IMG-LOGO
Daerah

Teliti Peran Muslim dalam Pemilu, Universitas dari Singapura ini Kunjungi NU Demak

Jumat 8 Maret 2019 17:00 WIB
Teliti Peran Muslim dalam Pemilu, Universitas dari Singapura ini Kunjungi NU Demak
Kunjungan RSIS NTU Singapura ke PCNU Demak
Demak, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Demak, Jawa Tengah menerima kunjungan dari Rajaratnam School Of International Studies Nanyang Technological University Singapura (RSIS NTU), Kamis (7/3) siang. Rombongan dipimpin oleh Prof Leonard Sebastian dan didampingi Syafiq Hasyim dari PBNU beserta rombongan dari Jakarta.

Rombongan diterima oleh jajaran Pengurus Cabang NU Demak di antaranya H Abdurrahman Kasdi, H Abdullah Zaini, A. Shiddiq S, K. Yatin Ch, dan Khoiri. Ikut hadir dalam pertemuan tersebut salah satu komisioner KPU Demak, Nur Hidayah.

Menurut Prof Leonard Sebastian, agenda utama kunjungan tersebut adalah untuk melakukan penelitian dan mengetahui peranan umat Islam dalam pesta demokrasi pemilu 2019 dan mendiskusikan tentang perkembangan pemilu khususnya di Provinsi Jawa Tengah.

“Bahwa posisi umat Islam dalam Pemilu 2019 ini sangat strategis, terutama pemilih dari NU. Sehingga kesempatan ini perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya," tegasnya.

Sementara Syafiq Hayim menjelaskan bahwa rombongan akan melakukan kunjungan di beberapa wailayah yang menjadi basis pemilih umat Islam. Demak dipilih karena kuatnya jama'ah dan jam'iyyah NU di Kota Wali tersebut.

"Kami beserta rombongan akan keliling di basis pemilih umat Islam terbesar terutama basis NU untuk mengetahui lebih dalam," terangnya.

Mewakili Ketua PCNU Demak, H.Abdurohman Kasdi mengatakan, Demak merupakan kota yang damai, dengan pemilih yang mayoritas dari kalangan santri. Hal ini karena keluasan dalam memahami agama dan kultur yang berkembang di Demak.

Kondisi di Demak menurutnya adem ayem menghadapi Pemilu ini. Informasi hoaks di Demak tegasnya tidak bakal laku ditambah lagi peran Kiai NU di Kabupaten Demak yang sangat menentukan tipologi para santri dan pemilih Muslim.

“NU di Demak sangat mapan, santri masih taat dan patuh sama kiainya, sehingga tidak mudah goyah dengan informasi informasi hoaks, tandasnya. (A. Shiddiq Sugiarto/Muhammad Faizin)
Bagikan:
IMG
IMG