::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Pendidik Hendaknya Adaptasi dengan Perkembangan Teknologi

Ahad, 10 Maret 2019 10:00 Daerah

Bagikan

Pendidik Hendaknya Adaptasi dengan Perkembangan Teknologi
Pemberian cinderamata usai seminar di STAI Al-Barokah, Cikembar, Sukabumi, Jabar.
Sukabumi, NU Online
Industri 4.0 adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Istilah ini mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala, komputasi awan,dan komputasi kognitif. Perkembangan teknologi informasi digitalisasi tentu berdampak pada lembaga pendidikan.

Menyikapi hal tersebut, Sekolah Tinggi Ilmu Agama (STAI) Al-Barokah bekerja sama dengan Pimpinan Wilayah (PW) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat  menyelenggarkan seminar pendidikan dengan mengambil tema Tantangan Lembaga Pendidikan dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0. Kegiatan dipusatkan  di aula Gedung STAI Al Barokah Kecamatan Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (9/3).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Jawa Barat, Deden Saeful Hidayat menyampaikan untuk menyiapkan lembaga ideal pada perkembangan dunia digital, para pendidik merupakan salah satu faktor yang penting. “Mereka harus disiapkan menghadapi revolusi industri 4.0 dengan memiliki jiwa kreativitas, inovatif serta memahami teknologi,” katanya.

Dalam pandangannya, pendidik di era ini harus memiliki jiwa kreatif, inovasi, memahami IT dan jaringan. “Sehingga dapat mempersiapkan generasi yang kompetitif sesuai dengan perkembangan yang ada," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Program Studi atau Kaprodi Pendidikan Agama Islam, Abdussani Ramdhani menyatakan bahwa pada era revolusi industri 4.0 tenaga manusia digantikan mesin dan energi listrik dan motor penggerak, 

"Teknologi infomasi dan otomatisasi dan kemudian memasuki era berkembangnya internet of/for things, kehadirannya begitu cepat,” ungkapnya. Sehingga tenaga pendidik harus melakukan perubahan baik mind set, metode,  maupun pendekatan pada proses pembelajaran, lanjutnya.

Menurutnya, melalui kesadaran itu akan terlahir anak didik yang tidak hanya cerdas spiritual dan berkarakter. “Namun kompetibel dan kompetitif sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan," tuturnya di hadapan peserta seminar. 

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Ketua STAI Al Barokah Hendarsita Amartiwi, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Jawa Barat, Deden Saeful Hidayat dan Ketua Bidang Diklat Pergunu Jawa Barat, Marwan Setiawan. (Dwi Anggraeni/Ibnu Nawawi)