IMG-LOGO
Pemberdayaan
RAKORNAS NU CARE-LAZISNU 2019

LAZISNU Samarinda: Apa pun Dilakukan untuk Menggerakan Koin NU


Sabtu 16 Februari 2019 03:00 WIB
Bagikan:
LAZISNU Samarinda: Apa pun Dilakukan untuk Menggerakan Koin NU
Suasana Rakornas NU Care-LAZISNU, Jumat (15/2; foto: Ahmad Sofyan) )
Sleman, NU Online
Gerakan kemandirian kotak infak (Koin) NU harus dilakukan secara maksimal. Untuk menggerakkan Koin NU apa pun harus dijalankan, agar membawa hasil dan kebermanfaatan.

Hal itu disampaikan Ketua NU Care-LAZISNU Kota Samarinda, Kalimantan Timur, H Sumijan di sela-sela Rakornas NU Care-LAZISNU 2019 di Slemen, Yogyakarta.

Sumijan mengatakan NU Care-LAZISNU Kota Samarinda mengaktifkan gerakan Koin NU sejak April 2018. "Kami mengambil pelajaran dari Koin NU Sragen. Mimpi kami sangat tinggi sebagaimana mimpi yang sudah diwujudkan oleh Sragen," kata H Sumijan.

Pada tahap awal, pihaknya menargetkan tersebar seribu kotak Koin NU. Namun, pelaksanaan di lapangan hanya sekitar 600 kaleng Koin NU yang berhasil didistribusikan kepada masyarakat. 

"Sudah dari awal kita naruh Koin NU sebenarnya gampang kalau semua bergerak," ujarnya.

Dengan enam ratus kaleng Koin NU yang hingga kini sudah berjalan delapan bulan, NU Care-LAZISNU Kota Samarinda konsisten membuat laporan. Kalau sampai Januari 2019 mencapai 167 juta; kalau sampai Desember 2018, hanya sekitar 150 juta," papar H Sumijan.

Karena strategi melibatkan struktural NU kurang berjalan, dilakukanlah alternatif rencana yaitu pengenalan kotak Koin NU dengan mendatangi warung-warung makan.

Sentuh Pengurus NU dan Pelaku Ekonomi Kecil 

Salah satu pemanfaatan Koin NU Kota Samarinda adalah bantuan untuk warga terdampak bencana di Palu dan Banten. Untuk membantu masyarakat di kedua daerah tersebut dikeluarkan masing-masing sebanyak lima juta rupiah.

Dalam pengembangan ekonomi adalah pemberian gerobak untuk masyarakat yang memiliki usaha dagang. Gerobak untuk barang dagangan seperti makanan diberikan secara cuma-cuma kepada warga yang memulai usaha dagang.

Berikutnya santunan kepada warga dan pengurus NU yang mengalami sakit. "Sekarang ada LAZISNU, jika ada setiap pengurus NU yang sakit kita santuni, walaupun nilainya kecil misalnya lima ratus ribu rupiah," ujar H Sumijan merendahkan diri.

Setiap bulan Ramadhan, NU Care-LAZISNU Kota Samarinda melakukan safari dengan mendatangi mushala dan masjid-masjid. Pada momentum tersebut, diagendakan pemberian Al-Qur'an, sarung, dan mukena.

Lebih dari itu, untuk mewujudkan ungkapan 'kehadiran NU harus dirasakan setiap masyarakat', ditargetkan pula pembelian ambulans untuk masyarakat. "Saat ini masih ada sekitar 90 juta rupiah. Semoga kami bisa mendapatkan tambahan untuk pembelian ambulans," harapnya. (Kendi Setiawan)
Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa
Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
IMG
IMG