IMG-LOGO
Nasional
RAKORNAS NU CARE-LAZISNU 2019

Sekjen PBNU: Bangun Solidaritas melalui Zakat

Sabtu 16 Februari 2019 2:0 WIB
Bagikan:
Sekjen PBNU: Bangun Solidaritas melalui Zakat
Sekjen PBNU A Helmy Faishal Zaini pada Rakornas NU Care-LAZISNU 2019 (foto: Ahmad Sofyan)
Sleman, NU Online
Sekretaris Jenderal PBNU, H Ahmad Helmy Faisal Zaini mengatakan zakat dapat membangun solidaritas dan menumbuhkan rasa kebersamaan.

"Melalui zakat akan terbangun solidaritas sosial, bagaimana kita menumbuhkan rasa kebersamaan dan bisa membuat gerakan yang berjamaah dari pusat hingga anak ranting," kata Sekjen Helmy ketika memberikan pengantar Rakornas NU Care-LAZISNU di Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro, Sleman, Yogyakarta, Jumat (15/2).

Salah satu potensi yang dapat dikembangkan untuk melakukan pemberdayaan adalah dengan basic voluntary (kesukarelaan) yang dimiliki melalui zakat. "Bagaimana cara para mustahik, menjadi muzaki, mereka orang yang telah berdaya secara ekonomi," terangnya.

Ia menilai dalam beberapa waktu ini NU Care-LAZISNU mengalami perkembangan yang signifikan. Hal itu menjadi teladan bagi lembaga lainnya di NU.

"Lembaga yang menjadi teladan adalah LAZISNU," ujarnya.

Helmy juga mengatakan Rakornas NU Care-LAZISNU yang mengambil tema Energy Of Zakat: Berkhidmat Membangun Arus Baru Ekonomi Umat adalah hal yang sangat tepat.

Helmy juga mengatakan bahwa manusia mempunyai misi-misi kemanusiaan yakni membebaskan masyarakat dari dua hal. "Pembebasan manusia terhadap dua hal, yakni bebas dari rasa lapar, dan ketakutan," tegasnya lebih lanjut.

Ia mengimbau untuk menghadapi era 4.0, warga Nahdlatul Ulama dituntut untuk kreatif dan mengikuti perkembangan teknologi. 

"Kelompok lain sudah mengawali infak, sedekah di masjid, hanya menggunakan bardcode. Alhamdulillah kini PBNU juga memiliki  payment gateway yang berupa NU Cash. Jadi saat ini kita bisa melakukan bayar zakat, beli pulsa, iuran melalui kanal yang kita miliki," terang Helmy.

Pada kesempatan tersebut Sekjen Helmy juga mengajak pengurus NU Care-LAZISNU untuk mengunduh aplikasi NU Cash, dan meminta mereka menularkan kepada Nahdliyin. (Rifatus Zuhro/Kendi Setiawan)

Bagikan:
Sabtu 16 Februari 2019 23:45 WIB
Menristek Dikti Minta Perguruan Tinggi NU Lakukan Percepatan
Menristek Dikti Minta Perguruan Tinggi NU Lakukan Percepatan
Bandung, NU Online 
Menteri Riset dan Muhammad Nasir menegaskan bahwa seluruh perguruan tinggi di bawah Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) harus melakukan percepatan pada kualitas dan kuantitas. 

"Terus terang perguruan tinggi di bawah NU belum maju, tapi berpotensi besar" kata mantan Rektor Universitas Diponegoro Semarang, Jawa Tengah, ini pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) LPTNU di Kota Bandung, Sabtu (16/2). 

Menurut dia, perguruan tinggi NU baru berkembang belakangan ini. Paling tidak, baru dimulai sejak KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi presiden. Jadi, bisa dibilang terlambat. 

Namun demikian, itu bukan menjadi alasan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama tidak maju. Justru harus melakukan percepatan dalam mengejar ketertinggalan, terutama dalam konsentrasi pendidikan umum. 

"Selalu saya sampaikan kepada teman-teman, mari kita lari cepat, mari bersama-sama untuk memajukan PTNU. Tanpa kerja keras, jangan sampai berharap maju,” tegas Ketua Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama ini. 

Ia mendeskripsikan, saat ini perubahan sangat cepat dalam bidang apa pun. Dulu, pos dan giro merupakan pengantar surat terbesar di Indonesia. Tapi sekarang tidak lagi, karena tergantikan oleh perusahaan yang menggunakan teknologi informasi yang canggih. Begitu juga dengan pembayaran di gerbang jalan tol, sekarang tidak lagi menggunakan tenaga manusia. 

Dengan demikian, menurut dia, PTNU juga bisa melakukan hal yang sama dalam pelayanan pendidikan. Syaratnya adalah meningkatkan kualitas dengan cepat. Untuk tujuan itu PTNU bisa melakukan kerja sama dengan beragam pihak, baik di dalam maupun luar negeri. (Abdullah Alawi)

Sabtu 16 Februari 2019 23:0 WIB
Ketua PP LAZISNU: Kelola Dana Umat dengan Spirit Abdi Ulama
Ketua PP LAZISNU: Kelola Dana Umat dengan Spirit Abdi Ulama
Rakornas IV LAZISNU di Sleman, DIY
Sleman, NU Online
Jujur dan amanah terus ditekankan kepada pengurus NU Care-Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) di seluruh pelosok negeri. 

Tidak cukup itu saja, spirit mengabdi kepada kiai dan ulama juga penting dimiliki untuk melatih keikhlasan dalam berjuang demi kesejahteraan umat.

Demikian disampaikan Ketua Pengurus Pusat LAZISNU Ahmad sudrajat pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) IV NU Care-LAZISNU 'Energy Of Zakat' di Pesantren Pangeran Diponegoro, Maguwoharjo, Sleman, Jumat (15/02).

Diceritakan alasan memilih lokasi Rakornas ke IV di Ponpes Diponegoro. Menurutnya pilihan itu dikarenakan adanya keinginan untuk mengambil spirit perjuangan Pangeran Diponegoro dalam memperjuangkan kemashlahatan rakyat Indonesia yang ketika itu butuh merdeka.

“Jujurlah dan Amanahlah mengurus LAZISNU. Pesan ini tampak sederhana tapi berat karena kita semua sedang diamanahi uang dan harta dari umat untuk dikelola Nahdlatul Ulama,” tuturnya.
 
Sudrajat juga menyampaikan pentingnya profesionalitas pengelolaan dana umat untuk kesejahteraan rakyat itu tidak hanya membesarkan NU, tetapi juga dalam rangka meneruskan cita-cita kebangsaan para ulama dan pahlawan NKRI.

“Tahun depan kami menargetkan bisa mendapat 1 triliun untuk dikelola. Itu realialistis melihat tahun ini hanya dari Sragen saja Koin NU satu bulan 600 juta. Dari Lampung satu tahun 60 miliar,” tambahnya.

Sudrajat menjelaskan, target itu bisa dicapai jika ada semangat kebersamaan dan sinergi antar lembaga dari pusat sampai ranting bahkan anak ranting. Ditambah, spirit untuk berkhidmah kepada kiai dan ulama agar aktivitas yang dilakukan diberkahi oleh Allah SWT.

“Mengelola itu harus dengan sinergi dan kebersamaan dalam spirit khidmah kepada ulama, yakinlah itu akan membawa berkah,” ujarnya.

Ketua PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta, Fahmi Akbar Idris, mengucapkan terima kasih atas kesempatan menjadi tuan rumah Rakornas ke IV NU-Care LAZISNU Tahun 2019. Dalam kesempatan itu Fahmi juga menyampaikan kebanggaannya bahwa PW LAZISNU tahun ini mendapatkan Akreditasi A dari Kementrian Agama Republik Indonesia.

“Ini tentu kesempatan berharga, dan tantangan bagi kami ke depan untuk mempertahankan prestasi itu,” tandasnya. (Farid/Muiz)
Sabtu 16 Februari 2019 21:13 WIB
LPBINU Harap Nahdliyin Manfaatkan Informasi dari BMKG
LPBINU Harap Nahdliyin Manfaatkan Informasi dari BMKG
Jakarta, NU Online
Kesepakatan antara Nahdlatul Ulama (NU) dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika (BMKG) telah ditandatangani Selasa (12/2) lalu. Isi pokok dari MoU tersebut pemanfaatan dan pengembangan informasi di bidang Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika melalui jaringan NU beserta seluruh perangkat organisasinya seperti Lembaga Penanggulangan dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) untuk kemaslahatan umat.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua LPBINU, M. Ali Yusuf, Jum’at (15/2). Selain itu, kata Ali, NU memiliki jaringan media dan informasi seperti NU Online, 164 Channel, NU Channel dan lain-lain untuk memaksimalkan penyebaran informasi dari BMKG.

“Dengan adanya sinergi antara BMKG dan NU, informasi yang diproduksi oleh BMKG diharapkan benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, baik untuk penyelamatan jiwa maupun untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ali.

Menurut pria kelahiran Bojonegoro itu, informasi BMKG terkait perkiraan cuaca dan proyeksi iklim misalnya dapat digunakan untuk meningkatkan ketahanan pangan. Informasi tentang  perkiraan cuaca baik di darat maupun di laut dapat menjadi acuan baik petani maupun nelayan dalam menjalankan aktivitas keseharian mereka, sehingga selain keselamatan juga bisa dicapai, kesejahteraan petani dan nelayan juga bisa terwujud.

Meski demikian menurut Ali, informasi yang diproduksi oleh BMKG hingga saat ini masih dianggap sulit untuk difahami oleh masyarakat awam. Ada banyak istilah yang digunakan dianggap terlalu ilmiah sehingga tidak mudah untuk dipahami.

Dengan adanya kerja sama antara NU dengan BMKG ini diharapkan ada upaya penyampaian informasi menggunakan bahasa yang lebih mudah difahami sehingga dapat diberlakukan sistem peringatan dini dan masyarakat bisa segera mungkin melakukan langkah antisipasi sebelum terjadi krisis dan diharapkan melakukan upaya penyelamatan saat terjadi krisis.

“Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan informasi yang ada untuk meningkatkan sumber penghidupan mereka,” jelas Ali.

Di dalam MoU juga disebut akan ada upaya peningkatan kapasitas dan penguatan kelembagaan di NU terkait isu-isu yang menjadi mandat BMKG meliputi: cuaca, gempa bumi, iklim, kualitas udara, cuaca maritim, cuaca bandara dan titik panas (hot spot).

“Peningkatan kapasitas ini kan lebih banyak diarahkan untuk mendukung agar informasi BMKG dapat disampaikan secara cepas dan tepat dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” tandas Ali. (Red: Fathoni)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG