IMG-LOGO
Daerah

PMII Sepuluh Nopember Bangun Militansi Kader dengan Ziarah Pendiri NU

Kamis 7 Februari 2019 8:30 WIB
Bagikan:
PMII Sepuluh Nopember Bangun Militansi Kader dengan Ziarah Pendiri NU
Surabaya, NU Online
Ketua PMII Sepuluh Nopember, Mabarrus Sholeh mengatakan tantangan dalam memperjuangkan Islam Ahlusunnah wal Jamaah masih sangat besar. Hal itu menginspirasi PMII Sepuluh Nopember Surabaya untuk menggandeng banyak kader yang militan. Sumber inspirasi dalam membangun militansi perjuangan tersebut tidak lain adalah para pendiri NU.

Untuk mengenalkan para kader terhadap sosok, kiprah dan perjuangan para pendiri NU, PMII Sepuluh Nopember menggelar ziarah yang melengkapi Pelatihan Kader Dasar (PKD).

"Dalam serangkaian acara PKD merupakan tradisi baik yang harus tetap dijaga, dan juga sebagai upaya membentuk kader militan dengan cara mengambil inspirasi militansi pergerakan dan perjuangan dari para pendiri NU," kata Hanif selaku pengurus PMII Sepuluh Nopember sekaligus penanggung jawab kegiatan PKD PMII. 

Sebagai bagian dari rangkaian acara PKD, ziarah yang diadakan selain bertujuan mendapatkan keberkahan dan menjaga tradisi sebagai mahasiwa Nahdiyyin, juga bertujuan agar dapat senantiasa meneladani militansi para pendiri NU dalam memperjuangkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah dan militansi dalam memperjuangkan dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui organisasi NU.

Titik ziarah yang dituju adalah Makam KH. Wahab Hasbullah (Tambak Beras), Makam KH Hasyim Asy’ari satu komplek dengan makam KH Wahid Hasyim dan KH. Abdurrahman Wahid (Tebu Ireng), makam KH Bisri Syansuri (Denanyar), makam KH Romli Tamim (Rejoso, Peterongan).

Ziarah ke makam para pendiri NU tersebut juga sesuai dengan tema PKD yang diadakan yakni Membentuk Kader PMII yang Militan untuk Mewujudkan Sinergitas Pergerakan

PKD PMII Sepuluh Nopember diadakan selama enam hari mulai tanggal 31 Januari hingga 5 Februari 2019 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang. PKD diikuti kader atau mahasiswa ITS, PENS dan PPNS. Agenda ziarah pendiri NU berlangsung Ahad (3/2). (Remang Refandi/Kendi Setiawan)
Bagikan:
Kamis 7 Februari 2019 23:0 WIB
Galang 1 M Lebih Dana Swadaya, Warga NU Metro Bangun SD NU
Galang 1 M Lebih Dana Swadaya, Warga NU Metro Bangun SD NU
Kepala SD NU Metro, Nur Hidayatullah
Metro, NU Online
Mewujudkan amanah organisasi untuk memperkuat ideologi Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) para generasi muda melalui pendidikan, saat ini Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Metro, Lampung telah memiliki Sekolah Dasar Nahdlatul Ulama (SD NU).

Menempati lahan 1385 meter persegi di Kelurahan Mulyojati 16 C Kecamatan Metro Barat, Metro, SD NU Metro mulai beroperasi pada tahun 2018 lalu. Pembangunan SD NU Metro ini sendiri menelan biaya sekitar 1 miliar lebih yang digalang dari swadaya murni warga NU Kota Metro.

Kepala SD NU Metro Nur Hidayatullah mengatakan, SD NU Metro memiliki berbagai program unggulan di antaranya tahfidz Al-Qur'an dan Hadits, TPQ Annahdliyah, pengajaran kitab kuning, program Bahasa Arab dan Inggris, manasik haji serta bina olimpiade MIPA.

"SD NU Metro mengusung visi mewujudkan sekolah unggul, mandiri, berakhlakul karimah berlandaskan Islam Ahlusunnah wal Jama'ah An-nahdliyah," jelas alumni UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Jatim ini kepada NU Online, Kamis (7/2).

Nur Hidayatullah menambahkan bahwa saat ini para orang tua harus benar-benar selektif dalam menyekolahkan putra dan putrinya. Ia mengingatkan agar orang tua benar-benar mengetahui kurikulum yang diajarkan kepada anak mereka khususnya kurikulum agamanya.

Karena saat ini banyak lembaga yang menawarkan pendidikan agama namun di dalamnya menyusupkan paham atau ideologi baru yang merongrong amaliah Ahlussunnah wal Jama'ah yang sudah lama diamalkan oleh umat Islam di Indonesia.

"Jangan hanya tertarik dengan tampilan fisik dari bangunannya dan para gurunya. Apalagi cuma ikut-ikutan tetangga atau teman. Umat Islam khususnya warga NU harus melihat siapa yang ada dibalik sebuah lembaga pendidikan di zaman sekarang," ungkapnya.

SD NU Metro sudah jelas merupakan lembaga pendidikan yang berlandaskan Aswaja dan berada dalam naungan Jamiyyah Nahdlatul Ulama. Sehingga jalur kurikulum dan ideologinya sangat jelas.

Dalam proses kegiatan belajar mengajarnya, SD NU Metro menggunakan pembelajaran berbasis multimedia dan program-program pembiasaan berupa shalat fardlu berjama'ah, shalat dhuha, membaca asmaul husna serta kegiatan literasi.

Dengan berbagai nilai lebih ini, SD NU Metro optimis dapat menjadi pilihan utama orang tua dalam pendidikan agamanya dan mampu melahirkan lulusan yang bermutu, berprestasi dan berakhlakul karimah.

Didukung dengan fasilitas lengkap dan tenaga pendidik lulusan strata satu (S1) dan strata dua (S2) yang profesional dibidangnya, dari pertama sejak dibuka langsung dibanjiri peminat. Angkatan pertama SD NU Metro yakni tahun akademik 2018/2019 berjumlah 50 peserta didik yang berhasil lulus dari seleksi akademik maupun administrasi.

Untuk tahun pendidikan 2019/2020, SD NU Metro telah mulai menerima pendaftaran peserta didik baru. Untuk lebih jelas tentang SD NU Metro dan cara pendaftarannya, para orang tua bisa datang langsung ke kampus SD NU Metro atau menghubungi nomor kontak 085768513912 atau 08526730013. (Meilinda/Muhammad Faizin)
Kamis 7 Februari 2019 20:0 WIB
TPQ Siapkan Generasi Qurani yang Cinta NKRI
TPQ Siapkan Generasi Qurani yang Cinta NKRI
Pelantikan Badko TPQ Brebes, Jateng
Brebes, NU Online
Ketua Badan Koordinasi (Badko) Taman Pendidikan Al- Qur'an (TPQ) Jawa Tengah KH Ateng Chozany Miftah bertekad menyiapkan generasi yang Qur'ani dan Cinta NKRI. Untuk mewujudkannya, Badko TPQ Jateng terus melakukan berbagai inovasi dan kreativitas pembelajaran berkualitas, termasuk pemenuhan ustadz, dan jumlah santri.

Demikian disampaikan Ketua Badko TPQ Jateng H Ateng Chozani Miftah saat melantik Pengurus Badko TPQ Kabupaten Brebes masa Khidmat 2019-2023 di Pendopo Bupati Brebes, Kamis (7/1).

Menurutnya, pelantikan hanyalah formalitas administratif saja, karena sesungguhnya melaksanakan tugas-tugas dan mengatasi masalah yang ada adalah tanggung jawab yang hakiki dalam kiprah selanjutnya.

H Ateng kepada kepengurusan yang baru dilantik berharap dapat menjalankan program program yang telah ada dengan lebih baik. Semangat menjalankan roda organisasi harus dilandaskan kecintaan terhadap Allah SWT, Rasulullah, dan kecintaan terhadap Al-Qur'an.

Ia juga berharap agar Badko TPQ yang baru dapat memasukan nilai-nilai kebangsaan dalam pembelajaran TPQ, agar ke depan tumbuh santri-santri generasi penerus bangsa yang cinta NKRI.

Ucapan selamat juga disampaikan Bupati Brebes dalam sambutan yang dibacakan Asisten bidang Pemerintahan dan Sosial Sekda Brebes H Athoillah Syatori. Bupati juga berharap keberadaan Badko TPQ bisa mewarnai tumbuh dan berkembangnya TPQ di Kabupaten Brebes berjalan dengan baik sehingga tumbuh secara kuantitatif maupun kualitatif.

"Kepengurusan baru diharapkan kreatif dan inovatif dengan mencari trobosan baru dalam mewujudkan tata kelola TPQ di Kabupaten Brebes yang lebih baik," ajaknya.

Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Brebes H Mahrus mengatakan, jumlah TPQ yang terdaftar dan mendapatkan izin oprasional di Kabupaten Brebes sebanyak 1.063 lembaga. Namun yang masuk data base EMIS baru sekitar 715 lembaga dengan Jumlah santri 64.791 dan Jumlah ustad ustadzah sebanyak 3.838. 

Namun dari jumlah tersebut karena kevakuman kepengurusan yang lama, hanya 263 ustad ustadzah yang terdata dan dinyatakan layak oleh biro kesra propinsi Jawa Tengah. Sehingga masalah tersebut saat ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pengurus yang baru untuk menyelesaikanya.

Tampak hadir Kepala Bagian Kesra H Ahmad Makmun, Sekertaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kab Brebes Ujang Puri, serta Kepala KUA se-Kabupaten Brebes. (Wasdiun/Muiz)
Kamis 7 Februari 2019 14:0 WIB
3M Plus, Cara Madrasah di Tanggamus Perangi Nyamuk DBD
3M Plus, Cara Madrasah di Tanggamus Perangi Nyamuk DBD
M Hasan Basri, Kasi Penmad Tanggamus
Tanggamus, NU Online
Masuknya musim penghujan dan terjadinya beberapa kasus anak usia sekolah yang terjangkit penyakit Demam Berdarah Dongue (DBD) di beberapa daerah mendorong keluarga besar madrasah di Kabupaten Tanggamus, Lampung melakukan aksi nyata memerangi nyamuk DBD.

Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, M Hasan Basri menjelaskan bahwa pihaknya telah mengeluarkan instruksi kepada Kepala RA dan madrasah di wilayahnya agar mengantisipasi penyebaran penyakit DBD pada peserta didik atau Iingkungan RA dan madrasah dengan menyosialisasikan dan melakukan berbagai kegiatan.

"Keluarga besar madrasah di Tanggamus mengadakan Gerakan Jumat Bersih pada RA dan madrasah untuk memberantas sarang dan jentik nyamuk melalui kegiatan membersihkan sampah-sampah plastik dan menyapu halaman sekolah. Peserta didik juga diarahkan untuk membersihkan ruang kelas yang dicurigai sebagai sarang nyamuk Aedes Aigepthy," ungkap Hasan melalui keterangan tertulis kepada NU Online, Kamis (7/2).

Madrasah juga terus menyosialisasikan dan mengadakan gerakan mencegah demam berdarah melalui kegiatan Pemberantasan Sarang nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus, yaitu Menguras, Menutup, dan Memanfaatkan.

"Kenapa 3M ditambah kata Plus? Hal ini dimaksudkan untuk mengupayakan pencegahan tambahan di antaranya dengan menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, seperti ikan guppy, menanam tanaman pengusir nyamuk seperti tanaman serai dan lavender," jelas Hasan.

Pihaknya juga menghimbau kepada setiap madrasah untuk memperhatikan tata kelola ruangan khususnya ruang kelas agar tidak menjadi tempat sarang nyamuk. Hal ini dilakukan dengan pencegahan berupa pengaturan cahaya dan ventilasi dalam sekolah dan rumah agar udara tidak Iembab.

"Kita juga mengingatkan agar jangan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat hinggapnya nyamuk," tambahnya.

Adapun 3M yang dilaksanakan oleh seluruh elemen madrasah meliputi: M pertama menguras sejumlah tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, aquarium, tempat tanaman bunga air dan sejenisnya.

M kedua adalah menutup rapat rapat tempat penampungan air seperti drum, kendi, tower air sehingga nyamuk tidak bisa masuk untuk berkembang biak. M ketiga adalah memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular demam berdarah.

"Dengan langkah ini kita berikhtiar agar kondisi kesehatan warga khususnya di lingkungan madrasah tetap sehat. Dan tentunya kita berharap ini menjadi pendidikan bagi para pelajar yang akan dilanjutkan mereka di rumah masing-masing," harapnya. (Muhammad Faizin)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG