IMG-LOGO
Daerah

IPNU-IPPNU Diingatkan Turut Perhatikan Kearifan Lokal

Selasa 29 Januari 2019 10:0 WIB
Bagikan:
IPNU-IPPNU Diingatkan Turut Perhatikan Kearifan Lokal
Sumenep, NU Online
Kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) hari ini, harus peka. Terutama terhadap hantaman kelompok yang berusaha menghancurkan NU dan tatanan nilai solidaritas, yang sudah lama melekat di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Musyfiqur Rahman pada pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU Dasuk, Sumenep, Jawa Timur masa khidmat 2019-2020, Ahad (27/1). Kegiatan juga diisi dengan sarasehan alumni.

Kader IPNU dan IPPNU harus bergerak ke seluruh lapisan masyarakat sekitar. "Kita harus bekerja aktif, membangun kerja sama ekstra dengan setiap lapisan, sebagai upaya mewujudkan masyarakat yang konsisten dalam berjamiyah di Nahdlatul Ulama," kata Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Sumenep ini. 

Sambutan juga disampaikan Sekretaris Kecamatan Dasuk, Sumarsono. "Yang harus diingat, dalam mengayomi masyarakat juga harus mempertahankan nilai kearifan lokal yang ada," katanya. 

Hal tersebut penting diperhatikan agar tujuan dan langkah organisasi mudah diterima masyarakat. "Kita juga butuh keberanian, kejujuran, kecerdasan dan konsisten dalam menjalankannya," tandasnya. 

Kegiatan dipusatkan di SMP 2, Dasuk yang diawali dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa. (Masjudi/Ibnu Nawawi)
Bagikan:
Selasa 29 Januari 2019 23:0 WIB
Cafe Aswaja Milenial, Benteng Kaum Muda dari Paham Radikal
Cafe Aswaja Milenial, Benteng Kaum Muda dari Paham Radikal
Cafe Aswaja Milenial, Brebes
Brebes, NU Online
Wakil Ketua PW LDNU Jawa Tengah KH Ahmad Najib Afandi (Gus Najib) mengungkapkan, saat ini banyak paham dan aliran keagamaan transnasional yang “dibungkus” dengan paham Ahlussunnah wal Jamaah  (Aswaja) namun menyesatkan kaum milenial. Paham dan aliran baru yang beredar serta berkembang saat ini menarik para anak muda yang haus dan awam tentang agama.

Kondisi ini menurut Gus Najib, disikapi Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Provinsi Jawa Tengah dengan membuat benteng pertahanan agar para generasi muda tidak terseret arus yang akan membawa mereka ke dalam kesesatan. Langkah yang ditempuh dengan menggelar kegiatan Cafe Aswaja Milenial.

“Cafe Aswaja Milenial diharapkan bisa menjadi  penyegaran dan benteng aqidah kaum milenial,” terang Gus Najib yang juga Pengasuh Pesantren Al Hikmah 2 Benda Sirampog Brebes ini pada  kegiatan perdana Cafe Aswaja Milenial di Kanzul Ilmi Center (KIC) Bumiayu, Brebes, Selasa (29/1).

Kegiatan ini lanjut Gus Najib, dilakukan secara berkala di berbagai daerah di Jawa Tengah sebagai pendampingan dan penguatan aqidah keislaman serta ahlaq kaum milenial. Kegiatan ini juga merupakan merupakan bagian dari program kerja LDNU Jateng masa khidmah 2018 -1922, berupa Aswaja Back To Campus.

Dalam Café Aswaja Milenial perdana tersebut, didatangkan tiga nara sumber yakni  Wakil Ketua LDNU Jateng dan Direktur KIC KH Ahmad Najib Afani,  Ketua Bidang Kaderisasi LDNU Jateng KH Muammar Kholil, dan Ketua Bidang Informasi LDNU KH Ghilman Safarudin.

Dalam penyampaiannya, KH Ghilman Safarudin menyampaikan pentingnya memahami Islam secara kaffah (menyeluruh) dengan pemahaman dasar dan prinsip Aswaja An-Nahdliyyah yakni tawassuth (sikap pertengahan), tawazun (sikap seimbang), al I'tidal (bersikap adil) dan Tasamuh (sikap toleransi).

Ia juga menekankan pentingnya belajar agama Islam secara kaffah yang terdiri dari tiga aspek utama yakni aqidah, syariat dan ahlaq atau tasawuf.

“Hidup akan menjadi timpang tanpa keseimbangan aqidah, syariat dan ahlaq atau tasawuf. Bahkan bisa melahirkan paham radikal karena tidak adanya keseimbangan antara ketiganya,” tandas Ghilman.

Untuk langkah awal kegiatan Cafe Aswaja Milenial ini, KIC dan LDNU menggandeng siswa SMN 1 Bumiayu atas kerjasama kepala SMAN 1 Bumiayu H Syamsul Ma´arif dengan Direktur KIC KH Ahmad Najib Afandi. Sebanyak 400 siswa perwakilan dari berbagai sekolah di Brebes Selatan mengikuti Café Aswaja Milenial dengan sangat antusias.

Syamsul Ma’arif berharap Cafe Aswaja bisa digelar rutin. Pihaknya pun siap menghadirkan 800 siswa pada 21 Februari 2019 mendatang di tempat yang sama. (Wasdiun/Muhammad Faizin)
Selasa 29 Januari 2019 14:24 WIB
Dilantik, PCNU Kabupaten Sukabumi Diminta Bentuk dan Rawat NU di Desa-desa
Dilantik, PCNU Kabupaten Sukabumi Diminta Bentuk dan Rawat NU di Desa-desa
Sukabumi, NU Online 
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukabumi masa khidmah 2018-2023 dilantik oleh Ketua PWNU KH Hasan Nuri Hidayatullah (Gus Hasan) di Gelanggang Olahraga (GOR) Cisaat, Selasa (29/1). 

Pada kesempatan itu, PWNU Jawa Barat meminta dengan sangat agar PCNU Kabupaten Sukabumi langsung bergerak ke bawah, membentuk ranting di desa-desa. Sementara bagi desa yang sudah ada rantingnya harus diperkuat dan dirawat.

Memang, kata dia, butuh kerja ekstra keras untuk membangun dan merawat ranting mengingat Sukabumi adalah kabupaten luas yang memiliki 47 kecamatan dan 381 desa. 

Namun demikian, lanjutnya, hal itu harus dilakukan demi kelestarian ajaran Islam Ahlussunah wal Jamaah. “Insyaallah Sukabumi akan bisa akan kuat Ahlussunahnya,” kata kiai yang tinggal di Kabupaten Karawang ini. 

Gus Hasan menargetkan pada tahun 2019 PCNU Kabupaten Sukabumi membentuk dan  membenahi ranting di setiap desa.

Kepemimpinan PCNU Kabupaten Sukabumi kini diemban pengasuh Pondok Pesantren Siqoyaturohmah KH Mahmud Mudrikah Hanafi sebagai Rais Syuriyah dan KH Muhammad Anshori Fudholi dari Pondok Pesantren Sunanul Huda dan Al-Aman Cimangu, Jampang Kulon sebagai Ketua PCNU. 

Kegiatan yang dihadiri Bupati Kabupaten Sukabumi H Marwan Hamami ini dihadiri pula sekitar 500 orang dari 47 MWCNU dan sekitar 5000 warga NU. Kegiatan diawali dengan istighotsah, penampilan pencak silat dari Pondok Pesantren Yaspida, marching band dari tiga pesantren. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)
 

Selasa 29 Januari 2019 13:15 WIB
PWNU DKI Jakarta Buka Registrasi Festival Tahlil Tingkat Pelajar SMA
PWNU DKI Jakarta Buka Registrasi Festival Tahlil Tingkat Pelajar SMA
Jakarta, NU Online
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta menggelar Festival Tahlil Milenial 2019 di Kantor PWNU DKI Jakarta, Jalan Utan Kayu, Nomor 112, Jakarta Timur. Festival ini rencananya diadakan pada Kamis jam 08.00 pagi hingga sore, 31 Januari 2019, bertepatan dengan Harlah Ke-93 NU.

Festival ini terbuka untuk pelajar tingkat SMA/SMK se-DKI Jakarta. Pada festival yang diadakan dalam rangka Harlah Ke-93 NU ini, pihak panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp.10.000.000.

Peserta festival adalah grup pelajar yang terdiri atas lima anggota. Peserta diharuskan mengenakan pakaian seragam sekolah, peci hitam, dan kain sarung. Peserta akan dinilai dari segi kefasihan pelafalan zikir, kekompakan, dan akhlak.

Pihak panitia festival tahlil hingga kini masih membuka pendaftaran kepesertaan. Pihak panitia akan menutup registrasi peserta pada Rabu, jam 20.00, 30 Januari 2019.

“Kita ingin mengenalkan aqidah Ahlusunnah wal Jamaah ke anak-anak SMK dan SMU. Ke anak-anak milenial,” kata Wakil Sekretaris PWNU DKI Jakarta H Djunaidi Sahal kepada NU Online di Jakarta, Selasa (29/1) siang.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Ustadz H Mastur Anwar di nomor kontak 0853-1900-4219. (Alhafiz K)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG