IMG-LOGO
Daerah

Rugi Besar Bermusuhan Gara-gara Pilpres

Senin 11 Februari 2019 12:0 WIB
Bagikan:
Rugi Besar Bermusuhan Gara-gara Pilpres

Jember, NU Online
Kerukunan masyarakat dan keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) tidak boleh goyah. Lebih-lebih menjelang Pemilihan Umum dan Pilpres 17 April mendatang, kerukunan dan kedamaian wajib dinomorsatukan.

Hal tersebut diungkapkan Ketua PC Muslimat NU Jember, Hj. Emi Kusminarni saat memberikan sambutan dalam Pengajian Akbar Muslimat NU se-Wilayah Jember Barat di Balai Desa Rowotengah, Sumberbaru, Jember, Jawa Timur, Ahad (10/2).

Menurutnya, menjelang pesta demokrasi tersebut, tensi politik cukup tinggi. Seiring dengan itu, emosi sebagian masyarakat kian sensitif dalam menerima isu-isu politik, sehingga potensi untuk marah dan mencaci-maki cukup besar.

“Karena itu, kita tegaskan jaga kerukunan, kesabaran, dan jangan mudah terprovokasi isu yang belum jelas asal usulnya,” ucapnya.

Ia menegaskan, Pemilihan Umum dan Pilpres sangat penting, dan warga harus menyambutnya dengan sunguh-sungguh, yaitu datang ke TPS untuk memberikan suaranya.  Namun jangan sampai hanya karena berbeda pilihan,  lalu timbul permusuhan. Dikatakannya, pilihan politik mungkin tidak sama, dan itu halal  karena demokrasi menyediakan ruang yang memungkinkan orang berbeda pilihan.

“Rugi kalau kita tak rukun karena Pilpres dan Pileg. Masing-masing orang yang pilihannya beda, sudah punya alasan sendiri-sendiri. Tidak perlu kita memusuhi yang beda pilihan dengan kita,” urainya.

Dalam acara yang dihadiri sekitar 3.500 jamaah tersebut, Emi juga melantik  Pengurus Ranting Muslimat NU Rowotengah (Red: Aryudi AR).

Tags:
Bagikan:
Senin 11 Februari 2019 22:0 WIB
Lintasi Hutan dan Diguyur Hujan, Banser Kapuas Hulu Dikukuhkan
Lintasi Hutan dan Diguyur Hujan, Banser Kapuas Hulu Dikukuhkan
Prosesi pembaretan Banser Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Tanjung Boyan, NU Online
Barisan Ansor Serbaguna atau Banser angkatan pertama Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat sangat antusias mengikuti pembaretan. Ada 25 anggota baru Banser yang pekan lalu mengikuti Diklat Terpadu Dasar di Ponpes Ulil Albab Desa Riam Mengelai Kecamatan Boyan Tanjung.

“Kita menargetkan untuk tahun 2019 mencetak 300 Banser di Kapuas Hulu,” kata Imam Sabirin, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Kapuas Hulu, Senin (11/2).

Sedangkan Slamet Riyanto mengingatkan peserta untuk bangga dengan pembaretan yang ada. "Kita telah menjadi pelaku sejarah terciptanya pasukan Banser pertama di Kabupaten Kapuas Hulu, semoga istikamah di jalan ulama,” kata komandan dari Satkorwil Banser Kalimantan Barat ini. 

Cuaca yang tidak mendukung, hujan lebat terus mengguyur Kecamatan Boyan Tanjung tidak menyurutkan tekad para peserta untuk mengikuti pembaretan. 

“Mereka berjalan sejauh 50 kilo meter dari Pesantren Ulil Albab Boyan Tanjung,” katanya. 

Setidaknya ada 25 Peserta berjalan kaki melalui hutan lebat menuju Kecamatan Ulu Gurung. Perjalanan yang dilaksanakan pada Sabtu sore berakhir Ahad siang.

Mereka membutuhkan wakti setidaknya 16 jam berjalan menyusuri hutan lebat di kawasan Kalimantan. Setelah tiba di tempat tujuan, langsung digelar upacara pembaretan yang dipimpin Komandan Slamet Riyanto. (Adifuadi/Ibnu Nawawi)
Senin 11 Februari 2019 20:30 WIB
Masa Depan NU Ditentukan Kader IPNU-IPNU Saat Ini
Masa Depan NU Ditentukan Kader IPNU-IPNU Saat Ini
Peserta Makesta IPNU-IPPNU Sungai Raya, Kubu Raya.
Kubu Raya, NU Online
Masa depan Nahdlatul Ulama sangat ditentukan kader muda saat ini. Karenanya, kaderisasi dan kegiatan pendalaman agama hendaknya terus dilakukan sebagai bahan kepemimpinan di masa mendatang.

Semangat tersebut demikian disadari Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Lewat Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU Kecamatan Sungai Raya menggelar Makesta (Masa Kesetiaan Anggota). Kegiatan dipusatkan di MAS Rubath Naqsabandiyah Parit Mas, Desa Madu Sari, Ahad (10/2).

Kaderisasi formal ini sebagai realisasi dari program kerja dengan mengangkat tema Memperkuat Akidah Ahlussunah wal Jamaah terhadap Kaum Pelajar. 

“Peserta hendaknya bisa menjadi kader militan dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin keras dalam menempuh dunia pendidikan,” kata Very Ahmadi saat sambutan atas nama panitia. 

Sedangkan Suparto menyampaikan agar peserta mengikuti proses kegiatan dengan semangat. “Dan tetap optimis dalam meraih cita-cita bersama IPNU dan IPPNU,” kata Ketua PAC IPNU Sungai Raya ini.

Lailatul Fitri turut berharap setelah dikader, peserta siap membantu dan bersama menyukseskan segala kegiatan NU. “Meski tanpa harus diundang, bila ada bendera NU di sanalah ada kader,” ujar Ketua PAC IPPNU Sungai Raya tersebut.

Ketua PC IPNU Kubu Raya, mengingatkan kader NU tidak menyebarkan kabar bohong agar  bijak dalam menggunakan media sosial. “Terlebih khusus kader IPNU IPPNU se-Kubu Raya,” kata Misli Saputra. (Very Ahmadi/Ibnu Nawawi)

Senin 11 Februari 2019 20:0 WIB
Pesantren Cetak Pelajar Berkarakter
Pesantren Cetak Pelajar Berkarakter

Jember, NU Online  
Pesantren merupakan basis terpenting dalam pembentukan pelajar yang tangguh dan berkarakter. Sebab di pesantren diajarkan materi pelajaran yang komplit, baik pegetahuan umum maupun agama, bahkan adab sopan santun.

Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Jember, Ardi Wiranata saat memberikan pengarahan dalam Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Suren, Kecamtan Ledokombo, Jember, Jawa Tumur, Ahad (10/2).

Menurutnya,  santri dewasa ini cukup memberikan harapan. Terbukti banyak santri yang meraih prestasi membanggakan. Tidak kalah dari  pelajar sekolah umum.

“Kita harus bangga menjadi santri dan memilki pesantren,” tuturnya.

Ardi mengaku bangga dengan kondisi santri saat ini. Apalagi santri merupakan basis utama keanggotaan IPNU-IPPNU. Diakuinya selama ini, kaderisasi IPNU-IPPNU memang banyak dibangun di pesantren, meskipun tidak mengabaikan sekolah umum.

“Khusus untuk Kecamatan Ledokombo, saya kira sudah waktunya PAC (Pimpinan Anak Cabang) IPNU-IPPNU didirikan, karena pesantren di sini banyak dan kaderisasi juga jalan,” tukasnya.

Sementara itu, pembina  Pimpinan Komisariat Pondok Pesantren (PKPP) IPNU-IPPNU Miftahul Ulum, Gus Aqil Ridhoulhaq menyatakan siap untuk merevitalisasi PAC IPNU Kecamatan Ledokombo setelah sekian lama mati suri.

“Sebagai perpanjangan tangan NU untuk membumikan  ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, IPNU-IPPNU Ledokombo wajib dihidupkan kembali,” jelasnya (Red: Aryudi AR)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG