::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Warga Terharu Dapat Santunan Hasil dari Kaleng Sedekah UPZISNU

Selasa, 05 Februari 2019 22:06 Daerah

Bagikan

Warga Terharu Dapat Santunan Hasil dari Kaleng Sedekah UPZISNU
Jombang, NU Online
Unit Pengumpul Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) Desa Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Jawa Timur menyantuni warganya dari dusun ke dusun.

Santunan atau bantuan diberikan kepada sejumlah warga dari hasil pengelolaan keleng sedekah. Kali ini beberapa petugas UPZISNU Kepatihan memberikan bantuan kepada salah satu warganya yang meninggal dunia. Bantuan diberikan di kediamannya di Jl. WR Supratman, gang 4, RW 6, dan diterima keluarganya, Selasa (5/2).

"Kita memberikan antunan duka kepada almarhum Bapak Siswantono yang meninggal kemarin tanggal 4 Februari kemarin," kata Ketua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kepatihan, H Muhammad Manshur.

Santunan yang berupa uang sebesar Rp 500 ribu dan 10 kardus air meneral itu menurutnya cukup mendapat perhatian warga. Bahkan warga yang bersangkutan terharu kala mendengar santunan yang diterima bersumber dari kaleng sedekah.

"Beliau, kluarga duka sangat terharu sekali karena merasa ada yang memperhatikan dan beliau sangat mendukung sekali dengan program keleng sedekah tersrbut," ucapnya.

Ia menjelaskan, warga yang berada di kawasan Jalan WR Supratman itu belum mengenal terhadap program keleng sedekah yang selama ini dikelola UPZISNU Kepatihan. Pasalnya, petugas UPZISNU memang belum sosialisasi. Meski demikian, H Manshur menilai, program kaleng sedakah nantinya akan diterima warga dengan baik, melihat tanggapan keluarga duka yang sangat positif.

"Di daerah tersebut belum terjamah kaleng sama sekali, dan rencana baru sosialisasi tanggal 10 Februari mendatang, namun saat mendengar model pengelolaan keleng, beliau sangat antusias," ujar dia. (Syamsul Arifin/Fathoni)