IMG-LOGO
Daerah

Al Quran Terjemahan Bahasa Gorontalo Diterbitkan

Ahad 28 Oktober 2007 9:47 WIB
Bagikan:
Al Quran Terjemahan Bahasa Gorontalo Diterbitkan

Gorontalo, NU Online
Kitab suci Al Quran terjemahan bahasa Gorontalo akhirnya selesai berhasil diselesaikan oleh sejumlah tim yang terdiri dari tokoh agama, ahli bahasa dan sejumlah pakar dalam waktu satu tahun empat bulan.

Ketua Harian Tim Penerjemah, Idris Rahim, mengatakan bahwa Al Quran terjemahan bahasa Gorontalo tersebut akan segera diperbanyak di Madinah, Saudi Arabia, agar dapat segera dipergunakan oleh umat muslim di daerah tersebut.

<>

Ia mengungkapkan, waktu penyelesaian terjemahan tersebut lebih cepat dari target yang ditentukan yakni tiga tahun, dengan perkiraan satu Juz Al Quran akan memakan waktu sekitar 45 hari.

Terbitnya Al Quran terjemahan tersebut, kata dia, merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi masyarakat Gorontalo karena daerah tersebut menjadi pelopor kedua setelah Sulawesi Selatan dalam penerbitan Al Quran terjemahan bahasa daerah.

"Kami berharap dengan terbitnya Al Quran ini bisa menambah kecintaan kita terhadap Sang Pencipta dan menambah gairah untuk selalu beribadah kepada-Nya," ujar Idris yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Gorontalo.

Terbitnya terjemahan tersebut disambut gembira oleh masyarakat Gorontalo yang mengaku ingin segera melihat hasil kerja dari tim penerjemah tersebut.

"Cepat sekali selesainya dan kami ingin segera melihat hasilnya," ujar Mohamad, salah seorang warga Gorontalo.

Ia mengaku salut dan bangga dengan upaya tim penerjemah dan pemprov yang menggagas suatu terobosan dalam bidang agama, khususnya yang bermanfaat bagi masyarakat Gorontalo yang mayoritas adalah muslim. (ant/nun)

Bagikan:
Sabtu 27 Oktober 2007 18:59 WIB
Kader Ansor Harus Membentengi NU
Kader Ansor Harus Membentengi NU
Jember, NU Online
Kader Ansor harus menjadi teladan di tengah-tengah masyarakat. Sebab, seorang kader Ansor otomatis adalah kader NU, sehingga di pundak kader Ansor juga melekat citra NU. “Karena itu, kalau kader Ansor tidak berprilaku baik, maka yang kena getahnya juga NU”, tukas Ketua PC. GP. Ansor Jember, DR. Babun Suharto, MM saat memberi sambutan di acara halal bihalal Ansor di aula PCNU Jember, kemarin.<>

Babun menambahkan, sebagai kepanjangan tangan NU, maka Ansor juga harus membentengi ajaran ahlussunnah wal jama’ah. Dikatakannya, saat ini begitu banyak faham atau aliran yang tidak hanya bertentangan dengan Aswaja, tapi juga berlawanan dengan ajaran Islam yang sesungguhnya. “Maka tugas Ansor adalah membentengi warga nahdliyyin dari faham-faham yang menyesatkan”, pinta Babun.

Sementara itu, Katib Syuriah PCNU  Jember, KH. Abdullah Samsul Arifin dalam kesempatan tersebut meminta Ansor senantiasa menjaga  fitrahnya sebagai organisasi sayap NU. Sebab, selama ini ditengarai Ansor sering tidak sejalan dengan NU, khususnya di tingkat pusat. “Tak usah jauh-jauh, di Jawa Timur saja, PW. Ansor-nya lebih taat kepada Anam dari pada kepada Pak Ali Mashan”, tukasnya.

Kondisi tersebut tentu tidak menguntungkan bagi soliditas NU, sehingga mempengaruhi kekuatan NU. Buktinya, dalam berbagai event  politik, NU selalu KO, karena tidak kompak. Andaikan  kompak, kata Abdullah, mulai dari Banom, lembaga dan NU sendiri, event politik apapun NU pasti unggul. “Semoga Ansor Jember bisa mengawali (taat kepada NU)”, terangnya (ary).
Jumat 26 Oktober 2007 14:58 WIB
MUI Belum Pastikan Karyawati Hilang Terkait Aliran Sesat
MUI Belum Pastikan Karyawati Hilang Terkait Aliran Sesat

Batam, NU Online
Ketua Majelis Ulama Indonesia Kepulauan Riau (MUI Kepri) belum memastikan hilangnya beberapa karyawati terkait dengan aliran Islam sesat Al Qiyadah.

"Sampai sekarang masih belum tahu apa ada kaitannya atau tidak, seperti yang terjadi di Jawa," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia Kepulauan Riau (MUI Kepri) Asyari Abbas usai peringatan HUT Otorita Batam di Batam, Jumat.

<>

Menurut Asyari, hilangnya Ade Irma tidak bisa langsung dikaitkan dengan ajaran yang ia anut. "Mungkin saja ada tindak kriminal murni dan lainnya, tidak bisa langsung vonis tanpa penyidikan yang benar," katanya.

Sedikitnya tiga karyawati Batam hilang sejak Minggu (7/10), yaitu Heni Fitriani (20) pekerja PT Yokogawa, Elmina Sari (20) pekerja PT Yokogawa dan Ade Irma S (20) pekerja PT Sanyo Precision.

Asyari mengatakan MUI Kepri masih menyelidiki dan memantau pergerakan aliran Islam sesat Al Qiyadah, terutama di Batam. Menurut Asyari, dari seluruh Kepri, penganut Al Qiyadah terbanyak di Batam, berjumlah puluhan orang. Sedangkan di Pulau Bintan, hanya beberapa orang.

Asyari mengatakan telah mengetahui keberadaan kelompok aliran sesat itu sejak dua tahun lalu, dan telah memberikan pengarahan kepada pemimpin aliran, Andi. "Tapi nampaknya aliran itu masih ada, meski tidak terlampau besar," katanya.

Menurut Asyari, kelompok itu terpencar di beberapa lokasi di Batam dan tidak memiliki kantor perwakilan. "Para penganut hanya berkumpul saat pengajian. Tempat mengajinya pun pindah-pindah," tambahnya.

Ia mengatakan aliran tersebut meresahkan karena mengganti dua kalimat syahadat dan tidak mewajibkan shalat lima waktu. "MUI pusat telah menyatakan aliran itu murtad," katanya. (ant/khf)

Jumat 26 Oktober 2007 14:55 WIB
Kakandepag Lebak Imbau Warga Jangan Terpengaruh Aliran Sesat
Kakandepag Lebak Imbau Warga Jangan Terpengaruh Aliran Sesat

Lebak, NU Online
Kepala Kantor Departemen Agama (Kakandepag) Kabupaten Lebak mengimbau warga jangan terpengaruh aliran Al Qiyadah Al Islamiyah yang dinyatakan sesat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Jika warga menemukan adanya ajakan aliran sesat di tengah masyarakat saya minta segera laporkan kepada aparat kepolisian setempat," kata Kakandepag, Kabupaten Lebak H Ahmat Saepudin, di Rangkasbitung, Jumat.

<>

Ia mengatakan, ajaran Al Qiyadah Al Islamiyah yang saat ini berkembang jelas-jelas sesat karena tidak mengakui keberadaan Nabi Muhamad SAW sebagai rosul juga tidak mewajibkan melaksanakan solat dan puasa.

Selain itu, kalimat syahadat berbeda dengan tidak menyebut Nabi Muhammad SAW. "Itu jelas-jelas  adanya penyimpangan akidah umat Islam,"katanya.

Menurut  dia, penyebaran aliran sesat di Kabupaten Lebak cukup berpotensi dan sangat memungkinkan untuk dimasuki mereka. Mengingat, wilayah Kabupaten Lebak begitu luas juga banyak daerah-daerah  terpencil.

Ia mencontohkan, aliran sesat Islam Sejati yang berkembang di Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak berada di daerah terpencil. "Saya minta kasus aliran sesat di Kabupaten Lebak jangan sampai kembali  terulang khususnya warga di daerah terpencil itu," ujarnya.

Ia menambahkan, sejauh ini ajaran Al Qiyadah Al Islamiyah di Kabupaten Lebak belum ditemukan, namun perlu diwaspadai adanya aliran sesat tersebut. Saat ini pihaknya menjalin kerjasama dengan para alim ulama, pondok pesantren dan organisasi massa Islam untuk mengantisipasi merebaknya aliran sesat. Sebab, tambahnya, ajaran sesat itu tidak bersumber pada hukum Al Quran dan Al Hadist. (ant/suh)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG