakter yang berintegritas tinggi, serta mempunyai loyalitas dan semangat untuk menumbuhkan kampus berpaham Aswaja,” harapnya.

“Peserta Makesta juga diharapkan mampu berorientasi dalam kehidupan berorganisasi dan merupakan pengkaderan pertama menuju perekrutan dan pengenalan anggota terhadap organisasi IPNU-IPPNU di dalam kampus,” ungkapnya.

Makesta juga sebagai sarana menanamkan keyakinan. “Makesta juga sebagai sarana menanamkan keyakinan bahwa IPNU-IPPNU merupakan pilihan organisasi yang tepat sebagai sarana perjuangan,” tegasnya. Di samping juga memberikan pemahaman mengenai PDPRT IPNU IPPNU, lanjut Farid.

Pembukaan Makesta dihadiri Ketua PC IPNU IPPNU Kabupaten Mojokerto, Ketua PAC Kutorejo, Pacet, badan otonom NU seperti Pagar Nusa, PMII, serta alumni PKPT IPNU dan IPPNU Ikhac. (Syaiful Alfuat/Ibnu Nawawi)

Senin 28 Januari 2019 22:19 WIB
Syair Burdah Obat Segala Penyakit
Syair Burdah Obat Segala Penyakit
Brebes, NU Online
Kasidah (syair) Burdah tidak hanya dilantunkan saat pengajian atau majelis saja. Burdah memiliki berbagai manfaat untuk mengobati segala macam penyakit seperti jasmaniah, rohaniah (penyakit hati), serta penyakit ekonomi. Tidak hanya itu, Burdah dapat mengatasi problem kehidupan yang dialami setiap insan.

Hal itu disampaikan Syekh Sayyid Syarif Jamal asal Maroko dalam bahasa Arab diterjemahkan Syekh Shaleh Muhammad Basalamah saat berceramah pada pengajian di Pondok Pesantren Darussalam Jatibarang, Brebes, Sabtu (26/1) malam.

“Sesuai sejarah, Burdah ini ditulis oleh orang yang sedang sakit, yaitu seorang sufi besar bernama Al-Bushiri. Kala itu, dia mengalami kelumpuhan dan tidak menemukan obat,” ungkap Syekh Sayyid Jamal.

Dilanjutkannya, Burdah dibuat Al-Bushiri dengan syair-syair yang berisi pujian kepada Nabi, dengan maksud memohon syafaatnya. Kemudian, dia bermimpi didatangi Nabi Muhammad SAW. Nabi mengusap wajah Al-Bushiri, saat bangun dari mimpinya, seketika itu juga dia sembuh dari lumpuhnya.

Syekh Sayyid Jamal mengucap syukur dan berterima kasih kepada pengunjung yang hadir mengikuti burdah pengajian malam ahad pahing, sekaligus peringatan Hari Jadi ke-341 Kabupaten Brebes. Semoga kita semua diberkahi Allah SWT, dan selalu bersemangat untuk berdzikir dan bershalawat kepada Rasulullah.

“Saya melihat wajah-wajah penuh cahaya dengan kecintaan kepada rasul pada malam hari ini. Khususnya kepada Bupati Brebes, saya sampaikan selamat, dan semoga bupati diberi kesuksesan oleh Allah SWT,” ujar Syekh Sayyid Jamal.

Dia juga merasa bangga dan bahagia dapat berkumpul dengan para ulama, umaro juga sesama muslim, terlebih dapat melantunkan Kasidah Burdah, yang di dalamnya terkandung doa, dzikir, istigotsah, serta shalawat kepada rasul. 

Seusai pembacaan burdah selesai hujan turun. “Setelah kita berpikir turunnya hujan ini, tandanya doa kita diijabahi oleh Allah. Sebab ketika turun hujan doa kita diterima oleh Allah SWT. Semoga Kabupaten Brebes akan dibukakan berbagai kebaikan,” pungkasnya.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti menyampaikan terima kasih kepada Syekh Sayyid Jamal, yang telah datang jauh dari Maroko. “Semoga kedatangan Syekh Sayyid dan majelis burdah ini, dapat bersama-sama mendoakan Kabupaten Brebes agar terhindar dari bencana  banjir di musim penghujan ini dan bencana bencana lainnya,” harap Idza.

Idza juga mengingatkan kepada masyarakat untuk menjaga kondisi dan situasi dalam menghadapi pesta demokrasi pada April mendatang yaitu pemilihan presiden dan pemilihan legislatif. Dia berharap gelaran pesta demokrasi di Kabupaten Brebes berjalan tertib, aman, dan damai.

Kegiatan dilanjutkan mau’idhoh hasanah KH Dirjo Abdul Hadi yang menerangkan mengenai pentingnya menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kepada generasi muda untuk tidak terjerat narkoba dan pergaulan bebas, dengan gaya khasnya yang kocak mengundang gelak tawa para pengunjung. 

Turut hadir Jajaran Forkopimda, kepala SKPD Kabupaten Brebes, Muspika, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat sekitar. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG