::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ma’arif NU Bondowoso Ingatkan Tantangan Lembaga Pendidikan Saat Ini

Ahad, 24 Februari 2019 14:30 Daerah

Bagikan

Ma’arif NU Bondowoso Ingatkan Tantangan Lembaga Pendidikan Saat Ini
Ujian dengan menggunakan andoroid.
Situbondo, NU Online
Saat ini, tantangan di lembaga pendidikan demikian berat. Tidak semata menyediakan sarana dan prasarana, juga kesiapan menghadapi perubahan zaman dengan teknologi informasi, serta sumber daya manusia yang mumpuni.

Hal itu disampaikan Mohammad Marzuki seusai melaksanakan rapat koordinasi pengurus bersama kepala sekolah dan guru di bawah naungan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikian  (LP) Ma'arif Nahdlatul Ulama Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu (23/2).

Menurut Ketua PC LP Ma’arif NU Bondowoso tersebut, kepala sekolah dan guru harus mampu menjawab tatangan. Karenanya, mereka harus menguasai teknologi digital dan teknologi informasi (IT) sebagai  perangkat pembelajaran. “Juga memanfaatkan IT untuk pengembangan pendidikan di sekolah atau madrasah,” katanya. 

Dalam pandangannya, jika sejumlah hal tersebut tidak dilakukan, maka yang terjadi akan semakin tertinggal. "Jika tidak menguasai teknologi digital dan IT, maka justru akan semakin tertinggal,"ungkapnya.

Karenanya, Ma'arif NU Bondowoso berupaya memecahkan sejumlah persoalan pada rapat koordinasi yang diselenggarakan di salah satu hotel di Situbondo tersebut. “Untuk menformulasikan program-program ke depan, agar LP Ma'arif NU di Bodowoso lebih cepat mengalami perubahan-perubahan yang signifikan dan semakin maju,” ungkapnya.

Dirinya tidak menampik hingga kini lembaga pendidikan di bawah LP Ma'arif NU masih banyak kekurangan dan kelemahan, baik dalam sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana. “Tidak hanya tentang ujian online berbasis komputer, sekolah atau madrasah kita masih banyak yang belum siap mandiri dan tentu hasilnya pun belum maksimal,” terangnya.

Hal tersebut disebabkan antara lain karena dalam keseharian siswa jarang bergelut dengan komputer yang disebabkan kepemilikan terbatas, namun di akhir tahun harus mengikuti ujian secara online berbasis komputer.

Dirinya mengingatkan dalam hal pembelajaran saat ini sudah mulai merambah digitalisasi dengan aplikasi dan program apakah melalui internet ataupun android. Hal ini juga harus ditangkap sebagai perubahan yang merupakan sebuah keniscayaan dan harus diikuti. 

"Karenanya, sumber daya manusia yakni guru saat ini juga wajib memiliki kompetensi di bidang IT dan digitalisasi, di samping empat kompetensi wajib guru profesional,"ungkapnya.

Pendidikan memiliki tantangan yang lebih berat, utamanya pendidikan LP Ma'arif NU. Di samping tugas pembentukan karakter dan kepribadian yang utuh, juga harus mampu menangkap dan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan digital. 

"Jika kemampuan di atas tidak dikuasai, maka akan ditinggalkan oleh masyarakat dan tidak diminati," tegasnya. Karenanya, kepala sekolah dan guru harus banyak inisiatif, kreatif dan berinovasi untuk mendongkrak ketinggalan dan keterbelakangan managemen dan pembelajaran menuju sekolah atau madrasah ideal dan dapat diandalkan, lanjutnya.

Dari hasil rapat tersebut diharapkan mampu menyusun program LP Ma'arif NU demi menjawab tantangan dan menghasilkan rencana program prioritas. “Yakni program strategis dan rencana program visioner yang mampu memberikan manfaat kepada lembaga pendidikan, sehingga  LP Ma'arif NU akan terus berupaya memberikan kemanfaatan dan berupaya bersinergi,” pungkasnya. (Ade Nurwahyudi/Ibnu Nawawi)