IMG-LOGO
Munas-Konbes NU 2019
MUNAS-KONBES NU 2019

Kiai Sepuh, Ulama Luar Negeri Dijadwalkan Hadiri Munas dan Konbes

Kamis 21 Februari 2019 23:45 WIB
Bagikan:
Kiai Sepuh, Ulama Luar Negeri Dijadwalkan Hadiri Munas dan Konbes
Jakarta, NU Online 
Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faishal Zaini mengatakan, para kiai NU akan menghadiri Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat yang akan berlangsung mulai 27 Februari hingga 1 Maret 2019. 

Menurut Helmy, di antara yang akan hadir adalah kiai sepuh pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar KH Maimoen Zubair, Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin KH A. Mustofa Bisri (Gus Mus), pengasuh Kanzus Shalawat Habib Luthfi bin Yahya. 

Semuanya adalah Mustasyar PBNU,” katanya pada Konferensi Pers Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (21/2) malam. 

Kiai lain yang dijadwalkan hadir, lanjut Helmy, adalah kiai sepuh dari Nusa Tenggara Barat, pengasuh Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu Tuan Guru H Turmudzi. 

“Munas dan Konbes ini juga akan dihadiri ulama dari luar negeri yaitu dari Mesir, Lebanon, dan Syiria,” katanya lagi. 

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga akan dihadiri sekitar 10.000 kiai kampung dan ribuan Nahdliyin Jawa Barat dan Jawa Tengah. 

Berdasarkan catatan panitia, pengurus NU yang akan hadir ada sekitar 660 terdiri dari Mustasyar, Syuriyah, A'wan, dan Tanfidziyah PBNU, Lembaga dan Badan Otonom NU, serta pengurus PWNU dari 34 provinsi. 

Pada kegiatan ini panitia juga membuat acara untuk khalayak umum melalui bazar, hiburan musik Nasida Ria, Grup Shalawat Syubbanul Muslimin, penampilan musik tradisional, vokalis Veve Zulfikar, pengajian KH Ahmad Muwafiq, dan silaturahim alim ulama dan warga NU. (Abdullah Alawi)

Bagikan:
Kamis 21 Februari 2019 22:35 WIB
Ketum PBNU Tegaskan Munas-Konbes NU Tak Terkait Pilpres
Ketum PBNU Tegaskan Munas-Konbes NU Tak Terkait Pilpres
Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj.
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa perhelatan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2019 tidak terkait dengan Pemilihan Presiden.

"Jadi (Munas-Konbes NU) tidak ada kaitannya dengan Pilpres. Tidak sama sekali," kata Kiai Said pada konferensi pers Munas-Konbes NU di Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta Pusat, Kamis (21/2) malam.

Kiai Said menjelaskan bahwa Munas-Konbes NU dilaksanakan dua kali selama lima tahun. Hal itu berdasarkan hasil Muktamar NU yang diselenggarakan di Makassar pada 2010.

"Sesuai amanat Muktamar Makassar bahwa Munas itu dilaksanakan dua kali dalam lima tahun. Sebelum Makassar sekali, setelah Muktamar Makassar dua kali dalam lima tahun," ucapnya.

Adapun di antara tujuan dari Munas-Konbes NU sendiri, sambung Kiai Said, ialah untuk mengevaluasi, memberikan solusi, dan rekomendasi kepada semua pihak, termasuk pemerintah.

"(Jadi) Sama sekali tidak ada kaitannya dengan Pilpres," ia menegaskan.

Kiai Said mengatakan bahwa sejak dulu, sekarang, dan selamanya NU bertanggung jawab menjaga keutuhan dan keselamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Maka NU selalu bersama konstitusi. NU Selamanya bersama konstitusi,” ucapnya.

Oleh karena itu, Kiai Said menegaskan bahwa siapa pun yang mengancam dan berupaya memcehah NKRI akan berhadapan dengan NU, sekali pun gerakan yang akan memecah belah tersebut beratasnamakan Islam.

“Atas nama apa pun dan siapa pun yang mengakibatkan perpecahan, adu domba sehingga negara kita terancam pecah, maka NU akan di depan melawan mereka,” ucapnya.

Kiai Said melanjutkan, NU sendiri pernah memutuskan bahwa kelompok Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DII) merupakan bughot atau separatisme, sehingga keberadaanya harus diperangi. 

“Dulu DI/TII, juga NU memutuskan bahwa gerakan mereka adalah bughot, separatisme harus diperangi, tapi tidak mengkafirkan,” ucapnya. 

Sebagaimana diketahui, Munas-Konbes NU akan dilaksanakan di Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Banjar, Jawa Barat pada 27 Februari hingga 1 Maret 2019. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)
Selasa 19 Februari 2019 18:30 WIB
Sejumlah Ulama Timteng Bakal Turut Meriahkan Munas-Konbes NU
Sejumlah Ulama Timteng Bakal Turut Meriahkan Munas-Konbes NU
Ketua PBNU H Marsudi Syuhud berkunjung ke MNC Group
Jakarta, NU Online
Munas Alim Ulama-Konferensi Besar Nahdlatul Ulama dihelat sepekan lagi. Perhelatan tersebut digelar di Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Kujangsari, Banjar, Jawa Barat. Sejumlah Ulama Timur Tengah bakal turut memeriahkan Munas-Konbes NU.

Kabar tersebut disampaikan Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud saat berkunjung ke gedung MNC Group di i-News Tower lantai 4 Jalan Kebon Sirih Raya 17-19 Jakarta, Selasa (19/2) siang.

Menurut Kiai Marsudi, para pembicara internasional dari Timteng yang dijadwalkan hadir antara lain, Prof Dr Musthofa Zahran dari Al-Azhar Mesir. “Beliau akan berbagi pengalaman tentang Islam di sana. Juga melihat seperti apakah model Islam Indonesia menurut ulama Mesir. Sudah bisakah diterima sebagai rujukan untuk warga dunia apa belum,” terangnya.

Kedua, lanjut dia, Syekh Taufiq Ramadhan al-Buthi dari Syiria. Tokoh ini akan bercerita tentang negaranya yang kini hancur karena munculnya paham keagamaan menyimpang yang memicu perang saudara. “Selain itu, ada juga Habib Umar bin Hafidz dari Yaman. Beliau juga akan berbicara tentang tema yang sama,” papar Kiai Marsudi.

Dalam gelaran Munas-Konbes NU yang mengusung tema “Memperkuat Khidmah Wathoniyah untuk Kedaulatan Rakyat” nanti ada tiga sesi atau komisi Bahtsul Masail yang melahirkan hukum-hukum keagamaan. Pertama, mengenai isu kenegaraan. Kedua, soal lingkungan hidup. Ketiga, tentang sosial budaya.

Tiga momen itu, lanjut dia, akan dihadiri ribuan kiai. Oleh karena itu, PBNU mempersilakan media cetak dan elektronik yang tergabung dalam MNC Group turut meliput acara tersebut. “Intinya, kedatangan kami ke sini memberi ruang kawan-kawan yang tergabung dalam MNC Group untuk ikut memeriahkan Munas-Konbes di Kota Banjar pekan depan,” kata Kiai Marsudi.

Dalam pertemuan itu, Wakil Sekjen PBNU Ishfah Abidal Azis memaparkan sejumlah agenda yang akan dibahas pada perhelatan tertinggi kedua setelah Muktamar NU ini. “Rangkaian ini sebenarnya dimulai pada tanggal 24-26 Februari. Munas akan dibuka Presiden Jokowi pada 27/2 ba'da dhuhur. Setelah itu, silaturrahim para ulama dilanjutkan forum mustasyar,” ujarnya.

Kehadiran delegasi PBNU disambut para pejabat teras MNC Group. Antara lain Wijaya Kusuma Subroto (Direktur iNews), Rafael Utomo (CFO iNews), Yadi Hendriana (Pemred iNews), Atika Suri (Pemred RCTI), Rizal Yusacc (Pemred MNCTV), Apreyvita (Pemred GTV), dan Geong Rusdianto (Kadiv News Gathering Integrasi).

“Kami mendukung acara Munas-Konbes ini. Jika perlu, kami akan memasang iklan agar lebih meriah,” kata perwakilan MNC. Pertemuan hampir dua jam ini berlangsung santai dan gayeng. Kiai Marsudi sesekali melempar guyonan khas NU sehingga suasana cair sekaligus menyenangkan. (Musthofa Asrori)

Selasa 19 Februari 2019 0:0 WIB
MUNAS-KONBES NU 2019
Nahdliyin Pangandaran Siap Sukseskan Munas NU
Nahdliyin Pangandaran Siap Sukseskan Munas NU
Semarak munas NU
Kota Banjar, NU Online
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat KH Fauzan Aziz Muslim mengatakan bahwa nahdliyin di Kabupaten Pangandaran siap mensukseskan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas dan Konbes NU).

Hal tersebut dibuktikan dengan pemasangan ribuan bendera NU di berbagai titik di Kabupaten Pangandaran. Dalam pemasangannya melibatkan puluhan pemuda yang tergabung dalam Ansor dan Banser NU.

"Ansor dan Banser bersama-sama melakukan pemasangan Bendera," katanya kepada NU Online di Panngandaran, Senin (18/2).

Tidak hanya di persimpangan jalan raya, pemasangan bendera NU pun sampai dengan Bandara Nusawiru Pangandaran. 

Dirinya mengungkapkan, Bandara tersebut akan digunakan lending pesawat para Kiai yang akan menghadiri Munas dan Konbes NU di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo (PPMAC) Kota Banjar.

"Pemasangan bendera NU tidak hanya sepanjang jalan di Pangandaran namun kita pasang juga sampai Bandara," ungkapnya.

Dikatakan, pemasangan bendera NU di Pangandaran merupakan salah satu bentuk tanggung jawab guna menggelorakan nuansa Munas NU tidak hanya di PPMAC Kota Banjar. "Kami merasa terpanggil dan bagian dari tanggung jawab sukses Munas NU," tuturnya.

Selain itu, dirinya juga menegaskan bahwa ribuan nahdliyin baik yang struktural maupun kultural sudah mengkonfirmasi akan menghadiri pembukaan Munas dan Konbes NU.

"Ribuan nahdliyin Pangandaran siap hadir dalm pembukan Munas NU, dan itu sudah di konfirmasi," tegasnya.

Munas dan Konbes NU yang akan berlangsung di PPMAC Kota Banjar pada tanggal 27 Februari sampai dengan 1 Maret 2019 mengusung tema Memperkuat Ukhuwah Wathoniyah untuk Kedaulatan Rakyat dan dibuka oleh Presiden Joko Widodo. (Wahyu Akanam/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG