IMG-LOGO
Daerah

NU Depok Ajak Masyarakat Fungsikan Masjid sebagai Penyejuk Umat

Kamis 7 Maret 2019 11:15 WIB
Bagikan:
NU Depok Ajak Masyarakat Fungsikan Masjid sebagai Penyejuk Umat
Depok, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok mengajak kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk mubaligh, dai, dan khotib untuk memfungsikan masjid sebagai sarana penyejuk kehidupan masyarakat dan umat.

"Jangan sampai saat ini bisa umat terpecah belah karena beda politik. Kita berharap dengan kembali ke masjid bisa memperkuat ukhuwah Islamiyah dan kebangsaan. Di masjid bisa beribadah dengan nyaman tanpa ada perpecahan," ujarnya Ketua PCNU Kota Depok Ustadz Achmad Solechan pekan lalu.

Hal itu ia sampaikan saat kegiatan Diklat Manajemen Masjid Pengurus DKM se-Kecamatan Tapos Depok, Jawa Barat bertema Revitalisasi Peran dan Fungsi Masjid Sebagai Pusat Penyebaran Islam Rahmatan lil 'Alamin.

Menurutnya, sudah saatnya para pengurus masjid dan para khotib jumat dalam menyampaikan materi berdimensi untuk memperkuat persaudaraan. Dengan kata lain, lanjutnya, mengedepankan dakwah dengan kelembutan dan rahmatan lil 'alamin.

"Tentunya dengan pengelolaan manajemen masjid yang baik akan berpengaruh pada pemberdayaan umat. Program Diklat Manajemen Masjid yang diselenggarakan NU Depok ini keliling 11 Kecamatan," paparnya.

Ia menambahkan sejumlah materi yang diberikan bagi para muharrik atau pengurus DKM seperti, manajemen pengelolaan masjid, strategi memakmurkan masjid, Aswaja dll. Tidak hanya berhenti pada pelatihan saja, pihaknya juga akan mengadakan kegiatan program Bersih Bersih Masjid (BBM) keliling di masjid Depok.

"Tiap hari tim BBM PCNU Depok ini tiap hari akan keliling untuk bersih-bersih di masjid-masjid Depok. Tidak hanya itu saja, ke depan NU Depok juga akan menyelenggarakan pelatihan metodologi tahfidz Al-Qur'an," tandasnya. 


Ketua LTMNU Depok Rudi S. Halimi mengungkapkan dalam acara tersebut dihadiri perwakilan 30 masjid se-Kecamatan Tapos. Dirinya berharap pelatihan saat ini bisa memberikan pembekalan bagi para pengurus.

"Harapannya agar para Pengurus DKM yang mengikuti pelatihan ini bisa memperdayakan masjid di Kecamatan Tapos," harapnya. 

Dalam kesempatan tersebut pemateri dari tim PCNU dan LTMNU Kota Depok. Seusai acara dilanjutkan dengan Rencana Tindak Lanjut oleh peserta. (Aan Humaidi/Fathoni)
Tags:
Bagikan:
Kamis 7 Maret 2019 23:0 WIB
15 Ribu Guru NU Bakal Meriahkan Rakernas Pergunu di Lampung
15 Ribu Guru NU Bakal Meriahkan Rakernas Pergunu di Lampung
Ilustrasi (Ist.)
Bandarlampung, NU Online
Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-3 sekaligus memperingati Hari Lahir badan otonom NU ini yang ke-62 tahun 2019.

Provinsi Lampung akan menjadi tuan rumah ajang level nasional yang akan dilaksanakan tiga mulai pada 29-31 Maret 2019.

Ketua panitia pelaksana, Ihsan Mushtofa mengatakan, acara pembukaan Rakernas akan dipusatkan di lapangan Way Dadi Sukarame, Bandarlampung. Pembukaan akan dihadiri oleh lebih kurang 15 ribu guru NU di Provinsi Lampung.

"Rakernas akan dibuka langsung oleh Presiden RI H. Joko Widodo, dilanjutkan rapat kerja dengan peserta dari perwakilan provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia," jelasnya saat rapat persiapan teknis dan strategis Rakernas di ruang rapat Dekanat Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung, Kamis (7/3).

Ihsan menambahkan bahwa lebih kurang 1000 peserta akan mengikuti Rakernas yang akan dipusatkan di Islamic Centre Rajabasa, Bandarlampung.

Pergunu terang Ihsan merupakan badan otonom NU yang menangani para guru, ustadz-ustadzah, dan dosen baik pada lembaga pendidikan formal, non formal dan informal.

Memeriahkan Rakernas, panitia telah menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan di antaranya pagelaran seni budaya Islam, pawai budaya, bazar dan sejenisnya.

Diakhir acara Rakernas, panitia juga sudah menyiapkan agenda city tour yang akan diisi dengan kunjungan para peserta ke beberapa lokasi wisata populer di Provinsi Lampung. (Red: Muhammad Faizin)
Kamis 7 Maret 2019 22:0 WIB
Keanekaragaman Justru Menyatukan Bangsa Indonesia
Keanekaragaman Justru Menyatukan Bangsa Indonesia
Gus Muwafiq di rumah dinas Wali Kota Singkawang, Kalbar.
Singkawang, NU Online
Kedatangan KH Ahmad Muwafiq di Kota Singkawang, Kalimantan Barat disambut meriah. Bahkan Gus Muwafiq, sapaan akrabnya bersama rombongan diterima di rumah dinas Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie.

“Indonesia adalah negara yang terdiri dari keanekaragaman suku dan bahasa, serta budaya yang bersatu menjadi bangsa,” katanya, Rabu (6/3).

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan hasil Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Kota Banjar, Jawa Barat. 

“Di Indonesia juga terdiri dari berbagai agama. Selain Islam tidak boleh disebut kafir, tapi cukup disebut dengan nonmuslim,” jelasnya.

Menurut Gus Muwafiq, kita hidup di zaman milenial dan modern yang semua dapat dilakukan dengan mudah. “Sehingga generasi milenial dapat melakukan apa saja dan bisa menembus apa saja,” ungkapnya.

Kedatangan Gus Muwafiq di Kota Singkawang adalah untuk acara Tablig Akbar dan Shalawat Bersama dengan tema Merajut Persatuan Merawat Kebinekaan yang dilaksanakan di halaman Kantor Wali Kota Singkawang. (Bayu/Ibnu Nawawi)

Kamis 7 Maret 2019 21:0 WIB
Terus Semangat Belajar Sembari Berharap Ridla Allah
Terus Semangat Belajar Sembari Berharap Ridla Allah
Wisuda di Pesantren Darul Falah, Besongo, Semarang.
Semarang, NU Online
Jangan pernah sampai berhenti belajar. Di manapun berada, tempat, dan dalam segala apapun posisinya. Menjadi orang yang selalu belajar akan mengantarkan menjadi pintar.

Demikian disampaikan pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Besongo, Kota Semarang, Jawa Tengah, KH Imam Taufiq pada acara ramah tamah wali santri dan dua puluh tiga santri wisudawan dan wisudawati di pesantren setempat. Kegiatan dipusatkan di aula Madsasah Diniyah Raudlotul Jannah, Rabu (6/3).

“Kalau sudah tidak belajar, pasti sudah tidak pintar. Tidak harus melihat levelnya di manapun kita belajar pasti jadi orang pintar,” katanya.

Takaran kepintaran juga tak hanya dilihat dari seberapa jauh ia belajar, namun seberapa banyak mendapat keberkah dari ilmu tersebut. “Sejauh apapun kalian belajar, jangan lupa untuk berdoa dan mencari ridla Allah. Agar ilmu yang kita peroleh dapat berkah dan manfaat,” ungkap Wakil Rektor II Universitas Islam Negri (UIN) Walisongo tersebut.

Menurutnya, kalau belajar titipkan hati, pikiran dan niat hanya kepada Allah dengan cara mencari ridla-Nya  “Kalau ilmunya tambah, belajarnya tambah sungguh-sungguh, jabatannya tambah, dan gelarnya tambah. Akan tetapi, bila tidak tambah dekat kepada Allah, maka akan jauh dari ridla Allah,” tandas Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Jawa Tengah tersebut. (Rizal/Ibnu Nawawi)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG