IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Peringati Harlah, KMNU UPI Gelar Napak Tilas ke Tebuireng

Jumat 1 Februari 2019 22:0 WIB
Bagikan:
Peringati Harlah, KMNU UPI Gelar Napak Tilas ke Tebuireng
KMNU UPI di depan Museum Islam Indonesia, Jombang.
Jombang, NU Online
Sejak Ahad hingga Kamis (27-31/1), Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Jawa Barat melaksanakan ziarah aulia dan rihlah pesantren. 

Makam sembilan wali, ditambah Kiai Kholil Bangkalan, dan Pesantren Tebuireng, Jawa Timur menjadi destinasi yang dikunjungi puluhan peserta. Mereka adalah kader dan jamaah yang didampingi Pembina KMNU UPI Achmad Samsudin dan Ustadz Azzy Hisan, selaku pengurus NU Kota Bandung.

Menurut M Irfansyah Maulana, selain tabarruk kepada para aulia, acara ini merupakan program kerja departemen pendidikan dan kebudayaan KMNU UPI. “Kegiatan dilaksanakan sebagai media motivasi untuk meneladani perjuangan para aulia yang mengajarkan Islam dengan maidhah hasanah, dan melestarikan budaya nusantara yang bernuansa islami sebagai media dakwah,” kata Ketua KMNU UPI ini, Kamis (31/1).

Pada momentum hari lahir ke-93 NU, rombongan mengunjungi Pesantren Tebuireng sebagai akhir destinasi. "Di sini seluruh rombongan bersama ziarah ke makam Hadrastussyaikh KH M Hasyim Asyari, KH Wahid Hasyim, dan KH Abdurrahman Wahid,” ungkap Ruby Supandi. 

Di aula gedung KH M Yusuf Hasyim Pesantren Tebuireng, rombongan diterima Mudir Bidang Pembinaan Pondok H Lukman Hakim, Mudir Madrasah Muallimin H Su'udi, serta Kepala Pondok Putra H Iskandar. 

“Kader KMNU UPI yang notabene nantinya akan bertugas sebagai pendidik memiliki tanggung jawab moral besar dalam mendidik untuk memiliki karakter diri seperti nahdliyin yang moderat, manut pada guru, hormat pada orang tua, serta mencintai bangsa dan Negara,” kata H Lukman Hakim.

Selain itu, peserta melakukan silaturahim dengan pimpinan pondok mengenai sistem pembelajaran dan sejarah berdirinya Pesantren Tebuireng. Kegiatan dipungkasi dengan kunjungan ke Museum Islam Indonesia yang baru diresmikan beberapa waktu yang lalu.

Dengan perjalanan rihlah ke Pesantren Tebuireng yang bertepatan dengan Harlah NU ini, Pembina KMNU UPI berharap agar para kader senantiasa bersemangat dalam menyebarkan paham Aswaja an-Nahdliyah. “Baik di lingkungan kampus dan masyarakat, serta harakah, pikrah, dan amaliyah para kader dapat meneladani apa yang para muassis NU ajarkan,” pungkas Achmad Samsudin. (S Nikmah/Ibnu Nawawi)

Tags:
Bagikan:
Jumat 1 Februari 2019 19:30 WIB
Kader IPNU dan IPPNU Adalah Penerus Perjuangan Ulama
Kader IPNU dan IPPNU Adalah Penerus Perjuangan Ulama
Kubu Raya, NU Online
Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kubu Raya, Kalimantan Barat menggelar Latihan Kader Muda (Lakmud). Kegiatan dipusatkan di Pondok Pesantren Sunan Ampel (PPSA), Jalan Sultang Agung Kecamatan Rasau Jaya. Jumat (1/2).

Lakmud diikuti puluhan peserta dari anggota IPNU IPPNU di berbagai tingkatan baik kecamatan dan komisariat se-Kabupaten Kubu Raya. Dan panitia mengangkat tema Bangkitkan Semangat Kaderisasi Pelajar IPNU IPPNU Berkarakter Aswaja.
“Lakmud kali ini lebih fokus dengan penguatan pembentukan kader berkarakter Ahlussunnah wal Jamaah untuk menjalankan roda organisasi,” kata Muhammad Darwis, selaku panitia.

Harapan ke depannya, semoga generasi IPNU dan IPPNU menjadi penerus alim ulama. Dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Pesantren Sunan Ampel serta sumbangsih Ansor, Banser dan pengurus IPNU dan IPPNU se-Kubu Raya.

Misli Saputra selaku Ketua PC IPNU Kubu Raya mengimbau peserta tetap semangat dalam mengikuti kegiatan. “Kami berharap peserta bisa saling berkoordinasi untuk melakukan konfirmasi kegiatan baik Makesta dan acara lainnya,” harapnya.

Deviani selaku Ketua PC IPPNU Kubu Raya menambahkan bahwa Lakmud yang terselenggara saat ini adalah yang keempat dalam kepengurusannya. “Ini juga generasi estafet kepemimpinan di masa yang akan datang,” katanya. Berikutnya yang harus dilakukan terus adalah saling berkoordinasi untuk melakukan perjuangan ke sejumlah sekolah yang ada di daerah, lanjutnya. 

Kiai Ahmad Qomaruddin selaku pimpinan pesantren antusias menerima Lakmud ini. “Kami mengucapkan terima kasih karena telah memilih Pondok Pesantren Sunan Ampel sebagai tempat kegiatan dari badan otonom NU,” katanya.

Sedangkan Kiai Hasan Subhi. mewakili Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kubu Raya juga mengampaikan apresiasi serupa. “Di masa muda para peserta menyempatkan diri dan waktu untuk mengikuti kegiatan yang tentunya padat dengan materi,” katanya.

Tampak hadir saat pembukaan beberapa utusan dari Kecamatan Rasau Jaya. Ada KH Sohib selaku Ketua Majelis Wakil Cabang NU, Ketua Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor, Ketua Ranting NU se-Rasau Jaya, Muslimat NU Ranting Rasau Jaya, serta pengurus harian Pimpinan Anak Cabang IPNU dan IPPNU se-Kubu Raya. (Ulil Abshor/Ibnu Nawawi)

Jumat 1 Februari 2019 15:30 WIB
Perguruan Tinggi di Pesantren Harus 'Go International'
Perguruan Tinggi di Pesantren Harus 'Go International'
Pelantikan Ormawa
Jombang, NU Online
Rektor Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah (Unwaha) Tambakberas Jombang, Jawa Timur, Anton Muhibudin mengharapkan kampus-kampus yang berada di lingkungan pesantren untuk terus berkarya dan melebarkan pengaruhnya ke dunia Internasional.

Ajaran pesantren yang lebih mengutamakan akhlak dan kedalaman ilmu sangat cocok untuk dijadikan alternatif di tengah maraknya arogansi atas nama keilmuan. Materi dan jabatan menjadi tujuan dari mencari ilmu.

Pernyataan ini disampaikannya saat melantik 13 pengurus organisasi kemahasiswaan (Ormawa) masa bakti 2019-2020 di Auditorium Unwaha, Jumat (1/2).

"Organisasi di internal kampus harus ditingkatkan kualitasnya menjadi lebih baik. Apalagi kampus yang ada di pesantren, begitu pun dengan kampus Unwaha. Kedepan harus di target ada mahasiswa yang go Internasional lagi. Baik bentuk karya tulis maupun penemuan baru," katanya.

Langkah nyata dalam mewujudkan hal ini di antaranya mengadakan berbagai kerjasama dengan berbagai pihak meliputi kesepakatan dalam program publikasi ilmiah internasional, pertukaran mahasiswa, pengiriman delegasi untuk lomba, dan pertemuan Internasional.

"Banyak yang ingin tahu dan belajar tentang pesantren tapi kurang paham jalur yang pas. Ini peluang bagi mahasiswa," ujarnya.

Anton juga mengapresiasi para aktivis kampus yang menjadi agen perubahan sekaligus duta bagi kampus. Hal ini dibuktikan dengan beberapa aktivis kampus Unwaha yang mewakili kampus ke Thailand beberapa waktu lalu.

Selama ini organisasi kemahasiswaan yang ada di kampus pesantren telah mampu membawa nama baik perguruan tinggi. Manfaat itu dirasakan banyak pihak terutama mahasiswa itu sendiri. Pesantren memiliki banyak kelebihan yang tak dimiliki kampus lain. Seperti suasana keislaman yang kental, hubungan dosen dan mahasiswa yang dekat, dan referensi kajian keislaman yang banyak.

"Karenanya, tolong para aktivis kampus pesantren dapat menjadi contoh dan mampu memotivasi para mahasiswa lainnya untuk juga senantiasa menyelenggarakan kegiatan positif dan bersaing di kancah Internasional," tambah alumni Universitas Brawijaya Malang ini.

Demi tercapai tujuan mulia ini maka dibutuhkan rancangan program yang matang dan dukungan dari berbagai pihak. Pihak kampus menyediakan fasilitas dan pemberi jalan ke luar negeri. Sedang kan mahasiswa harus menyiapkan kemampuan dan keahlian yang memadai.

Selain itu, seorang aktivis juga harus pandai membagi waktu. Jangan sampai perkuliahan yang menjadi kewajiban justru terabaikan untuk hal tak penting. Harus bisa membagi waktu antara ibadah, belajar dan sosial. Karena mahasiswa tak boleh melupakan Tuhannya.

"Siapkan skill, atur waktu, perbanyak literasi maka keberuntungan akan datang. Tidak ada yang mustahil," tandasnya. (Syarif Abdurrahman/Muhammad Faizin)
Jumat 1 Februari 2019 15:0 WIB
UPZISNU Kepatihan Santuni Warga dari Hasil 342 Kaleng Koin
UPZISNU Kepatihan Santuni Warga dari Hasil 342 Kaleng Koin
Penyaluran Santunan dari UPZISNU Kepatihan
Jombang, NU Online
Unit Pengumpul Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) Desa Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Jawa Timur terus menggali dan mengelola potensi sedekah melalui kaleng sedekah yang disebar kepada warga.

Terbaru ini, UPZISNU Kepatihan berhasil mengumpulkan setidaknya 342 kaleng sedekah yang sebelumnya dibagikan kepada warga setempat, Rabu (30/1). Dari ratusan kaleng tersebut terkumpul jumlah sedekah yang dihimpun sebesar Rp 7.161.900.

Ketua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kepatihan, H Muhammad Manshur mengatakan, sebagian dari jumlah sedekah itu dialokasikan untuk satu warga yang melahirkan dan santunan duka. Beberapa petugas UPZISNU Kepatihan membagikan dua bantuan tersebut pada Kamis malam (31/1) di masing-masing kediaman warga yang bersangkutan.

"Kita memberikan santunan di dua tempat, satu untuk warga melahirkan yaitu Ibu Rita dan satu warga yang meninggal dunia yakni Almarhumah Ibu Asiah," ujar dia kepada NU Online.

Kepada dua warga yang mendapat santunan, UPZISNU mengalokasikan masing-masing sebesar 500 ribu rupiah dengan tambahan 10 dus air mineral untuk santunan duka.

"Semua 500.000-an, bagi yang duka ditambah 10 kardus air mineral," kata Manshur.

Berbarengan dengan penyerahan santunan duka, petugas UPZISNU menyosialisasikan kaleng sedekah yang dikelola dan manfaatnya kepada warga.

"Kita ikut tahlilan juga sekalian sosialisasi terkait kaleng sedekah," ucapnya. (Syamsul Arifin/Muhammad Faizin)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG