IMG-LOGO
Daerah

Belajar dari Kisah Dakwah Nabi yang Penuh Cinta Kasih

Kamis 14 Februari 2019 21:30 WIB
Bagikan:
Belajar dari Kisah Dakwah Nabi yang Penuh Cinta Kasih
Onta (Ilustrasi: Ist.)

Tanggamus, NU Online
Spirit dakwah dengan cinta kasih, seharusnya diwarisi dan diimplementasikan umat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dengan hal ini Islam sebagai agama rahmat semesta alam dapat tergambarkan serta dirasakan melalui sikap toleransi dan cinta kasih di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Cinta kasih kepada sesama ini banyak dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Sikap ini tidak hanya dilakukan dihari-hari tertentu saja, namun hendaknya dilakukan setiap saat dalam interaksi kehidupan bersama orang-orang yang berada di sekeliling kita.

"14 Februari warga Nahdlatul Ulama bersyukur atas kelahiran Hadratus syeikh KH Hasyim Asy'ari. Bagi umat Islam sebagai agama rahmat semesta alam, kasih sayang terhadap sesama manusia harus dipraktikkan dalam keseharian tanpa menunggu momentum tanggal 14 Februari," kata Abdur Rouf Hanif, Ketua Lakpesdam PCNU Tanggamus, Lampung kepada NU Online, Kamis (14/2).

Baca: 14 Februari, Harlah KH M Hasyim Asy'ari

Di momen hari lahir pendiri Nahdlatul Ulama Khadratus Syekh KH Hasyim Asy'ari ini, Rouf mengajak kepada umat Islam khususnya warga NU untuk kembali menyimak kisah-kisah kinasih baginda Nabi Muhammad mengenai ajaran cinta kasih.

"Salah satu kisah yang paling fenomenal adalah tragedi Fathul Makkah pembebasan kota Makkah yang dilakukan baginda Nabi beserta para sahabat," katanya.

Dalam pembebasan kota Makkah tersebut, lanjutnya, dikisahkan dalam literatur sirah Nabawi bahwa terdapat 15 ribu pasukan yang dipimpin oleh Nabi Muhammad. Mereka berkemah di pinggir-pinggir Kota Makkah sebelum memasuki kota di mana Ka’bah berada. 

"Sontak hal itu membuat warga Makkah khawatir dan takut karena ada kabar bahwa mereka akan dibantai oleh pasukan Nabi Muhammad," katanya.

Mendengar kekhawatiran ini, Nabi pun mengutus Ali untuk memimpin pasukan. Nabi Muhammad mengatakan bahwa: hadza yaumul marhamah (ini hari kasih sayang). Saya maafkan semua kesalahan dan tidak ada kebencian di antara manusia.

"Bukan yaumul malhamah (hari pembalasan dendam)," tegas Rouf.

Kebesaran jiwa baginda Nabi juga tergambar jelas saat ia menjenguk tokoh kelompok kaum kafir yang selama hidupnya gemar mencaci maki dan menghalangi dakwah Nabi.

Nabi Muhammad merangkul semua musuh-musuhnya dengan kasih sayang. Bukan dengan kebencian. (Red: Muhammad Faizin)

Bagikan:
Kamis 14 Februari 2019 19:0 WIB
Pemda dan NU Pringsewu Terus Bersinergi di Berbagai Sektor Pembangunan
Pemda dan NU Pringsewu Terus Bersinergi di Berbagai Sektor Pembangunan
Pertemuan PCNU dan Pemda Pringsewu
Pringsewu, NU Online
Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu terus melakukan sinergitas program dengan berbagai elemen masyarakat. Berbagai sektor pembangunan dilaksanakan dengan melibatkan berbagai elemen terkait untuk lebih memaksimalkan hasil sehingga mampu memberi kemaslahatan bagi masyarakat.

Komunikasi dan penyerapan aspirasi masyarakat oleh pemerintah daerah terus dilakukan diantaranya dengan organisasi kemasyarakatan yang memiliki basis masa strategis untuk mengembangkan Bumi Jejama Secancanan Bersenyum Manis ini.

Komunikasi ini di antaranya dilakukan Pemda Pringsewu dengan dialog bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama setempat yang dilaksanakan di Kantor Wakil Bupati Pringsewu, Rabu (13/2).

Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai peluang sinergitas di antaranya di sektor pertanian, perikanan, perkebunan, ekonomi, dan industri kecil. Hal ini didasarkan atas kondisi warga NU yang menjadi mayoritas penduduk di Kabupaten Pringsewu.

"Kita melihat fakta warga NU banyak tinggal di daerah pedesaan yang banyak beraktifitas di bidang pertanian, perkebunan dan sejenisnya. Sehingga ini sangat strategis dalam pengembangan sektor ini," ungkap Ketua NU Pringsewu H Taufik qurrahim yang hadir bersama pengurus NU Kecamatan se-Pringsewu.

Mas Taufik, sapaan akrabnya menambahkan bahwa NU bukan hanya organisasi yang berkiprah dalam bidang agama saja. NU sebagai ormas juga mampu berperan meningkatkan taraf hidup masyarakat baik bidang keduniawian maupun keakhiratan.

Sementara Wakil Bupati Pringsewu H Fauzi sangat berharap NU terus memberikan sumbangsih saran dan kiprah dalam ikut meningkatkan kesejahteraan warga Pringsewu. Pemda Pringsewu juga terus berkomitmen untuk meningkatkan berbagai bantuan khususnya bidang keagamaan.

"Seluruh elemen harus bersinergi, berkomunikasi agar Pringsewu benar-benar bersahaja (Berdaya saing, harmonis dan sejahtera)," ajaknya.

Pertemuan tersebut lanjut Fauzi merupakan bentuk penyerapan aspirasi masyarakat dalam menjadi modal Pemda guna mengevaluasi apa yang kurang dalam pelaksanaan pembangunan.

Pertemuan tersebut terus dilakukan wakil bupati Fauzi yang pernah mendapat penghargaan sebagai wakil bupati paling aktif melakukan penyerapan aspirasi masyarakat ini. Berbagai ormas terus diikutsertakan dalam sinergitas dan komunikasi melalui dialog seperti ini.

Hadir dalam pertemuan tersebut Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pringsewu KH Ridwan Syu'aib, Wakil Ketua NU Pringsewu KH Hambali yang juga Ketua Umum MUI Kabupaten Pringsewu, dan segenap jajaran syuriyah dan tanfidziyah PCNU Kabupaten Pringsewu. (Muhammad Faizin)
Kamis 14 Februari 2019 16:15 WIB
Pasca-Tsunami, NU Lampung Selatan Gelar Konfercab Ke-8
Pasca-Tsunami, NU Lampung Selatan Gelar Konfercab Ke-8
Konfercab Ke-8 PCNU Lampung Selatan
Lampung Selatan, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lampung Selatan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama ke-8 yang dipusatkan di Pondok Pesantren Matras, Desa Sukatani, Kalianda, Lampung Selatan, Kamis (14/2).

Forum lima tahunan yang bertujuan mengevaluasi kepengurusan NU Lampung Selatan periode selama ini sekaligus menyusun kepengurusan baru untuk periode mendatang ini diikuti oleh 16 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) di Lampung Selatan.

Menurut Ketua Pelaksana Konfercab H Abdul Haris, kegiatan ini diundur pelaksanaannya karena PCNU Lampung Selatan fokus melakukan bantuan kemanusiaan melalui NU Lampung Peduli kepada masyarakat di kawasan pesisir pantai di daerah tersebut yang terdampak bencana tsunami.

"Kita gelar Konfercab setelah kondisi tanggap darurat yang ditentukan oleh pemerintah selesai. Ini dalam rangka rasa kemanusiaan terhadap bencana tsunami yang telah menghancurkan kawasan pantai di Lampung Selatan di akhir tahun 2018 lalu," ungkapnya.

Sementara Ketua PCNU Lampung Selatan KH Mahfud berharap Konfercab tersebut mampu lebih menguatkan NU khususnya di Kabupaten Lampung Selatan menuju satu abad NU.

"NU di seluruh tingkatan harus bersatu bersama dalam barisan bukan dalam gerombolan. Karena barisan akan mampu mewujudkan perubahan," ujarnya.

Terkait dengan pelaksanaan Konfercab yang dilaksanakan dengan sederhana tersebut, Kiai Mahfudz berharap tidak menjadi penghalang untuk menghasilkan keputusan yang berkualitas. Bahkan kesederhanaan dalam segala hal menurutnya harus terus dipertahankan.

"Kesederhanaan harus dibiasakan. Yang terpenting pelaksanaan sesuai dengan aturan organisasi dan mampu menghasilkan output. Dan hasil Konfercab mampu dilaksanakan oleh kepengurusan NU. Kerja, kerja dan kerja itu yang penting," tegasnya disambut pekikan shalawat dari yang hadir.

Sedangkan Wakil Rais Syuriyah PWNU Provinsi Lampung KH Sholeh Bajuri yang menyampaikan amanah organisasi mengungkapkan bahwa NU saat ini harus memperkuat peran di berbagai aspek.

Di antara peran penting yang harus dilakukan oleh NU adalah peran dalam bidang agama, pendidikan, ekonomi, sosial dan politik.

"NU bukan partai politik tapi harus berperan melalui politik kebangsaan yang akan membawa kemaslahatan bagi seluruh elemen bangsa. Jangan sampai kebijakan-kebijakan pemerintahan dipegang oleh orang yang tidak bisa membawa kemaslahatan bagi bangsa," katanya terkait peran politik yang harus diemban. (Red: Muhammad Faizin)
Kamis 14 Februari 2019 14:28 WIB
Ketua NU Lampung: Pemimpin Itu Seperti Pilot
Ketua NU Lampung: Pemimpin Itu Seperti Pilot
Ketua PWNU Lampung KH Mohammad Mukri
Cirebon, NU Online
Ketua Tanfidzyiyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Lampung KH Mohammad Mukri mengibaratkan seorang pemimpin adalah sosok yang berperan penting seperti seorang pilot.

Disaat akan menerbangkan pesawat, sang pilot mengkomunkasikan kepada seluruh penumpang pesawat bahwa pesawat akan menuju tujuan tertentu. Ia juga memberitahu apa yang mesti dilakukan oleh para penumpang dan sikap seperti apa yang harus dilakukan oleh para kru dan penumpangnya.

"Pada saat take off (terbang) semua penumpang harus siaga dan mengikuti apa yang diminta oleh pilot," kata pria yang juga Rektor UIN Raden Intan Lampung ini saat hadir pada Rapat Kerja Pimpinan IAIN Cirebon, Jawa Barat, Rabu (13/2).

Profesor Ilmu Ushul Fiqih ini melanjutkan bahwa seorang pemimpin juga harus mampu mengkomunikasikan visinya kepada seluruh elemen yang ada dibawahnya dan mampu menjelaskan serta mengarahkan menuju visi yang ditetapkan.

Ia pun menggunakan metode ini dalam memimpin UIN Raden Intan Lampung dan juga Nahdlatul Ulama serta saat ia menjadi ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Lampung.

Pria yang akrab disapa Prof Mukri ini pun mengisahkan pengalamannya dalam memimpin transformasi UIN Raden Intan Lampung yang dulunya merupakan IAIN Raden Intan Lampung.

Ia telah berhasil mentransformasikan IAIN Raden Intan Lampung mulai dari jumlah awal mahasiswanya di bawah 3000 orang sampai dengan saat ini menjadi UIN dengan jumlah hampir 30 ribu mahasiswa.

Selain seperti pilot, kesuksesannya memimpin UIN Raden Intan Lampung adalah dengan tiga prinsip yakni uswatun hasanah (keteladanan), kesamaan visi dan manajemen ilahi (basiran wa nadhiran).

"Saya ini Ketua Tanfidziyah PWNU Lampung, tapi lihat di kampus UIN Lampung yang sangat bersih, asri, ramah lingkungan dan nyaman. Stigma negatif soal NU saya balik semua di UIN Lampung. Uswatun hasanah itu dimulai dari hal-hal kecil yang bisa dilihat dan dirasakan langsung," kata Prof Mukri.

Sementara manajemen ilahi yang ia terapkan memiliki artian pemimpin harus memberi basyiran (kabar gembira), hope (harapan) serta nadhiran (peringatan) kepada yang dipimpinnya.

"Kalau anda melakukan kinerja yang baik anda akan memperoleh reward (hadiah)tetapi kalau kinerjanya nggak baik, maka akan mendapat punishment (hukuman)," pungkas Alumni Pesantren Langitan ini. (Red: Muhammad Faizin)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG