IMG-LOGO
Daerah

Pencak Silat Pagar Nusa Perluas Syiar NU di Pacarpeluk

Rabu 6 Februari 2019 22:15 WIB
Bagikan:
Pencak Silat Pagar Nusa Perluas Syiar NU di Pacarpeluk
Pagar Nusa (ist)
Jombang, NU Online
Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur menggerakkan anak-anak muda setempat melalui Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) memasifkan Pencak Silat Pagar Nusa sebagai syiar NU.

Seni Pencak Silat yang merupakan peninggalan para ulama itu hingga kini berjalan rutin setiap minggu dua kali. Bahkan hampir setahun kegiatan Pencak Silat sudah berjalan di Dusun Pacar. 

"Hampir setahun Pencak Silat Pagar Nusa telah mengadakan latihan rutin di dusun Pacar. Tiap Sabtu dan Senin para pendekar NU ini berlatih di Balai Desa Pacarpeluk," kata Ketua NU Pacarpeluk, Nine Adien Maulana, Rabu (6/2).

Untuk memperluas syiar tersebut, Nine meminta latihan Pencak Silat Pagar Nusa itu juga dilakukan di dusun yang berbeda. Misal satu hari dilakukan di Dusun Pacar dan satu hari setelahnya dilakukan di Dusun Peluk. Ini menurut dia, tentu akan mempercepat syiar NU di tengah masyarakat.

"Beberapa pengurus Pencak Silat Pagar Nusa sudah berkodinasi dengan kami untuk melakukan latihan di dua dusun," ungkapnya.

Disepakati setiap Sabtu sore pukul 15.30 WIB dilakukan latihan perdana di Dusun Peluk. "Tempatnya di halaman masjid NU Baitul Muslimin," ucap Nine.

Dengan latihan di tempat ini ketua PRNU Pacarpeluk ini berharap para santri Madrasah Diniyah (Madin) yang selama ini belajar di Masjid Baitul Muslimin juga mengikuti latihan Pencak Silat itu. 

"Jika memang mereka tertarik, mereka bisa bergabung ikut latihan beladiri ini. Inilah yang dimaksud dengan kaderisasi Nahdlatul Ulama kepada para generasi muda Pacarpeluk," pungkas Nine. (Syamsul Arifin/Fathoni)
Tags:
Bagikan:
Rabu 6 Februari 2019 23:45 WIB
NU Care Blitar Masifkan Program 1000 Rumah untuk Duafa
NU Care Blitar Masifkan Program 1000 Rumah untuk Duafa
Bedah rumah NU Care Blitar
Jakarta, NU Online
Sebagai salah satu ujung tombak pergerakan sosial di Blitar, NU Care-LAZISNU Desa Bacem, Kecamatan Pongkok, Kabupaten Blitar mengimplementasikan program pergerakan sosial-kemasyarakatan melalui Bedah Rumah untuk 1000 warga yang kurang mampu.

Kali ini, program bedah rumah diperuntukkan bagi keluarga Masram di RT 05/ RW 03  yang pengerjaannya telah rampung 100 persen pada tanggal 3 Februari 2019.

Proses pengerjaan bedah rumah tersebut memakan waktu sekitar dua minggu, mulai dari persiapan awal sampai tahap akhir.

"Ini rumah yang ke-106 dari program 1000 Rumah untuk Duafa dari NU Care Kabupaten Blitar. Dengan bangunan sederhana; satu kamar tidur, satu kamar untuk sholat, kamar mandi, dan dapur. Juga ada bantuan pemasangan listrik. Semoga bisa memberi manfaat dan rasa nyaman bagi penerima bantuan ini," jelas Hakim Akmali, Ketua Ranting NU Bacem.

Sementara, Ketua NU Care-LAZISNU Bacem, M Ansori menambahkan, setelah program Bedah Rumah untuk 1000 Duafa selesai, pihaknya akan menggalakkan program Ekonomi Kreatif, salah satunya dengan membuat mini studio film dan program Bimbel gratis.

"Khususnya bagi para siswa-siswi SMA yang sudah lulus. Insya Allah kami akan adakan kursus bahasa Inggris gratis juga," ungkap Ansori, lewat laporan tertulisnya di laman Facebook NU Care-LAZISNU Kabupaten Blitar, Senin (4/02).

Ansori menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para pihak yang telah menyukseskan program Bedah Rumah untuk 1000 Dhuafa.

"Terima kasih para donator, para munfik yang istikamah mendukung program NU Care-LAZISNU Blitar," ucapnya. (Wahyu Noerhadi/Kendi Setiawan)

Rabu 6 Februari 2019 23:30 WIB
Rakor Ma'arif NU Babat; Menuju Lembaga Berdaya, Mandiri, dan Bermutu
Rakor Ma'arif NU Babat; Menuju Lembaga Berdaya, Mandiri, dan Bermutu
Rakor Ma'arif NU Babat
Lamongan, NU Online
Rapat Koordinasi (Rakor) III yang dihelat PC LP Ma'arif NU Babat, 4-5 Februari 2019 merupakan sarana bertemunya para kepala sekolah yang bertujuan untuk mengkomunikasikan, merencanakan, menetapkan kebijakan, mengambil keputusan, dan memberikan motivasi agar dapat menyebarkan informasi.

Selain itu juga untuk mendapatkan feedback yang diharapkan, melahirkan gagasan-gagasan baru yang inovatif dan kreatif, memberi solusi dari permasalahan yang ada, serta membangun kesepakatan terhadap suatu keputusan dan alur tindakan yang benar dan terukur.

Forum tertinggi sistem permusyawaratan di Ma'arif NU ini tidak menggunakan istilah Rapar Kerja (Raker), melainkan Rapat Koordinasi, konsultasi, dan sinkronisasi agar pelaksanaannya tidak terkesan kaku dan satu arah yaitu top down, sekalipun di dalamnya terdapat pembahasan program kerja dua tahun mendatang.

Rakor yang terselenggara sebagai langkah kerja fundamental merupakan salah satu indikasi tumbuhnya rasa kepemilikan dan cintanya terhadap organisasi profesi serta tugas yang diamanahkan. Sense of belonging diperlukan agar tetap di dada para pegiat pendidikan selalu menyalakan api pengabdian warga nahdliyin dibidang pendidikan.

Bertempat di aula Hotel Selecta Batu, Ketua PC LP Ma'arif NU Babat memaparkan lima kompetensi kepala madrasah menurut PMA no. 24 Tahun 2018 tentang perobahan PMA No 58 Tahun 2018 yaitu; pengembangan madrasah, manajerial, kewirausahaan, dan supervisi yang sejalan dengan Permendikbud No 6 Tahun 2018.

Selain menyampaikan kompetensi di atas juga meminta kepada ketua PC LP Ma'arif NU Lamongan yang datang sebagai tamu undangan untuk mengamankan SK PBNU tentang kewilayahan binaan masing-masing.

Rakor III selain dihadiri oleh pengurus harian PCNU Babat juga dihadiri ketua PW LP Ma'arif NU Jawa Timur Nur Shodiq Askandar sebagai pemateri.
 
Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan mengapresiasi terlaksananya Rakor  dengan dua muatan karakter penting sebagai hasil review Kurikulum 2013 yaitu; mengembangkan penguatan nilai nasionalisme dan penguatan nilai religius.

Berpijak pada garis perjuangan Nahdlatul Ulama di bidang pendidikan, maka akhir dari pelaksanaan Rakor III diharapkan para kepala sekolah dapat meningkatkan kinerjanya dan bertanggung jawab untuk menjadikan sekolah yang hebat dan bermartabat. (Muhammad Faqoth/Kendi Setiawan)
Rabu 6 Februari 2019 23:0 WIB
UPZISNU Carangrejo Berikan Santunan kepada Warga yang Sakit
UPZISNU Carangrejo Berikan Santunan kepada Warga yang Sakit
Jombang, NU Online
Beberapa Pengurus Unit Pengumpul Zakat Infaq Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) Ranting Carangrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur mendatangi RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo, Mojokerto.
Rabu (6/2).

Kedatangannya untuk memberikan santunan kepada warganya, Siti Aminah (40) asal Dusun Carangpuspo, Desa Carangrejo yang menderita sakit kekurangan kalium. Ia dirawat sejak beberapa hari yang lalu.

Ketua UPZISNU Ranting Carangrejo, Abdul Wahib mengatakan, santunan yang diberikan kepada warga yang bersangkutan adalah bersumber dari sedekah serta infaq masyarakat Carangrejo melalui kaleng sedekah yang dikelola UPZISNU.

"Ini adalah hasil pengumpulan uang kaleng yang kami ambil setiap bulan melalui relawan yang sudah ada di dusun-dusun," katanya.

Ia menyebutkan, dari pengelolaan kaleng sedekah tersebut UPZISNU menyusun beberapa program, di antaranya program santunan untuk anak yatim piatu, janda, duda miskin maupun dzuafa, juga program santunan untuk warga yang sedang dirawat di rumah sakit. 

"Maka dari itu kami ucapkan terima kasih kepada relawan UPZISNU Carangrejo yang sudah door to door mengambil uang dari kaleng sehingga kegiatan semacam ini bisa terlaksana dengan baik," imbuhnya.

Pengelolaan kaleng sedekah yang dinilai berjalan cukup baik menurutnya tidak lepas dari peran UPZISNU tingkat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) atau tingkat kecamatan. Mereka, kata dia, intens memberikan pendampingan-pendampingan kepada pengurus UPZISNU di bawahnya.

"Terima kasih pula kepada pengurus UPZISNU MWC Kesamben yang sudah memberikan pendampingan baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan adanya UPZISNU ini kita senantiasa ingin memberikan manfaat untuk untuk umat," jelas nya. 

Di hari yang sama, pengurus juga memberikan santunan kepada Agus (42) warga Dusun Cangkring Malang, Desa Carangrejo, yang menderita sakit DBD dan dirawat di RS Sakinah Mojokerto. Santunan juga berasal dari sumber yang sama, yakni dari hasil pengelolaan kaleng sedekah. (Syamsul Arifin/Fathoni)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG