IMG-LOGO
Humor

Wuukaaaa Kampanye Politisi

Senin 18 Februari 2019 18:30 WIB
Bagikan:
Wuukaaaa Kampanye Politisi
Seorang politisi bersemangat tinggi mendatangi perkampungan suku terasing untuk berkampanye. Di depan warga suku, di ladang ketela yang habis dipanen, politisi kita berpidato berapi-api.

"Saya datang ke sini, karena saya mencintai Saudara-saudara semua!"

"Wuukaaaa!!!" orang-orang berteriak serempak sambil mengepalkan tangan ke udara. Politisi kita jadi kian membara semangatnya.

"Dengan sepenuh hati akan saya perjuangkan kemakmuran untuk Saudara-saudara!"

"Wuukaaaa!!!"

"Perumahan yang lebih baik!"

"Wuukaaaa!!!"

"Makanan yang lebih lezat dan bergizi!"

"Wuukaaaa!!!"

"Pendidikan!"

"Wuukaaaa!!!"

"Kesehatan!"

"Wuukaaaa!!!"

"Kehidupan yang lebih bermartabat!"

"Wuukaaaa!"

Itu sungguh kampanye yang gegap-gempita dan alangkah meriahnya.

Usai kampanye, politisi meninjau perkampungan diiringkan Kepala Suku. Ia pun tertarik pada bangunan besar tepat di tengah perkampungan itu.

"Bangunan apa itu?"

"Kandang kuda".

"Kuda?"

"Ya. Kami menggunakan kuda untuk berburu. Kuda-kuda milik semua warga disimpan di kandang itu".

Lagi-lagi politisi kita bangkit semangatnya. Kebetulan sekali ia sendiri adalah penggemar kuda yang fanatik. Matanya kontan berbinar becahaya,

"Saya ingin melihat kuda-kudanya!"

"Oh, silahkan. Tapi hati-hati melangkah ya... sayang sepatu Bapak kalau sampai menginjak wuka..." (KH Yahya C. Staquf)


Bagikan:
Jumat 15 Februari 2019 19:30 WIB
Internet Syariah
Internet Syariah
Ilustrasi humor
Di sebuah kampung di pedalaman Bogor hidup kiai panutan masyarakat bernama Kiai Tohirin. Ia istiqomah mengisi pengajian harian bakda subuh di masjid.

Dalam kesempatan, Kiai Tohirin menjelaskan bahwa agama Islam telah membawa kemajuan kehidupan yang luar biasa. Bahkan warga dunia merasakan kehadiran Islam yang banyak menghadirkan manfaat dan perdamaian.

Termasuk kemajuan itu, internet dirasakan Kiai Tohirin semakin bernuansa syariah. Atas keterangannya tersebut, seorang santri memberanikan diri untuk bertanya:

“Maaf yai, masa sih? Apa buktinya kalau internet makin bernuansa syariah?”

“Loh, kalau kamu cari sesuatu di sana, kamu pertama kali ngetik apa?” tanya balik sang kiai.

“Saya mula-mula ngetik www.....” jawab santri seketika.

“Nah itu, www....kan singkatan wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarakatuh,” kata Kiai Tohirin. (Fathoni)
Kamis 7 Februari 2019 13:0 WIB
Anak dan Ibu saat Nonton Demo Khilafah
Anak dan Ibu saat Nonton Demo Khilafah
Beberapa tahun lalu, suatu hari anak perempuan yang saat ini sedang duduk di bangku SMA bersama ibunya sedang menonton televisi di hari libur.

Kebetulan acara yang sedang mereka tonton soal keriuhan demonstrasi kelompok Hizbut Tahrir Indonesia yang membuat si anak tertarik mengikuti.

“Bu, saya mau gabung dengan Ormas tadi yang demo, boleh gak?” ujar si anak.

“Masa kamu mau jadi orang yang membela kesalahan,” kata sang ibu.

“Kesalahan apa, mak?” tanya si anak.

“Ya segala kesalahan. Mereka kan berteriak-teriak membela kesalahan,” terang si ibu.

“Maksud ibu apa sih?”

“Lah, kamu kan lihat di tivi tadi. Mereka berteriak khilap ah...khilap ah. Khilap itu kan artinya kesalahan,” seloroh sang ibu. (Ahmad)
Kamis 31 Januari 2019 21:33 WIB
Koruptor dan Korupsi
Koruptor dan Korupsi
Ilustrasi humor
Perilaku korup tidak henti-hentinya dilakuan oleh pejabat maupun politisi. Hal itu ditunjukan dengan maraknya oknum yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh lembaga anti-rasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Suatu ketika, Sekjen sebuah partai politik diwawancarai oleh sejumlah wartawan untuk memberikan keterangan perihal kadernya yang terjerat kasus korupsi.

Namun, si Sekjen tersebut dengan gagahnya berkata bahwa di dalam partainya tidak ada tempat untuk seorang koruptor.

“Tidak ada tempat bagi KORUPTOR di partai kami!” ucapnya berapi-api.

“Bukannya sedang ada yang diperiksa KPK oknum dari partai Anda?” tanya wartawan.

“Itu kan baru diperiksa,” elak si Sekjen.

“Lalu, yang sudah menjadi tersangka di KPK?” tanya wartawan lain.

“Itu kan baru tersangka, biarkan proses hukum berjalan,” elaknya lagi.

“Tapi kan ada juga yang jadi terdakwa dari partai Anda, pak?” tanya wartawan yang posisinya di belakang kamera sambil menyodorkan alat perekam.

“Sama saja, status mereka masih terdakwa, belum selesai,” ujar si Sekjen ngeles.

“Lalu, bagaimana anggota DPR dari partai Anda yang sudah divonis masuk penjara?” tanya wartawan di samping kanan Sekjen.

“Itu kan terpidana korupsi. Saya di awal tadi bilang, tidak ada tempat buat KORUPTOR, kan,” jawabnya pede. (Ahmad)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG