IMG-LOGO
Daerah

Prestasi Moncer, Alumnus Nuris Ini Diapresiasi Raja Thailand

Rabu 6 Maret 2019 9:0 WIB
Bagikan:
Prestasi Moncer, Alumnus Nuris Ini Diapresiasi Raja Thailand

Jember, NU Online
Cerita tentang prestasi alumni Pondok Pesantren Nuris, Antirogo, Jember, Jawa Timur tak pernah kering, baik di dalam negeri maupun di manca negara. Kali ini datang dari M. Ilzamunnabil. Pria kelahiran Banyuwangi, 27 Mei 1997 ini menjadi lulusan sarjana terbaik di Rajamangala University of Technology Srivijaya, Thailand seiring kesuksesannya meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3, 85. Atas prestaisnya itu,  Raja Thailand, Maha Vajiralongkom berkenan untuk memberikan gold medal kepada dia.

“Betul sesuai dengan WA dari dia, bahwa sudah ada pemberitahuan akan ada penyerahan medali kepada yang bersangkutan  bulan September mendatang,” tukas pengasuh Pondok Pesantren Nuris, Gus Robith Qashidi krpada NU Online di Nuris, Selasa (5/3).

Menurutnya, lulusan MA Unggulan Nuris tahun 2014 itu memang cukup tekun menempuh pendidikan. Tidak hanya di sekolah, tapi dia juga aktif berkegiatan ekstra dengan bimbingan Seksi Penjamin Mutu Pondok Pesantren Nuris.

“Kami memang mempunyai perangkat untuk menggali dan  meningkatkan minat dan bakat anak-anak, yaitu Seksi Penjamin Mutu. Dari situ mereka terus digembleng,” tambahnya.

Ilzam, saapaan akrabnya, tidak serta merta merengkuh  penghargaan di negeri orang. Awalnya, ia  harus berjuang mendapatkan beasiswa dari Kementerian Agama (Kemenag)  untuk kuliah diploma 2 di Thailand, dan itu dilaluinya dengan mulus. Setelah studi diplomanya selesai, Ilzam  memperoleh beasiswa lagi dari SBPAC (Southern Border Provice Administrative Centre) untuk melanjutkan studi sarjananya.

“Karena IPK-nya selalu tertinggi, dia setiap semester mendapat penghargaan dari rektor, dan  juga dapat penghargaan sebagai mahasiswa teladan,” tuturnya.

Ilzam saat ini tinggal di kota Nakhon si Tammarat, Thailand. Ia mengambil jurusan Plant Science Programme Faculty of Agriculture di Rajamangala University of Technology Srivijaya.  Awal Desember 2018 lalu skripsinya yang berjudul Phytochemical Screening and Bioactivity of Piper Nigrum Seed Extract Against Sitophilus Oryzae, rampung.

“Semoga prestasi Ilzam bisa menginspirasi santri lainnya untuk menjadi yang terbaik. Sebab, semua santri sama-sama mempuyai potensi unggul, cuma tinggal bagaimana mengasah potensi itu,” urainya. (Aryudi AR)  

Tags:
Bagikan:
Rabu 6 Maret 2019 23:45 WIB
LAZISNU Jombang Kembali Dapat Amanah Donatur Non Muslim
LAZISNU Jombang Kembali Dapat Amanah Donatur Non Muslim
anak yatim (foto: ist)
Jombang, NU Online
Pengurus Cabang (PC) Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jombang, Jawa Timur kembali mendapat kepercayaan dari non Muslim untuk menyalurkan donasinya, setelah sebelumnya juga mendapatkan kepercayaan yang serupa.

Kali ini LAZISNU di Kota Santri tersebut memperoleh transfer uang senilai Rp 8 juta melalui rekening bank yang dikelola LAZISNU. "LAZISNU kembali dapat amanah dari donatur non Muslim," kata Direktur PC LAZISNU Jombang, Ahmad Zainudin, Rabu (6/3).

Dana tersebut diamanahkan untuk ditasarufkan kepada anak yatim yang pahalanya diwashilahkan untuk almarhum ayahnya, Liang a Hwan dan ibunya yang masih hidup, Yong Von Hoy. "Orangtuanya ini juga non Muslim," ujar pria yang kerap disapa Gok Din ini.

Ditanya soal identitas pengirim donasi, Gok Din menuturkan, dirinya tidak mau menyebutnya. Si pengirim hanya menitipkan donasi untuk diberikan kepada anak yatim dan pahalanya diwashilahkan untuk kedua orangtuanya. Diketahui, keluarga tersebut berasal dari Thionghoa, namun saat ini si pengirim berdomisili di Singapura.

"Orangnya (donatur, red) tidak mau nyebut nama," jelas pria yang juga dosen di Universitas KH A Wahab Hasbullah (Unwaha) Tambakberas Jombang ini.

Gok Din memaparkan, donatur yang bersangkutan sebelumnya juga pernah menitipkan donasinya untuk ditasarufkan kepada anak yatim melalui LAZISNU Jombang, dan telah disalurkan sesuai amanah donatur.

Begitu juga dengan donasi yang baru diterimanya, LAZISNU akan memberikan donasi tersebut dengan sebaik mungkin. Terlebih LAZISNU memang memiliki program santunan anak yatim. Program santun itu juga dilakukan secara istiqamah. (Syamsul Arifin/Muiz)
Rabu 6 Maret 2019 19:0 WIB
Teruslah Berpegang pada Aswaja yang Diajarkan Ulama
Teruslah Berpegang pada Aswaja yang Diajarkan Ulama
Tabligh akbar dan harlah NU di Pontianak.
Pontianak, NU Online
Pengurus Wilayah  Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar pengajian yang dipusatkan di Pontianak Convention Centre (PCC) Kota Pontianak, Selasa (5/3) malam.

KH Syahrul Yadi mewakili PWNU Kalbar sangat bangga karena undangan jamaah. “Alhamdulillah bisa dapat disambut antusias oleh seramai jamaah yang hadir. Semoga jamaah mendapatkan berkah dari pengajian para ulama,” katanya.

Bahasan selaku Wakil Wali Kota Pontianak mengucapkan selamat datang kepada Gus Muwafiq di bumi khatulistiwa, Kota Pontianak. “Pemerintah Kota Pontianak sangat welcome dan mendukung penuh dengan adanya kegiatan kerohanian seperti ini,” katanya. Dirinya berharap ke depannya Kota Pontianak tetap mendapat dukungan moril dari Nahdlatul Ulama (NU). 

Gus Muwafiq atau KH Ahmad Muwafiq mengemukakan bahwa orang NU tidak akan pernah bosan memperingati hari lahirnya.
Menurutnya, NU selalu mengikuti zaman karena mengacu dari ulama Nusantara yang telah memperjuangkan terbentuknya organisasi terbesar di dunia. “Jika orang di luar NU di sana bisa mengafirkan seseorang sambil teriak takbir. Kita orang NU ya paling Allahu Akbar seperti orang shalat,” ungkapnya. 

Tantangan menjadi orang NU harus sabar. Hal tersebut diibaratkan dengan kisah bergurunya KH M Hasyim Asy’ari kepada Syaikhana Khalil Bangkalan. “Yang ada di benak Mbah Hasyim adalah ridha dan senang hati serta taat akan perintah gurunya,” katanya.

Selanjutnya, Gus Muwaffiq mengemukakan betapa beruntung sebagai pengikut ulama dan mengenal ajaran Ahlussunnah wal Jamaah atau Aswaja. “Al-ulamau warasatul ambiya bahwa ulama sebagai pewaris para nabi, maka kita harus bersyukur sebab perantara ulama,” jelasnya. 

Menurutnya, orang yang bertemu Rasulullah sangat bahagia hidupnya dan disebut sebagai sahabat. “Sepeninggal Rasulullah ada namanya tabiin yang dilanjut pengikutnya tabiit tabiin. Sampai ke generasi ulama Indonesia, kita bisa mengenal Rasulullah,” ulasnya.

Dalam pandangannya, semua akan menjadi warga NU. “Karena apa yang menjadi amaliah nahdliyin diikuti oleh orang orang di luar sana yang hanya mengubah cara,” katanya. Akan tetapi mereka beramaliah sama dengan orang NU. Oleh sebab itu teruslah berpegang teguh pada aliran Aswaja yang diajarkan ulama, lanjutnya.

Sebelum doa, Gus Muwafiq menghibur jamaah dengan menyanyikan lagu. Setelah itu dirinya mempersilakan Ustadz Zulfikar Basyaiban agar menghibur jamaah dengan shalawatan yang diteruskan Veve Zulfikar.

Kegiatan dihadiri ribuan jamaah. Termasuk Rais PWNU Kalbar H Syahrul Yadi, Ketua PWNU H Hildi Hamid. Juga bergabung Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Pontianak KH Rustamaji, Ketua PCNU Pontianak H Ahmad Faruki, Rais PCNU Kubu Raya KH Zamroni Hasan, Tanfidziyah PCNU Kubu Raya KH Abdussalam, HTohidin dari PCNU Sanggau. 

Tampak pula KH Ismail Ghofur sebagai Rais MWCNU Rasau Jaya, KH Zainuddin Asyari selaku Ketua PW RMI NU Kalbar, M Nurdin yang juga Ketua GP Ansor Kalbar dan Banom NU se-Kalbar.

Ada pula PC Ansor se-Kalbar beserta Satkorwil Banser Ansoruna,  H Syukiryanto IKBM Kalbar, MWC NU se-Kubu Raya dan tamu undangan dari luar Kalimantan seperti LPBINU Jawa Timur, PCNU Jember dan PCNU Pamekasan. (Ulil/Muliji/Ibnu Nawawi)

Rabu 6 Maret 2019 18:30 WIB
Gus Muwafiq: Bila Ingin Sukses, Perhatikan Perempuan
Gus Muwafiq: Bila Ingin Sukses, Perhatikan Perempuan
Gus Muwafiq di Mempawah, Kalimantan Barat.
Mempawah, NU Online
Kali pertama di Kota Mempawah, Kalimantan Barat diselenggarakan istighosah dan tabligh akbar. Kegiatan dipusatkan di Masjid Al-Falah, Mempawah Hilir, Mempawah dan dihadiri bupati, kepala Kemenag dan tokoh agama setempat.

Ketua Panitia, Aripin Harahap, menuturkan bahwa kegiatan berjalan lancar dan aman. “Terlebih lagi penanggung jawab kegiatan ini Didik Dwi Santoso selaku Kapolres Mempawah,” katanya, Rabu (6/3). 

Bupati Mempawah Gusti Ramlana mengatakan bahwa masyarakat sangat bahagia menyambut kedatangan Gus muwaffiq. Lebih menarik lagi hiasan dari rangkaian acara yaitu pembacaan tilawatil Al-Qur'an oleh Brigadir Asep Prayoga.

KH Ahmad Muwafiq atau yang lebih akrab disapa Gus Muwaffiq mengingatkan kepada Bupati Mempawah terlebih khusus kepada masyarakat untuk lebih perhatian kepada perempuan.

"Karena suksenya negara adalah karena perempuan, apalagi di Kota Mempawah kalau ingin sukses berikan ruang untuk perempuan," papar Gus Muwafiq.

Dalam pandangannya, konsep baladil amin perlu dipertahankan karena sebelum Indonesia menjadi negara, konsepnya sudah ada dan menjadi warisan asli bangsa Indonesia.

“Hizbut Tahrir tidak cocok di Indonesia. Konsep yang baladil amin sangat cocok dengan bendera Indonesia yakni merah putih. Boleh mengibarkan bendera apa saja seperti bendera sepak bola, tetapi jangan sampai di atas sang saka merah putih atau meniadakan bendara Indonesia,” jelasnya. 

Dirinya pun mengimbau agar tetap menjaga persatuan dan merawat kebinekaan.

Usai cemarah, kegiatan dilanjutkan istighosah yang dipimpin Gus muwafiq. Seketika suasana di dalam masjid penuh dengan ketenangan serta khusyuk. 

Kegiatan juga dihadiri mahasiswa, PMII, Ansor, santri dan organisasi kepemudaan lain. (Musleh/Ibnu Nawawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG