IMG-LOGO
Daerah

IPNU dan IPPNU di Kawasan Ini Gelar Ngopi Kewirausahaan

Selasa 12 Maret 2019 12:0 WIB
Bagikan:
IPNU dan IPPNU di Kawasan Ini Gelar Ngopi Kewirausahaan
Lamongan, NU Online
Anak muda hendaknya semakin memiliki waktu dan terlibat dalam berbagai kegiatan positif. Termasuk mendiskusikan masalah kewirausahaan yang akan menjadi tambahan wawasan dan bekal saat dewasa.

Hal tersebut sebagaimana dilakukan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sukorame, Babat, Lamongan, Jawa Timur. Mereka menyelenggarakan Ngopi Kewirausahaan yang diisi Chotib El-Jailani di gedung SMK Ahmad Yani, Sukorame.

Tino selaku ketua panitia menjelaskan bahwa tema kegiatan adalah Membangun Generasi yang Aktif, Kreatif dan Inovatif. “Karena di Sukorame banyak pelajar yang sudah berbisnis, tetapi masih belum bisa memiliki ilmunya,” katanya, Selasa (12/3). 

Dengan adanya acara ngopi kewirausahaan, mereka bisa belajar bagaimana cara membuat desain kemasan yang menarik, dan cara memilih segmen pemasaran yang tepat. “Juga menumbuhkan semangat entrepreneur, sebagaimana tujuan acara ini,” ungkapnya.

"Kalian boleh kehilangan harta, juga kepercayaan diri. Namun jangan sampai kehilangan harapan, karena pada harapan ada masa depan,” kata Chotib. Semakin besar risiko yang dialami, maka kian besar pula peluang yang akan dapatkan, lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Chatib mengemukakan sejumlah catatan untuk menjadi wirausahawan. “Pertama adalah niat,” ungkapnya.

Niat merupakan modal utama. “Bila gagal, masih bisa diatur di dalam niat,” katanya.

Yang kedua adalah  melakukan segala ikhtiar sebagai passion atau gairah, bukan karena paksaan. Berikutnya yakni berani menantang diri sendiri. “Setiap langkah pasti ada risiko, baik pisitif dan negatif,” terangnya.  

Persyaratan berikutnya adalah berani mengambil risiko, percaya, dan yakin. “Yang terpenting adalah mulai sekarang,” tegasnya.

Sedangkan Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Babat, Habib Jailani mengapresiasi kegiatan ini. "Bahwasanya mengadakan acara seperti ini sangat luar biasa dikarenakan organisasi pasti butuh modal. Kalian harus bisa menjadi pengelola dan mengolah usaha,” tandasnya. (M Ilham YB/Ibnu Nawawi)
Bagikan:
Selasa 12 Maret 2019 23:30 WIB
Program Kejar Paket 'Yalatif' untuk Bantu Santri Salaf
Program Kejar Paket 'Yalatif' untuk Bantu Santri Salaf
Kegiatan PKBM di Yalatif, Jombang, Jatim
Jombang, NU Online
Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Yalatif, Kabupaten Jombang, Jawa Timur kerja sama dengan Lembaga Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jombang membuka program sekolah gratis di kejar Paket A/SD, Paket B/SMP dan Paket C/SMA mulai tahun pelajaran 2019/2020.

"Syaratnya masuk mulai kelas 1, tidak boleh langsung kelas akhir atau langsung ujian," kata Ketua PKBM Yalatif, Asmad Zainudin  kepada NU Online. Selasa (12/3)

Pria yang juga Ketua PC LAZISNU Jombang ini menuturkan, program tersebut juga untuk membackup pondok pondok salaf, agar para santri tetap mendapatkan ijazah negara melalui Pendidikan Kesetaraan atau kejar paket. 

Dengan adanya program kesetaraan ini, kata dia, santri tetap konsen pada kajian keagamaan. "Sementara pelajaran sekolah diberikan secara fleksibel dengan alokasi 50% belajar mandiri melalui modul, 30% pembelajaran yang waktunya di sela-sela kegiatan pondok, serta 20% tutorial atau semacam konsultasi dengan tutor bila ada yang tidak dipahami," jelasnya.

Lebih jauh pria yang kerap disapa Gok Din ini memaparkan, setidaknya ada dua manfaat dari program ini. Pertama, masyarakat Jombang yang usianya lebih dari usia sekolah dan belum lulus sekolah SD hingga SMA akan bisa menyelesaikan pendidikankannya. 

Kemudian manfaat yang kedua dapat Membackup santri-santri pondok pesantren salaf yang hanya belajar agama. "Dan tentunya bisa menambah kesempatan kerja juga aktivitas lainnya," ujar Gok Din.

Cara pendaftarannya pun cukup simpel. Hanya melalui pesan WhatsApp (WA) dengan menyiapkan Kartu Keluarga (KK) dan ijazah terakhir. "Pendaftar cukup WA Kartu Keluarga dan ijazah terakhir ke nomor 081234832969. 100% gratis mulai kelas 1 sampai lulus," imbuhnya. (Syamsul Arifin/Muiz)
Selasa 12 Maret 2019 23:0 WIB
Inklusivitas Perempuan di Kota Banda Aceh Meningkat
Inklusivitas Perempuan di Kota Banda Aceh Meningkat
Diskusi terfokus Inklusivitas Perempuan di Kota Banda Aceh
Banda Aceh, NU Online
Manajer Program Lakpesdam PWNU Aceh Azwar A Gani menyatakan bahwa gerakan sosial politik perempuan di Kota Banda Aceh sudah masuk dalam kategori inklusi.

Hasil riset dan kajian yang dilakukan oleh Lakpesdam PWNU Aceh bahwa Gampong Mulia, Gampong Laksana dan Gampong Peunayong merupakan gampong yang inklusif, dan sangat menghormati keberagaman dan hidup saling berdampingan sejak lama.

"Gampong tersebut selama ini merupakan contoh toleransi nyata yang ada di Aceh, bagaimana suku, agama, ras hidup rukun dan berdampingan," ujar Azwar A Gani dalam kegiatan diskusi terfokus di Aula Serbaguna Gampong Mulia, Banda Aceh, Selasa (12/3).

Menurut Azwar, saat ini yang harus didorong adalah bagaimana perempuan di Kota Banda Aceh terus mendapatkan posisi yang strategis supaya inklusifitas ini dapat menjadi solusi bagi mereka dalam memenuhi haknya. Qanun Nomor 6 Tahun 2009 Mengatur Hak-hak Sosial Politik Perempuan di Aceh. 

"Berbicara perbedaan di kawasan tersebut menurut saya sudah selesai. Semua dipersatukan atas kepentingan bahwa kita adalah bangsa Aceh," paparnya.

Ini sekaligus membantah paradigma selama ini bahwa Aceh bukan tempat yang toleran.  Bagaimana mesjid dan gereja berdampingan, hari besar dilaksanakan dengan penuh cinta damai, serikat pekerja menyatu atas kepentingan kesejahtraan tanpa ada istilah aseng," paparnya pada acara yang juga dihadiri perwakilan perempuan dari Gampong Mulia, Gampong Laksana, Gampong Peunayong, dan Komunitas Suku Tionghoa

Azwar menambahkan politik sangat penting untuk perempuan saat ini. Bukan hanya sebagai pemenuhan kouta perempuan pada kontestasi politik, keterlibatan perempuan di dunia politik praktis juga harus memiliki peran penting dalam arah-arah kebijakan politik. (Indra Kariadi/Kendi Setiawan)
Selasa 12 Maret 2019 22:30 WIB
LDNU Jombang Minta Beberapa Tempat Strategis Harus 'Diramut' NU
LDNU Jombang Minta Beberapa Tempat Strategis Harus 'Diramut' NU
Pertmuan LDNU Jombang di MWCNU Bandarkedungmulyo
Jombang, NU Online
Pengurus Cabang (PC) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jombang, Jawa Timur memaparkan, ada beberapa tempat strategis yang harus diramut (dirawat-red) oleh warga NU sebelum nantinya dikuasai orang-orang di luar NU yang cenderung berafiliasi dengan organisasi radikal dan liberal.

"Di Bandarkedungmulyo ada beberapa tempat strategis yang harus segera diramut NU kalau tidak ingin diramut minhum, misal Masjid Moeldoko yang sementara ini diramut PC LDNU Jombang dalam hal imaratul masjid, dan beberapa tempat straregis lainnya," katanya.

Hal tersebut dikemukakan Ketua PC LDNU Jombang, Aang Fatihul Islam saat melakukan konsolidasi organisasi dan serap aspirasi dengan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bandarkedungmulyo, Jombang, Senin  (11/3) malam di kediaman Ketua MWCNU Bandarkedungmulyo, KH Adnan Ubaid.

Menurutnya, saat ini warga NU sudah semestinya lebih bisa merawat tempat-tempat ibadah. Pasalnya, kelompok yang berpaham radikal juga liberal tak henti-hentinya ingin menyebarkan ajarannya melalui penguasaan tempat-tempat ibadah.

Ia menyebut, LDNU nantinya akan mengkader para pemuda Bandarkedungmulyo melalui kegiatan Pendidikan Kader Dakwah Nahdlatul Ulama (PKDNU) guna mendorong upaya meramut tempat-tempat ibadah itu.

Selain itu, untuk memaksimalkan dakwah NU di kawasan Bandarkedungmulyo, sudah disepakati jajaran Pengurus MWCNU setempat untuk dibentuk kepengurusan LDNU di bawah naungan MWCNU setempat. "Ke depan kalau sudah terbentuk LDNU di Bandarkedungmulyo akan dipagarbetis kader dakwah dari ideologi yang tidak sesuai dengan Aswaja an-Nahdhiyah," ucapnya.

Sementara itu untuk pelaksanaan PKDNU sendiri akan digelar pada 28-30 Juni 2019 mendatang di Bandarkedungmulyo. Tujuannya untuk penguatan basis kaderisasi LDNU di Bandarkedungmulyo sekaligus sebagai embrio terbentuknya LDNU tingkat kecamatan atau MWCNU Bandarkedungmulyo.

Turut hadir pada kesempatan ini Rais MWCNU Bandarkedungmulyo, KH M Asmu'i Karim, Mustasyar NU Bandarkedungmulyo, KH Askan Chatman, beberapa jajaran tanfidhiyah, pengurus ranting NU se-Kecamatan Bandarkedungmulyo, Pengurus Muslimat, Banom seperti Ansor, Fatayat, dan Pagar Nusa. (Syamsul Arifin/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG