IMG-LOGO
Nasional

Prof Quraish Shihab: Saya Menganut Islam Nusantara yang Berkemajuan

Kamis 31 Januari 2019 14:45 WIB
Bagikan:
Prof Quraish Shihab: Saya Menganut Islam Nusantara yang Berkemajuan
Tangerang Selatan, NU Online
Ada saja yang ‘meragukan’ keislaman Prof Quraish Shihab. Bahkan, ada yang menuduh kalau paham keislaman doktor lulusan Universitas Al-Azhar itu Syi’ah. Tuduhan itu didasarkan, salah satunya, dari buku-buku yang ditulis Prof Quraish. Dimana dalam buku itu Prof Quraish mengutip pendapat dari ulama Syi’ah. Namun betulkah tuduhan semacam itu? 

“Saya menganut Islam Nusantara yang Berkemajuan,” kata Prof Quraish Shihab pada kesempatan bedah buku ‘Trilogi Islam M Quraish Shihab’ (Islam yang Saya Anut, Islam yang Saya Pahami, dan Islam yang Disalahpahami), di Pusat Studi Al-Qur’an, Tangerang Selatan, Kamis (31/1).  

Sebagaimana diketahui, Islam Nusantara adalah tipologi Islam yang diusung Nahdlatul Ulama (NU). Sementara Islam Berkemajuan merupakan 'miliknya' Muhammadiyah.

Prof Quraish kemudian menjelaskan kalau Islam memang pertama kali turun di Makkah. Kemudian Islam menyebar ke Madinah, Syam, Irak, Iran, dan tempat-tempat lainnya. Dalam penyebarannya ke tempat-tempat lain itu, terjadi ‘interaksi’ antara Islam dan budaya setempat. Dimana Islam mempengaruhi budaya setempat. Begitu pun sebaliknya. Budaya setempat ‘mempengaruhi’ Islam. Sehingga misalnya ketika Imam Syafi’i berada di Irak, maka budaya Irak yang mempengaruhi pendapat-pendapat Imam Syafi’i. Begitu pun ketika di Mesir. 

“Itu sebenarnya paham saya. Kita tidak mempermasalahkan orang Arab dengan pandangan-pandangannya. Tetapi kita tidak mau ada orang Arab yang mempermasalahkan kita dengan pandangan-pandangan kita,” jelas penulis kitab Tafsir Al-Misbah itu.

Sementara itu, KH Cholil Nafis yang menjadi narasumber menyebutkan kalau di dalam bukunya itu Prof Quraish belajar kitab Aqidatul Awam saat kecil dulu. Sebuah kitab yang sangat dekat dengan Nahdlatul Ulama.

“Saya bangga sekali ketika Prof Quraish menyebut tentang ‘Keyakinan Saya Masih Kecil (salah satu sub-bab di dalam buku Prof Quraish). Yaitu Aqidatul Awam. Yakin dengan sifat Allah yang 20,” jelas Ketua Komisi Dakwah MUI ini. 

Hal yang sama juga disampaikan narasumber lainnya, Sekjen Muhammadiyah Abdul Mu’thi. Menurutnya, buku ‘Trilogi Islam M Quraish Shihab’ itu memberikan perspektif bahwa Prof Quraish adalah Muhammadiyah-NU. Ditambah dulu Prof Quraish pernah belajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah di Sulawesi Selatan.  

“Beliau ini Mu-Nu saya kira. Muhammadiyah-NU,” ucapnya. 

Adapun Muchlis M Hanafi menjelaskan, dalam buku Islam yang Saya Pahami Prof Quraish mengungkapkan kalau dirinya memedomani Imam Al-Asy’ari dalam bidang akidah, Imam Syafi’i dalam fiqih, dan Imam al-Ghazali dan Imam Junaid al-Baghdadi dalam bidang tasawuf ketika menjawab persoalan keagamaan. 

“Inikan mazhabnya NU,” katanya.

Namun, lanjut Muchlis, dalam bukunya itu Prof Quraish juga menunjukkan sisi-sisi pembaharuan dalam pemahaman keagamaan. Salah satunya sosok Muhammad Abduh yang berpengaruh dalam pemikiran Prof Quraish.

“Dan Muhammad Abduh ini adalah salah satu tokoh yang menginspirasi garis perjuangan Muhammadiyah,” jelas Dewan Pakar Pusat Studi Al-Qur’an. (Muchlishon)
Bagikan:
Kamis 31 Januari 2019 23:15 WIB
Harlah Ke-93, NU Kendal Bangun Hunian Sementara untuk Korban Tsunami
Harlah Ke-93, NU Kendal Bangun Hunian Sementara untuk Korban Tsunami
Jakarta, NU Online
Pembukaan acara hari lahir ke-93 Nahdlatul Ulama berjalan dengan lancar. Acara dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo, di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Kamis (31/01/2019). 

Di sela Harlah yang bertajuk “Konsolidasi Organisasi Jelang Satu Abad Nahdlatul Ulama” tersebut, dilakukan pula penyerahan donasi untuk Program NU Peduli Banten dan Lampung oleh PCNU Kendal senilai Rp55.859.500. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan hunian sementara (Huntara) di daerah terdampak tsunami Selat Sunda di Lampung Selatan.

Donasi diserahkan oleh Ketua PCNU KH Danial Royyan kepada Ketua PP NU Care-LAZISNU H Achmad Sudrajat, dan disaksikan langsung oleh Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, sejumlah pengurus PBNU, pengurus PWNU, serta utusan PCNU dari seluruh Indonesia.

Ketua NU Care-LAZISNU Achmad Sudrajat menjelaskan, PBNU melalui program NU Peduli yang merupakan wadah sinergi semua badan otonom (Banom) dan lembaga di Nahdlatul Ulama, melakukan aksi tanggap bencana yang terjadi sejak gempa Lombok hingga terakhir banjir bandang yang melanda provinsi Sulawesi Selatan. 

"NU Peduli hadir mulai gempa di Lombok, tsunami di Palu-Donggala, tsunami Selat Sunda, dan terakhir banjir di Makassar dan sekitarnya. NU Care melakukan penggalangan dana, mengelola, dan menyalurkan kepada warga terdampak bencana dan bergerak bersama semua Banom dan Lembaga di bawah naungan Nahdlatul Ulama," papar pria yang biasa disapa Kang Ajat ini. 

Dirinya juga menambahkan, Program NU Peduli tidak berhenti pada penanganan bencana, lebih dari itu terdapat program pemulihan kembali warga terdampakpascabencana.

"Seperti pembangunan Huntara, MCK, pendirian masjid atau mushola dan madrasah darurat usai terjadi bencana. Maka itu, kami berterima kasih kepada masyarakat Kendal yang telah berkontribusi dalam program NU Peduli. Bersama-sama kita kuat," imbuhnya. 

Ketua PCNU Kendal KH Danial Royyan berharap donasi yang dikumpulkan oleh masyarakat NU di Kendal dapat bermanfaat untuk masyarakat terdampak bencana di Lampung Selatan. 

"Donasi yang terkumpul mudah-mudahan manfaat, berkah untuk warga NU di Lampung Selatan dan sekitarnya," ucap Kiai Royyan. 

Sementara itu, Ketua NU Care-LAZISNU Kendal Khusnul Huda menuturkan bahwa pengumpulan donasi dilakukan sejak sehari setelah tsunami. 

"Dari satu hari setelah tsunami sampai hari tadi, 31Januari 2019. Alhamdulillah masyarakat pun sangat antusias dengan program NU Peduli. Semua Banom dan lembaga bahu-membahu mengumpulkan dana di lingkungannya masing-masing untuk didonasikan melalui program NU Peduli," jelas Huda. 

Usai serah terima donasi, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi bertema Identifikasi Ancaman terhadap Islam Moderat dan Stabilitas Keamanan Nasional, oleh Kepala Kepolisian RI Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Marsekal TNI Hari Tjahjanto.

Setelahnya, kegiatan diakhiri Konsolidasi Internal NU se-Indonesia. Pada pembukaan acara hadir pula Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin,  Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Gubernur Jawa Timur yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa. (Wahyu Noerhadi/Mahbib) 

Kamis 31 Januari 2019 22:40 WIB
Sambut Malam Jumat dengan Shalawat
Sambut Malam Jumat dengan Shalawat
Jakarta, NU Online
Pengasuh Pondok Pesantren raudhatul Muhibbin Caringin, Bogor, Jawa Barat KH M. Luqman Hakim menyatakan bahwa hendaknya umat Islam meyambut malam Jumat dengan memperbanyak shalawat, selain amalan lain seperti membaca Surat Yasin dan tahlilan.

“Malam Jumat apakah anda biarkan berlalu tanpa cahaya Sang Nabi Muhammad SAW? Sambutlah dengan shalawat dan senyum jiwa yang merdeka,” tutur Kiai Luqman, Kamis (31/1) malam.

Menurut Direktur Sufi Center Jakarta ini, setiap doa dan salam seseorang kepada Nabi Muhammad merupakan cara tersambung dengan Rahmat Allah.

“Rasulullah SAW adalah representasi Rahmat. Sehingga setiap doa dan salam yang kita panjatkan untuknya merupakan cara kita bersambung dengan Rahmat Allah,” ungkap Kiai Luqman.

Menurut Pakar Tasawuf ini, umat Islam hendaknya mewarisi sifat Rahmat seperti ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad.

“Bagi yang mewarisi kepribadian Rahmat, ia akan melimpahkan Rahmat itu pada sesama hingga di akhirat,” ujar Kiai Luqman.

Penulis buku Jalan Hakikat ini menggambarkan ciri-ciri bukan manusia Rahmat. Secara umum dapat dijelaskan bahwa karakter bukan manusia Rahmat ialah yang menjadikan agama hanya untuk kepentingan pribadi dan hawa nafsunya serta jauh dari nilai-nilai dan substansi agama. (Fathoni)
Kamis 31 Januari 2019 22:30 WIB
Ketua Inkopsim Ingin Harga Jagung yang Wajar
Ketua Inkopsim Ingin Harga Jagung yang Wajar
Ketua Umum Inkopsim saat menghadiri rapat Kemenkop dan UKM RI dengan pengusaha Korea

Jember, NU Online
Ancaman anjloknya harga jagung cukup menggelisahkan petani. Sebab produksi jagung yang melimpah terancam tidak terbeli menyusul keengganan para peternak dan pabrik pakan ternak untuk membeli jagung dengan harga wajar.

“Harga wajar itu sekitar Rp. 4.500 perkilogram jagung pipil kering. Dengan harga segitu petani jagung sudah untung meski sedikit,” tukas Ketua Umum Induk Koperasi Syirkah Muawanah (Inkopsim), HM Al Khaqqoh Istifa kepada NU Online di sela-sela kunjungannya ke Jember, Jawa Timur, Rabu (30/1).

Menurutnya, saat ini pabrik pakan ternak menawar harga jagung pipil kering di bawah Rp. 4.000. Harga tersebut termasuk ongkos kirim ke gudang pabrik pakan ternak.  Dengan harga tersebut, jelas petani rugi karena ongkos produksinya cukup tinggi.

“Ironis. Katanya saat ini pasokan jagung kurang. Tapi setelah jagung ada, mereka tidak mau beli dengan alasan ini dan itu,” keluhnya.

Gus Khaqqoh, sapaan arkabnya, menambahkan,  jika pabrik pakan ternak tetap bersikukuh dengan harga di bawah Rp. 4.000/kilogram, posisi petani benar-benar sulit. Sebab, bulan-bulan ini jagung sudah panen. Dikatakannya, saat ini saja petani jagung di bawah binaan Inkopsim  menghasilkan jagung sebanyak 60 ton perhari.

“Apalagi bulan Februari ini, wilayah Bojonegoro dan sekitarnya akan panen raya. Itu berarti jagung  akan melimpah ruah. Dan bisa dipastikan harga  jagung tidak beranjak dari tawaran itu (di bawah Rp.4.000).  Itu artinya petani akan terus merugi. Sepertinya ini sudah dikondisikan agar petani jagung  jatuh,” urainya (Red: Aryudi AR).
 



IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG