IMG-LOGO
Jelang Muktamar Ke-34 NU
MUNAS KONBES NU 2019

Persiapan Munas-Konbes NU Capai 95 Persen

Jumat 22 Februari 2019 17:0 WIB
Bagikan:
Persiapan Munas-Konbes NU Capai 95 Persen
Jakarta, NU Online
Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) akan diselenggarakan di Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat pada 27 Februari hingga 1 Maret.

Ketua Panitia Nasional Munas-Konbes NU H Eman Suryaman menyatakan bahwa persiapan perhelatan tertinggi kedua setelah Muktamar NU ini sudah mencapai 95 persen.

“Alhamdulillah persiapan-persiapan yang sekian lama kami persiapkan akhirnya tepat pada waktunya nanti tanggal 27 Februari. Hari ini kami sudah 95 persen persiapan itu sudah matang,” kata Eman di Gedung PBNU, Jumat (22/2).

Di antara persiapan itu, kata Eman, baik dari segi transportasi untuk menunjang peserta maupun teknis di lapangan.

“Kesiapan-kesiapan dari panitia, baik itu dari segi transportasi maupun di lapangan, kami sudah matangkan semuanya,” ucapnya.

Begitu juga acara-acara pendukung seperti NU Expo, mau pun kegiatan seminar. Eman mengatakan, NU Expo akan dibuka Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sekaligus menjadi pembicara kunci pada seminar NU Expo.

“Di samping ada acara Munas-Konbes NU, juga ada acara pendukungnya, yaitu NU Expo. Ini dibuka insyaallah oleh Menteri Kelautan, Ibu Susi Pujiastuti yang sekaligus beliau akan menjadi keynote speaker pada acara seminar,” ucapnya.

Ia mengajak kepada warga NU khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya untuk turut memeriahkan Munas-Konbes NU dan acara-acara pendukungnya.

“Kami harapkan bahwa para kiai, para masyayikh, warga nahdliyin dan masyarakat pada umumnya untuk hadir di Munas-Konbes dan NU Expo,” harapnya. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Bagikan:
Jumat 22 Februari 2019 22:0 WIB
MUNAS-KONBES NU 2019
Ini Persamaan dan Perbedaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU
Ini Persamaan dan Perbedaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU
Jakarta, NU Online 
Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini mengatakan, NU akan menyelenggarakan hajatan besar yaitu Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama atau disingkat Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar CItangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat 27 Februari hingga 1 Maret 2019. 

Menurut dia, Munas Alim Ulama dan Konbes NU sama-sama dilaksanakan NU pada waktu yang sama pula. Namun, keduanya merupakan forum berbeda dari sisi peserta dan tema pembahasan.

“Munas Alim Ulama, PBNU mengundang ulama, kiai baik pengurus NU, maupun tidak,” katanya pada Konferensi Pers Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (21/2) malam. 

Sementara, lanjutnya, peserta Konbes NU terdiri dari Mustasyar, Syuriyah, A'wan, dan Tanfidziyah PBNU, Lembaga dan Badan Otonom NU di tingkat pusat, serta pengurus PWNU dari 34 provinsi.

Dari sisi tema yang dibahas, Munas Alim Ulama membicarakan masalah-masalah keagamaan menyangkut kehidupan umat dan bangsa di dalam tiga komisi, yaitu waqi’iyyah (pembahasan masalah-masalah keagamaan aktual), maudlu’iyyah (pembahasan masalah-masalah keagamaan tematik), dan qanuniyyah (pembahasan masalah-masalah keagamaan berkaitan dengan perundang-undangan).

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada konferensi pers tersebut merinci tema-tema yang akan dibahas Munas Alim Ulama 2019, yaitu hukum membuang sampah, terutama sama plastik sembarangan.

“Sampah plastik merupakan ancaman bagi keberlangsungan kehidupan di bumi. Para kiai akan mencari jawabannya berdasarkan sumber ajaran Islam, bolehkah pemerintah memberikan sanksi kepada orang yang membuang sampah sembarangan, juga kepada produsen sampah plastik,” jelasnya. 

Masalah selanjutnya yang akan dibahas para kiai, kata Kiai Said, adalah bagaimana hukumnya perusahaan air mineral yang mengambil air jumlah besar sehingga menyebabkan daerah sekitar itu kekeringan. 

“Nabi Muhammad bersabda, tiga hal yang tidak boleh dimonopoli, dinikmati sekelompok orang, satu air. Itu tidak boleh diperjualbelikan. Kedua, energi. Ketiga, rumput dan hutan. Itu sudah diwanti-wanti Rasulullah sejak 14 abad lalu,” jelasnya.  

Terkait hal itu, lanjutnya, para kiai akan mencari jawaban bagaimana perusahaan air mineral yang menyebabkan kekeringan itu mendapat izin pemerintah? Apa perusahaan wajib mengganti air daerah kekeringan itu? Apa pemerintah wajib mencabut izinnya? 

Pada Komisi Bahtsul Masail Maudluiyyah (membahas persoalan tematik), para kiai akan membahas negara, kewarganegaraan, dan hukum negara dan konsep Islam Nusantara.

Di Komisi Bahtsul Masail Qanuniyyah (perundang-undangan negara), para kiai akan membahas RUU Anti Monopoli dan Persaingan Usaha dan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. 

Helmy Faishal menambahkan, sementara di Konbes NU lebih membicarakan pelaksanaan keputusan-keputusan Muktamar, mengaji perkembangan program, memutuskan Peraturan Organisasi (PO), serta menerbitkan rekomendasi. Oleh karena itu, dalam Konbes NU ini forum permusyawaratan dikerucutkan ke dalam tiga komisi pembahasan, yaitu Komisi Program, Komisi Organisasi, dan Komisi Rekomendasi. (Abdullah Alawi)

Jumat 22 Februari 2019 19:0 WIB
MUNAS-KONBES NU 2019
NU Expo dan Bazar Raya akan Ramaikan Munas-Konbes NU 2019
NU Expo dan Bazar Raya akan Ramaikan Munas-Konbes NU 2019
Jakarta, NU Online
Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama akan diselenggarakan di Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat pada 27 Februari hingga 1 Maret.

Sejumlah acara akan diadakan untuk meramaikan perhelatan tertinggi kedua setelah Muktamar NU ini. Salah satunya, ialah NU Expo yang akan diselenggarakan mulai 25 Februari hingga 1 Maret 2019.

Ketua Panitia Nasional H Eman Suryaman menjelaskan bahwa penyelenggaraan NU Expo sebagai upaya untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi umat. 

“(NU Expo dalam rangka) Pemberdayaan UKM Nahdlatul Ulama. Pemberdayaan UKM warga nahdliyin,” kata Eman di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Jumat (22/2).

Menurut Eman, peserta yang mengikuti NU Expo berasal dari berbagai daerah dan semua komoditi yang dijual dan dipamerkan merupakan produk-produk unggulan masyarakat.

“Itu menjadi kegiatan-kegiatan ekonomi keumatan yang dapat meningkatkan dan memotivasi masyarakat Nahdliyin di wilayah-wilayahnya dalam rangka  peningkatan, penumbuhkembangan berbagai macam usaha,” ucapnya.

Pria yang juga Ketua PBNU Bidang Ekonomi ini berharap, pelaku usaha NU terus meningkatkan diri agar menjadi pengusaha sukses.

Sementara Ketua Panitia NU Expo H Asep Syaripudin mengemukakan bahwa panitia menyediakan ratusan stan bertempat di Taman Kota Banjar. Stan terbagi dalam dua ukuran, yakni ukuran 3X3 dan 5X5.

“Kami menyiapkan stan 244 di taman kota banjar,” ucapnya.

Selain stan, panitia NU Expo juga membuka bazar raya atau UMKM sebanyak 100 stan yang berlokasi di area Munas-Konbes NU. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Jumat 22 Februari 2019 8:0 WIB
MUNAS-KONBES NU 2019
Ansor Banser harus Jaga Kesehatan Diri untuk Munas NU
Ansor Banser harus Jaga Kesehatan Diri untuk Munas NU
Persiapan munas dan konbes NU di Kota Banjar
Kota Banjar, NU Online
Saat pelaksanaan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas dan Konbes NU) 2019, seluruh Panitia, Ansor, Banser dan seluruh pihak yang ikut serta mensukseskan kegiatan agar selalu menjaga kesehatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Banjar KH Munawir Abdurrohim saat memberikan ijazah kepada puluhan Panitia, Ansor, Banser dan Nahdliyyin di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo (PPMAC) Kota Banjar, Rabu (21/2) malam.

Kiai Munawir mengatakan, seluruh pihak harus menjaga kesehatan, sehingga di saat pelaksanaan Munas dan Konbes NU dapat ikut serta menjamu para tamu yang jumlahnya bakal mencapai ribuan. "Harus jaga kesehatan, jadi nanti di saat pelaksanaan dapat membantu dengan baik," katanya.

Selanjutnya, ditegaskan bahwa Banser harus kompak dalam menjaga keamanan selama pelaksanaan kegiatan. Karena Banser merupakan badan otonom yang dimiliki oleh NU guna memberikan keamanan dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh NU.

"Harus kompak, apalagi sekarang akan menyambut tamu-tamu Munas, dalam pengamanan harus kompak supaya dapat maksimal," tegasnya.

Munas dan Konbes NU 2019 yang akan berlangsung pada 27 Februari sampai dengan 1 Maret 2019 di PPMAC Kota Banjar Jawa Barat mengusung tema Memperkuat Ukhuwah Wathoniyah untuk Kedaulatan Rakyat dan dibuka oleh Presiden Joko Widodo. (Wahyu Akanam/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG