IMG-LOGO
Daerah

Tangkal Hoaks, KML Metro Gelar Talkshow

Selasa 19 Februari 2019 10:0 WIB
Bagikan:
Tangkal Hoaks, KML Metro Gelar Talkshow
Ilustrasi (Ist.)
Metro, NU Online
Pesta demokrasi di Indonesia sebentar lagi akan segera digelar. Namun suasana kebatinan bangsa yang kita cintai ini masih diwarnai berita-berita bohong (hoaks) dan ujaran kebencian (hate speech). Inilah pekerjaan rumah yang harus dihadapi dan dituntaskan khususnya bagi kaum generasi millenial.

Kondisi ini juga yang menjadi alasan bagi Komunitas Millenial Lampung (KML) Kota Metro, Lampung yang akan menggelar diskusi publik dalam bentuk Talkshow, Selasa (19/2) malam di Lembah Dempo Cafe dan Resto Kota Metro.

Hal ini disampaikan Ketua Panitia Talkshow Komunitas Millenial Lampung (KML), Maya Septi Cahya di Kota Metro, Senin (18/2) terkait acara yang akan dimulai pukul 19.00 WIB sampai dengan 22.00 WIB ini.

"Kami akan mengangkat sub tema yakni Tolak Hoax dan Ujaran Kebencian Demi Kemajuan Lampung, untuk Pembangunan Nasional yang Berkelanjutan," katanya.

Sementara anggota pegiat Komunitas Millenial Lampung (KML) Galih Pangestu menambahkan, para narasumber Talkshow ini meliputi para pembicara yang sangat kompeten dan dekat dengan para generasi milenial.

Di antaranya Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Kota Metro Diana Ambarwati, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Lampung Muhammad Teguh, dan Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Lampung Hidir Ibrahim.

“Kami mengajak para insan demokrasi, mahasiswa, untuk menghadiri acara tersebut, yang diawali dengan iringan musik akustik,“ tutup mantan Ketua Umum PMII Cabang Kota Metro Propinsi Lampung ini. (Akhmad Syarief Kurniawan/Muhammad Faizin).
Bagikan:
Selasa 19 Februari 2019 23:30 WIB
Ziarah ke Pendiri NU Jadi Spirit Jalankan Organisasi
Ziarah ke Pendiri NU Jadi Spirit Jalankan Organisasi
IPNU-IPPU Girimarto, Wonogiri, Jawa Tengah
Wonogiri, NU Online
Pengasuh Pesantren Gani Tirtoasri, Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah  KH Royani Idris merupakan salah satu putra almarhum KH Muhammad Idris berpesan kepada anak muda NU agar dirutinkan melakukan ziarah kepada muassis NU khususnya di Wonogiri.

"Karena ziarah ke pendiri NU bisa menimbulkan semangat dan spirit meneruskan dan merawat perjuangan para ulama dan kiai merawat dan menjalankan organisasi NU di Kabupaten Wonogiri," ujarnya, Ahad (17/2).

Hal itu disampaikan KH Royani Idris saat menerima rombongan wisata ziarah IPNU-IPPNU Girimarto, Wonogiri di Pesantren Gani Tirtoasri. "Tugas awal sebuah organisasi adalah menumbuhkan rasa cinta anggota kepada organisasi, bagaimana caranya pengurus meyakinkan anggota agar organisasi dianggap sebagai pacar yang setiap saat selalu terfikirkan terus,” ujar Kiai Royani.

Mengawali serangkaian kegiatan Konferensi Anak Cabang (Konferancab) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri (IPPNU) dan Harlah IPNU-IPPNU, Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Girimarto, Wonogiri, Jawa Tengah mengadakan Ziarah Pelajar.

Kegiatan yang diikuti oleh 22 anggota IPNU-IPPNU Girimarto dengan tujuan makam Ki Ageng Hisyamuddin berlokasi di Gunung Malang, Kismantoro, dan makam pendiri NU KHM Idris di Pesantren Gani Tirtoasri, Tirtomoyo  Kabupaten Wonogiri. 

Selepas ziarah, kegiatan dilanjutkan dengan silahturahim dan sarasehan pelajar dengan PAC IPNU IPPNU Kismantoro di gedung Sekretariat NU Kismantoro.

Sebagaimana rilis yang diterima NU Online, Ketua PAC IPNU Kismantoro Faiz menyambut baik gagasan pra konferancab IPNU-IPPNU Girimarto dengan menggelar ziarah yang diteruskan dengan silaturrahim. “Semoga kegiatan silahturahim ini bisa kita budayakan dalam ranah IPNU-IPPNU di Wonogiri untuk mempererat tali persahabatan,” ujarnya.

Ketua PAC IPNU Girimarto Sulistyo Adi P kepada NU Online, Selasa (19/2) menyampaikan bahwa kegiatan ziarah dan silaturrahim bertujuan untuk menguatkan aqidah, melestarikan tradisi, dan mengharap ridlo para kiai. "Semoga segala proses dalam mengabdi di IPNU-IPPNU mendapat berkah dan manfaat, tambah kuatnya niat belajar, berjuang serta bertaqwa,” pungkasnya. (Red: Muiz)

Selasa 19 Februari 2019 22:30 WIB
Bupati Berpesan Kontingen Pergamanas Asal Brebes Pantang Menyerah
Bupati Berpesan Kontingen Pergamanas Asal Brebes Pantang Menyerah
Pelepasan peserta pergamanas asal Brebes, Jateng
Brebes, NU Online
Bupati Brebes Hj Idza Priyanti melalui Wakil Bupati Brebes Narjo berpesan agar para peserta tetap semangat dan pantang menyerah dalam mengikuti berbagai rangkaian kegiatan di Perkemahan Penggalang Ma'arif Nasional (Pergamanas) II yang berlangsung di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta. 

Hal itu disampaikan Bupati saat melepas 71 peserta Pergamanas II asal Brebes di Gedung  Nahdlatul Ulama (NU) Brebes, Senin (18/2) malam.

"Raih manfaat sebanyak-banyaknya, jangan mudah menyerah dalam menghadapi tantangan yang sulit. Kegiatan ini guna menempa pribadi menjadi kader bangsa yang tanggap dan tangguh dalam menghadapi berbagai persoalan di masyarakat, serta siap sebagai calon pemimpin handal di masa depan," jelasnya.

Dalam sambutan tertulis Bupati Brebes yang dibacakan Wakil Bupati, merasa bangga dengan semangat yang berkobar di jiwa adik-adik penggalang. "Semoga segala persiapan baik fisik, mental, perbekalan maupun penguasaan teknis disiapkan dengan prima. Sehingga ketika berkancah di Cibubur bisa melaksanakan rangkaian kegiatan dengan hasil maksimal," harap Idza.

Pergamanas, kata Idza, merupakan kegiatan yang sangat strategis untuk menanamkan nilai-nilai dan semangat Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) bagi generasi muda NU.

"Kakak yakin, peserta Pergamanas II adalah generasi muda yang tengah haus akan informasi dan pengetahuan serta tengah mencari jati diri yang sejati, lewat Pergamanas itulah bisa didapat berbagai pengetahuan dan informasi serta penempaan jatidiri," urainya.

Menurut Idza, ajang ini bisa menjadi benteng bagi generasi muda agar tidak mudah terhasut oleh pemikiran maupun tindakan yang melanggar norma agama.  "Saya berharap perkemahan tingkat nasional dapat menumbuhkan suasana kebersamaan, rasa senasib sepenanggungan dalam menghadapi tantangan zaman," harapnya.

Ketua PC LP Maarif NU H Robihun melaporkan, Kontingen Pergamanas II merupakan kontingen terbanyak se Jawa Tengah. "Sebanyak 71 peserta terbagi dalam 9 regu, dan menjadi peserta terbanyak se Jawa Tengah," ungkap Robihun.

Dikatakan, pembiayaan pengiriman kontingen dilakukan secara gotong royong dari para orang tua peserta. Tidak ada bantuan dari Pemkab maupun pihak lain. "Ternyata kemandirian sangat mengasyikkan dan menjadi berkah," tuturnya.

Pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera kontingen dan pemakaian baret dan topi peserta oleh Wakil Bupati Brebes Narjo.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Sekretariat Kwarcab 11.29 Brebes Munawir, Pimpinan Sako Maarif NU Brebes Sayidin dan undangan lainnya. (Wasdiun/Muiz)
Selasa 19 Februari 2019 21:30 WIB
Ketua PMII Komisariat Untan Terpilih Bertekad Majukan Organisasi
Ketua PMII Komisariat Untan Terpilih Bertekad Majukan Organisasi
Syahril Hidayat, Ketua Komisariat PMII Untan, Pontianak.
Pontianak, NU Online
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Tanjungpura atau Untan, Pontianak, Kalimantan Barat mengadakan rapat tahunan sekaligus pemilihan ketua baru, Senin (18/2). Kegiatan berlangsung di aula Magister Ilmu Sosial dan Ilmu Politik kampus setempat.

Perjalanan Rapat Tahunan Komisariat (RTK) tersebut berjalan lancar dan mendaulat Syahril Hidayat menjadi ketua baru masa khidmat 2019-2020.

Syahril terharu dan senang karena bisa terpilih menjadi ketua komisariat Untan, ia menyampaikan, bahwa cita-citanya memang ingin menjadi pimpinan organisasi. "Saya merasa haru sekaligus senang, karena dari sini saya bisa mewujudkan cita-cita yang memang dari awal ingin menjadi pimpinan organisasi,” katanya.

Semenjak ikut PMII, Syahril sudah menyimpan niatnya dari awal untuk menjadi pemimpin di organisasi yang diikutinya. Dan sebelum pencalonan dimulai pun, dirinya sudah menyiapkan dari awal untuk bisa terpilih menjadi ketua. “Karena niat saya ingin mengabdi di PMII dari melalui visi dan misi,” ungkapnya.

Hal yang sudah disiapkan adalah membangun kader PMII menjadi pribadi Muslim yang berkomitmen. “Juga berintelektual, berwawasan ke-indonesiaan dan berlandaskan ideologi Islam Ahlussunnah wal Jamaah,” jelasnya.

Sedangkan misi yang diangkatnya yaitu reformasi kaderisasi dan administrasi. “Juga berperan aktif dan berpartisipasi dalam dinamika kehidupan di kampus dan di masyarakat sesuai tujuan PMII,” katanya. Sedangkan berikutnya adalah menjalankan dan meningkatkan program kerja, serta meningkatkan budaya silaturahim antar anggota dan kader, lanjutnya.

Dirinya berharap terhadap kader PMII yang ada. “Yakni untuk aktif di berbagai bidang internal kampus dan eksternal kampus juga bisa menjaga amanah untuk kepengurusan,” pungkasnya. (Rokib/Ibnu Nawawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG