IMG-LOGO
Internasional

Warga NU Brunei Darussalam Gelar Haul Gus Dur Ke-9

Rabu 13 Maret 2019 18:36 WIB
Bagikan:
Warga NU Brunei Darussalam Gelar Haul Gus Dur Ke-9
Bandar Seri Begawan, NU Online
Warga NU di negara Brunei Darussalam menyelenggarakan Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ke-9 di Gedung Srikandi Kuala Belait, Brunei Darussalam akhir pekan lalu. Kegiatan tersebut merupakan kerja bareng berbagai aliansi masyarakat Indonesia di negeri jiran tersebut, di antaranya adalah PCINU, Gusdurian, TKLN, Projo, Fotografer Bersatu, dan PKB. 

Katib Syuriyah PBNU KH Nurul Yaqin Ishaq didaulat sebagai penceramah pada kegiatan tersebut. Ia mengatakan, menjaga dan merawat NKRI menjadi tanggung jawab warga NU di mana pun berada, tak terkecuali khususnya yang berada di negara Brunei Darussalam.

“Karena lahirnya NKRI adalah satu dari sekian banyak andil para sesepuh Nahdlatul Ulama,” katanya pada kegiatan yang berlangsung Ahad, 1o Maret itu.

Karena itu, Kiai Nurul Yaqin mengingatkan agar warga NU turut serta dalam menjaga NKRI dan ideologinya sebab saat ini tengah ada upaya dari sekelompok orang yang gencar ingin mengganti dasar negara ini. 

Lebih lanjut kiai asal Malang, Jawa Timur ini menyatakan pentingnya kejelian warga NU dalam menseleksi informasi mengingat fitnah dan hoaks nyaris menjadi tradisi di dunia maya saat ini. Ia mengigatkan jangan sampai warga NU menjadi korban hoaks dengan ikut menghujat kiai-kiai NU dan PBNU. 

Acara yang ketuai Tina Wong dari etnis Tionghoa ini dimeriahkan grup shalawat Pesona asuhan Hj Binti Afidah. Tak hanya warga NU, kegiatan tersebut dihadiri pemeluk agama lain. (Abdullah Alawi)

Bagikan:
Rabu 13 Maret 2019 22:30 WIB
Peluang Investasi Ekonomi Digital dan Pariwisata 2019
Peluang Investasi Ekonomi Digital dan Pariwisata 2019
Jakarta, NU Online
Untuk mewujudkan visi menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital terbesar di ASEAN pada tahun 2020, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia menyelenggarakan Regional Investment Forum (RIF) sebagai ajang promosi investasi tahunan. Berlangsung Senin (11/3) di Nusantara Hall 1-ICE BSD City, Banten ini mengundang pelaku ekonomi digital di antaranya pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi, serta pelaku usaha terkait, baik dari dalam maupun luar negeri.

Tahun ini, tema RIF yang diusung adalah Indonesia’s Digital Drive: Utilizing Digital Technology in Developing Regional and Tourism Investment Opportunities. Tema ini sesuai dengan perkembangan industri digital yang cukup signifikan beberapa tahun terakhir. Hingga Februari 2019, jumlah startup di Indonesia mencapai 2.070 startup dengan pertumbuhan tertinggi di tiga sektor yaitu on-demand services, financial technology (fintech), dan e-commerce

Tingginya angka pertumbuhan startup ini mendorong BKPM untuk mengubah konsep RIF tahun ini menjadi berbeda, yaitu mengundang para perusahaan rintisan (startup). Setidaknya, ada 250 startup yang hadir dalam perhelatan ini. 

"Perkembangan industri startup yang cukup cepat ini harus segera direspons oleh pemerintah, terutama BKPM sebagai lembaga yang melaksanakan fungsi pelayanan dan pelaksanaan penanaman modal. Oleh karena itu, RIF tahun ini memang diharapkan menjadi meeting point bagi para investor, pelaku bisnis startup, pemerintah daerah dan stakeholders terkait lainnya, sehingga perkembangan industri ini memiliki dampak yang maksimal bagi investasi Indonesia," ungkapThomas Trikasih Lembong, kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Dari data APJII, pengguna internet di Indonesia mencapai 143 juta atau 54% dari total populasi dengan jumlah pemilik smartphone dan mobile internet mencapai 90 juta (statista). Riset Google dan Temasek juga menyebutkan market size ekonomi digital Indonesia juga mencapai USD 27 miliar dan berpotensi menjadi USD 100 miliar pada tahun 2025. Dari aliran investasi asing per tahun di level USD 20-25 miliar, diperkirakan 10% disumbang dari sektor ekonomi digital.

Dalam acara ini, digelar beberapa sesi antara lain seminar, digital startup pitching, one-on-one meeting antara calon investor dengan startup, pemerintah daerah dengan calon investor dan startup dengan calon investor, serta business clinc atau klinik konsultasi usaha oleh BKPM, BI Fintech Office, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Pariwisata, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta perbankan dan law firm.

Untuk one-on-one meeting, BKPM mengatur 148 pertemuan yang melibatkan 64 perusahaan startup serta 45 perusahaan atau investor. Sedangkan untuk kegiatan seminar dihadiri oleh sekitar 800 peserta, terdiri dari perwakilan pemerintah pusat, pemerintah daerah, kedutaan asing, asosiasi dunia usaha, maupun calon investor. 

"Tujuan pelaksanaan kegiatan RIF adalah untuk mempromosikan peluang investasi Indonesia khususnya bidang ekonomi digital dan pariwisata. Jadi kami fokus membuka jalur komunikasi antara pemerintah daerah, calon investor, dan startup di bidang tersebut. Harapannya, investasi di bidang ekonomi digital dan pariwisata juga bisa naik secara signifikan," ungkap Farah Ratnadewi Indriani, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal.

BKPM juga mengundang beberapa pembicara dalam ajang ini, di antaranya Menteri Komunikasi dan Informatika, Staf Khusus Bidang Teknologi Informasi Pariwisata Kementerian Pariwisata, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Wakil Gubernur Jawa Timur, serta Vice President Media and Digital Telkom.

Di samping itu, hadir sebagai narasumber dari pelaku bisnis dan investor antara lain Co-Founder Nalagenetics, Founding Partner of Kejora Ventures, serta Founder Sale Stock (Sorabel). Dalam sesi digital startup pitching, BKPM menghadirkan panelist yang terdiri dari NextICorn, Kejora Ventures, MDI Ventures, dan East Ventures. (Red: Kendi Setiawan)
Rabu 13 Maret 2019 21:30 WIB
Di Singapura, Pergunu Jabar Belajar Desain Solusi
Di Singapura, Pergunu Jabar Belajar Desain Solusi
Peserta STEP Sociovation di Singapura.
Singapura, NU Online
Wakil Ketua Departemen Pendidikan dan Latihan Pergunu Jawa Barat, Atik Tapipin mengikuti kegiatan STEP Sociovation yang diselenggarakan oleh Singapore University of Social Sciences (SUSS) dari tanggal 11-16 Maret 2019 di Singapura. Kegiatan ini diikuti oleh para siswa dan guru dari sepuluh negara Asean yaitu Indonesia, Singapore, Brunei, Malaysia, Cambodia, Vietnam, Myanmar, Laos, Thailand dan Philippines.

Menurut Atik Tapipin, program STEP Sociovation merupakan sebuah forum yang dipusatkan untuk menggali ide-ide dalam Design Thinking, mengajak para peserta untuk mengidentifikasi permasalahan yang berkembang di masyarakat dan mencoba mencari solusi kreatif untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Lebih lanjut, Atik Tapipin menjelaskan  bahwa forum ini fokus melakukan kegiatan dalam tiga bidang yaitu terkait masyarakat lanjut usia, disable dan lingkungan. Di bidang lingkungan panitia menganggap penting sekali untuk meningkatkan kepedulian remaja dan pemuda terhadap keberlangsungan lingkungan sekitar khususnya problem sampah makanan.

"Memperbaiki lingkungan adalah problem global bukan hanya terjadi di Singapore. Para peserta juga belajar bagaimana gudang-gudang di Singapore melakukan daur ulang sampah elektronik dan sampah pakaian," kata Atik, Rabu (13/3).

Di bidang disabilitas peserta diajak melihat langsung dignity kitchen, yaitu warung serba ada (waserba) yang seluruh karyawannya mengalami disable dan impairment. Para pegawai tersebut dilatih untuk bisa mandiri memasak, melayani pesanan.

"Cukup mengagetkan dignity kitchen sudah memperoleh ISO 20000 yaitu Standar Tertinggi Internasional untuk pelayanan berbasis informasi teknologi. Kegiatan di bidang ini mencoba meyakinkan bahwa dengan pelatihan dan unsur-unsur lainnya disable yang dianggap permanen bisa diubah menjadi disable temporer," paparnya.

Di bidang pelayanan lanjut usia, peserta diajak langsung ke tempat pelayanan lanjut usia yang ada di Singapore, berbaur dengan mereka dan mencoba mencari pelayanan-pelayanan alternatif yang bisa dilakukan.

Atik yang juga merupakan Dewan Pakar Pergunu kota Bandung dan guru pembimbing (Chaperone Teacher) pada kegiatan STEP Sociovation ini, melakukan sosialisasi pendaftaran peserta melalui Departemen Pendidikan dan Latihan Pergunu yang disebarkan ke beberapa pesantren dan lembaga pendidikan NU.

"Dari 26 siswa yang mendaftar melalui Perhunu Jawa Barat hanya satu siswa yang lolos mengikuti kegiatan ini, dan total peserta dari Indonesianesia ada tujuh orang," tutur Atik.

Guru di SMA Negeri 11 Bandung itu berharap tahun depan banyak siswa-siswi dari lembaga pendidikan NU bisa mengikuti kegiatan tersebut, untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi peserta didik dan guru NU di Jawa Barat

"Kita berharap, tahun depan banyak siswa-siswi dari lembaga pendidikan NU dan guru NU yang tergabung di Pergunu bisa mengikuti kegiatan ini, untuk menambah wawasan dan pengetahuan," tutup mahasiswa beasiswa program Doktoral Pascasarjana Uninus Bandung, Jawa Barat ini. (Mohcahya Zq/Kendi Setiawan)

Senin 11 Maret 2019 21:35 WIB
Konfercab Ke-11 PCINU Pakistan Kedepankan Musyawarah Mufakat
Konfercab Ke-11 PCINU Pakistan Kedepankan Musyawarah Mufakat
Islamabad, NU Online
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Pakistan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) Istimewa ke-11, Ahad (10/3)  di Khobaib Foundation Islamabad.

Konfercab membahas beberapa agenda yaitu, Tata Tertib Sidang Pleno, Laporan Pertanggungjawaban Kepengurusan PCINU Pakistan periode 2018-2019, pemilihan Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah periode 2019-2020.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan menyanyikan Mars Ya Lal Wathon, yang dilantunkan oleh segenap hadirin dan dilanjutkan dengan sambutan. Sambutan pembuka disampaikan oleh Direktur Yayasan Khubaib Fondation Gassan Abdul Majid, kemudian dilanjutkan sambutan Mustasyar PCINU Pakistan yaitu H Muladi Mugheni Deny Tri Basuki sebagai dari KBRI Islamabad.

Dalam sambutannya, H Muladi Mughni menyampaikan bahwa NU sebagai organisasi sosial keagamaan memiliki banyak cabang di seluruh wilayah Indonesia dan Nahdliyin pun tersebar di seluruh pelosok desa, kota bahkan dunia. "Kita patut bangga di semua benua, Asia, Afrika, Eropa, Australia dan Amerika ada pengurus dan warga NU, salah satunya di Pakistan," ucapnya. 

H Muladi juga menyampaikan ada empat hal yang perlu dijaga sebagai landasan perjuangan oleh warga NU di Pakistan. Pertama, semangat religisiusitas yaitu memiliki sikap taat atau patuh pada nilai Islam, toleransi pada pelaksanaan ibadah orang lain dan menjalin kerukunan hidup antar pemeluk agama. Kedua, semangat nasionalisme yaitu cinta dan bela tanah air, selalu mengedepankan kemaslahatan bangsa di atas kepentingan kelompok.

"Nasionalisme dan Islam tidak perlu dipertentangkan, karena saling menguatkan," sambungnya.

Ketiga, merawat kebhinekaan, bahwa kita terlahir dengan kondisi keragaman agama, budaya, ras dan suku harus menjadi kekayaan yang dipotensikan sebagai modal kemajuan bangsa. Perbedaan tidak boleh digunakan menjadi alat pemecah persatuan, tapi hadirnya kerukunan, kemudahan, dan kerja sama yang konstruktif. Yang keempat adalah mengedepankan rasa kemanusiaan.

Deny Tri Basuki, koordinator Sosbud KBRI mengapresiasi warga NU di Pakistan yang dinilainya dapat menjadi contoh dalam menciptakan hubungan antar WNI di Pakistan yang rukun, guyub, peduli, dan partisipatif juga aktif dalam setiap kegiatan termasuk yang dilaksanakan oleh KBRI Islamabad.

Selanjutnya Rais Syuriyah PCINU Pakistan, Ahmad Azizuddin memimpin sesi Laporan Pertanggungjawaban yang dibacakan oleh Wakil Ketua PCINU Pakistan, Syarif Husain. Seusai pembacaan Laporan Pertanggungjawaban dilakukan pertimbangan laporan oleh Majelis Syuriah bersama warga Nahdliyyin. Anggota Konfercab menerima Laporan Pertanggungjawaban kepengurusan tahun 2018-2019 dengan baik.

Konfercab juga menetapkan Majlis Syuriyah melalui Ahlul Halli wal ‘Aqdi dan pemilihan Ketua Tanfidziyah untuk periode 2019-2020. Disepakati melalui musyawarah mufakat Hasanuddin Tosimpak, sebagai Rois Syuriah, dan Zulkifli Reza Fahmi sebagai Ketua Tanfidziah.

Dalam mengakhiri masa jabatannya Ketua Tanfidziyah PCINU Pakistan, Tahsya Ainul Haq mengucapkan terima kasih atas segala kepercayaan yang telah diberikan oleh seluruh warga Nahdliyyin di Pakistan selama kepengurusan satu tahun ke belakang.

"Kami atas nama seluruh pengurus tanfidziyah berterima kasih atas kepercayaan yang dititipkan kepada kami untuk menjalankan segala ikhtiar. Tak lupa kami sampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama kepengurusan kami," ucapnya.

Ia juga turut mendoakan untuk kepengurusan selanjutnya agar lebih baik daripada kepengurusan sebelumnya dan menyerukan kepada seluruh warga Nahdlatul Ulama di Pakistan untuk terus ikut andil dalam mendukung segala kegiatan yang dilaksanakan oleh PCI NU Pakistan.

Di akhir Konfercab dilaksanakan shalawat dan mahallul qiyam yang diiringi oleh Tim Hadroh PCI NU Pakistan.
Konfercab dihadiri oleh warga NU di Pakistan, pejabat KBRI Islamabad, Ketua Umum Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI), PCI Muhammadiyah, IKPM, Lembaga Tahfidz Qur'an Ibnu Abbas, dan anggota PPMI lainnya. (Reza Ainul Haq/Kendi Setiawan)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG