IMG-LOGO
Daerah

Sesepuh NU Cirebon KH Muchlas Restui Ketua PCNU Maju dalam Pilkada

Kamis 25 Oktober 2007 16:53 WIB
Bagikan:
Sesepuh NU Cirebon KH Muchlas Restui Ketua PCNU Maju dalam Pilkada

Cirebon, NU Online
Untuk kesekian kalinya, Ketua PCNU Kota Cirebon, Drs H Eman Suryaman MM yang juga satu dari empat bakal calon yang mendaftar ke PKB, bersilaturahmi ke KH Muchlas Dimyati, sesepuh NU yang dikabarkan memiliki kedekatan khusus dengan Ketua Dewan Syuro DPP PKB KH Abdurahman Wahid (Gus Dur).

Dalam pertemuan yang berlangsung sejak pukul 20.00 hingga 01.00 dini hari Selasa (23/10) di Pontren Gedongan, Kabupaten Cirebon. H Eman mendapatkan restu dari KH Muchlas untuk maju sebagai calon walikota.

Hadi<>r dalam pertemuan di kediaman KH Muchlas Mustasyar PCNU Kota Cirebon KH Fathoni, Rais Syuriah PC NU Kota Cirebon KH Ahmad Sanusi beserta sejumlah ulama NU Kota Cirebon. Tampak juga Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kota Cirebon Kiai Dimyati, Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Kota Cirebon H Abdul Muiz SAg beserta jajaran struktur DPC PKB Kota Cirebon.

KH Muchlas mengungkapkan, silaturahmi H Eman dengan dirinya sejauh ini sangat baik. Dan sepengetahuannya, H Eman memiliki kedekatan dengan mayoritas ulama NU, khususnya di Kota Cirebon. “Pak Eman juga sudah didukung ulama dan kiai Kota Cirebon, jadi dia layak maju,” tandas KH Muchlas.

Lebih lanjut KH Muchlas mengungkapkan, sebagai orang NU, dirinya tidak memiliki hak apapun dalam mencampuri urusan internal DPC PKB Kota Cirebon. Terutama dalam menentukan siapa yang harus diusung partai pimpinan Gus Dur itu. “Itu urusan partai, biarkan ditentukan oleh orang-orang PKB sendiri,” sambungnya.

KH Muchlas juga menjelaskan relasi sejarah antara NU dengan PKB yang patut diingat. Menurutnya, tidak bisa dipungkiri bahwa PKB itu dilahirkan oleh NU. “Jadi saya tegaskan bahwa PKB pasti NU. Tapi NU tidak mesti PKB. Pemilih PKB kan orang NU, tapi orang NU bukan hanya di PKB. Tentang hal ini awas diperhatikan jangan keliru loh,” tandas KH Muchlas berulang-ulang.

Sementara itu, Ketua PC NU Kota Cirebon, Drs H Eman Suryaman mengucapkan terima kasih atas restu yang diberikan. Menurutnya, restu tersebut adalah amanat yang harus diemban dengan sebaik-baiknya. Terlebih KH Muchlas adalah ulama panutan NU.

Saat ini H Eman Suryaman sedang menunggu rekomendasi dari DPP PKB, setelah sebelumnya, Minggu (21/10) digelar musyawarah kebangkitan DPC PKB Kota Cirebon. H Eman bersaing dengan tiga calon lainnya yang mendaftar ke PKB, yakni H Suryana (anggota DPR RI dari PDIP), Bambang Surono Ak (kader Golkar yang gagal dalam konvensi), dan Dani Ridwan (kader PKB).

Perlu diketahui bahwa selain menunggu keputusan DPP, sejauh ini terdapat sekitar 13 partai politik yang sudah menyatakan siap mendukung Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Cirebon, Drs H Eman Suryaman MM. Di antaranya adalah partai dengan perolehan suara besar di Pemilu 2004 yakni Partai Demokrat, serta sejumlah partai kecil. Sementara di PPP, H Eman Suryaman juga masuk dalam penjaringan nama yang dilakukan oleh tim pilkada PPP bersama sejumlah nama lainnya.(ksd)

Bagikan:
Kamis 25 Oktober 2007 13:15 WIB
Tiga Kader NU Siap Pimpin PCNU Kota Pekalongan
Tiga Kader NU Siap Pimpin PCNU Kota Pekalongan

Pekalongan, NU Online
Bursa kandidat Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan menguat menjelang detik-detik pembukaan Konferensi Cabang XV NU Kota Pekalongan yang akan berlangsung nanti malam di Komplek SMP Salafiyah, Jl KH Wahid Hasyim Kota Pekalongan.

Ketiga nama itu adalah Ahmad Mazuqi Ketua PCNU sekarang, H Ahmad Rofiq dan HM Saelany Mahfudz masing masing menjabat sebagai Wakil Ketua PCNU. Ketiga kandidat akan memperebutkan 50 suara yang sah terdiri dari 4 MWC NU dan 46 Ranting NU se Kota Pekalongan.

<>

Ketua PC Lakpesdam NU Kota Pekalongan Cholil Hasan kepada kontributor NU Online Abdul Muiz mengatakan, munculnya isu bursa calon Ketua PCNU selalu mewarnai setiap menjelang konfercab NU dan mampu mengalahkan isu siapa yang bakal menjadi Rais Syuriyah dan program-program yang akan menjadi acuan untuk lima tahun ke depan. Sehingga setiap forum yang digelar baik oleh Pengurus Ranting maupun Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU pembicaraan selalu pada kandidat siapa yang akan memimpin NU.

Mestinya, menurut Cholil, program program NU lebih layak untuk dicermati, ketimbang siapa yang bakal menjadi nahkoda NU untuk lima tahun ke depan. "Pasalnya, siapapun yang menjadi Ketua PCNU yang terpenting mampu menjalankan amanat konferensi. Karena tugas pengurus yang akan datang tinggal menjalankan apa yang telah diputuskan peserta konfercab," tandasnya.

Ketiga calon, menurut Cholil, memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga diperlukan kecermatan untuk memilih nahkoda NU Kota Pekalongan sesuai program program yang telah ditetapkan.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis seluruh kesiapan panitia hampir rampung termasuk distribusi undangan peserta, perlengkapan dan publikasi media. Sehingga diharapan kegiatan yang akan berlangsung dua hari mulai nanti malam hingga besok malam dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

Direncanakan hadir pada acara konfercab XV NU selain Ketua PWNU Jawa Tengah HM Adnan MA beserta rombongan, juga Walikota Pekalongan dan Muspida serta tamu undangan para habaib, kiai dan tokoh ormas, orpol di lingkungan Kota Pekalongan.[ams]

Rabu 24 Oktober 2007 15:24 WIB
PC. IPNU dan IPPNU Kab. Lamongan Gelar Temu Alumni
PC. IPNU dan IPPNU Kab. Lamongan Gelar Temu Alumni

Lamongan, NU Online
Dalam rangka saling memaafkan pada momen lebaran ini, Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kab. Lamongan menyelenggarakan Temu Alumni yang diselenggarakan pada hari  Senin (23/10) di gedung Handayani Lamongan.

Acara ini diformat dalam bentuk halal bihalal dan dialog antar generasi yang dihadiri oleh sejumlah alumni IPNU-IPPNU Kab. Lamongan mulai angkatan 1955-2007. “Kegiatan ini dilakukan agar bisa terjalin komunikasi antar kader IPNU-IPPNU dan alumni” kata Ketua Panitia Nur Aini.

Sela<>in itu, menurut Aini, kegiatan ini untuk memotivasi kader-kader NU Lamongan dalam membangun dan mengembangkan IPNU-IPPNU ke depan. “Diharapkan pasca kegiatan ini terjadi komunikasi yang intensif antara alumni dan kader-kader IPNU-IPPNU yang selama ini belum optimal,” imbuhnya.
 
Kegiatan yang mengambil tema 52 tahun PC. IPNU-IPPNU Kab. Lamongan Mengabdi pada Ibu Pertiwi ini juga dirangkai dengan dialog antar generasi dengan tema IPNU-IPPNU Kab. Lamongan, Dulu, Kini dan Esok Hari.

Hadir sebagai narasumber adalah sebagian Mantan ketua IPNU-IPPNU Kab. Lamongan dari masa ke masa antara lain, Drs. Tubagus Syaifullah, Drs. Fathurrahman, Djunari, M. Basthomi, Husen, Saudah Faqih, Siti Rodliyah dan lainnya.

“Sebagai organisasi berbasis pelajar yang sudah mempunyai ribuan alumni maka sangat perlu bagi alumni-alumni untuk membuat wadah komunikasi antar alumni yang sudah tersebar diseluruh penjuru,” demikian diungkapkan Drs. Sumardi, mantan PC. IPNU Kab. Lamongan 1994-1997.

Menurut Lurah Tumenggungan Lamongan tersebut, di IPNU-IPPNU ada potensi besar yang belum bisa dioptimalkan peranannya yaitu alumni, oleh sebab itu diharapkan pasca kegiatan ini segera dilakukan konsolidasi untuk pembentukan ikatan alumni.
 
Menurut ketua PC. IPNU Kab. Lamongan, Ediyanto Djamal, berdasarkan sumber yang diperoleh bahwa PC. IPNU Lamongan sudah berdiri mulai tahun 1955 yakni pra Kongres I IPNU di Kota Malang Jawa Timur dengan ketua pertama adalah H. Sun’an Rifa’i (alm), mantan Lurah Tumenggungan “sampai tahun 2007 ini kita sudah periode yang ke 23 untuk IPNU dan ke 22 untuk IPPNU” tambah pria yang biasa disapa Edi ini.
 
Ikut hadir dalam acara tersebut H. Syamsul Anam, M.Ag (Katib Syuriyah PCNU Lamongan), Drs. Karno (anggota FKB yang juga mantan PC. IPNU), H. Muhtadi Arifin  (Mantan PW. IPNU Jawa Timur), 22 Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU se-Kab. Lamongan. adapun Wakil Bupati Lamongan Drs. H. Tsalis Fahami, MM. (Mantan ketua PC. IPNU Kab. Lamongan 1981-1983) berhalangan hadir. (imf)

Senin 22 Oktober 2007 15:41 WIB
Banyak Pemudik Kunjungi Masjid Agung Demak
Banyak Pemudik Kunjungi Masjid Agung Demak

Demak, NU Online
Para pemudik dari arah Jawa Timur yang akan kembali ke Jakarta dan daerah sekitarnya melalui jalur utara Jawa Tengah, menyempatkan diri berziarah dan menunaikan salat di Masjid Agung Demak (MAD).

Menurut juru parkir di depan MAD, Zaenal Abidin, Minggu, pengunjung MAD terbanyak selama arus balik yaitu pada hari Kamis (18/10) atau H+4 Lebaran 2007.

<>

Para pengunjung MAD pada arus balik Lebaran itu terutama untuk menunaikan salat di masjid bersejarah yang dibangun wali dan berziarah ke makam raja-raja Kesultanan Demak di kompleks masjid tersebut.

Pengunjung MAD pada umumnya menggunakan mobil pribadi dengan pelat nomor B (Jakarta) dan sekitarnya. Pengunjung yang paling banyak pada sore hari menjelang salat magrib.

Selain mengunjungi MAD, ada pula yang berziarah ke makam Sunan Kalijaga di Kadilangu, Demak, salah satu Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa.

MAD dibangun Raden Patah, raja pertama dari Kesultanan Demak. Masjid ini sebagai bukti kemegahan yang dicapai kerajaan Demak Bintoro dan sebagai kerajaan Islam pertama di Jawa.

Di dalam kompleks MAD terdapat beberapa makam raja Kesultanan Demak dan para abdinya, serta museum yang berisi berbagai hal mengenai riwayat berdirinya MAD.

"Kami memang menyempatkan diri bersama keluarga salat di MAD yang merupakan buatan Wali Songo, sekaligus mohon berkah," kata Hj. Suwarni, seorang pengunjung MAD arus balik asal Kenjeran Surabaya, berdagang di Pasar Kramat Jati Jakarta.

Bersama keluarga sudah 17 tahun setiap mudik dan kembali lagi ke Jakarta setelah Lebaran di Surabaya menyempatkan diri menunaikan salat di MAD tersebut.

Menurut bagian penerima tamu/ziarah MAD, Rusmanto, puncak pengunjung MAD arus balik Lebaran pada Kamis 18 Oktober 2007 atau H+4 mencapai 3.579 orang, sedangkan Selasa (16/10) tercatat 500 orang dan Rabu (17/10) sebanyak 1.755 orang.

Pengunjung MAD hari Jumat (19/10) atau H+5 Lebaran sebanyak 900 orang dan Sabtu (20/10) ada 600 orang. Jumlah tersebut belum termasuk yang tidak mendaftarkan sebagai tamu/pengunjung di pintu masuk makam, katanya.

Sementara itu, arus balik melalui jalur Semarang-Demak, Minggu, tetap ramai tetapi relatif lancar, kendaraan arus balik roda dua maupun mobil pribadi dengan pelat nomor B sudah berkurang.

Suasana Lebaran di jalur Semarang-Demak juga masih nampak semarak, mereka umumnya menghadiri acara halalbihalal keluarga,  tetapi ada yang bersilaturahmi kepada sanak famili dan kenalannya. (ant/kur)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG