IMG-LOGO
Trending Now:
Nasional

PP LP Ma'arif: NU Harus Pegang Tiga Komitmen


Jumat 1 Februari 2019 16:00 WIB
Bagikan:
PP LP Ma'arif: NU Harus Pegang Tiga Komitmen
Pembukaan Porsema Ma'arif NU Wonosobo
Wonosobo, NU Online
Wakil Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan (PP LP) Ma'arif Hj Saidah Sakwan mengatakan bahwa Nahdlatul Ulama harus bisa memegang 3 komitmen yang sudah diamanatkan oleh para muassis NU. 

Tiga komitmen itu ialah Pemberdayaan Ekonomi, Pengembangan Pendidikan, dan Bela Tanah Air. Dan hal itu nampak dari terbentuknya NU yang berasal dari tiga organ, yakni Nahdlatul Tujar, Tashwirul Afkar, dan Nahdlatul Wathon. 

Hal tersebut disampaikan saat dirinya membuka Pekan Olahraga dan Seni Ma'arif (Porsema) XI dan Olimpiade Sains dan Kompetensi Teknik (Oskanu)

tingkat Kabupaten Wonosobo, Rabu-Kamis (30-31/01/2019) di Kecamatan Kejajar, Wonosobo. 

"Kenapa demikian? Pertama, ketika NU berasal dari Nahdlatut Tujar, yaitu golongan saudagar, mempunyai makna bahwa Pendiri NU menginginkan umatnya menjadi orang yang kaya. Artinya kita harus bisa memberayakan Ekonomi tersebut," ujarnya. 

Kedua menurutnya ketika NU didirikan dari golongan Tashwirul Afkar, yang berarti golongan cerdik cendikia, artinya muasis NU menginginkan generasi NU harus menjadi orang yang pintar. 

"Dan yang ketiga didirikan dari golongan Nahdlatul Wathon, pembela tanah air. Yang artinya -NKRI Harga Mati- bukan wacana hari ini tetapi sudah dari para muassis dahulu. Maka dari itu kita harus mewujudkan komitmen dan cita-cita para Muassis NU. Dan kegiatan ini harus dijadikan bentuk ikhtiar kembangkan pendidikan NU," tegasnya.

Pada pembukaan kegiatan tersebut yang sekaligus diperingatinya Harlah NU ke-93 dihadiri oleh pengurus MWC NU Kejajar, Banom dan Lembaga NU Kejajar, PCNU Wonosobo, Banom dan Lembaga PCNU, Ketua LP Ma'arif NU Wonosobo H Abdul Majid, Bupati Wonosobo Eko Purnomo, Pengurus Wilayah LP Ma'arif NU Jawa Tengah Andi Irawan, serta dihadiri langsung Pengurus Pusat LP Ma'arif NU Hj Saidah Sakwan.

Ketua LP Ma'arif NU Wonosobo H Abdul Majid mengatakan bahwa Porsema jangan hanya dijadikan ajang berkompetensi saja, tetapi yang lebih bernilai sebagai upaya pengembangan bakat dan kreativitas serta pengejawantahan meningkatkan nilai-nilai agama. Dalam ajang ajang tersebut menurutnya ikatan silaturahim semakin merekat dan kuat.

Pada porsema XI ini, cabang lomba yang digelar yakni bidang olah raga, meliputi lari 100 M, lari maraton, tenis meja, bulu tangkis, futsal, pencak silat wiraloka Pagar Nusa, sepak takraw dan volly. 

Adapun bidang seni meliputi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Kasidah, Kaligrafi, Poster, Puisi religi, debat Bahasa Arab, debat Bahasa Inggris, Pidato Bahasa Arab, Pidato Bahasa Bahasa Indonesia, dan pidato Bahasa Jawa. 

Sementara untuk bidang olimpiade meliputi penulisan biografi kiai lokal, reportase kegiatan, catur, olimpiade matematika, IPA, IPS, ke-NU-an, KIR IPA, KIR IPS, LCC Aswaja dan Mading 3D. (Sholeh Nahru/Muiz)
Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG