IMG-LOGO
Daerah

Larangan Kampanye di Tempat Ibadah, Bawaslu Jepara Ajak Kiai NU Awasi Pemilu


Sabtu 16 Maret 2019 16:00 WIB
Bagikan:
Larangan Kampanye di Tempat Ibadah, Bawaslu Jepara Ajak Kiai NU Awasi Pemilu
Bawaslu ajak tokoh agama awasi pemilu di tempat ibadah
Jepara, NU Online
Untuk menyukseskan penyelenggaraan pesta demokrasi 17 April 2019 mendatang, gerak langkah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jepara dalam membumikan pengawasan pemilihan umum (Pemilu) legislatif dan Pemilu Presiden maupun Wakil Presiden Tahun 2019 semakin ditingkatkan. 

Salah satu cara yang dilakukan Bawaslu Jepara adalah melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif kepada tokoh dan kiai NU, Jumat (15/3) berlangsung di Gedung NU Jepara, Jalan Pemuda 51.  

Komisioner Bawaslu Jepara Abdul Kalim menyampaikan, kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif ini bertujuan untuk mengajak kiai dan nadzir masjid bersama Bawaslu melakukan pengawasan pemilu khususnya pada tahapan kampanye. Ia juga menyampaikan bahwa kampanye di tempat ibadah adalah bagian dari pelanggaran pemilu.

”Dalam melakukan pengawasan Pemilu 2019, Bawaslu melibatkan tokoh NU  dan nadzir masjid untuk bersinergi melakukan pengawas partisipatif," jelasnya. 

Ini artinya, lanjutnya, kita harus berperan aktif untuk melakukan pengawasan di setiap tahapan pelaksanaan Pemilu, khususnya tahapan kampanye, jangan sampai ada tempat ibadah dijadikan lokasi kampanye, karena hal itu dilarang oleh undang-undang.

Lebih lanjut ia mengatakan komponen masyarakat yang dilibatkan sebagai pengawas partisipatif, nantinya diharapkan akan mampu memberikan informasi kepada panwaslu, baik informasi dugaan pelanggaran maupun hal lainnya tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan Pemilu.

”Pengawas partisipatif merupakan bagian penting masyarakat dalam peranan membantu pengawasan pemilu, sehingga kami berharap masyarakat dapat memberikan informasi awal adanya pelanggaran kepada Bawaslu," urainya.

Katib Syuriyah PCNU Jepara, KH Kharis Rohman mengungkapkan, Bawaslu Kabupaten Jepara telah melaksanakan tugas sebagai pengawas dengan baik. 

Namun demikian tolok ukur suksesnya pelaksanaan Pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, namun masyarakat juga mengambil peranan penting untuk ikut serta mensukseskan pemilu. Oleh karenanya peran kiai dan nadzir dalam berpartisipatif aktif melakukan pengawasan pemilu itu yang diharapkan.

”Para kiai dan nadzir mempunyai peranan penting dan bertanggungjawab menyukseskan Pemilu, untuk itu kita sebagai tokoh agama juga harus aktif ikut serta menjadi pengawas partisipatif, khususnya menjaga tempat ibadah untuk tidak dijadikan ruang kampanye" paparnya. (Zaen Kamal/Muiz)
Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa
Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
IMG
IMG