IMG-LOGO
Nasional

NU Jateng-NU Australia Jalin Kerja Sama Peningkatan Kompetensi Guru Madrasah

Jumat 15 Maret 2019 6:45 WIB
Bagikan:
NU Jateng-NU Australia Jalin Kerja Sama Peningkatan Kompetensi Guru Madrasah
Rais PCINU Australia saat bedah buku di Soo, Jateng
Semarang, NU Online
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah merintis kerja sama dengan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Australia untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru-guru madrasah di wilayah Jateng.

Sekretaris PWNU Jateng H Hudallah Ridwan Naim mengatakan, PCI NU Australia yang dimotori para aktifis NU yang sedang menjalani tugas belajar dan mengajar di beberapa perguruan tinggi di negeri kanguru itu, tertarik dengan potensi madrasah-madrasah yang dikelola NU di Jateng.

“Rais PCI NU Australia KH Nadirsyah Hosen telah menyatakan kesediaannya untuk membantu mengembangkan kualitas dan kompetensi guru-guru madrasah di bawah binaan NU Jateng dengan menggandeng kolega-kolega akademiknya di mancanegara. Naskah kerjasamanya saat ini sedang kami siapkan,” ujar Gus Huda di Semarang, Kamis (14/3)

Menurutnya, NU Australia tertarik dengan potensi dan semangat kemandirian serta keswadayaan guru-guru madrasah NU dalam mengatasi berbagai kendala yang terjadi di lapangan tanpa kenal lelah demi mencerdaskan para santri.

"Inilah yang mengundang daya tarik Kiai Nadir dan para aktivis NU di Australia untuk membantu mengatasi salah satu problem instrumen pendidikan di lingkungan NU Jateng ini," ujarnya. 

Dalam rilis yang diterima NU Onine, Gus Huda menjelaskan, mereka mengetahui potensi dan tantangan madrasah di bawah binaan NU Jateng setelah mendapat informasi hasil muskerwil NU Jateng beberapa waktu lalu yang digelar di kampus STAINU Temanggung.

"Rombongan PCI NU Australia yang dipimpin Kiai Nadir itu, hari Kamis (14/3) sudah berada di Jateng, kegiatannya silaturahmi ke beberapa kiai pesantren untuk melengkapi inventarisasi data potensi dan problem yang dihadapi guru-guru madrasah hingga Jumat (15/3)," jelasnya.

Setelah itu, tutur Gus Huda, Jumat malam akan bertemu dengan para kiai dan pimpinan NU di Sekretariat PWNU Jateng, Jl Dr Cipto 180 Semarang untuk mematangkan konsep naskah kerja sama atau Memorandum Of Understanding (MoU) yang akan dijadikan landasan kerja sama itu.

Selain itu, tambahnya, pengajar fakultas hukum Universitas Walonglong dan Universitas Monash Australia ini saat berada di PWNU Jateng juga dijadwalkan akan didaulat untuk membedah salah satu bukunya dalam acara Lailatul Ijtimak NU Jateng Jumat malam.

“Acara bedah buku ini terbuka untuk umum, dimulai pukul  20.00 WIB, masyarakat bisa hadir untuk mengikutinya,” tutur Gus Huda. (Red: Muiz)

Tags:
Bagikan:
Jumat 15 Maret 2019 22:45 WIB
Pelajar NU Ajak Terorisme di Selandia Baru Tak Dijadikan Bensin Kebencian
Pelajar NU Ajak Terorisme di Selandia Baru Tak Dijadikan Bensin Kebencian
Jakarta, NU Online
Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mengutuk keras aksi brutal penembakan jamaah shalat Jumat di Masjid Al-Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3).

"Tindakan ini sangat biadab. Kebebasan beragama sebagai bagian dari HAM bukan hanya tidak diindahkan, tetapi sudah melampaui batas," tegas Ketua Umum IPNU Aswandi Jailani pada Jumat (15/3).

Aswandi meminta agar peristiwa tersebut tidak dijadikan sebagai bensin kebencian terhadap kelompok agama atau bangsa tertentu. Terlebih hal ini disampaikan para pelajar.

"Jangan gara-gara peristiwa ini lalu ditanamkan kebencian kepada generasi penerus kita," katanya.

Menurutnya, tindakan kekerasan yang menewaskan puluhan orang itu hanya dilakukan oleh oknum saja. Karenanya, Aswandi meminta agar hal tersebut tidak digeneralisasi.

"Kalau dimunculkan kebencian sehingga timbul kemarahan lagi, konflik tidak akan pernah selesai," katanya.

Maka, pria yang pernah menjadi Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Jambi itu juga meminta agar menghentikan penyebaran video penembakan tersebut.

"Cukup berhenti di kita saja. Jangan sampai pelajar kita tahu," pungkasnya. (Syakir NF/Abdullah Alawi)

Jumat 15 Maret 2019 22:30 WIB
PBNU Ajak Tak Menyebarkan Video Teroris Selandia Baru
PBNU Ajak Tak Menyebarkan Video Teroris Selandia Baru
Jakarta, NU Online 
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengajak pengguna media sosial untuk tidak turut serta menyebarkan video tindak terorisme di Masjid Al-Noor, Selandia Baru yang terjadi Jumat (15/4). 

“Meminta kepada semua pihak untuk menghentikan penyebaran video yang berisi tindakan kekejaman terorisme tersebut,” katanya di Gedung PBNU ketika menyampaikan sikap NU terhadap tindak terorisme tersebut. 

Menurut dia, menghentikan penyebaran video tersebut demi menghormati perasaan keluarga korban yang pastinya bersedih atas kejadian tersebut. 

“Kita hormati keluarga korban,” kata kiai asal Cirebon yang kini mengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqofah, Ciganjur, Jakarta Selatan ini. 

Ia menambahkan, juga untuk menghindari agar tidak dijadikan inspirasi bagi kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab.

Sebagaimana diketahui, tindak teroris di Masjid Al-Noor tersebut dilakukan dengan tayangan langsung. Kemudian tayangan tersebut banyak disebarkan dari satu akun ke akun lainnya di Indonesia, baik di media sosial terbuka seperti Facebook, Twitter, maupun media sosial tertutup seperti WathsApp. 

Selain mengutuk keras tindakan terorisme itu, PBNU juga meminta kepada seluruh warga untuk tetap tenang dan berpikir jernih serta tidak terprovokasi, hentikan segala spekulasi yang dapat memperkeruh suasana.

“Mengajak semua pihak untuk membangu dialog kemanusiaan dengan tujuan untuk menciptakan tatanan masyarakat, yang hidup rukun dalam perdamaian,” katanya. (Abdullah Alawi)

Jumat 15 Maret 2019 21:45 WIB
Pengamat: Tindakan Teroris Selandia Baru Berdasar Kebencian
Pengamat: Tindakan Teroris Selandia Baru Berdasar Kebencian
Foto: TVNZ/REUTERS
Jakarta, NU Online
Penembakan yang dilakukan oleh seseorang di Masjid Al-Noor, Christchurch, Selandia Baru pada Jumat (15/3) tidak punya tujuan khusus seperti terorisme yang dilakukan oleh kelompok yang berjejaring.

"Dasarnya karena kebencian," kata Robi Sugara, Direktur Indonesian Muslim Crisis Center (IMCC), kepada NU Online, pada Jumat (15/3) sore.

Robi menjelaskan bahwa kebencian pelaku itu ditimbulkan dari narasi fobia Islam yang tengah marak di internet, khususnya media sosial. Karenanya, ia melihat pelaku tersebut terindikasi teradikalisasi dengan sendirinya melalui konten yang beredar di media sosial.

"Dia diradikalisasi oleh internet atau self radicalised di mana dia adalah korban dari narasi islamphobia," ucapnya.

Lebih lanjut, Dosen FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu memandang bahwa pelaku teror demikian itu terindikasi ketagihan bermain media sosial dan gim daring (game online).

"Dan lone wolf itu punya kebiasaan addict to sosmed dan game online," katanya.

Oleh karena itu, Robi menegaskan bahwa konten positif dan damai harus semakin diperbanyak di ranah media sosial. Caranya, menurutnya, dengan juga melahirkan banyak aktivis perdamaian.

"Harus perbanyak aktivis perdamaian di sosmed," ucap Robi.

Robi juga melihat gaya tindakan penembakan sendirian di Selandia Baru itu sama seperti yang pernah terjadi di Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

"Yang di Selandia Baru itu model lone wolf. Pelakunya tidak memiliki jaringan kelompok. Jika berkelompok hanya terdiri antara dua sampai tiga orang. Sama halnya dengan kasus bom marathon di Amerika," pungkasnya. (Syakir NF/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG