IMG-LOGO
Daerah

Berjuang di NU Sama dengan Berjuang untuk Rasulullah

Kamis 7 Maret 2019 7:0 WIB
Bagikan:
Berjuang di NU Sama dengan Berjuang untuk Rasulullah
Halaqah Aswaja di MWCNU Ketanggungan, Brebes
Brebes, NU Online
Pengasuh Pesantren Nahdlatul Ummah, Buntet Cirebon Jawa Barat KH Muhammad Abbas Billy Yachsy Fuad Hasyim menandaskan, berjuang untuk Nahdlatul Ulama sama dengan berjuang buat Rasulullah. Untuk itu, jangan sampai mlempem dalam berkhidmah di NU. Kobarkan terus semangat dan hidup-hidupkan Nahdlatul Ulama, jangan sampai padam.

Demikian disampaikan Kiai Abbas Fuad Hasyim saat halaqah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di halaman Gedung NU Padakaton, Ketanggungan Brebes, Jawa Tengah, Rabu (6/3). "Pengurus NU dan Pimpinan Banom serta Nahdliyin harus berani membela NU tanpa tawar menawar. Karena Nahdlatul Ulama adalah Wadah Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah yang terbesar di dunia yang menegakan Agama dan NKRI," tandasnya. 

Ketua Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Ketanggungan H Slamet menjelaskan, digelarnya halaqah Aswaja untuk memperkuat pemahaman Ahlussunah Wal Jama'ah An-Nahdliyah bagi anggota NU di seluruh jajaran Pengurus MWC, Ranting NU dan banom NU.
 
Haji Slamet juga memberi semangat kepada seluruh peserta agar bahu membahu merampungkan pembangunan Gedung baru MWC NU Ketanggungan sudah mencapai 80 persen. 

“Bila semua elemen NU bisa bahu membahu membantu Pembangunan Gedung MWC NU, saya yakin bisa sampai 100 persen dalam waktu yang tidak terlalu lama, sehingga bisa menjadi pusat kegiatan NU dan banomnya,” tandas haji Slamet.

Ketua Panitia Halaqah Aswaja Agus Syukron Al-Hafidz kepada NU Online mengatakan, halaqah Aswaja terselenggara atas kerjasama semua Banom NU, dan kader Penggerak NU di Kecamatan Ketanggungan. (Wasdiun/Muiz
Tags:
Bagikan:
Kamis 7 Maret 2019 23:0 WIB
15 Ribu Guru NU Bakal Meriahkan Rakernas Pergunu di Lampung
15 Ribu Guru NU Bakal Meriahkan Rakernas Pergunu di Lampung
Ilustrasi (Ist.)
Bandarlampung, NU Online
Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-3 sekaligus memperingati Hari Lahir badan otonom NU ini yang ke-62 tahun 2019.

Provinsi Lampung akan menjadi tuan rumah ajang level nasional yang akan dilaksanakan tiga mulai pada 29-31 Maret 2019.

Ketua panitia pelaksana, Ihsan Mushtofa mengatakan, acara pembukaan Rakernas akan dipusatkan di lapangan Way Dadi Sukarame, Bandarlampung. Pembukaan akan dihadiri oleh lebih kurang 15 ribu guru NU di Provinsi Lampung.

"Rakernas akan dibuka langsung oleh Presiden RI H. Joko Widodo, dilanjutkan rapat kerja dengan peserta dari perwakilan provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia," jelasnya saat rapat persiapan teknis dan strategis Rakernas di ruang rapat Dekanat Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung, Kamis (7/3).

Ihsan menambahkan bahwa lebih kurang 1000 peserta akan mengikuti Rakernas yang akan dipusatkan di Islamic Centre Rajabasa, Bandarlampung.

Pergunu terang Ihsan merupakan badan otonom NU yang menangani para guru, ustadz-ustadzah, dan dosen baik pada lembaga pendidikan formal, non formal dan informal.

Memeriahkan Rakernas, panitia telah menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan di antaranya pagelaran seni budaya Islam, pawai budaya, bazar dan sejenisnya.

Diakhir acara Rakernas, panitia juga sudah menyiapkan agenda city tour yang akan diisi dengan kunjungan para peserta ke beberapa lokasi wisata populer di Provinsi Lampung. (Red: Muhammad Faizin)
Kamis 7 Maret 2019 22:0 WIB
Keanekaragaman Justru Menyatukan Bangsa Indonesia
Keanekaragaman Justru Menyatukan Bangsa Indonesia
Gus Muwafiq di rumah dinas Wali Kota Singkawang, Kalbar.
Singkawang, NU Online
Kedatangan KH Ahmad Muwafiq di Kota Singkawang, Kalimantan Barat disambut meriah. Bahkan Gus Muwafiq, sapaan akrabnya bersama rombongan diterima di rumah dinas Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie.

“Indonesia adalah negara yang terdiri dari keanekaragaman suku dan bahasa, serta budaya yang bersatu menjadi bangsa,” katanya, Rabu (6/3).

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan hasil Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Kota Banjar, Jawa Barat. 

“Di Indonesia juga terdiri dari berbagai agama. Selain Islam tidak boleh disebut kafir, tapi cukup disebut dengan nonmuslim,” jelasnya.

Menurut Gus Muwafiq, kita hidup di zaman milenial dan modern yang semua dapat dilakukan dengan mudah. “Sehingga generasi milenial dapat melakukan apa saja dan bisa menembus apa saja,” ungkapnya.

Kedatangan Gus Muwafiq di Kota Singkawang adalah untuk acara Tablig Akbar dan Shalawat Bersama dengan tema Merajut Persatuan Merawat Kebinekaan yang dilaksanakan di halaman Kantor Wali Kota Singkawang. (Bayu/Ibnu Nawawi)

Kamis 7 Maret 2019 21:0 WIB
Terus Semangat Belajar Sembari Berharap Ridla Allah
Terus Semangat Belajar Sembari Berharap Ridla Allah
Wisuda di Pesantren Darul Falah, Besongo, Semarang.
Semarang, NU Online
Jangan pernah sampai berhenti belajar. Di manapun berada, tempat, dan dalam segala apapun posisinya. Menjadi orang yang selalu belajar akan mengantarkan menjadi pintar.

Demikian disampaikan pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Besongo, Kota Semarang, Jawa Tengah, KH Imam Taufiq pada acara ramah tamah wali santri dan dua puluh tiga santri wisudawan dan wisudawati di pesantren setempat. Kegiatan dipusatkan di aula Madsasah Diniyah Raudlotul Jannah, Rabu (6/3).

“Kalau sudah tidak belajar, pasti sudah tidak pintar. Tidak harus melihat levelnya di manapun kita belajar pasti jadi orang pintar,” katanya.

Takaran kepintaran juga tak hanya dilihat dari seberapa jauh ia belajar, namun seberapa banyak mendapat keberkah dari ilmu tersebut. “Sejauh apapun kalian belajar, jangan lupa untuk berdoa dan mencari ridla Allah. Agar ilmu yang kita peroleh dapat berkah dan manfaat,” ungkap Wakil Rektor II Universitas Islam Negri (UIN) Walisongo tersebut.

Menurutnya, kalau belajar titipkan hati, pikiran dan niat hanya kepada Allah dengan cara mencari ridla-Nya  “Kalau ilmunya tambah, belajarnya tambah sungguh-sungguh, jabatannya tambah, dan gelarnya tambah. Akan tetapi, bila tidak tambah dekat kepada Allah, maka akan jauh dari ridla Allah,” tandas Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Jawa Tengah tersebut. (Rizal/Ibnu Nawawi)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG