IMG-LOGO
Internasional

KJRI Jeddah berhasil Perjuangkan Hak PMI 200 Ribu Riyal di Abha

Jumat 15 Februari 2019 23:48 WIB
Bagikan:
KJRI Jeddah berhasil Perjuangkan Hak PMI 200 Ribu Riyal di Abha
Jeddah, NU Online
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah berhasil mengupayakan uang diyat seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) berinisial SMW yang menjadi korban pembunuhan di Abha Provinsi Asir Arab Saudi. Kasus pembunuhan tersebut terjadi pada 2010.
 
Uang senilai 200 ribu riyal atau sekitar Rp740 juta rupiah berhasil diperoleh setelah KJRI Jeddah melalui pengacara dan bantuan tokoh masyarakat setempat, menyampaikan keinginan ahli waris kepada majikan SMW.
 
Sebelumnya, pihak ahli waris telah menerbitkan surat pemaafan terhadap kedua terdakwa, yaitu majikan dan istrinya, yang dikuasakan kepada sesesorang dan telah disampaikan dalam sidang pengadilan di Abha.
 
"Dengan pernyataan pemaafan tersebut, maka hak khusus pihak ahli waris untuk menuntut qishas terhadap terdakwa menjadi gugur," terang Safaat Ghofur, Pelaksana Fungsi Konsuler-1 sekaligus menjabat Koordinator Pelayanan dan Pelindungan (Yanlin) Warga KJRI Jeddah.
 
Lebih lanjut, Safaat menerangkan bahwa hak yang masih bisa diterima oleh ahli waris sebagaimana tertulis dalam nota putusan hukum pengadilan Arab Saudi adalah diyat syar'i pada saat putusan dikeluarkan, yaitu senilai 55 ribu riyal, atau separuh dari nilai diyat untuk laki-laki, sebesar 110 ribu riyal.
 
Selain itu, hak almarhumah lainnya adalah sisa gaji yang belum terbayar selama 54 bulan atau senilai 32.400 riyal.
 
Menyikapi kasus ini, Konjen RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, memerintahkan Tim Perlindungan untuk mempelajari kembali kasus pembunuhan yang menimpa PMI perempuan asal Grobogan Jawa Tengah tersebut.
 
"Untuk memenuhi rasa keadilan, saya kumpulkan Tim Perlindungan untuk mengkaji ulang kasus ini. Saya minta mereka mempelajari kemungkinan memperjuangkan kompensasi yang adil bagi ahli waris almarhumah," ujar Konjen Hery.
 
Tim Pelindungan dan pengacara mendatangi majikan di Abha untuk melakukan negosiasi, dengan dibantu oleh tokoh terkemuka masyarakat setempat, yaitu Syeikh Sulthon Al Hadi, Kepala Hai'ah Al Amr bi Al Ma'ruf wa Al Nahy An Munkar (Kepala Polisi Agama) di Abha.
 
Dalam kesempatan tersebut, pada mulanya majikan menyanggupi untuk memberikan hak diyat, gaji dan santunan untuk korban sebesar 135 ribu riyal. 
 
Namun demikian, Tim Perlindungan bersama pengacara kembali melakukan pendekatan dan negosiasi ulang dengan majikan terkait nilai kompensasi bagi almarhumah. Alhasil, pihak majikan menyatakan sepakat untuk memenuhi hak korban senilai 200 ribu riyal, yang terdiri uang diyat syar'i sebesar 55 ribu, sisa gaji almarhumah yang belum dibayar 32.400 riyal ditambah uang santunan senilai 112.600. 
 
Sesuai keputusan Mahkamah Jazaiyyah yang telah diterima oleh Kantor Gubernur Asir, pengadilan segera melakukan penangkapan terhadap majikan dan isterinya untuk menjalani vonis tujuh tahun bagi majikan perempuan sebagai pelaku utama dan  satu tahun penjara ditambah  100 (seratus) kali cambukan bagi majikan laki-laki.(Red: Abdullah Alawi)

Bagikan:
Jumat 15 Februari 2019 17:0 WIB
Jenazah Khashoggi Diduga Dibakar di Oven
Jenazah Khashoggi Diduga Dibakar di Oven
Foto: Chris McGrath/Getty Images
Ankara, NU Online
Kasus pembunuhan Jamal Khashoggi (59) sudah memasuk bulan kelima, namun demikian hingga hari ini belum diketahui dimana jenazah Khashoggi dan siapa 'dalang' di balik kasus itu. Jurnalis asal Arab Saudi itu itu dikenal kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Kerajaan. Dia banyak mengkritik soal hak asasi manusia, kebebasan berekspresi, dan kebijakan Saudi atas Perang Yaman. Dia dibunuh pada 2 Ooktober 2018 lalu di Konsulat Saudi di Istanbul Turki. 

Laporan terbaru menyebutkan kalau jenazah Khashoggi dibakar di dalam oven di rumah konsulat jenderal. Merujuk kantor berita Anadolu, seperti dikutip Reuters, Jumat (15/2), laporan tersebut berasal dari kepolisian Turki. Menurut laporan itu, jenazah Khashoggi dimasukkan ke dalam oven dengan suhu yang sangat tinggi untuk menghilangkan jejak.

Dilaporkan kalau konsulat memiliki dua sumur, tungku gas, dan lantai kayu yang bisa mencapai panas hingga 1000 derajat. Suhu seperti itu bisa menghancurkan jejak DNA apapun. 

Dari hasil penyelidikan, kepolisian Turki meyakini kalau jenazah Khashoggi dibakar setelah dipotong-potong. Sebelumnya ada dugaan juga kalau jenazah Khashoggi dilarutkan dengan zat asam dan dibuang di saluran pipa di rumah Konjen Saudi. 

Sebelumnya Menteri Negara untuk Urusan Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Juber menegaskan kalau pihaknya tidak mengetahui dimana jenazah Jamal Khashoggi. “Kami tidak tahu,” kata al-Jubeir ketika ditanya mengenai keberadaan jenazah Khashoggi dalam wawancara dengan CBS Face The Nation, seperti dikutip AFP, Ahad (10/2).

Al-Juber juga membantah tuduhan yang menyebutkan kalau Putra  Mahkota Saudi Muhammad bin Salman terlibat dalam kasus pembunuhan Khashoggi. 

“Putra mahkota tidak ada kaitannya. Tidak ada perintah untuk membunuh dia (Khashoggi). Seluruh negeri masih terkejut dengan insiden itu,” tambahnya. (Red: Muchlishon)
Jumat 15 Februari 2019 7:0 WIB
Indonesia-Hong Kong Perkuat Perlindungan dan Kesejahteraan Pekerja Migran
Indonesia-Hong Kong Perkuat Perlindungan dan Kesejahteraan Pekerja Migran
Jakarta, NU Online
Pemerintah Indonesia dan pemerintah Hongkong berkomitmen untuk meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan  pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Hong Kong. 

Hal tersebut diuangkapkan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), M. Hanif Dhakiri saat menerima kunjungan Sekretaris Buruh dan Kesejahteraan Hong Kong, Law Chi Kwong, di Kantor Kemnaker Jakarta pada Januari lalu.

"Saya sangat mengapresiasi kerja sama dan komitmen pemerintah Hong Kong dalam hal perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia, khususnya dalam hal jaminan sosial dan kenaikan gaji," kata Hanif.

Dijelaskan Hanif, pemerintah Hong Kong menaikkan gaji pekerja migran Indonesia dari HKD 4,410 menjadi HKD 4,520 sejak September 2018 dan peningkatan sanksi atau hukuman bagi agensi yang melanggar aturan dalam amandemen Employment Ordinance.

"Saya juga berharap pemerintah Hong Kong dapat menyusun standar gaji bagi para pekerja yang telah bekerja selama lebih dari 5 tahun, sehingga terdapat perbedaan antara gaji pekerja baru dan pekerja lama yang tentunya telah berpengalaman," ujar Hanif.

Selain gaji, ungkap Hanif, bentuk lain perlindungan bagi pekerja migran adalah melalui pemberian jaminan sosial. Pemerintah Hong Kong mendorong dan mendukung seluruh pekerja migran untuk memiliki jaminan sosial sesuai dengan regulasi yang berlaku.

"Regulasi yang berlaku di Indonesia pun mengatur bahwa setiap pekerja migran Indonesia wajib ikut serta dalam program jaminan sosial yang diselenggarakan oleh BPJS," tutur Hanif.

Ke depannya, Menaker Hanif berharap bahwa BPJS Indonesia dapat bekerjasama lebih erat dengan badan penyelenggaran jaminan sosial di Hong Kong.

Hong Kong merupakan salah satu tempat tujuan penempatan pekerja migran Indonesia, khususnya pada sektor non-formal. Per bulan Desember 2018, tercatat sejumlah 165.907 orang WNI bekerja sebagai Domestic Helper di Hong Kong.

Namun demikian, meskipun pemerintah Hong Kong telah berupaya semaksimal mungkin untuk menjamin perlindungan pekerja migran yang bekerja di Hong Kong, Hanif memandang perlunya dilaksanakan pertemuan rutin tahunan bagi kedua negara untuk membahas hal-hal teknis terkait permasalahan pekerja migran Indonesia beserta solusinya.

Sementara itu, Sekretaris Buruh dan Kesejahteraan Hong Kong, Law Chi Kwong, mengungkapakan, permintaan terhadap pekerja Indonesia jumlahnya terus meningkat.

"Banyak permintaan terhadap pekerja migran Indonesia dan hal itu disambut positif dengan banyaknya calon pekerja Indonesia yang berminat untuk bekerja di Hong Kong," ujar Law.

Selain itu, pihaknya juga akan terus meningkatkan komitmen terhadap perlindungan pekerja Indonesia khususnya dalam bidang keuangan dan juga pelatihan. 

"Sebagai contoh Pemerintah Hong Kong sudah melakukan Pelatihan Pembantu Rumah Tangga Asing untuk Perawatan Lansia (Pilot Scheme Training for Foreign Domestic Helper on Elderly Care) yang turut diikuti oleh 11 orang pekerja migran Indonesia," katanya. (Red: Kendi Setiawan)
Rabu 13 Februari 2019 23:45 WIB
Bangladesh Usulkan Zona Aman di Myanmar untuk Pengungsi Rohingya
Bangladesh Usulkan Zona Aman di Myanmar untuk Pengungsi Rohingya
Dhaka, NU Online
Menteri Luar Negeri Bangladesh AK Abdul Momen mengusulkan agar dibangun zona aman di negara bagian Rakhine Myanmar. Momen meminta bantuan Rusia, China, dan India untuk mewujudkan proposalnya itu. 

“Jika zona aman dibuat di bawah penjagaan China, Rusia dan India bersama dengan negara-negara ASEAN, orang-orang Rohingya akan didorong untuk kembali ke tanah mereka sendiri,” kata Momen dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Anadolu, seperti dikutip Aljazeera, Rabu (13/2).

Momen menambahkan, jaminan hak kewarganegaraan bagi pengungsi Rohingya yang kembali ke Myanmar menjadi prasyarat dalam proposalnya itu. Menurut dia, India menghargai usulannya itu. Ia berharap negara-negara lainnya akan mengikutinya.

Sejak Agustus 2017, sekitar 750 ribu warga Rohingya, kebanyakan anak-anak dan perempuan, berbondong-bondong meninggalkan Myanmar dan mengungsi di Bangladesh setelah aksi persekusi oleh tentara Myanmar. 

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mendokumentasikan pemerkosaan massal, pembunuhan - termasuk bayi dan anak kecil, pemukulan brutal, dan penghilangan yang dilakukan oleh tentara Myanmar.

Sebetulnya Bangladesh dan Myanmar sudah menandatangani kesepakatan repatriasi (pemulangan) pengungsi Rohingya pada November 2017 lalu. Sesuai kesepakatan itu, proses pemulangan pengungsi Rrohingya akan berjalan salaam dua tahun. Namun hingga rencana tersebut belum terlaksana. Ada banyak hal yang menyebabkannya, mulai dari kekhawatiran global atas keselamatan warga Rohingnya ketika mereka sudah kembali kampung halamannya hingga belum adanya jaminan kewarganegaraan dari Myanmar.

“Ada 1,2 juta warga Rohingya yang sekarang tinggal di Bangladesh. Meski kami bukan negara kaya, kami adalah salah satu negara terpadat di dunia,” keluh Momen.

Dia juga mengusulkan agar para pengungsi Rohingya itu dikirim ke beberapa negara sahabat Myanmar sehingga mereka mendapatkan penghidupan yang lebih layak. Di samping itu, Momen mengaku kalau langkah itu dapat menekan Myanmar untuk mengambil kembali warga Rohingya. (Red: Muchlishon)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG