IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Prihatin Efek Negatif Medsos, Kamilah Gelar Kopdar


Rabu 6 Maret 2019 08:30 WIB
Bagikan:
Prihatin Efek Negatif Medsos, Kamilah Gelar Kopdar
Kopdar Kamilah
Lampung Timur, NU Online
Di era media sosial saat ini, tidak sedikit umat Islam khususnya warga NU yang mudah terprovokasi oleh informasi yang marak beredar. Di antara faktornya adalah ketidakpahaman mereka dengan perkembangan pergerakan ideologi keislaman serta kurangnya tabayun dalam memahami informasi yang tiap hari silih berganti.

Hal ini tentunya merugikan jama'ah atau warga NU itu diri sendiri dan juga jam'iyyah Nahdlatul Ulama yang sejak dari awal konsisten mengusung paham Ahlussunnah wal Jama'ah Al-Nahdliyyah.

"Faktanya, tidak sedikit sebagian alumni yang terbukti pernyataan-pernyataan dan pandangan keagamaannya justru terbawa pemikiran kelompok-kelompok yang memusuhi NU," demikian diungkapkan Ketua Umum Forum Kebangkitan Alumni Pesantren Miftahul Falah (Kamilah) M Rifai Aly pada acara Kopdar pengurus dan anggota di Margototo, Metro Kibang, Lampung Timur, Selasa (5/3).

Menghadapi fakta ini, Rifai memandang penting untuk dilakukan diskursus kajian keilmuan secara rutin. Hai ini dilakukan sebagai upaya mencegah dan mengantisipasi agar para alumni pesantren tidak terpengaruh oleh paham intoleran yang marak berkembang sekaligus sebagai sarana mengasah keilmuan.

Dasar inilah yang kemudian membuat Kamilah menggelar Forum Kopdar dengan mengusung tema Kamilah Anti Intoleransi iniForum Kopdar perdana ini menyoroti fenomena efek negatif medsos sekaligus mengajak segenap keluarga besar Kamilah untuk lebih waspada dan selektif dalam menerima berita dari medsos.

Kopdar yang juga dimanfaatkan untuk silaturahmi antar alumni ini diawali dengan shalat dzuhur berjama'ah dan dilanjutkan dengan bincang santai sambil minum kopi bersama.

"Kita sepakat hasil dari Kopdar berupa maklumat untuk para alumni ini nantinya akan kita sowankan ke Romo Kiai Muhtar Syaroni MS dan Romo Kiai Abdul Mukhit sebagai pesan kepada keluarga besar Kamilah agar tidak mengikuti paham atau organisasi yang bertentangan dengan Aswaja An-Nahdliyyah dan tetap menjaga rasa hormat dan takdzim kepada para ulama-ulama NU," ungkap Rifai kepada NU Online.

Hadir pada Kopdar tersebut segenap alumni Pesantren Miftahul Falah di antaranya Gus Rahmatul Izad, Gus Iwan Rifai, Gus mansur, Gus Muhtar Abrori, dan Neng Lisa. (Red: Muhammad Faizin)
Bagikan:
IMG
IMG