IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Asah Kemampuan Siswa SD/MI, Pelajar NU Kademangaran Tegal Gelar Try Out USBN

Sabtu 9 Maret 2019 18:0 WIB
Bagikan:
Asah Kemampuan Siswa SD/MI, Pelajar NU Kademangaran Tegal Gelar Try Out USBN
Try Out USBN bagi siswa SD/MI di Tegal, Jateng
Tegal, NU Online
Dalam rangka mengasah kemampuan siswa guna menghadapi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tahun 2019 bagi siswa SD/MI, IPNU-IPPNU Kademangaran Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis (7/3/) menggelar try Out USBN 2019 bekerjasama dengan SMP NU 01 Dukuhturi dan diikuti oleh 300 peserta dari 15 SD/MI se-Kecamatan Dukuhturi.

Ketua IPPNU Kademangaran Fakhmia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk membantu pelajar dalam mengasah kemampuan dan potensi siswa kelas 6 dalam menghadapi Ujian Sekolah Berstandar Nasional tahun 2019, dan memberikan rumusan pada pelajar tentang cara cepat dan tepat dalam mengerjakan UN. "Tujuan diadakan try out yakni untuk mengetahui kemampuan siswa, sejauh mana mereka menyerap pelajaran yang sudah disampaikan di SD/MI masing-masing, sehingga dapat memotivasi siswa untuk terus belajar, menuju sukses USBN," tandasnya.

Ketua IPNU Kademangaran Zakaria Ansor menambahkan, kegiatan try out bagi siswa SD/MI merupakan program rutin IPNU IPPNU Kademangaran. "Alhamdulillah kegiatan ini sudah berjalan 3 kali berturut-turut diprogramkan oleh IPNU-IPPNU Kademangaran. Harapannya mereka bisa mendapat nilai USBN yang memuaskan sesuai harapan semuanya," ungkapnya.

Menurutnya, materi try out diambil dari tiga mata pelajaran yang diujikan untuk USBN SD/MI yaitu soal pilihan ganda sebanyak 60 butir soal, terdiri dari mapel IPA 20 soal, Bahasa Indonesia 20 soal dan Matematika 20 soal. "Tahun ini peserta meningkat dua kali lipat dari tahun lalu dan peserta juga cukup antusias," imbuhnya

Kepala SMP NU 01 Dukuhturi Khasan Fauzi mengapresiasi langkah yang dilakukan IPNU-IPPNU Desa Kademangaran. Kegiatan tersebut sangat positif guna membantu para pelajar di Kecamatan Dukuhturi. "Ini hal yang positif untuk membantu siswa. Bagi sekolah juga menjadi sarana sosialisasi keberadaan SMP NU 01 Dukuhturi kepada masyarakat," ujarnya.

Ketua panitia Try Out Amirul Syafiq kepada NU Online, Sabtu (9/3) menyampaikan, Try Out USBN mengusung tema Satu Langkah Menuju Prestasi Bersama IPNU-IPPNU Kademangaran. Tema ini diusung dengan harapan siswa siswi SD MI dapat melangkah sukses ke depannya dan dapat mewujudkan cita-cita yg diinginkan dengan awal mengikuti Try Out SD/MI bersama IPNU IPPNU Kademangaran.

Dari hasil Try Out USBN SD/MI, terbaik pertama diraih oleh siswa dari SD Negeri Slerok 2 atas nama Mohammad Rafi Adyatma Ananta dengan nilai 80, terbaik 2 M Labib Syahbana dari SD Negeri 02 Kaligayam dengan nilai 77, dan terbaik 3 Nafila Rabbani dari SD Negeri Slerok 1 dengan nilai 73.

"Juara terbaik 1 memperoleh uang pembinaan sebesar 200 ribu rupiah dan Beasiswa dari SMP NU 01 Dukuhturi, Juara 2 memperoleh uang pembinaan 150 ribu rupiah dan beasiswa dari SMP NU 01 Dukuhturi dan Juara 3, memperoleh uang pembinaan 100 ribu rupiah dan beasiswa dari SMP NU 01 Dukuhturi. (Nurkhasan/Muiz)

Bagikan:
Sabtu 9 Maret 2019 23:30 WIB
Giliran NU Depok Luncurkan BBM Berkah
Giliran NU Depok Luncurkan BBM Berkah
BBM Berkah NU Kota Depok, Jawa Barat
Depok, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok, Jawa Barat sedang gencar-gencarnya memberikan perhatian pada masjid. Bersama dengan Lembaga Takmir Masjid NU (LTMNU) Kota Depok meluncurkan program Bersih-bersih Masjid (BBM) Berkah.

"Kegiatan ini diselenggarakan di masjid-masjid Kota Depok setiap hari keliling di 11 Kecamatan. Kondisi masjid di Depok juga harus bersih dan ada juga merbotnya. Untuk itu, BBM ini ada timnya tersendiri," ujar Ketua PCNU Kota Depok, Ustadz Achmad Solechan seusai peluncuran BBM berkah di Masjid Al-Maghfiroh, Banjaran Pucung, Cilangkap, Tapos, Sabtu (9/3).
 
Menurutnya tim BBM berkah ada lima orang yang dalam sehari membersihkan masjid. Tidak hanya bersih-bersih, pihaknya juga menjadikannya sebagai ajang silaturahim kepada Nahdliyin yang berbasis pada masjid.

"Kita ingin masjid bersih, suci dan nyaman untuk beribadah. Bersih masjid, bersih hati pikirannya, hati jadi lebih ikhlas," harapnya.
 
Rais Syuriyah PCNU Kota Depok, KH Zainuddin Maksum Ali menuturkan dengan memakmurkan dan mengelola masjid bagian dari anjuran Al-Qur'an. Melalui DKM, lanjutnya, juga memiliki peran dalam memberdayakan masjid.

"Tidak hanya memberisihkan saja, tapi tim BBM juga menyampaikan saran pada DKM. Seperti tentang  struktur masjid  dan pengelolaan masjid," tandasnya. 

Tim BBM Berkah membersihkan karpet dengan vacum cleaner, membersihkan ubin, kaca dan lainnya. (Aan Humaidi/Kendi Setiawan)
Sabtu 9 Maret 2019 21:45 WIB
Susahnya Mendirikan Pesantren di Jakarta
Susahnya Mendirikan Pesantren di Jakarta
Pelantikan RMI NU Jakarta Utara
Jakarta, NU Online
Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Jakarta Utara, KH Wahyu Misbach mengatakan bahwa pondok pesantren di wilayah DKI Jakarta meghadapi dinamika yang sangat keras.

"Untuk mendirikan pondok pesantren saja di jakarta ini susah. Ini Pesantren Nurul Jalal sebelum didirikan, penuh perjuangan untuk dapat mendirikannya. Dulu Nurul Jalal itu di ujung jalan sana (menunjuk ke arah jauh), terasingkan. Alhamdulillah, sekarang sudah bisa berdiri di sini," katanya pada pelantikan Pengurus RMI NU Jakarta Utara masa khidmat 2019-2023 Jumat (8/3).

Direktur Pondok Pesantren Nurul Jalal Warakas itu berharap, keberadaan RMI NU dapat diterima dengan ikhlas oleh semua pesantren. Pasalnya, RMI NU juga berupaya agar mampu untuk menjaga tradisi keilmuan pesantren.

Pelantikan yang berlangsung di Pondok Pesantren Nurul Jalal Jakarta Utara, Jalan Warakas IV Gang 2, dihadiri oleh ketua RMI PWNU DKI Jakarta, H Bahaudin; Lurah Warakas, Mahrus; dan jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Jakarta Utara.

Berikut susunan Pengurus RMI NU Jakarta Utara masa khidmat 2019-2023:

Penanggungjawab:

1. Rais Syuriyah PCNU Jakarta Utara
2. Ketua Tanfidziyah PCNU Jakarta Utara

Penasihat:
1. Ir KH Bahauddin.
2. KH Nuruddin Rangga, MA
3. KH. Fathoni Abdullah
4. Drs KH Abi Ichwanuddin, M.Si

Ketua                   : KH. Wahyu Misbach, MA.
Wakil Ketua.        : KH. M. Shohehuddin
                               Abdul Jalil, M.Ag

Sekretaris             : A. Fatihul Umam, S.Pd.I
Wakil Sekretaris   : Imam Widodo
                               Haris Apriandi

Bendahara           : KH Tasripin, M.Pd
Wakil Bendahara : Qowaid

(Muammar Qadafi/Kendi Setiawan)
Sabtu 9 Maret 2019 21:25 WIB
LBMNU Kabupaten Cirebon Gelar Bahtsul Masail di Kampus
LBMNU Kabupaten Cirebon Gelar Bahtsul Masail di Kampus

Cirebon, NU Online

Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) menggelar bahtsul masail di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (9/3).

Ketua LBM PCNU Kabupaten Cirebon KH Ahmad Syauqi mengungkapkan bahwa kegiatan pembahasan persoalan fiqih terkini tersebut sengaja diselenggarakan di kampus sebagai upaya mengenalkan pengambilan hukum Islam kepada akademisi.

"Tujuan Kerjasama Lembaga Bahtsul Masail ini dengan lingkungan kampus agar para akademisi tahu bagaimana proses istinbatul hukmi (pengambilan hukum) melalui metode bahtsul masail," kata Kiai Syauqi. Pasalnya, selama ini, lanjutnya, bahtsul masail hanya diselenggarakan di lingkungan pondok pesantren saja.

Pengajar di Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama (MTs NU) Putra 2 Buntet Pesantren itu juga menjelaskan bahwa kajian hukum dalam pandangan Islam tidak semata-mata hanya mengutip dan mencocokkan dari Al-Qur'an dan Hadits. "Tapi ada proses kajian usul fiqih, kaidah fiqih, mantiqnya, dan sebagainya," tuturnya.

Pengasuh Pondok Buntet Pesantren itu menambahkan bahwa LBM NU Kabupaten Cirebon selanjutnya akan menggelar bahtsul masail di sekolah-sekolah. "Dengan tujuan agar siswa-siswi sekolah umum, baik ditingkat SMP, SMA dan sederajat mengetahui kajian istinbatul hukum dalam Islam," pungkasnya.

Keputusan

Adapun bahtsul masail tersebut memutuskan dua hal. Pertama perihal kesahan shalat Jumat yang digelar oleh instansi. Musyawirin sepakat shalat Jumatnya sah dengan syarat. "Jum'atannya dianggap sah, dengan syarat ada penduduk setempat (berdomisili) yang mengikutinya dengan jumlah minimal 4 orang," sebagaimana ditulis dalam hasil keputusan.

Sementara itu, soal kedua adalah kebolehan menggunakan fasilitas masjid tanpa beribadah di dalamnya. Musyawirin bersepakat boleh asalkan untuk kemaslahatan.

"Diperbolehkan menggunakan fasilitas yang disediakan oleh Ta'mir Masjid dengan syarat ada kemaslahatan secara adat atau 'urf (kebiasaan)," seperti termaktub dalam keputusan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani Amin, Ketua PCNU Kabupaten Cirebon KH Aziz Hakim Syaerozi, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon H Sumanta. (Syakir NF/Ahmad Rozali)

 

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG