IMG-LOGO
Daerah

Dampingi Kiai Ulil, Asyrofi Pimpin NU Kudus


Ahad 3 Maret 2019 20:00 WIB
Bagikan:
Dampingi Kiai Ulil, Asyrofi Pimpin NU Kudus
Duet Kiai Ulil dan H Asyrofi pimpin NU Kudus
Kudus, NU Online
Pasangan KH Ulil Albab Arwani dan H Asyrofi Masyito oleh peserta Konferensi Cabang (Konfercab) NU Kabupaten Kudus ditetapkan sebagai Rais dan Ketua terpilih PCNU Kabupaten Kudus Jawa Tengah masa khidmat 2019-2024.

Gelaran Konfercab yang berlangsung di SMK Ma'arif Kudus berlangsung Ahad (3/3) diawali dengan NU Kudus Ekspo di tempat yang sama berlangsung cukup dinamis, meski dalam pemilihan Rais menggunakan sistem Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) sedangkan untuk ketua menggunakan voting.

Asyrofi terpilih setelah memeroleh 6 suara, unggul dua suara dari kandidat lainnya, yaitu H Noor Badi yang memeroleh 4 suara. Sebelumnya, keduanya telah disetujui oleh Rais terpilih KH Muhammad Ulil Albab Arwani untuk menjadi kandidat sah.

Dalam sambutan singkatnya, H Asyrofi menyampaikan siap akan jabatan tersebut seraya mengutip dawuh KH Munawwar Kholil. “Jabatan jangan dicari kalau ketemu jangan lari,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia menyampaikan bahwa ke depan gerakan NU akan lebih massif pada pemberdayaan umat. Ia juga bertekad untuk merealisasikan program-program yang diusulkan pada FGD beberapa waktu lalu. “Lima tahun ke depan, universitas, rumah sakit harus ada, kantor NU harus representatif, dan satu lagi, kita harus punya Ma’had Aly,” tandasnya kepada NU Online usai terpilih.

Sedangkan dalam proses sidang AHWA yang diwakili 5 utusan MWCNU sepakat menunjuk KH Ulil Albab Arwani untuk menjadi Rais PCNU Kudus periode lima tahun ke depan.

Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, H Hudallah Ridwan dalam sambutan pembukaan pada Konferensi Cabang (Konfercab) NU Kudus di SMK NU Ma’arif Kudus mengatakan, sebagai jam’iyah yang besar dengan tanggung jawab mengelola umat yang kompleks, NU Kudus harus kreatif dan inovatif, baik itu secara gerakan organisasi maupun pemberdayaan umat. 

“Zaman semakin berkembang, tantangan semakin komplek dan beragam, NU Kudus jangan sampai kalah kreatif dan inovatif dengan jamaah lain sehingga umat ini tercecer,” pesannya.
 
Menurutnya, kesatuan dan kekompakan warga NU sekarang ini harus jadi perhatian bersama, agar pemberdayaan masyarakat bisa lebih efektif dan merata. “Kesadaran dan loyalitas masyarakat kepada NU harus kita gugah (bangunkan-red), untuk bersama-sama membangun negara ini dalam bidang akidah, agama, pendidikan, bahkan dalam bidang ekonomi,” tuturnya.

Dia menjelaskan, prioritas utama khidmah NU adalah merawat Aswaja yang diajarkan oleh para ulama pendahulu dan Walisongo. Salah satu yang menjadi ajaran para ulama pendahulu tidak lain hanyalah untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan khidmah kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. “Di NU hakikatnya adalah khidmah terhadap umat Rasulullah," paparnya. (Adib/Muiz)
Tags:
Bagikan:
IMG
IMG