IMG-LOGO
Daerah

Keanekaragaman Justru Menyatukan Bangsa Indonesia

Kamis 7 Maret 2019 22:0 WIB
Bagikan:
Keanekaragaman Justru Menyatukan Bangsa Indonesia
Gus Muwafiq di rumah dinas Wali Kota Singkawang, Kalbar.
Singkawang, NU Online
Kedatangan KH Ahmad Muwafiq di Kota Singkawang, Kalimantan Barat disambut meriah. Bahkan Gus Muwafiq, sapaan akrabnya bersama rombongan diterima di rumah dinas Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie.

“Indonesia adalah negara yang terdiri dari keanekaragaman suku dan bahasa, serta budaya yang bersatu menjadi bangsa,” katanya, Rabu (6/3).

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan hasil Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Kota Banjar, Jawa Barat. 

“Di Indonesia juga terdiri dari berbagai agama. Selain Islam tidak boleh disebut kafir, tapi cukup disebut dengan nonmuslim,” jelasnya.

Menurut Gus Muwafiq, kita hidup di zaman milenial dan modern yang semua dapat dilakukan dengan mudah. “Sehingga generasi milenial dapat melakukan apa saja dan bisa menembus apa saja,” ungkapnya.

Kedatangan Gus Muwafiq di Kota Singkawang adalah untuk acara Tablig Akbar dan Shalawat Bersama dengan tema Merajut Persatuan Merawat Kebinekaan yang dilaksanakan di halaman Kantor Wali Kota Singkawang. (Bayu/Ibnu Nawawi)

Bagikan:
Kamis 7 Maret 2019 23:0 WIB
15 Ribu Guru NU Bakal Meriahkan Rakernas Pergunu di Lampung
15 Ribu Guru NU Bakal Meriahkan Rakernas Pergunu di Lampung
Ilustrasi (Ist.)
Bandarlampung, NU Online
Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-3 sekaligus memperingati Hari Lahir badan otonom NU ini yang ke-62 tahun 2019.

Provinsi Lampung akan menjadi tuan rumah ajang level nasional yang akan dilaksanakan tiga mulai pada 29-31 Maret 2019.

Ketua panitia pelaksana, Ihsan Mushtofa mengatakan, acara pembukaan Rakernas akan dipusatkan di lapangan Way Dadi Sukarame, Bandarlampung. Pembukaan akan dihadiri oleh lebih kurang 15 ribu guru NU di Provinsi Lampung.

"Rakernas akan dibuka langsung oleh Presiden RI H. Joko Widodo, dilanjutkan rapat kerja dengan peserta dari perwakilan provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia," jelasnya saat rapat persiapan teknis dan strategis Rakernas di ruang rapat Dekanat Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung, Kamis (7/3).

Ihsan menambahkan bahwa lebih kurang 1000 peserta akan mengikuti Rakernas yang akan dipusatkan di Islamic Centre Rajabasa, Bandarlampung.

Pergunu terang Ihsan merupakan badan otonom NU yang menangani para guru, ustadz-ustadzah, dan dosen baik pada lembaga pendidikan formal, non formal dan informal.

Memeriahkan Rakernas, panitia telah menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan di antaranya pagelaran seni budaya Islam, pawai budaya, bazar dan sejenisnya.

Diakhir acara Rakernas, panitia juga sudah menyiapkan agenda city tour yang akan diisi dengan kunjungan para peserta ke beberapa lokasi wisata populer di Provinsi Lampung. (Red: Muhammad Faizin)
Kamis 7 Maret 2019 21:0 WIB
Terus Semangat Belajar Sembari Berharap Ridla Allah
Terus Semangat Belajar Sembari Berharap Ridla Allah
Wisuda di Pesantren Darul Falah, Besongo, Semarang.
Semarang, NU Online
Jangan pernah sampai berhenti belajar. Di manapun berada, tempat, dan dalam segala apapun posisinya. Menjadi orang yang selalu belajar akan mengantarkan menjadi pintar.

Demikian disampaikan pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Besongo, Kota Semarang, Jawa Tengah, KH Imam Taufiq pada acara ramah tamah wali santri dan dua puluh tiga santri wisudawan dan wisudawati di pesantren setempat. Kegiatan dipusatkan di aula Madsasah Diniyah Raudlotul Jannah, Rabu (6/3).

“Kalau sudah tidak belajar, pasti sudah tidak pintar. Tidak harus melihat levelnya di manapun kita belajar pasti jadi orang pintar,” katanya.

Takaran kepintaran juga tak hanya dilihat dari seberapa jauh ia belajar, namun seberapa banyak mendapat keberkah dari ilmu tersebut. “Sejauh apapun kalian belajar, jangan lupa untuk berdoa dan mencari ridla Allah. Agar ilmu yang kita peroleh dapat berkah dan manfaat,” ungkap Wakil Rektor II Universitas Islam Negri (UIN) Walisongo tersebut.

Menurutnya, kalau belajar titipkan hati, pikiran dan niat hanya kepada Allah dengan cara mencari ridla-Nya  “Kalau ilmunya tambah, belajarnya tambah sungguh-sungguh, jabatannya tambah, dan gelarnya tambah. Akan tetapi, bila tidak tambah dekat kepada Allah, maka akan jauh dari ridla Allah,” tandas Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Jawa Tengah tersebut. (Rizal/Ibnu Nawawi)
Kamis 7 Maret 2019 20:0 WIB
Aktivis Rijalul Ansor Diingatkan Istikamah Agar Kaderisasi Sesuai Harapan
Aktivis Rijalul Ansor Diingatkan Istikamah Agar Kaderisasi Sesuai Harapan
Rutinan Rijalul Ansor PAC GP Ansor Kedungbanteng, Banyumas, Jateng.
Banyumas, NU Online
Organisasi akan eksis ketika kader bergerak dengan istikamah meski dengan kuantitas yang sedikit. Istikamah menjadi kunci eksistensi organisasi yang dinamis karena didukung dengan keaktifan dan partisipasi anggota.

Hal itu disampaikan Husni Mubarok, Ketua Rijalul Ansor Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kedungbanteng, Banyumas, Jawa Tengah saat rutinan di Kutaliman, Rabu (6/3) malam.

Husni menyampaikan, prinsip berorganisasi dalam Ansor harus dilandasi dengan kepeloporan. Mengingat bahwa Ansor menjadi organisasi kader yang terus bergerak secara kontinyu sesuai kondisi lokal.

“Kader Ansor perlu istikamah dalam menjalankan roda organisasi agar seiring berjalan dengan proses kaderisasi. Memperkuat internalisasi nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan mengembangkan potensi kader untuk lebih berdaya saing,” katanya.

Untuk itu, lanjut Husni antar kader harus saling menguatkan satu sama lain. Agar gerak langkah bisa seiring berjalan. Sehingga sekecil apapun kegiatan harus didukung bersama untuk sukses organisasi.

“Mari kita sengkuyung (dukung) bersama rutinan Rijalul Ansor ini, sebagai sarana memperkaya keilmuan melalui kajian dan keorganisasian dengan aktif rutinan,” tandasnya.

Acara diisi dengan kajian fiqih oleh Ustadz Abu Laits yang juga Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kedungbanteng. Ia mengkaji bab thaharah tentang tata cara bersuci dari hadas dan tata cara membuang najis secara benar dari tinjauan fiqih.

Rutinan Rijalul Ansor Kutaliman dilaksanakan selapanan sekali dengan tema kajian yang variatif. Acara diawali dengan pembacaan ratibul hadad dan shalawat bersama, kajian, dan diakhiri dengan musyawarah.
(Musmuallim Ma’arif/Ibnu Nawawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG