IMG-LOGO
Nasional

Ramai #TerimakasihGusDur di Hari Imlek


Selasa 5 Februari 2019 11:32 WIB
Bagikan:
Ramai #TerimakasihGusDur di Hari Imlek
Ilustrasi (Foto: Antara)
Jakarta, NU Online
Bagi masyarakat Indonesia, terutama warga Tionghoa, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) merupakan sosok istimewa. Bukan hanya karena perjuangan kemanusiaan dalam membela hak-hak kaum minoritas, tetapi juga memberikan ruang terhadap eksistensi tradisi dan budaya etnis Tionghoa di Indonesia.

Upaya marjinalisasi dan diskriminasi terhadap kaum Tionghoa, khususnya pada era orde baru tidak membuat Gus Dur berdiam diri. Presiden ke-4 Republik Indonesia itu melepaskan diskriminasi pemerintah orde baru terhadap kaum Tionghoa. Sampai pada akhirnya, di era berikutnya, Presiden Megawati menetapkan Hari Raya Imlek sebagai hari libur nasional. Bahkan, Kong Hu Cu menjadi salah satu agama resmi di Indonesia.

Sekelumit atas jasa Gus Dur tersebut, setiap tahun kaum Tionghoa tidak hanya merayakan Imlek, tetapi juga mendoakan Gus Dur. Tidak jarang di altar tempat ibadah kaum Tionghoa terdapat foto maupun lukisan Gus Dur. Mereka menilai Gus Dur merupakan Bapak Tionghoa Indonesia.

Saat ini, ungkapan syukur dan terima kasih atas jasa-jasa Gus Dur tersebut menjadi trending topic di media sosial twitter. Hari Raya Imlek diungkapkan oleh warganet dengan menuliskan tagar #TerimakasihGusDur.

“Sebelumnya selama puluhan tahun, penganut Kong Hu Cu tak bisa sepenuhnya mengklaim hak-hak mereka sebagai warga negara Indonesia, karena agamanya tak diakui. Di masa Gus Dur lah penganut Kong Hu Cu mendapatkan hak – hak asasi-nya,” ungkap netizen bernama Anna Tasya dengan menyematkan #TerimakasihGusDur.

“Tidak bisa membayangkan menjalani hidup sebagai masyarakat Tionghoa yang selama 30 tahun seolah terpasung, tidak bisa merasakan nikmatnya perayaan Imlek secara bebas. Kemudian Gus Dur memberikan banyak pembaharuan. #TerimakasihGusDur,” ucap Fevtri Sjahrir.

“Selamat Tahun Baru Imlek kawan-kawan Tionghoa ku. #TerimakasihGusDur telah membuka ruang bagi kebudayaan Tionghoa, membuat Indonesia semakin bewarna dalam keberagaman,” ujar Andreas Vallen.

Perayaan Imlek pada 2019 ini telah memasuki tahun 2570 dalam kalender China. Imlek juga diidentikkan dengan simbol-simbol hewan (shio). Pada perayaan Imlek 2570 ini merupakan tahun babi tanah. (Fathoni)
Tags:
Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa
Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
IMG
IMG