IMG-LOGO
Daerah

Cyber Crime Harus Disikapi Secara Serius

Rabu 6 Februari 2019 15:0 WIB
Bagikan:
Cyber Crime Harus Disikapi Secara Serius
Pelatihan jurnalistik bagi anggota Ansor Mojowarno Jombang
Jombang, NU Online
Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur Usman Hasan menjelaskan, pertarungan di dunia maya cukup serius, ujaran kebencian, fitnah, dan kabar bohong atau hoaks sengaja dilontarkan antar satu dengan lainnya demi kepentingan-kepentingan tertentu.

Situasi yang kerap diistilahkan dengan cyber crime atau kejahatan dunia maya itu perlu disikapi dengan serius pula. Sejumlah kalangan, harus mulai berperan aktif memerangi kejahatan-kejahatan tersebut.

Ungkapan ersebut disampaikan saat mengisi pembukaan pelatihan jurnalistik yang dihelat Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

"Dengan pelatihan ini diharapkan peserta bisa cerdas menggunakan media, mampu menyaring informasi negatif di media, dan cakap dalam melakukan perlawanan terhadap serangan kelompok-kelompok radikal, kelompok ekstrim, termasuk fitnah-fitnah yang berkembang lainnya di dunia maya," ucap Usman.

Ketua PAC GP Ansor Mojowarno Syahrul Munir mengungkapkan, kegiatan Pelatihan Cyber Media dan Jurnalistik di Gedung Serbaguna Balai Desa Mojowarno, Selasa (5/2) sejak pagi hingga siang hari diikuti 50 peserta delegasi dari Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor se-Kecamatan Mojowarno dan badan semua otonom (Banom) NU yang ada di Mojowarno.

Lebih jauh Syahrul Munir mengungkapkan, awalnya ia prihatin dengan perkembangan isi dunia maya belakangan ini. Menurut dia, tak sedikit seseorang dan kelompok-kelompok yang diketahui sengaja menyebarkan konten negatif. Kondisi ini kalau tidak disikapi dengan serius tentu akan berdampak buruk terhadap banyak kalangan di dunia nyata.

"Melihat fenomena di dunia maya yang mem-bully Banser terutama, maka PAC GP Ansor Mojowarno mewajibkan untuk melaksanakan pelatihan Cyber Media dan Jurnalistik. Ini untuk memberi pembekalan dan membuat berita yang sesuai dengan kebenaran," ujarnya.

Ia menambahkan usai pelatihan dengan tajuk Melalui IT, Teguhkan Aswaja dan Mengokohkan NKRI itu, nantinya akan dilaksanakan rencana tindak lanjut (RTL) untuk lebih mematangkan pengetahuan para peserta selama mengikuti kegiatan. 

"Setelah kegiatan pelatihan berlangsung, akan dilaksanakan RTL bagi alumni pelatihan cyber media dan jurnalistik ini, guna untuk membuat berita yang baik dan benar," tuturnya.

Dalam perjalanannya nanti, ia berharap muncul kader yang intens menulis di media-media online, termasuk di NU Online sebagai portal resmi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). "Diharapkan juga nanti, setidaknya ada 3 sampai 5 alumni bisa menjadi bagian dari NU Online atau kontributor NU Online," imbuhnya.

Selama kegiatan, para peserta disuguhi dua materi, pertama tentang cyber media disampaikan oleh Teguh Hadi Santoso dari IMNU Jatim, selanjutnya materi kedua tentang pengantar jurnalistik dan pembuatan berita di media online oleh Syamsul Arifin sebagai Ketua Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Jombang yang juga kontributor NU Online. (Uswatun Chasanah/Syams/Muiz)

Bagikan:
Rabu 6 Februari 2019 23:45 WIB
NU Care Blitar Masifkan Program 1000 Rumah untuk Duafa
NU Care Blitar Masifkan Program 1000 Rumah untuk Duafa
Bedah rumah NU Care Blitar
Jakarta, NU Online
Sebagai salah satu ujung tombak pergerakan sosial di Blitar, NU Care-LAZISNU Desa Bacem, Kecamatan Pongkok, Kabupaten Blitar mengimplementasikan program pergerakan sosial-kemasyarakatan melalui Bedah Rumah untuk 1000 warga yang kurang mampu.

Kali ini, program bedah rumah diperuntukkan bagi keluarga Masram di RT 05/ RW 03  yang pengerjaannya telah rampung 100 persen pada tanggal 3 Februari 2019.

Proses pengerjaan bedah rumah tersebut memakan waktu sekitar dua minggu, mulai dari persiapan awal sampai tahap akhir.

"Ini rumah yang ke-106 dari program 1000 Rumah untuk Duafa dari NU Care Kabupaten Blitar. Dengan bangunan sederhana; satu kamar tidur, satu kamar untuk sholat, kamar mandi, dan dapur. Juga ada bantuan pemasangan listrik. Semoga bisa memberi manfaat dan rasa nyaman bagi penerima bantuan ini," jelas Hakim Akmali, Ketua Ranting NU Bacem.

Sementara, Ketua NU Care-LAZISNU Bacem, M Ansori menambahkan, setelah program Bedah Rumah untuk 1000 Duafa selesai, pihaknya akan menggalakkan program Ekonomi Kreatif, salah satunya dengan membuat mini studio film dan program Bimbel gratis.

"Khususnya bagi para siswa-siswi SMA yang sudah lulus. Insya Allah kami akan adakan kursus bahasa Inggris gratis juga," ungkap Ansori, lewat laporan tertulisnya di laman Facebook NU Care-LAZISNU Kabupaten Blitar, Senin (4/02).

Ansori menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para pihak yang telah menyukseskan program Bedah Rumah untuk 1000 Dhuafa.

"Terima kasih para donator, para munfik yang istikamah mendukung program NU Care-LAZISNU Blitar," ucapnya. (Wahyu Noerhadi/Kendi Setiawan)

Rabu 6 Februari 2019 23:30 WIB
Rakor Ma'arif NU Babat; Menuju Lembaga Berdaya, Mandiri, dan Bermutu
Rakor Ma'arif NU Babat; Menuju Lembaga Berdaya, Mandiri, dan Bermutu
Rakor Ma'arif NU Babat
Lamongan, NU Online
Rapat Koordinasi (Rakor) III yang dihelat PC LP Ma'arif NU Babat, 4-5 Februari 2019 merupakan sarana bertemunya para kepala sekolah yang bertujuan untuk mengkomunikasikan, merencanakan, menetapkan kebijakan, mengambil keputusan, dan memberikan motivasi agar dapat menyebarkan informasi.

Selain itu juga untuk mendapatkan feedback yang diharapkan, melahirkan gagasan-gagasan baru yang inovatif dan kreatif, memberi solusi dari permasalahan yang ada, serta membangun kesepakatan terhadap suatu keputusan dan alur tindakan yang benar dan terukur.

Forum tertinggi sistem permusyawaratan di Ma'arif NU ini tidak menggunakan istilah Rapar Kerja (Raker), melainkan Rapat Koordinasi, konsultasi, dan sinkronisasi agar pelaksanaannya tidak terkesan kaku dan satu arah yaitu top down, sekalipun di dalamnya terdapat pembahasan program kerja dua tahun mendatang.

Rakor yang terselenggara sebagai langkah kerja fundamental merupakan salah satu indikasi tumbuhnya rasa kepemilikan dan cintanya terhadap organisasi profesi serta tugas yang diamanahkan. Sense of belonging diperlukan agar tetap di dada para pegiat pendidikan selalu menyalakan api pengabdian warga nahdliyin dibidang pendidikan.

Bertempat di aula Hotel Selecta Batu, Ketua PC LP Ma'arif NU Babat memaparkan lima kompetensi kepala madrasah menurut PMA no. 24 Tahun 2018 tentang perobahan PMA No 58 Tahun 2018 yaitu; pengembangan madrasah, manajerial, kewirausahaan, dan supervisi yang sejalan dengan Permendikbud No 6 Tahun 2018.

Selain menyampaikan kompetensi di atas juga meminta kepada ketua PC LP Ma'arif NU Lamongan yang datang sebagai tamu undangan untuk mengamankan SK PBNU tentang kewilayahan binaan masing-masing.

Rakor III selain dihadiri oleh pengurus harian PCNU Babat juga dihadiri ketua PW LP Ma'arif NU Jawa Timur Nur Shodiq Askandar sebagai pemateri.
 
Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan mengapresiasi terlaksananya Rakor  dengan dua muatan karakter penting sebagai hasil review Kurikulum 2013 yaitu; mengembangkan penguatan nilai nasionalisme dan penguatan nilai religius.

Berpijak pada garis perjuangan Nahdlatul Ulama di bidang pendidikan, maka akhir dari pelaksanaan Rakor III diharapkan para kepala sekolah dapat meningkatkan kinerjanya dan bertanggung jawab untuk menjadikan sekolah yang hebat dan bermartabat. (Muhammad Faqoth/Kendi Setiawan)
Rabu 6 Februari 2019 23:0 WIB
UPZISNU Carangrejo Berikan Santunan kepada Warga yang Sakit
UPZISNU Carangrejo Berikan Santunan kepada Warga yang Sakit
Jombang, NU Online
Beberapa Pengurus Unit Pengumpul Zakat Infaq Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) Ranting Carangrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur mendatangi RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo, Mojokerto.
Rabu (6/2).

Kedatangannya untuk memberikan santunan kepada warganya, Siti Aminah (40) asal Dusun Carangpuspo, Desa Carangrejo yang menderita sakit kekurangan kalium. Ia dirawat sejak beberapa hari yang lalu.

Ketua UPZISNU Ranting Carangrejo, Abdul Wahib mengatakan, santunan yang diberikan kepada warga yang bersangkutan adalah bersumber dari sedekah serta infaq masyarakat Carangrejo melalui kaleng sedekah yang dikelola UPZISNU.

"Ini adalah hasil pengumpulan uang kaleng yang kami ambil setiap bulan melalui relawan yang sudah ada di dusun-dusun," katanya.

Ia menyebutkan, dari pengelolaan kaleng sedekah tersebut UPZISNU menyusun beberapa program, di antaranya program santunan untuk anak yatim piatu, janda, duda miskin maupun dzuafa, juga program santunan untuk warga yang sedang dirawat di rumah sakit. 

"Maka dari itu kami ucapkan terima kasih kepada relawan UPZISNU Carangrejo yang sudah door to door mengambil uang dari kaleng sehingga kegiatan semacam ini bisa terlaksana dengan baik," imbuhnya.

Pengelolaan kaleng sedekah yang dinilai berjalan cukup baik menurutnya tidak lepas dari peran UPZISNU tingkat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) atau tingkat kecamatan. Mereka, kata dia, intens memberikan pendampingan-pendampingan kepada pengurus UPZISNU di bawahnya.

"Terima kasih pula kepada pengurus UPZISNU MWC Kesamben yang sudah memberikan pendampingan baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan adanya UPZISNU ini kita senantiasa ingin memberikan manfaat untuk untuk umat," jelas nya. 

Di hari yang sama, pengurus juga memberikan santunan kepada Agus (42) warga Dusun Cangkring Malang, Desa Carangrejo, yang menderita sakit DBD dan dirawat di RS Sakinah Mojokerto. Santunan juga berasal dari sumber yang sama, yakni dari hasil pengelolaan kaleng sedekah. (Syamsul Arifin/Fathoni)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG