::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Dua 'Ramalan' Gus Dur yang Jadi Kenyataan

Sabtu, 02 Maret 2019 02:36 Nasional

Bagikan

Dua 'Ramalan' Gus Dur yang Jadi Kenyataan
Jakarta, NU Online 
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menjadi saksi terkait dua hal yang dikatakan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di masa lalu, kemudian menjadi kenyataan saat ini. Setidaknya Kiai Said menjadi saksi tentang dua hal, yaitu Gus Dur menyatakan dirinya sebagai presiden. Kedua, Gus Dur menyatakan bahwa Kiai Said akan menjadi Ketua Umum PBNU pada usia 56 tahun. 

Menurut Kiai Said, suatu ketika di Gedung PBNU Gus Dur tiduran di lantai. Kemudian tiba-tiba dia terbangun, dan berkata kepada orang yang ada di situ. Semua orang mendengarnya. 

"Mengko aku dadi presiden (nanti aku jadi presiden, red.)," kata Kiai Said menirukan perkataan Gus Dur saat itu, pada pengajian bulanan Lembaga Dakwah PBNU di halaman Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (20/2) malam. 

Menurut Kiai Said, saat itu, orang-orang yang mendengarnya kaget karena Soeharto, presiden Indonesia saat itu sedang kuat-kuatnya. Karena itulah, Kiai Said sendiri menganggap Gus Dur sedang stres berat. Kiai Said tidak percaya sama sekali.

Namun, setelah reformasi, kemudian Gus Dur benar-benar menjadi presiden RI Keempat. Apa yang dikatakannya menjadi kenyataan. 

Kedua, pada satu hari Gus Dur jalan-jalan ke rumah Kiai Said. Jaraknya tidak jauh karena mereka berdua bertetangga. Gus Dur kemudian masuk ke rumahnya. Lalu tertidur pulas. 

Namun, ketika Gus Dur terbangun, ia mengatakan sesuatu yang mengagetkan Kiai Said.

"Mengko koe dadi Ketua Umum PBNU ketika berusia 56 tahun," ungkap Kiai Said menirukan Gus Dur.

Ternyata apa yang dikatakan Gus Dur terbukti. Kiai Said menjadi ketua Umum PBNU pada Muktamar NU ke-32 di Makassar pada usia 56 tahun. (Abdullah Alawi)