IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Fokus Isu Lingkungan, LPBINU Lamongan Belajar Kelola Sampah ke Mojokerto

Senin 18 Februari 2019 9:0 WIB
Bagikan:
Fokus Isu Lingkungan, LPBINU Lamongan Belajar Kelola Sampah  ke Mojokerto
Tim LPBI NU Lamongan
Mojokerto, NU Online
Pengurus Cabang (PC) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Lamongan fokus masalah lingkungan dalam pengelolaan sampah dan mengkaji lebih dalam tentang Bank Sampah Nusantara (BSN).

Kegiatan bertempat di salah satu warung kopi di Desa Petak, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Kedua instansi ini bertemu dan berdiskusi tentang BSN. Mulai dari managemen perekrutan nasabah sampai pemasaran dan administrasi.

"Alhamdulilah kali ini kita kedatangan tamu dari Lamongan. Kita sharing dan belajar bersama tentang BSN. Kebetulan LPBINU Mojokerto punya pengalaman dalam masalah ini," kata Ketua LPBINU Mojokerto Saiful Anam, Ahad (17/2).

Dikatakan, LPBINU Mojokerto dipilih oleh LPBINU Lamongan sebagai lokasi belajar bersama, salah satunya karena BSN yang didirikan oleh LPBINU Kabupaten Mojokerto telah memiliki aktifitas dan sudah berjalan lancar. "Sesama warga nahdliyin kita harus bersinergi untuk kemamfaatan bersama, seharusnya instansi lain juga kayak ini," tambahnya. 

BSN yang digagas oleh LPBINU Kabupaten Mojokerto memang sudah memiliki lebih dari seratus nasabah. Dalam melaksanakan kegiatannya BSN ini, LPBINU Mojokerto bekerja sama dengan bank sampah yang sudah berdiri dan eksis sebelumnya di Mojokerto. 

"Selain itu, BSN kita juga sudah kerja sama dengan Bank Nasional Indonesia (BNI). Dengan demikian, BSN NU Mojokerto lebih mudah dalam melaksanakan transaksi dengan nasabah," beber Saiful.

Ketua LPBINU Lamongan Ainur Rofiq mengatakan, pihaknya membawa 20 anggotanya ke Mojokerto. Anggota tersebut diharapkan menjadi martil pembangunan dan gerakan peduli lingkungan di Lamongan dengan mengelola sampah dengan baik.

"Kegiatan BSN hari ini adalah bukti kecil dan nyata, bahwa NU tidak tinggal diam dalam isu-isu lingkungan," lanjutnya.

Ia menyebutkan dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kampanye tentang keramahan lingkungan melalui giat BSN muncul dan terwujud di Kabupaten Lamongan. Dan pada suatu hari nanti tak ada lagi pembuangan sampah sembarangan. Seperti buang sampah di sungai, pinggir jalan raya, dan selokan air.

"Memang sampai hari ini, BSNNU kami belum bisa memberikan support materi yang bersifat ekonomi NU. Namun kita sudah berhasil membangun kesadaran peduli sampah, tinggal nunggu hasil. Ini bukti bahwa NU berperan aktif dalam masalah lingkungan dan perubahan iklim," pungkasnya. (Syarif Abdurrahman/Muiz)
Bagikan:
Senin 18 Februari 2019 23:0 WIB
Kader Aswaja di Jombang Belum Militan
Kader Aswaja di Jombang Belum Militan
Direktur Asnuter Jombang, KH Afifuddin Dimyathi
Jombang, NU Online
Direktur Pengurus Cabang (PC) Aswaja Nahdlatul Ulama (NU) Center (Asnuter) Jombang, Jawa Timur, KH Afifuddin Dimyathi menyatakan, keberadaan kader Aswaja di Kota Santri itu perlu terus ditingkatkan. Ini lantaran menurutnya, hingga saat ini kader-kader yang sudah ada masih belum bisa dikatakan militan.

Kader Aswaja militan dalam pandangannya adalah seseorang yang memiliki pemahaman Aswaja yang matang dan selalu siap terjun di tengah masyarakat. Di samping itu kader itu juga senantiasa siap membela paham dan ajaran Aswaja saat ada susupan paham lain yang membahayakan.

"Terus terang saja di Jombang terkait (kader) Aswaja masih kurang militan," katanya kepada NU Online, di Jombang Senin (18/2).

Untuk itu, dirinya bersama pengurus Asnuter yang lain hingga kini terus berupaya mengkader warga NU dari berbagai kalangan. Pengkaderan tersebut dilakukan dalam bentuk diklat, pelatihan dan kegiatan-kegiatan yang serupa.

Tak berhenti hanya sekedar melatih, pria yang kerap disapa Gus Awis ini pun mengungkapkan, Asnuter juga menyediakan Training of Trainer (ToT) sebagai tindak lanjut setelah pelatihan. Di ToT, lanjutnya, para kader Aswaja akan digembleng lagi, mulai dari materi hingga mental kader, sehingga mereka benar-benar siap menjadi kader Aswaja yang militan.

"Dan kami berupaya menjangkau kader-kader itu yang ada di pelosok-pelosok yang ada di Jombang. Kader Aswaja harus selalu siap menjaga Aswaja," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Muiz)
Senin 18 Februari 2019 22:0 WIB
Dialog Publik Iringi Pelantikan PMII Ashabul Kahfi IAIN Pontianak
Dialog Publik Iringi Pelantikan PMII Ashabul Kahfi IAIN Pontianak
Dialog publik dan pelantikan PMII Komisariat Ashabul Kahfi IAIN Pontianak.
Pontianak, NU Online
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat (PMII) Ashabul Kahfi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Kalimantan Barat menggelar pelantikan dan dialog publik, Ahad (17/2). Tema yang diangkat adalah Revitalisasi Ideologi di Era Milenial di Kalangan Akademis, dan diselenggarakan di aula kantor Camat Pontianak Timur.

Kegiatan ini dihadiri Ketua Pengurus Cabang (PC) Kota Pontianak, Fahrizal Amir,  Ketua Komisariat IAIN Pontianak Surahman, serta dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Pontianak.

Ketua Komisariat Ashabul Kahfi, Amira Sukma Tristyana menyampaikan bahwa keberadaan kepengurusan pernah tenggelam pada zamannya. “Dan semoga ini awal dari keberhasilan sahabat dan sahabati semua yang sudah dilantik sehingga bisa membawa PMII Komisariat Ashabul Kahfi lebih baik lagi ke depannya,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Fahrizal Amir Selaku Ketua PC Kota Pontianak memberikam ucapan selamat kepada ketua komisariat yang baru. “Semoga menjadi pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab,” tandasnya. (Ahmad Umamul Arifin/Ibnu Nawawi)

Senin 18 Februari 2019 21:0 WIB
Respon Bencana, IPNU-IPPNU Bojonegoro Bentuk 'Peta'
Respon Bencana, IPNU-IPPNU Bojonegoro Bentuk 'Peta'
Pelatihan tanggap bencana
Bojonegoro, NU Online
Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang rawan terjadi bencana membuat IPNU-IPPNU di Kota Ledre, siap siaga tanggap bencana dengan membentuk Pelajar Tanggap Bencana (Peta).

Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kabupaten Bojonegoro, Sukron menjelaskan, pelatihan generasi pelajar Bojonegoro yang tangguh dan tanggap bencana ini dilakukan oleh Dewan Komando Cabang (DKC) Corp Barisan Pelajar (CBP) dan Korp Kepanduan Putri (KKP) IPNU-IPPNU Bojonegoro. 

"Peta ini hadir dalam rangka wujud rasa cinta terhadap Bangsa dan agama sekaligus untuk mewujudkan generasi yang tangguh dan tanggap melalui gerakan promotor DKC CBP KPP Bojonegoro dan menjawab tantangan tahunan (bencana) di wilayah Bojonegoro ini," jelasnya saat membuka pelatihan Peta di Dinas Damkar Padangan Bojonegoro, Ahad (17/2).

Menurut Sukron, tema pelatihan 'Pelajar Tanggap, Indonesia Selamat ini berangkat dari tugas kewajiban organisasi dan sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Harlah IPNU-IPPNU Bojonegoro. 

Ada 200 peserta delegasi Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) di kampus / PR (Pimpinan Ranting / Pimpinan Komisariat (PK) di sekolah Se-Bojonegoro.

"Pelajar Tanggap Bencana (Peta) ini adalah salah satu upaya untuk membangun dan memperkuat kader di semua lini di wilayah Bojonegoro yang menjadi salah satu sasaran rawan bencana," terangnya.

Ditambahkan, beberapa materi yang disampaikan di antaranya ke-CBP-KPP-an, Leadership, Fire & Resque, serta mitigasi bencana yang bekerjasama dengan LPBINU, BPBD Bojonegoro, dan Dinas Damkar Bojonegoro serta Team Eagle outbound Bojonegoro.

"Semoga dengan Peta ini PC IPNU-IPPNU Bojonegoro mampu menjawab dan mengawal langkah kader potensial tanggap bencana di masing-masing PAC," pungkasnya. (M Yazid/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG