IMG-LOGO
Daerah

Ratusan Banser Sidoarjo Dikerahkan Bantu Korban Angin Puting Beliung

Selasa 5 Februari 2019 21:0 WIB
Bagikan:
Ratusan Banser Sidoarjo Dikerahkan Bantu Korban Angin Puting Beliung
Banser dan Denwatser Sidoarjo
Sidoarjo, NU Online
Bencana angin puting beliung yang terjadi di Kecamatan Buduran dan Sedati Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu menggerakkan Pimpinan Cabang GP Ansor dan Banser Sidoarjo mengambil langkah cepat membantu para korban.

Memanfaatkan momen libur, mereka langsung turun ke lokasi guna membantu perbaikan dan mengevakuasi puing-puing bangunan yang porak poranda.

Dari pantauan NU Online di lokasi, tak hanya Banser laki-laki yang diturunkan ke lokasi bencana. Banser perempuan atau Detasemen Wanita Banser (Denwatser) juga semangat dan antusias membantu perbaikan. Mereka ikut menurunkan sejumlah genting dan mengangkat puing-puing bangunan menggunakan gerobak kecil.

Menurut Ketua GP Ansor Cabang Sidoarjo H. Rizza Ali Faizin, ada sekitar 120 lebih Banser yang bergerak ke daerah terdampak. Mereka bersama warga membantu memperbaiki fasilitas pendidikan, rumah ibadah, dan beberapa rumah warga.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Ansor, Banser Kecamatan Buduran, Sedati, dan sekitarnya yang tanggap bencana dan langsung membantu warga di lokasi bencana. Ini salah satu wujud kepedulian Ansor, Banser, dan LAZISNU untuk masyarakat," katanya Rizza yang juga ikut berjibaku bersama anggota lainnya, Selasa (5/2).

Rizza menjelaskan, dari data yang diambil dari Satkoryon Banser Kecamatan Buduran dan Sedati, terdapat 8 fasilitas pendidikan dan tempat ibadah yang mengalami kerusakan. Oleh sebab itu, secara bergiliran Banser Sidoarjo akan membantu proses pembangunan hingga selesai.

"Seperti di MI Sawohan ini, kami terjunkan puluhan personil hari ini untuk memperbaiki atap sekolah yang rusak," jelasnya.

Perbaikan yang dilakukan Banser, sudah dimulai sejak Ahad (3/2) lalu. Untuk sementara, hingga hari ini pihaknya bersama LAZISNU Cabang Sidoarjo telah melakukan bedah rumah sebanyak 3 buah, merehab 7 rumah, dan 2 sekolah. Beberapa mushala dan TPQ yang terdampak juga telah menerima bantuan. (Moh Kholidun/Muhammad Faizin)
Bagikan:
Selasa 5 Februari 2019 22:30 WIB
Cara Nahdliyin Pandeglang Perkuat Konsolidasi dan Ideologi
Cara Nahdliyin Pandeglang Perkuat Konsolidasi dan Ideologi
Pandeglang, NU Online
Keluarga Besar Nahdlatul Ulama Kabupaten Pandeglang menggelar pertemuan di Ruangan Radio Krakatau Labuan-Kabupaten Pandeglang-Banten, Selasa (5/2). Kegiatan dilakukan dalam rangka konsolidasi gerakan NU di Kabupaten Pandeglang agar tidak surut dalam menanamkan nilai nilai Ahslusunnah Waljamaah di masyarakat. 

Hadir pada kegiatan tersebut, perwakilan dari Pengurus Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pandeglang, Pengurus Pejuang Islam Nusantara (PIN) Banten, Aliansi Mahasiswa Siliwangi (AMS), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Pengurus Majlis Wakil Cabang (MWC) terdekat. Antara lain, Aziz Nurdin, Kiai Sirojudin, Nurjanah, Kiai Olieh Koen, Kiai Arfan Bahrudin, Lukman Hakim, Nyi Mas Dyan Gayatri, Kiai Wadil, Ajid Awwal, Ade Bideng, dan sejumlah warga Nahdlyin Carita. 

Pertemuan yang difasilitasi Radio Krakatau dan Ketua Ansor Pandeglang itu diinisiasi Ketua PIN Banten, KH Azis Nurdin. Pada forum tersebut dibahas sejumlah persoalan yang tengah menyelimuti masyarakat Pandeglang. Misalnya massifnya gerakan Islam transnaasional yang membuat resah kalangan Nahdlyin.

"Beranjak dari itu inisiatif berkumpul ini mencoba mencari formulasi gerakan ke depan,” kata Ketua Ansor Kabupaten Pandeglang, Lukman Hakim kepada NU Online.

Ia menuturkan maksud dari pertemuan itu juga untuk memperkuat peran NU di masyarakat sehingga seluruh pemahama Islam yang diaanut Nahdlatul Ulama dimaknai secara utuh oleh masyarakat. Menurutnya, setelah pertemuan akan ada tindak lanjut nyata agar tidak ada paham ekstrem yang menyelimuti warga Pandeglang. (Abdul Rahman Ahdori/Kendi Setiawan)

Selasa 5 Februari 2019 22:6 WIB
Warga Terharu Dapat Santunan Hasil dari Kaleng Sedekah UPZISNU
Warga Terharu Dapat Santunan Hasil dari Kaleng Sedekah UPZISNU
Jombang, NU Online
Unit Pengumpul Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) Desa Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Jawa Timur menyantuni warganya dari dusun ke dusun.

Santunan atau bantuan diberikan kepada sejumlah warga dari hasil pengelolaan keleng sedekah. Kali ini beberapa petugas UPZISNU Kepatihan memberikan bantuan kepada salah satu warganya yang meninggal dunia. Bantuan diberikan di kediamannya di Jl. WR Supratman, gang 4, RW 6, dan diterima keluarganya, Selasa (5/2).

"Kita memberikan antunan duka kepada almarhum Bapak Siswantono yang meninggal kemarin tanggal 4 Februari kemarin," kata Ketua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kepatihan, H Muhammad Manshur.

Santunan yang berupa uang sebesar Rp 500 ribu dan 10 kardus air meneral itu menurutnya cukup mendapat perhatian warga. Bahkan warga yang bersangkutan terharu kala mendengar santunan yang diterima bersumber dari kaleng sedekah.

"Beliau, kluarga duka sangat terharu sekali karena merasa ada yang memperhatikan dan beliau sangat mendukung sekali dengan program keleng sedekah tersrbut," ucapnya.

Ia menjelaskan, warga yang berada di kawasan Jalan WR Supratman itu belum mengenal terhadap program keleng sedekah yang selama ini dikelola UPZISNU Kepatihan. Pasalnya, petugas UPZISNU memang belum sosialisasi. Meski demikian, H Manshur menilai, program kaleng sedakah nantinya akan diterima warga dengan baik, melihat tanggapan keluarga duka yang sangat positif.

"Di daerah tersebut belum terjamah kaleng sama sekali, dan rencana baru sosialisasi tanggal 10 Februari mendatang, namun saat mendengar model pengelolaan keleng, beliau sangat antusias," ujar dia. (Syamsul Arifin/Fathoni)
Selasa 5 Februari 2019 19:0 WIB
Ragam Kegiatan Peringatan Harlah MA NU TBS Kudus
Ragam Kegiatan Peringatan Harlah MA NU TBS Kudus
Rapat Harlah MA NU TBS Kudus
Kudus, NU Online
Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama Tasywiquth Thullab Salafiyah (MA NU TBS) Kudus genap berusia 93 tahun pada 16 Februari 2019 mendatang. Ribuan alumni yang tergabung dalam Ikatan Santri Abiturien (Iksab) telah menyiapkan beragam agenda untuk menyemarakkan peringatan hari lahir MA NU TBS.

Ketua Panitia Harlah Moh Saiqul Karim mengatakan sebulan menjelang acara puncak diawali dengan aneka macam perlombaan. Lomba di antaranya pembuatan logo Harlah madrasah yang ke-93 tahun dengan peserta seluruh Indonesia, dan resensi buku Dalil Sejarah TBS.

"Sayembara desain logo sudah ditutup 25 Januari lalu. Adapun lomba resensi buku baru akan kami umumkan pemenang pada 14 Februari nanti dengan hadiah jutaan rupiah," terangnya Selasa (04/2).

Dikatakan Saiqul Karim, acara bertema keagamaan dalam rangkaian harlah juga dikonsep serba 93 tahun seperti khataman Al-Qur'an dengan melibatkan sebanyak 93 orang penghafal Al-Qur'an (hafidz). Kemudian pada acara puncak 16 dan 17 Februari mendatang tersaji nasi tumpeng sejumlah 93 buah.

Sesuai tradisi Nadhliyin, sebelum sajian nasi tumpeng disantap bersama dibacakan pula manakib dan 93 kali hizib autad yang diberi tema besar 'Tumpeng Warisan Wali untuk Dunia Harmoni'. Tema itu kata Karim, sengaja diusung mengingat  banyak tragedi dan bencana yang belakangan terjadi di Indonesia terlebih menjelang Pileg dan Pilpres 2019 agar berlangsung damai, aman, serta kondusif.

"Siangnya pada 16 Februari bertempat di areal parkir gedung MA NU TBS digelar pula temu kolektor sekaligus pameran berisi dokumen bukti sejarah madrasah. Rencana sebanyak 5000 manuskrip dipertontonkan kepada pengunjung," ujarnya

Lebih lanjut Saiqul Karim menjelaskan, selain acara sifatnya internal alumni kegiatan untuk masyarakat luas juga telah disiapkan panitia melalui pengajian umum sekaligus ajang bagi para alumni yang tinggal di luar Kota Kudus maupun telah berkarir di luar negeri agar dapat mengikuti peringatan harlah.

Saiqul Karim menyebutkan sebagai penghargaan kepada Sunan Kudus yang selama ini dikenal dengan mengkampanyekan konsep Gusjigang atau kepanjangan dari bagus, pintar mengaji dan berdagang panitia juga telah menyiapkan sesi khusus mengkaji hal itu dengan melibatkan ratusan pebisnis start up digital dari Kudus juga daerah sekitar.

"Santri Kudus atau ilmuwan maupun akademisi yang pernah meneliti Sunan Kudus pasti tidak asing dengan konsep Gusjigang. Nah, bertepatan Harlah ke-93 tahun MA NU TBS kami juga telah mengagendakan semacam seminar soal itu terutama konteks kekinian di zaman digital," jelasnya. 
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG