IMG-LOGO
Warta

HTI Datangi Kantor Majalah Aula PWNU Jatim


Senin 8 Oktober 2007 11:36 WIB
Bagikan:
HTI Datangi Kantor Majalah Aula PWNU Jatim

Surabaya, NU Online
Laporan utama Majalah Aula tentang gerakan khilafah di Indonesia ternyata berbuntut. Kali ini lima orang pengurus Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Timur mendatangi Kantor Redaksi Majalah Aula yang ada di Kantor PWNU Jawa Timur, Jl. Masjid Al-Akbar Timur 9 Surabaya, pada Ahad (7/10).

Dalam kunjungan sore itu, mereka menyatakan ingin menjalin silaturahmi dengan para pengelola majalah tersebut. Disamping juga untuk melakukan klarifikasi terhadap tulisan yang dinilai kurang tepat.

<>

Lima orang pengurus HTI itu adalah Suhaib (Ketua I DPD II Surabaya), Rif’an (Departemen Infokom DPD I),  Ibnu Ali (bagian mobile DPD I), Sa’iduddin (Lajnah Tsaqafiyah) dan Fikri Arsyad (Ketua DPD II Surabaya). Empat orang pengelola Majalah Aula menemui mereka.

Saifullah, Pemimpin redaksi Aula, menyatakan terima kasih atas kunjungan mereka ke kantornya. Ia menjelaskan, tulisan di majalah yang dipimpinnya banyak menggunakan narasumber para pengurus NU, karena majalah ini memang milik NU. Namun bukan berarti mengabaikan narasumber lain.

Dirinya berjanji, pelurusan berita dari HTI Jawa Timur itu akan diperhatikan dan akan dimuat di edisi selanjutnya. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu, akhirnya lebih banyak diisi dengan saling berkenalan dan bertukar informasi. “Dengan begini kita kan bisa saling mengenal lebih dekat lagi,” tutur Saiful yang diiyakan para pengurus HTI.

Selain menyampaikan masukan secara lisan, mereka juga menyerahkan bantahan secara tertulis. “Ini sebagai hak jawab kami terhadap tulisan di media yang perlu kami luruskan,” kata Rif’an yang sore itu bertindak sebagai ketua rombongan.

Dalam dialog informal itu para pengurus HTI menuturkan masih banyaknya kecurigaan pada HTI. Terutama dari media massa. Keadaan ini membuat gerakan HTI sedikit terhambat. Satu sisi mereka dituduh didanai Amerika, sedangkan pihaknya malah mengaku sebaliknya, justru merekalah yang sebenarnya dimusuhi Amerika. “Serba repot,” tutur Fikri.

Sebelum mengakhiri pertemuan, mereka memberikan oleh-oleh berupa buku-buku, majalah, leflet dan cd tentang HTI. Sedangkan jajaran majalah Aula menghadiahkan buku Antologi NU kepada mereka. “Ini sekaligus sebagai perkenalan, agar bisa mengenal NU lebih jauh,” kata Subhan, yang juga salah seorang penulis buku tersebut.(sbh)

Bagikan:

Baca Juga

IMG
IMG