IMG-LOGO
Nasional

PBNU Ajak Tak Menyebarkan Video Teroris Selandia Baru

Jumat 15 Maret 2019 22:30 WIB
Bagikan:
PBNU Ajak Tak Menyebarkan Video Teroris Selandia Baru
Jakarta, NU Online 
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengajak pengguna media sosial untuk tidak turut serta menyebarkan video tindak terorisme di Masjid Al-Noor, Selandia Baru yang terjadi Jumat (15/4). 

“Meminta kepada semua pihak untuk menghentikan penyebaran video yang berisi tindakan kekejaman terorisme tersebut,” katanya di Gedung PBNU ketika menyampaikan sikap NU terhadap tindak terorisme tersebut. 

Menurut dia, menghentikan penyebaran video tersebut demi menghormati perasaan keluarga korban yang pastinya bersedih atas kejadian tersebut. 

“Kita hormati keluarga korban,” kata kiai asal Cirebon yang kini mengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqofah, Ciganjur, Jakarta Selatan ini. 

Ia menambahkan, juga untuk menghindari agar tidak dijadikan inspirasi bagi kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab.

Sebagaimana diketahui, tindak teroris di Masjid Al-Noor tersebut dilakukan dengan tayangan langsung. Kemudian tayangan tersebut banyak disebarkan dari satu akun ke akun lainnya di Indonesia, baik di media sosial terbuka seperti Facebook, Twitter, maupun media sosial tertutup seperti WathsApp. 

Selain mengutuk keras tindakan terorisme itu, PBNU juga meminta kepada seluruh warga untuk tetap tenang dan berpikir jernih serta tidak terprovokasi, hentikan segala spekulasi yang dapat memperkeruh suasana.

“Mengajak semua pihak untuk membangu dialog kemanusiaan dengan tujuan untuk menciptakan tatanan masyarakat, yang hidup rukun dalam perdamaian,” katanya. (Abdullah Alawi)

Bagikan:
Jumat 15 Maret 2019 22:45 WIB
Pelajar NU Ajak Terorisme di Selandia Baru Tak Dijadikan Bensin Kebencian
Pelajar NU Ajak Terorisme di Selandia Baru Tak Dijadikan Bensin Kebencian
Jakarta, NU Online
Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mengutuk keras aksi brutal penembakan jamaah shalat Jumat di Masjid Al-Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3).

"Tindakan ini sangat biadab. Kebebasan beragama sebagai bagian dari HAM bukan hanya tidak diindahkan, tetapi sudah melampaui batas," tegas Ketua Umum IPNU Aswandi Jailani pada Jumat (15/3).

Aswandi meminta agar peristiwa tersebut tidak dijadikan sebagai bensin kebencian terhadap kelompok agama atau bangsa tertentu. Terlebih hal ini disampaikan para pelajar.

"Jangan gara-gara peristiwa ini lalu ditanamkan kebencian kepada generasi penerus kita," katanya.

Menurutnya, tindakan kekerasan yang menewaskan puluhan orang itu hanya dilakukan oleh oknum saja. Karenanya, Aswandi meminta agar hal tersebut tidak digeneralisasi.

"Kalau dimunculkan kebencian sehingga timbul kemarahan lagi, konflik tidak akan pernah selesai," katanya.

Maka, pria yang pernah menjadi Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Jambi itu juga meminta agar menghentikan penyebaran video penembakan tersebut.

"Cukup berhenti di kita saja. Jangan sampai pelajar kita tahu," pungkasnya. (Syakir NF/Abdullah Alawi)

Jumat 15 Maret 2019 21:45 WIB
Pengamat: Tindakan Teroris Selandia Baru Berdasar Kebencian
Pengamat: Tindakan Teroris Selandia Baru Berdasar Kebencian
Foto: TVNZ/REUTERS
Jakarta, NU Online
Penembakan yang dilakukan oleh seseorang di Masjid Al-Noor, Christchurch, Selandia Baru pada Jumat (15/3) tidak punya tujuan khusus seperti terorisme yang dilakukan oleh kelompok yang berjejaring.

"Dasarnya karena kebencian," kata Robi Sugara, Direktur Indonesian Muslim Crisis Center (IMCC), kepada NU Online, pada Jumat (15/3) sore.

Robi menjelaskan bahwa kebencian pelaku itu ditimbulkan dari narasi fobia Islam yang tengah marak di internet, khususnya media sosial. Karenanya, ia melihat pelaku tersebut terindikasi teradikalisasi dengan sendirinya melalui konten yang beredar di media sosial.

"Dia diradikalisasi oleh internet atau self radicalised di mana dia adalah korban dari narasi islamphobia," ucapnya.

Lebih lanjut, Dosen FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu memandang bahwa pelaku teror demikian itu terindikasi ketagihan bermain media sosial dan gim daring (game online).

"Dan lone wolf itu punya kebiasaan addict to sosmed dan game online," katanya.

Oleh karena itu, Robi menegaskan bahwa konten positif dan damai harus semakin diperbanyak di ranah media sosial. Caranya, menurutnya, dengan juga melahirkan banyak aktivis perdamaian.

"Harus perbanyak aktivis perdamaian di sosmed," ucap Robi.

Robi juga melihat gaya tindakan penembakan sendirian di Selandia Baru itu sama seperti yang pernah terjadi di Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

"Yang di Selandia Baru itu model lone wolf. Pelakunya tidak memiliki jaringan kelompok. Jika berkelompok hanya terdiri antara dua sampai tiga orang. Sama halnya dengan kasus bom marathon di Amerika," pungkasnya. (Syakir NF/Abdullah Alawi)

Jumat 15 Maret 2019 21:30 WIB
RMI NU: Penyakit Gudik Santri itu Bukan Berkah
RMI NU: Penyakit Gudik Santri itu Bukan Berkah
Workshop kebersihan pesantren di Blora, Jateng
Blora, NU Online
Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU menggulirkan paradigma baru semangat menjaga kebersihan di lingkungan pesantren. Para santri diharapkan menjadi pelopor kebersihan dan siap menjadi gugus tugas perilaku hidup bersih di lingkungan masing-masing.

Ketua Pengurus Pusat RMI NU KH Abdul Ghoffar Rozin menegaskan, para santri di pesantren kerap kali memiliki kebiasaan buruk, yakni kurang memperhatikan kebersihan. Bahkan, sebagian dari para santri ini meyakini, berbagai penyakit kulit yang mereka alami, dipercaya mengandung berkah.

Hal tersebut disampaikan pada saat membuka Workshop Pesantrenku Bersih Pesantrenku Sehat, di Pesantren Al-Hikmah Ngadipurwo, Blora, Jawa Tengah, Jumat (15/3). “Tapi pemahaman ini salah. Gudiken (nama salah satu penyakit kulit, red) itu berkah, ini tidak ada hubungannya,” tegas Gus Rozin, sapaan akrab KH Abdul Ghoffar Rozin.
 
Sehingga, dengan digulirkannya pemahaman baru terkait kebersihan di pesantren, dapat menegaskan citra lembaga ini sebagai pionir kebersihan. Santri pesantren harus mampu menjadi agent of change (agen perubahan) dalam membudayakan kebersihan.

“Maka, nanti tiga bulan mendatang kita akan datang lagi ke sini. Untuk mengecek, apakah workshop ini berhasil maksimal atau tidak,” imbuh Gus Rozin yang juga merupakan Staff Khusus Presiden RI Bidang Keagamaan itu.

Gus Rozin menambahkan, Workshop Pesantrenku Bersih Pesantrenku Sehat ini kerja sama antara RMI NU dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk. Kerja sama antara dua lembaga ini bukanlah kali pertama. Dalam beberapa agenda terakhir, dua lembaga ini kerap menggelar agenda bertema kepesantrenan.

“Kalau dulu, kita bikin tagline Pesantrenku Keren! dan sekarang Pesantrenku Bersih, Pesantrenku Sehat. Jadi, Kalau gak bersih, gak keren,” pungkasnya.

Perwakilan PT PGN Tbk, Santiaji Gunawan menyambut baik paradigma kebersihan di pesantren. Pasalnya, pesantren dewasa ini semakin dipercaya menjadi pelopor pendidikan karakter anak bangsa, yang tak hanya mengajarkan ilmu agama. Tetapi juga, semangat toleransi dan kebhinekaan.

“Maka, saat pertama kali RMI NU mengajak kerja sama ini, saya langsung mendukungnya. Kita sebagai BUMN, tidak boleh hanya mencari untung. Tetapi, kita juga harus mendukung upaya-upaya seperti ini, membudayakan hidup bersih dan sehat,” ujar Santiaji.

Dalam rilis yang diterima NU Online, Jumat (15/3) Pengasuh Pesantren Al-Hikmah Ngadipurwo Blora, KHMA Faishol Nadjib mengemukakan, acara workshop berlangsung sehari penuh ini diikuti puluhan santri dari puluhan pondok pesantren, dari kawasan Blora dan sekitarnya.

“Ada tiga puluh pesantren yang mengirimkan delegasinya untuk mengikuti workshop ini. Dari kawasan Blora, Rembang, dan kawasan pati. Hari ini, pembukaan dan acara inti akan berlangsung besok selama sehari penuh. Diharapkan, ini akan semakin memupus citra kumuh yang dulu lekat di pesantren,” ujar Gus Fais.

Turut hadir dalam pembukaan Workshop Pesantrenku Bersih Pesantrenku Sehat ini, perwakilan Pemkab Blora, Polres Blora, Kodim 0721/Blora, para kepala desa di sekitar Psantren Ngadipurwo, utusan pesantren, dan masyarakat di sekitar pesantren. (Red: Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG