IMG-LOGO
Daerah

Sah Jadi Kader Ansor-Banser Lebak, 380 Pemuda Siap Mengabdi di NU

Ahad 24 Februari 2019 22:45 WIB
Bagikan:
Sah Jadi Kader Ansor-Banser Lebak, 380 Pemuda Siap Mengabdi di NU
Lebak, NU Online 
Tiga ratus delapan puluh pemuda siap mengabdi di Nahdlatul Ulama Kabupaten Lebak-Banten. Pengabdian dilakukan para pemuda dengan mengikuti Diklat Terpadu Dasar (DTD) yang dilaksanakan Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Lebak. 

DTD IV yang diikuti pemuda dari seluruh perwakilan kecamatan yang ada di Kabupaten Lebak tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Farhan Cipanas Labupaten Lebak Banten sejak Jumat (22/2) dan berakhir pada Ahad (24/2) sore. 

Pembukaan dihadiri 800 kader Ansor dari seluruh wilayah di Kabupaten Lebak. Hadir pada kegiatan tersebut Pimpinan Pondok Pesantren Al Farhan, KH Holil Abd Kholik, Wakil Ketua PW NU Banten KH Khozinul Asror, Ketua PC NU Lebak Kiai Saefudin As Syadzily, Ketua PW Ansor Banten, Ahmad Nuri, Ketua FSPP Lebak, Ade Bujhaerimi, Sekretaris PGRI Lebak, Abdul Waseh HS,  Ketua DPRD Lebak, Junaedi Ibnu Jarta, seluruh unsur Muspimda Kecamatan Cipanas dan warga setempat. 

Seluruh peserta antusias menjalani pelatihan yang sudah direncanakan panitia bersama tim instruktur. DTD digelar sebagai langkah awal para pemuda berkhidnat di Ansor.  Kegiatan itu diharapkan menjadi kekuatan baru Ansor dalam mengawal NKRI dan Ahlusunnah wal Jamaah di Kabupaten Lebak.

Ketua PC Ansor Kabupaten Lebak Deden Z Farhan  mengatakan DTD tersebut adalah DTD pertama di era kepengurusannya. Terlaksananya kegiatan DTD, kata Deden dalam rangka menjalankan amanah organisasi yang sudah disepakati pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda). 

Ia mengungkapkan,  kehadiran Ansor-Banser menjadi sangat penting. Sebab Ansor-Banser adalah aset besar yang dimiliki Nahdlatul Ulama. Terutama untuk meneruskan perjuangan NU kedepan. 

"Oleh karena itu saya mohon doa dan support kepada semuanya agar kami senantiasa di berikan kekuatan dan keistiqomahan dalam melaksanakan visi kami ini, kader Ansor dan banser menjadi penting karena GP Ansor warosatul NU, artinya Ansor dan Banserlah yang melanjutkan kepemimpinan NU, jika kader terbatas maka kemungkinan kedepan potensi SDM terbaik untuk melanjutkan NU juga akan terbatas," ujarnya saat dihubungi NU Online, Ahad(24/2).

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Junaedi Ibnu Jarta, mengatakan sebagai generasi muda dirinya bangga bisa menjadi bagian daripada NU. Nahdlatul Ulama, kata dia, adalah organisasi Islam yang mengajarkan nilai nilai moderat dan nilai nilai kerukunan umat beragama di masyarakat.

"Termasuk soal konsep Islam Nusantara, Islam nusantara jangan di fahami sebagai aliran tapi ciri khas berislam orang Nusantara, contoh saya di Kampung saya di Kec.Sobang kami memakai pakaian adat hitam-hitam ditambah igel (ikat kepala) tapi kami tetap sholat berjama'ah di masjid artinya ritual ibadah kami tidak di batasi oleh pakaian sepankang tidak bertentangan dengan aturan agama," katanya. (Abdul Rahman Ahdori/Kendi Setiawan)
Tags:
Bagikan:
Ahad 24 Februari 2019 23:45 WIB
Ikhtiar LTNNU Jatim Sebar Konten Positif dan Aswaja
Ikhtiar LTNNU Jatim Sebar Konten Positif dan Aswaja
Magetan, NU Online
Lembaga Ta'lif Wan Nasyr (LTN) PWNU Jawa Timur mengadakan kerja sama dengan Jaringan Radio Komunitas Indonesia dan Asosiasi Swasta Lokal Indonesia. Kerja sama ditandai dengan penandatanganan di sela Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di Aula PWNU Jawa Timur ini, Sabtu (23/2). Penandatanganan  ini dihadiri Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz, Ketua LTNNU Jawa Timur Ahmad Najib AR serta Pengurus LTN PWNU dan LTN PCNU se-Jawa Timur dan  Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Daerah Jawa Timur Afif Amrullah.

Kerja sama ini merupakan ikhtiar LTN PWNU untuk memproduksi konten positif, baik konten keagamaan, tradisi dan budaya NU, Ahlussunah wal Jama’ah (Aswaja) secara profesional untuk disiarkan ke daerah-daerah se-Jawa Timur.

“LTN harus secara aktif dan masif aktif memproduksi konten positif, menanggapi arus media dan isu-isu di masyarakat. MoU ini merupakan upaya penyiaran dan penyebaran konten positif, konten-konten NU secara profesional,” kata Ketua LTN PWNU, Ahmad Najib, AR.

Data yang dihimpun KPI pada Desember 2018, ada sebanyak 399 TV dan Radio di Jawa Timur. 85 TV dan 314 Radio.

“Dari sebanyak media TV dan Radio ini, sebagian besar bukan dikelola NU. Sebagian besar media masih kesulitan memproduksi konten. Khususnya religi. Nah kalau tidak diisi NU, maka ya diisi orang lain. Mereka siap orangnya, kontennya bahkan dananya,” kata ketua KPID Jawa Timur, Afif Amrullah.

Lebih lanjut Afif menyampaikan NU secara penguasaan agama sangat mumpuni tapi belum banyak yang terjun di wilayah (media,red) ini.

“Orang NU atau pesantren belum banyak yang terjun di wilayah TV dan Radio komersial atau mungkin juga belum mampu secara camera face tampil di publik ini”, tambahnya.

Maka melalui MoU ini, Afif mengapresiasi langkah positif LTN PWNU ini. Menjelang bulan Ramadhan, harapannya pengurus dan warga NU sudah dapat mengisi acara-acara di TV dan Media komersial. Sehingga prinsip-prinsip NU berupa ASWAJA dapat disebarluaskan pada masyarakat luas di seluruh daerah di Jawa Timur. Langkah ini merupakan upaya jemput bola dalam mengambil konten positif, menangkal konten negatif serta informasi sesat, adu domba dan berita hoaks.

Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur KH. Abdul Hakim Mahfudz yang hadir pada penandatanganan ini menyatakan sebagai bagian dari NU, LTNNU harus bekerja bersama-sama dengan keahlian masing-masing.

“Sama seperti perang itu perlu strategi, kerja-kerja NU juga perlu strategi. Teknologi itu produk akal. Ayo gunakan dengan baik dan bertanggungjawab.” terangnya. (Dewi/Abdullah Alawi)

Ahad 24 Februari 2019 22:45 WIB
Dukung Pemilu 2019 Damai, Ribuan Santri Zaha Genggong Deklarasi Antihoax
Dukung Pemilu 2019 Damai, Ribuan Santri Zaha Genggong Deklarasi Antihoax
Probolinggo, NU Online
Dalam rangka mendukung Pemilu tahun 2019 damai, ribuan santri Pondok Pesantren  Zainul Hasan (Zaha) Genggong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo melakukan Deklarasi Antihoax, Jumat (22/2) sore.

Dalam kesempatan itu, para santri diajak untuk menangkal berita hoaks atau bohong serta meminta para santri tidak langsung membagikan suatu berita yang didapatnya, melainkan harus tabayun atau mencari kebenarannya terlebih dahulu.

"Kami mengajak agar para santri Genggong bukan cuma menolak tetapi tidak menyebarkan berita hoax juga," kata pengasuh Pondok Pesantren  Zainul Hasan Genggong Gus Haris Damanhuri Ramli.

Ia mengingatkan pentingnya untuk bertanya dulu sebelum menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya. Artinya, ketika mendapatkan sebuah berita harus dikroscek terlebih dahulu sebelum membagikannya.

"Saya mengajak para santri Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong untuk menjaga keamanan dan ketertiban menjelang Pemilu tahun 2019," jelasnya.

Melalui kegiatan semacam ini, Gus Haris mengharapkan agar dapat membantu para santri lebih memahami bahaya berita bohong. Para santri lebih bisa memilah dan memilih mana berita yang benar serta mana berita bohong.

"Intinya para santri kami harapkan jangan sampai terprovokasi berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya," harapnya. (Dewi Agustina/Abdullah Alawi)

Ahad 24 Februari 2019 22:30 WIB
Ketua PCNU Kota Bekasi Sebut Kriteria Pemimpin NU
Ketua PCNU Kota Bekasi Sebut Kriteria Pemimpin NU
Cianjur, NU Online 
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bekasi Terpilih KH Madinah menyampaikan kriteria menjadi pemimpin NU.

"Terkadang ngurus orang Bekasi itu gampang-gampang susah," katanya, dalam pembukaan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) Kota Bekasi Angkatan Kedua, di Wisma Kemnaker RI, Ciloto, Cianjur, Jawa Barat, pada Sabtu (23/2).

Menurutnya, seorang pemimpin NU itu sebaiknya adalah orang yang sedang-sedang saja. Tidak terlalu keras juga tidak terlalu lembek (longgar). 

"Kalau pemimpinnya keras orang jadi pada takut, lari. Kalau lembek, tidak disegani sama sekali. Terlalu bodoh juga jangan, karena nanti di-bully. Terlalu pintar, nanti dibilang sok atau belagu," kata Kiai Madinah, dengan dialek Betawi-Bekasi yang menjadi ciri khasnya.

Karena itulah, ia meminta kepada seluruh calon pengurus NU Kota Bekasi, agar mampu mengawal dirinya sehingga bisa menjalankan tugas sesuai dengan porsi yang diberikan.

"Doakan saya. Saya komitmen dengan NU," tegas Kiai Madinah.

Ia menginginkan agar tidak ada lagi sekat-sekat perbedaan yang membatasi, sehingga membuat segan siapa pun untuk melakukan komunikasi organisasi. Karenanya, ia mengajak hadirin untuk bersama-sama memiliki niat memajukan NU di Kota Bekasi.

"Kalau bicara soal kurang, semuanya tidak ada yang sempurna. Makanya, mari kita sama-sama membangun. Sama-sama belajar," katanya.

Terakhir, dengan nada tegas penuh keyakinan, Kiai Madinah mengungkapkan bahwa jika NU sudah kompak, maka tidak akan ada lagi orang uang mampu merubuhkan NU.

"Jangan saling menghujat. Kalau ada kekurangan, saling menambahkan. Kalau ada salah, silakan ditegur jangan dibiarkan," pungkas Pemilik Pondok Pesantren Miftahul Madaniyyah, Jatiasih ini. (Aru Elgete/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG