IMG-LOGO
Pemberdayaan

Pelatihan Kelola Plastik Bekas Dorong Pemuda dan Santri Peduli Limbah Plastik

Selasa 12 Februari 2019 10:0 WIB
Bagikan:
Pelatihan Kelola Plastik Bekas Dorong Pemuda dan Santri Peduli Limbah Plastik
Pengolahan limbah plastik di Jepara
Jepara, NU Online
Pemuda-pemudi di masyarakat dan santri di Kabupaten Jepara Jawa Tengah yang ada di pesantren didorong untuk peduli terhadap limbah plastik yang setiap hari terus meningkat. 

Dorongan itu diinisiasi tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang bersama IPNU-IPPNU dan Karang Taruna Desa Gemulung Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara dengan menggelar Pelatihan pengolahan limbah plastik bersama 20 peserta di Balai Kepemudaan Desa Gemulung, Sabtu (9/2) malam. 

Selain acara tersebut, awal pekan kemarin, Selasa (5/2) Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Region Kedung, Tahunan, dan Karimunjawa juga menyelenggarakan acara serupa. 

Kegiatan yang diikuti santri yang bertujuan mengenalkan pemanfaatan plastik bekas menjadi barang yang lebih berguna ini di pusatkan di Pesantren Al Mustaqim Desa Bugel Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara. 

Koordinator desa (kordes) KKN Undip Afif kepada NU Online, Senin (11/2) mengatakan, pelatihan bagi pemuda itu diharapkan mampu mengurangi limbah plastik di pembuangan sampah yang sudah menggunung. "Dan mengajak organisasi kepemudaan desa mampu menggerakkan masyarakat untuk lebih cerdas menggunakan plastik yang telah terpakai agar bisa dimanfaatkan lebih baik, syukur bisa memiliki nilai jual," kata dia.

Pengurus IPNU Ranting Gemulung, Failasofa Shidqi Novian menambahkan, gerakan tersebut berangkat dari keresahan akan banyaknya sampah plastik di tempat pembuangan akhir (TPA).

"Sedangkan kita tahu sampah plastik susah terurai dan berbahaya pencemarannya terhadap alam terutama tanah," papar Ketua IPNU Gemulung, Sofa. 

Hasil pelatihan akan diajukan ke pemerintah desa (Pemdes) agar bisa mendapatkan support lebih dan akan dilanjutkan kepada anggota IPNU-IPPNU bersama Karang Taruna untuk melengkapi sekaligus memperindah wana wisata air yang ada di desa Gemulung yaitu Sendang Kamulyan. 

"Sembari mengajak masyarakat sekitar untuk ikut terlibat dalam menjaga lingkungan dan memanfaatkan sampah plastik menjadi barang yang bisa digunakan lebih baik lagi lebih-lebih memiliki nilai jual," imbuhnya.

Pengasuh Pesantren Al Mustaqim, Bugel, Kedung, Jepara KH  Sholahuddin Muhsin Ali mengutarakan, lewat kegiatan di pesantrennya harapannya memberi kesadaran santri akan bahaya sampah plastik.  "Dan pelatihan juga mengedukasi mereka," terang Gus Sholah yang juga Ketua Yayasan Muhsin Ali ini. 

Salah satu santri, Iskandar yang menjadi salah satu peserta pelatihan mengaku bahwa kegiatan di Pesantren Al-Mustaqim yang bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Teknik Industri (TI) Fakultas Saintek Unisnu Jepara bermanfaat bagi santri untuk mengenal limbah dan cara pengolahannya karena di pesantren juga ada problem terhadap limbah plastik. (Syaiful Mustaqim/Muiz)
Bagikan:
Ahad 10 Februari 2019 15:0 WIB
Serunya Bazar Kuliner Nusantara Jamaah Istighotsah di Mimika
Serunya Bazar Kuliner Nusantara Jamaah Istighotsah di Mimika
Bazar Kuliner Nusantara di Kampung Kadun Jaya distrik Mimika Timur, Mimika.
Mimika, NU Online
Masalah ekonomi merupakan problem pokok setiap manusia yang harus memenuhi kebutuhan dasarnya. Dari mulai pangan, sandang, dan papan. Bahkan Sayyidina Ali mengatakan kefakiran mendekatkan kepada kekafiran.

Karenanya, Jamaah Istighotsah an-Nahdliyah Mimika, Papua menggelar Bazar Kuliner NUsantrara. “Ini merupakan usaha meningkatkan pendapatan ekonomi sekaligus untuk investasi akhirat,” kata Dian, Sabtu (9/2).

Perempuan yang menjadi koordinator acara tersebut mengemukakan bahwa sebagian hasil bazar diberikan untuk biaya Pondok Pesantren Darussalam Mimika Papua Pesantren Wirausaha Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah Mimika. “Juga untuk kegiatan NU lainnya,” terangnya kepada NU Online

Kegiatan dipusatkan di halaman balai Kampung Kadun Jaya distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika dengan sponsor Muslimat MT Al-ikhlas Kadun Jaya. 

"Kita adakan kegiatan ini untuk penggalangan dana Pesantren Darussalam Mimika dan menambah pendapatan ekonomi jamaah istighotsah," urainya.

Antusiasme masyarakat untuk hadir di acara ini di luar perkiraan. "Jauh jauhari SP2 ternyata sudah habis semua. Ahamdulilah luar biasa ibu Muslimat Kadun Jaya," ungkapan Hj Asmawati. 

Selaku pembawa acara, Rahman Dalang juga heran. “Lha,  saya dari pagi sampai selesai acara saja tidak kebagian kok, apalagi yang datang terlambat, langsung dikerumuni pengunjungi, habis tanpa sisa,” ungkapnya.

Ketua bidang keuangan dan administrasi Pesantren Darussalam Mimika Papua, Muh Aminuddin juga tidak mengira bazar menghasilkan banyak keuntungan. "Ada yang jual lontong sayur modal Rp700 000 dapat penjualan Rp1,3 juta," katanya. 
“Menu saya paling awal habis, lompong lumbu nasi thiwul jagung ikan asin. Sampai sebagian jamaah tidak kebagian," kata Budiono spesial dan pemegang merk lompong yang temannya menyebutnya Sunan Lompong.

"Penjualan lompong nasi thiwul  nasi jagung modal Rp350.000 dapat penjualan Rp680.000 dapat untung Rp330.000 dan disedekahkan kepada Pesantren Darussalam Mimika sebesar Rp330.000," demikian penjelasan Muh Aminuddin.

Dijelaskannya lebih lanjut bahwa grup yang menjual jajanan belanja Rp750.000 dan dapat untung Rp400.000 dan Rp400.009 disedekahkan. Grup yang jualan karaka, pepes cakalan, buntil daun singkong, candil buah naga modal Rp700.000 untung Rp300.000 disedekahkan  Rp1 juta. Grup yang jualan soto Lamongan  modal Rp  700.000 penjualan Rp1.2 juta, disedekahkan Rp500.000. Sedangkan yang berjualan rawon tulang dengan modal Rp1 juta, penjualan Rp450.000 disedekahkan Rp 1 juta. Termasuk penjual es supe modal  Rp200.000 penjuaan Rp165.000 semua hasil penjualan disedekahkan

Acara dihibur grup musik Selebes asli dari Kampung Kadun Jaya. Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Mimika sekaligus Ketua Pengurus Pesantren Darussalam Mimika, Sugiarso. Juga ketua bidang wirausaha pesantren setempat, H Muslihin.

Terlihat pula ketua bidang sarana dan prasarana, Iswahab. Mereka berbaur dengan jamaah istighotsah dari km14, SP 9, Serui Mekar, Soponyono, SP4 dan lainnya. (Ibnu Nawawi)

Jumat 8 Februari 2019 7:0 WIB
Berkah Koin NU Angkat Kesejahteraan Warga Bukit Kapur Grobogan
Berkah Koin NU Angkat Kesejahteraan Warga Bukit Kapur Grobogan
Penyaluran Koin NU Mrisi, Tanggungharjo, Grobogan
Grobogan, NU Online
Kebermanfaatan program Kotak Infak (Koin) NU juga dirasakan masyarakat Grobogan, Jawa Tengah. Di Desa Mrisi, Kecamatan Tanggungharjo, program nasional dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di bawah koordinasi NU Care-LAZISNU ini memberikan keceriaan bagi anak yatim piatu. Selai itu Koin NU juga mampu mengangkat perekonomian warga setempat.

"Keceriaan itu antara lain terlihat saat mereka menerima santunan tersebut di halaman Gedung MTs Salafiyah Desa, Mrisi, Sabtu 2 Februari 2019 yang lalu," kata Ketua UPZISNU Ranting Mrisi, Ahmad Taufiq Ma’sum, Kamis (7/2) malam.

Ia menyebutkan UPZISNU Ranting Mrisi bersama NU dan badan otonomnya menyalurkan bantuan senilai total Rp20 juta. "Untuk santunan anak yatim diberikan langsung pada saat acara santunan, sedangkan untuk dhuafa diantar langsung oleh petugas ke rumah masing-masing," rincinya.

Taufiq juga mengungkapkan, program Koin NU di Desa Mrisi mendapat sambutan positif dari warga. Kotak Koin NU kini telah diterima hampir semua warga di lereng bukit kapur ini. Terdapat 1.192 kotak Koin yang tersebar merata di pedukuhan di Mrisi. "Jumlah kotak Koin NU di Mrisi  terbanyak di Kecamatan Tanggungharjo," sambung Taufiq.

Keberhasilan program Koin NU di Mrisi, lanjutnya, tak lepas dari dukungan pengurus NU, serta banom-banomnya. Program ini juga telah mendapat persetujuan dari seluruh lapisan masyarakat dari Pemerintah Desa, BPD, LPMD, RW, RT dan tokoh masyarakat.

Sementara itu, Ketua NU Ranting NU Mrisi, Kiai Machali menyampaikan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat Desa Mrisi atas dukungan dan partisipasi menyukseskan Koin NU. Menurutnya setiap kebijakan dan keputusan terkait pelaksanaan program Koin NU akan dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan perwakilan kelembagaan dan tokon masyarakat.

Dia juga memberikan apresiasi kepada Pengurus UPZISNU yang sebagian besar merupakan tokoh Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Fatayat NU. Kiai Machali menilai para generasi muda NU ini  sangat memiliki komitmen kuat dalam mengelola dana Koin NU. (Kendi Setiawan)


Selasa 29 Januari 2019 22:0 WIB
Upaya Ansor Kendal Gerakkan Ekonomi Masyarakat Lokal
Upaya Ansor Kendal Gerakkan Ekonomi Masyarakat Lokal
Kendal, NU Online
Gerakan Pemuda Ansor memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Peran ini perlu dimaksimalkan untuk menegaskan bahwa Ansor sebagai ormas kepemudaan NU memiliki kepedulian dan kemampuan dalam pemberdayaan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Kendal, Muhammad Ulil Amri, Senin (28/1) terang Ulil di sela-sela Rakercab IV PC Ansor Kendal di Gedung NU Kendal, Senin (28/1) petang.

"Ansor Kendal telah melakukan berbagai terobosan untuk mengangkat perekonomian masyarakat, khususnya Nahdliyin di Kendal," ujarnya. 

Salah satunya, kata Ulil, Ansor Retail yang digagas untuk memasarkan produk-produk hasil pertanian dan UMKM dari warga NU di Kendal. Menurutnya warga NU di Kendal banyak berpencaharian sebagai petani dan pelaku usaha kecil. Sementara potensi pasar dari kalangan NU sendiri besar dan selama ini belum digarap secara serius.

“Sayang kalau pasar yang besar ini justru digarap oleh pihak luar, sementara produknya bisa diadakan sendiri dari warga NU. Kesadaran ini perlu dibangun dan digerakkan untuk mensejahterakan warga NU khususnya dan masyarakat Kendal pada umumnya," terang Ulil.

Terobosan lain yang saat ini sedang dilakukan, lanjut Ulil, kemitraan budidaya tanaman jagung. Untuk menjalankan misi ini, pihaknya menggandeng pihak swasta dan pemerintah. Pertama dengan PT BISI International, Tbk yang akan membeli hasil panen dengan harga yang sudah disepakati di awal. Kedua dengan Kementerian Pertanian untuk suplai kebutuhan pakan ternak. 

“Total luasan lahan dari dua program kemitraan itu 500 hektar. Sebanyak 270 hektar berada di lahan milik para petani di daerah Kendal Pantura bawah merupakan kemitraan dengan PT BISI. Sisanya 230 hektar dengan Kementan berada di lahan IPHPS di wilayah eks Perhutani di Kecamatan Singorojo,” terangnya.

Lebih lanjut Ulil menjelaskan, petani yang menggarap ratusan hektar lahan itu sebagian besar warga NU. Untuk pengadaan benihnya, mereka mendapatkan subsidi dari perusahaan dan Kementan. Selanjutnya para petani itu juga mendapatkan pendampingan secara berkala dari perusahaan dan Dinas Pertanian Kabupaten Kendal yang difasilitasi oleh pengurus Ansor.

“Jagung kemitraan dengan PT BISI sebentar lagi akan panen. Dari informasi tim kami yang mendampingi petani, tidak mengecewakan. Jagung tumbuh dengan baik sesuai yang diharapkan. Semoga tidak ada kendala hingga dipanen,” terang Ulil yang juga menjabat sebagai Kades Laban, Kecamatan Kangkung ini.

Soal harga yang sudah disepakati di awal, menurut Ulil sebagai komitmen untuk pihaknya dengan perusahaan. Dikatakan, selama ini petani kerap dirugikan dengan harga di pasaran yang tidak menentu. Dalam skema pasar bebas di mana petani sebagai pihak yang lemah, kerap dirugikan. Harga yang disepakati ini, imbuhnya, adalah nilai yang adil bagi kedua belah pihak. 

“Kemitraan dengan PT BISI ini sekaligus sebagai komitmen bersama untuk menciptakan pasar yang adil bagi petani. Sementara kemitraan dengan Kementan untuk mengatasi kelangkaan jagung akibat gagal panen atau faktor lain," pungkasnya. (Muhammad Sulhanudin/Kendi Setiawan)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG