IMG-LOGO
Daerah

Selepas Dilantik, Pelajar NU Pesantren Nasyrul Ulum Langsung Makesta

Sabtu 9 Februari 2019 23:0 WIB
Bagikan:
Selepas Dilantik, Pelajar NU Pesantren Nasyrul Ulum Langsung Makesta
Sumenep, NU Online
Pengurus Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Pengurus Komisariat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake Bluto, Sumenep secara resmi dikukuhkan di Gedung Utama SMK Nasyrul Ulum, Sabtu (9/01). 

Pengukuhan ditandai dengan pelantikan PK IPNU dan IPPNU masa khidmah 2019-2020 oleh Pengurus Cabang IPNU dan IPPNU Sumenep disaksikan Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake, Pengurus MWCNU Bluto, serta perwakilan banom-banom NU di daerah itu yaitu PAC Muslimat NU Bluto, PAC GP Ansor Bluto, PAC Fatayat NU Bluto, serta PAC IPNU-IPPNU Bluto. 

Ketua PC IPNU Sumenep Musyfiqurrahman dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pengkaderan IPNU-IPPNU di tingkat komisariat. 

"Komisariat merupakan ujung tombak pengkaderan IPNU-IPPNU yang peran aktifnya harus ditingkatkan untuk menghasilkan kader yang militan," ungkapnya. 

Sementara itu Pengurus MWCNU Bluto, Musa menyampaikan harapannya kepada jajaran pengurus IPNU-IPPNU tentang perlunya peran serta IPNU-IPPNU dalam kegiatan-kegiatan nyata sosial kemasyarakatan. 

"Jangan cuma fokus pada kajian-kajian, buatlah program sosial kemasyarakatan yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh Masyarakat", ucapnya. 

Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake, Zamzami Sabiq memberikan arahan terkait peran serta IPNU-IPPNU dalam menjawab problematika dan tantangan yang ada.

"Saat ini sudah mulai marak paham-paham yang tidak karuan digandrungi oleh generasi muda saat ini, atau kita menyebutnya kids jaman now. Nah, bagaimana IPNU-IPPNU bisa menjawab problematika dan tantangan ini sehingga generasi muda bisa berpegang teguh pada paham Ahlusunnah wal Jamaah ala Nahdlatil Ulama", ujarnya. 

Setelah pelantikan PK IPNU-IPPNU Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake selanjutnya dilanjutkan dengan kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) selama dua hari, sejak Sabtu-Ahad 9-10 Februari 2019. (Red: Abdullah Alawi)

Tags:
Bagikan:
Sabtu 9 Februari 2019 21:30 WIB
Jawab Tantangan, IPNU-IPPNU Bojonegoro Bentuk Pelatih Kader Andal
Jawab Tantangan, IPNU-IPPNU Bojonegoro Bentuk Pelatih Kader Andal
Peserta Latin dan Latpel IPNU-IPPNU Bojonegoro
Bojonegoro, NU Online
Peningkatan kapasitas terus dilakukan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama' - Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU), seperti halnya Latihan Instruktur (Latin) dan Latihan Pelatih (Latpel). 

Kegiatan untuk mencetak instruktur dan pelatih kader yang handal berlangsung Jumat - Ahad (8-10/2) di Komplek Masjid Al-Birru Pertiwi Dander, Bojonegoro, Jawa Timur. 

Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kabupaten Bojonegoro, Sukron Bajuri menuturkan, acara pelatihan diadakan berangkat dari tanggung jawab organisasi sesuai program kerja bidang kaderisasi serta menciptakan kader instruktur dan pelatih yang mumpuni. 

"PC IPNU-IPPNU Bojonegoro melaksanakan kegiatan pendidikan pengkaderan non formal yakni Latihan Instruktur dan Latihan Pelatih di Kompleks Masjid Al-Birru Pertiwi Dander," terangnya.

Dikatakan, pelatihan pelatih ini merupakan kaderisasi non formal yang bertujuan mencetak instruktur atau pelatih yang handal. Untuk itu banyak materi penting yang disampaikan oleh para fasilitator.

Beberapa pemateri di bidangnya memberikan pemahaman dan memperdalam tentang Ke-NU-an, Ke IPNU–IPPNU-an, sistem dan pengembangan kaderisasi, prinsip dan falsafah pelatihan, metode dan media pelatihan. 

Selanjutnya, manajemen dan design pelatihan, keinstrukturan dan kepelatihan, metode evaluasi pelatihan, psikologi dan pendekatan pelatihan, bermain dan belajar juga meteri review materi makesta, dan  lakmus ditambah microteaching.

Dijelaskan Sukron, setidaknya ada 30 kader pilihan yang sebelumnya sudah diseleksi karena mereka delegasi dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) se-Kabupaten Bojonegoro. 

"Selain dari Bojonegoro, juga diikuti oleh kader berbagai lintas provinsi, mulai dari PC Cilacap, PC Tulungagung, PC Nganjuk, dan PC Kota Malang," bebernya.

PW IPNU Jawa Timur Ali Fahrudin  meminta kepada seluruh peserta betul-betul serius mengiktui pelatihan, karena mereka dilatih menjadi pelatih yang handal. "Sekaligus sebagai wujud peneguhan dan keseriusan dalam menjalankan proses kaderisasi non formal IPNU-IPPNU," ungkapnya.

Ditambahkan, Latin dan Latpel ini merupakan fase pengkaderan instruktur untuk membangun dan memperkuat basis pengkaderan. Sehingga alumni Latin dan Latpel setidaknya menjadi kader yang selalu siap mengabdikan diri untuk diterjunkan ke daerah-daerah untuk mengawal kaderisasi.

"Saya berharap Latin dan Latpel PC IPNU-IPPNU Bojonegoro ini mampu menjadi alternatif jawaban untuk mengawal langkah jenjang kaderisasi tiap Pimpinan Cabang atau Pimpinan Anak Cabang," pungkasnya. (M Yazid/Muiz)
Sabtu 9 Februari 2019 21:0 WIB
LTN NU Kaltim Latih Millenial Literasi Media Sosial
LTN NU Kaltim Latih Millenial Literasi Media Sosial
Pelatihan jurnalistik LTN NU Kaltim
Samarinda, NU Online
Dalam rangka memperingati hari lahir (Harlah) ke-93 Nahdlatul Ulama, Lembaga Ta'lif Wa Nasyr atau Lembaga Infokom dan Publikasi Nahdlatul Ulama (LTN PWNU Kalimantan Timur) menyelenggarakan pelatihan jurnalistik dan media sosial. Pelatihan bertema Menyampaikan Kabar Baik dan Melawan Hoaks digelar di Aula PWNU Kaltim, Jalan H Imam Bonjol, Samarinda, Kalimantan Timur.

Ketua LTN Kaltim Herman Saramova menyampaikan pentingnya ilmu jurnalistik, digital marketing dan peran media sosial untuk anak generasi milennial. 

"Pelatihan jurnalistik se-Kaltim ini untuk memanfaatkan media sosial dan berita online dalam strategi dakwah NU,  terutama untuk anak muda zaman now yang banyak ditemui belajar agama melalui medsos," ujar Herman dalam sambutannya, Sabtu (9/2).

Hal senada dikatakan Ketua PWNU Kaltim, Fauzi Bahtar. Ia menuturkan dengan pelatihan ini, NU Kaltim mampu menyediakan informasi yang berimbang dan mampu untuk menangkal penyebaran berita negatif, hoaks, dan ujaran kebencian.

"NU harus mampu bersaing dalam hal informasi dan teknologi menyongsong Gen 4.0," harapnya. 

Terpisah, Ketua LTN PBNU, Hari Usmayadi, berharap pelatihan jurnalistik ini akan terus menular ke LTN NU di daerah.

"Alhamdulillah, pelatihan LTN PWNU Kaltim dapat berjalan dengan baik. Semoga menjadi cabang cabang pergerakan di bidang jurnalistik dan mampu memberikan kabar terbaik bagi umat," ucapnya.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari LTN PBNU, LTN PWNU Kaltim, akademisi dan profesional di bidang jurnalistik.

Pelatihan yang didukung LTN PBNU ini berlangsung selama dua hari tanggal yakni Sabtu-Ahad, 9-10 Februari 2019, diikuti pelajar dan mahasiswa dari berbagai latar belakang pendidikan. (Widhi W/Kendi Setiawan)
Sabtu 9 Februari 2019 20:45 WIB
Pesan Wakil Katib NU Jabar kepada Peserta KKN STAI HAS Bekasi
Pesan Wakil Katib NU Jabar kepada Peserta KKN STAI HAS Bekasi
Pembukaan KKN STAI HAS Cikarang
Bekasi, NU Online
Wakil Katib Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat KH Kurnali Sobandi berharap program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa bersama masyarakat.

"(Mahasiswa) belajar menjadi bagian dari masyarakat," katanya saat pembukaan program KKN bagi mahasiswa angkatan ke-15 Sekolah Tinggi Agama Islam Haji Agus Salim (STAI HAS) Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Program KKN angkatan ke-15 tersebut berlangsung di Desa Cipayung, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Program pengabdian masyarakat ini bertema Pendidikan Sebagai Sarana Pengembangan SDM dalam Menghadapi Peluang dan Tantangan Ekonomi Masa Kini dimulai sejak Kamis (7/2).

Lebih lanjut, Kiai Kurnali berharap kepada masyarakat Desa Cipayung agar turut membimbing, mengawal, dan megarahkan mahasiswa peserta KKN dalam menjalankan program. "Agar program-program yang masih di atas langit dapat turun ke bumi," lanjut Kiai Kurnali.

Program-program itulah yang kemudian dapat diaplikasikan ke dalam kegiatan yang membawa kemaslahatan dan bermanfaat bagi masyarakat. "Semoga membawa kemaslahatan dan bermanfaat bagi masyarakat," tegas ulama Kabupaten Bekasi ini.

Sementara itu, Koordinator Mahasiswa Desa Kelompok I Andri Surya Permana menjelaskan bahwa program KKN yang dibuat akan difokuskan dan disesuaikan dengan tema yang diusung, yakni pendidikan, ekonomi, dan lingkungan.

Andri menambahkan dari tiga program yang direncanakan itu, akan dikembangkan berbagai kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan, budaya dan adat masyarakat setempat.

"Kegiatan kami tentunya akan menyesuaikan kebudayaan dan adat masyarakat ditambah dengan kebutuhannya juga," pungkas Andri. (Harun Al Rasyid/Kendi Setiawan)


IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG