IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Anugerah “NU Jabar Award” untuk Empat PCNU Berprestasi

Sabtu 9 Februari 2019 7:0 WIB
Bagikan:
Anugerah “NU Jabar Award” untuk Empat PCNU Berprestasi
Gubernur Jabar Ridwan Kamil anugerahkan NU Jabar Award
Bandung, NU Online
Hari yang dinanti-nanti telah tiba. PCNU se-Jawa Barat berkumpul di Aula Gedung Da’wah PWNU Jawa Barat untuk memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-93 NU. Pada perayaan harlah kali ini lebih terlihat warna baru dan antusiasme tinggi warga Nahdliyin. Pasalnya, pengurus cabang yang memiliki prestasi dan potensi kelembagaan terbaik menerima penganugerahan “NU Jabar Award.”

Aula Gedung Da’wah PWNU Jabar, Jum’at pekan lalu, tiba-tiba riuh oleh tepuk tangan hadirin ketika Wakil Ketua PWNU Jawa Barat Ki Agus Zaenal Mubarok menyebutkan empat PCNU terbaik dari 27 PCNU se-Jawa Barat. Penganugerahan tersebut diberikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Juara pertama diraih PCNU Kabupaten Cianjur dengan memperoleh uang pembinaan senilai 50 juta rupiah. Juara kedua, PCNU Kabupaten Sumedang, dengan uang pembinaan 40 juta rupiah,” ujar Ki Agus di atas panggung.

Juara ketiga, lanjut Ki Agus, diraih PCNU Kabupaten Karawang dengan uang pembinaan senilai 30 juta rupiah. “Adapun juara harapan pertama diraih oleh kabupaten Cirebon dengan uang pembinaan 20 juta rupiah,” ujar Deden, sapaan akrabnya.

Menurut Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat KH Hasan Nuri Hidayatulloh, penganugerahan “NU Jabar Award” ini hadir di tengah asumsi masyarakat tentang kurang tertatanya kelembagaan NU di sejumlah cabang.

Oleh karena itu, pria yang sering disapa Gus Hasan ini mengusulkan adanya penilaian kinerja dalam segi administrasi dan kelembagaan, sumber daya manusia, kaderisasi dan lain-lain. “Tentu semuanya didahului pengisian instrumen penilaian yang standar berdasarkan parameter akademik yang bisa dipertanggungjawabkan,” tandas Gus Hasan.

Dalam kesempatan yang sama, Asep Shodiqin Maulana selaku tim visitasi PWNU Jawa Barat mengatakan, pelaksanaan NU Jabar Award ini sudah dilaksanakan sejak November 2018 dengan memberi peringatan kepada pengurus cabang untuk mempersiapkan administrasi secara matang.

“Dilanjut satu bulan kemudian para tim visitasi dari PWNU datang menilai ke tiap-tiap cabang untuk memberikan penilaian selama satu hari,” terangnya.

Asep menambahkan, semboyan keorganisasian NU didasarkan ungkapan Sayyidina Ali bin Abi Thalib: Al-haq bilaa nidzaamin sayaghlibuhu al-baathil bi nidzamin. (Kebenaran yang tidak terorganisir akan mudah dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir). “Oleh karena itu, seyogyanya warga Nahdliyin bisa meningkatkan manajerial dalam berorganisasi,” pungkasnya. (Rachmi/Musthofa Asrori)
Bagikan:
Sabtu 9 Februari 2019 23:0 WIB
Selepas Dilantik, Pelajar NU Pesantren Nasyrul Ulum Langsung Makesta
Selepas Dilantik, Pelajar NU Pesantren Nasyrul Ulum Langsung Makesta
Sumenep, NU Online
Pengurus Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Pengurus Komisariat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake Bluto, Sumenep secara resmi dikukuhkan di Gedung Utama SMK Nasyrul Ulum, Sabtu (9/01). 

Pengukuhan ditandai dengan pelantikan PK IPNU dan IPPNU masa khidmah 2019-2020 oleh Pengurus Cabang IPNU dan IPPNU Sumenep disaksikan Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake, Pengurus MWCNU Bluto, serta perwakilan banom-banom NU di daerah itu yaitu PAC Muslimat NU Bluto, PAC GP Ansor Bluto, PAC Fatayat NU Bluto, serta PAC IPNU-IPPNU Bluto. 

Ketua PC IPNU Sumenep Musyfiqurrahman dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pengkaderan IPNU-IPPNU di tingkat komisariat. 

"Komisariat merupakan ujung tombak pengkaderan IPNU-IPPNU yang peran aktifnya harus ditingkatkan untuk menghasilkan kader yang militan," ungkapnya. 

Sementara itu Pengurus MWCNU Bluto, Musa menyampaikan harapannya kepada jajaran pengurus IPNU-IPPNU tentang perlunya peran serta IPNU-IPPNU dalam kegiatan-kegiatan nyata sosial kemasyarakatan. 

"Jangan cuma fokus pada kajian-kajian, buatlah program sosial kemasyarakatan yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh Masyarakat", ucapnya. 

Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake, Zamzami Sabiq memberikan arahan terkait peran serta IPNU-IPPNU dalam menjawab problematika dan tantangan yang ada.

"Saat ini sudah mulai marak paham-paham yang tidak karuan digandrungi oleh generasi muda saat ini, atau kita menyebutnya kids jaman now. Nah, bagaimana IPNU-IPPNU bisa menjawab problematika dan tantangan ini sehingga generasi muda bisa berpegang teguh pada paham Ahlusunnah wal Jamaah ala Nahdlatil Ulama", ujarnya. 

Setelah pelantikan PK IPNU-IPPNU Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake selanjutnya dilanjutkan dengan kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) selama dua hari, sejak Sabtu-Ahad 9-10 Februari 2019. (Red: Abdullah Alawi)

Sabtu 9 Februari 2019 21:30 WIB
Jawab Tantangan, IPNU-IPPNU Bojonegoro Bentuk Pelatih Kader Andal
Jawab Tantangan, IPNU-IPPNU Bojonegoro Bentuk Pelatih Kader Andal
Peserta Latin dan Latpel IPNU-IPPNU Bojonegoro
Bojonegoro, NU Online
Peningkatan kapasitas terus dilakukan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama' - Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU), seperti halnya Latihan Instruktur (Latin) dan Latihan Pelatih (Latpel). 

Kegiatan untuk mencetak instruktur dan pelatih kader yang handal berlangsung Jumat - Ahad (8-10/2) di Komplek Masjid Al-Birru Pertiwi Dander, Bojonegoro, Jawa Timur. 

Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kabupaten Bojonegoro, Sukron Bajuri menuturkan, acara pelatihan diadakan berangkat dari tanggung jawab organisasi sesuai program kerja bidang kaderisasi serta menciptakan kader instruktur dan pelatih yang mumpuni. 

"PC IPNU-IPPNU Bojonegoro melaksanakan kegiatan pendidikan pengkaderan non formal yakni Latihan Instruktur dan Latihan Pelatih di Kompleks Masjid Al-Birru Pertiwi Dander," terangnya.

Dikatakan, pelatihan pelatih ini merupakan kaderisasi non formal yang bertujuan mencetak instruktur atau pelatih yang handal. Untuk itu banyak materi penting yang disampaikan oleh para fasilitator.

Beberapa pemateri di bidangnya memberikan pemahaman dan memperdalam tentang Ke-NU-an, Ke IPNU–IPPNU-an, sistem dan pengembangan kaderisasi, prinsip dan falsafah pelatihan, metode dan media pelatihan. 

Selanjutnya, manajemen dan design pelatihan, keinstrukturan dan kepelatihan, metode evaluasi pelatihan, psikologi dan pendekatan pelatihan, bermain dan belajar juga meteri review materi makesta, dan  lakmus ditambah microteaching.

Dijelaskan Sukron, setidaknya ada 30 kader pilihan yang sebelumnya sudah diseleksi karena mereka delegasi dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) se-Kabupaten Bojonegoro. 

"Selain dari Bojonegoro, juga diikuti oleh kader berbagai lintas provinsi, mulai dari PC Cilacap, PC Tulungagung, PC Nganjuk, dan PC Kota Malang," bebernya.

PW IPNU Jawa Timur Ali Fahrudin  meminta kepada seluruh peserta betul-betul serius mengiktui pelatihan, karena mereka dilatih menjadi pelatih yang handal. "Sekaligus sebagai wujud peneguhan dan keseriusan dalam menjalankan proses kaderisasi non formal IPNU-IPPNU," ungkapnya.

Ditambahkan, Latin dan Latpel ini merupakan fase pengkaderan instruktur untuk membangun dan memperkuat basis pengkaderan. Sehingga alumni Latin dan Latpel setidaknya menjadi kader yang selalu siap mengabdikan diri untuk diterjunkan ke daerah-daerah untuk mengawal kaderisasi.

"Saya berharap Latin dan Latpel PC IPNU-IPPNU Bojonegoro ini mampu menjadi alternatif jawaban untuk mengawal langkah jenjang kaderisasi tiap Pimpinan Cabang atau Pimpinan Anak Cabang," pungkasnya. (M Yazid/Muiz)
Sabtu 9 Februari 2019 21:0 WIB
LTN NU Kaltim Latih Millenial Literasi Media Sosial
LTN NU Kaltim Latih Millenial Literasi Media Sosial
Pelatihan jurnalistik LTN NU Kaltim
Samarinda, NU Online
Dalam rangka memperingati hari lahir (Harlah) ke-93 Nahdlatul Ulama, Lembaga Ta'lif Wa Nasyr atau Lembaga Infokom dan Publikasi Nahdlatul Ulama (LTN PWNU Kalimantan Timur) menyelenggarakan pelatihan jurnalistik dan media sosial. Pelatihan bertema Menyampaikan Kabar Baik dan Melawan Hoaks digelar di Aula PWNU Kaltim, Jalan H Imam Bonjol, Samarinda, Kalimantan Timur.

Ketua LTN Kaltim Herman Saramova menyampaikan pentingnya ilmu jurnalistik, digital marketing dan peran media sosial untuk anak generasi milennial. 

"Pelatihan jurnalistik se-Kaltim ini untuk memanfaatkan media sosial dan berita online dalam strategi dakwah NU,  terutama untuk anak muda zaman now yang banyak ditemui belajar agama melalui medsos," ujar Herman dalam sambutannya, Sabtu (9/2).

Hal senada dikatakan Ketua PWNU Kaltim, Fauzi Bahtar. Ia menuturkan dengan pelatihan ini, NU Kaltim mampu menyediakan informasi yang berimbang dan mampu untuk menangkal penyebaran berita negatif, hoaks, dan ujaran kebencian.

"NU harus mampu bersaing dalam hal informasi dan teknologi menyongsong Gen 4.0," harapnya. 

Terpisah, Ketua LTN PBNU, Hari Usmayadi, berharap pelatihan jurnalistik ini akan terus menular ke LTN NU di daerah.

"Alhamdulillah, pelatihan LTN PWNU Kaltim dapat berjalan dengan baik. Semoga menjadi cabang cabang pergerakan di bidang jurnalistik dan mampu memberikan kabar terbaik bagi umat," ucapnya.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari LTN PBNU, LTN PWNU Kaltim, akademisi dan profesional di bidang jurnalistik.

Pelatihan yang didukung LTN PBNU ini berlangsung selama dua hari tanggal yakni Sabtu-Ahad, 9-10 Februari 2019, diikuti pelajar dan mahasiswa dari berbagai latar belakang pendidikan. (Widhi W/Kendi Setiawan)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG