IMG-LOGO
Daerah

Dakwah Perangi Narkoba Kewajiban Bersama

Sabtu 23 Februari 2019 23:45 WIB
Dakwah Perangi Narkoba Kewajiban Bersama
Penyuluhan bahaya narkoba di Pamekasan, Jatim
Pamekasan, NU Online
Indonesia kini jadi negara darurat narkoba. Nyaris tiap hari ada saja kasus peringkusan terhadap pengguna maupun pengedar barang haram tersebut.

"Karenanya, dakwah memerangi narkoba sudah menjadi kewajiban bersama," tegas Ketua Gerakan Anti Narkoba Nusantara (Ganas) Ra Hasan saat menjadi salah satu pemateri dalam Talk Show Anti Narkoba di Pendopo Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Jumat (22/3).

Dalam kesempatan itu, mantan Kepala Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Kabupaten Pamekasan tersebut mengajak generasi muda beramar ma'ruf nahi mungkar di bidang pencegahan bahaya narkoba. "Pemuda memiliki peranan penting terhadap penanggulanangan bahaya narkoba. Pengguna narkoba di Indonesia hampir 85% adalah dari kalangan pemuda dan pelajar," ungkap Ra Hasan.

Untuk itu, terangnya penting sekali peranan pemuda turut menjaga dirinya, keluarganya bahkan masyarakat untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba.

Menurut Ra Hasan, ada 3 hal beramar ma'ruf nahi mungkar dalam melakukan pencegahan penyalahgunaaan narkoba. Pertama, biyadih yang diartikan dengan kekuasaan.  "Ini adalah tugas pemerintah baik Polri maupun TNI untuk melakukan tindakan atau penangkapan terhadap pengedar maupun pemakai," tegasnya.

Kedua tambahnya, billisan. Yaitu, dengan perkataan, baik menyampaikam dengan cara berdakwah secara terbuka, ataupun tertutup. "Ini bisa dilakukan oleh masyarakat yang memiliki kemampuan untuk berdakwah secara lisan ataupun mampu mengajak orang lain untuk menjauhi narkoba," urainya. 

Dan yang ketiga bil qolbi. Yakni dengan hati, yaitu mendoakan bangsa ini agar terbebas dari rongrongan bahaya narkoba. 
"Dan berharap semoga pemakai, pengedar, dan bandar diberikan hidayah oleh Allah," tukasnya. (Hairul Anam/Muiz)
Bagikan:
IMG
IMG