IMG-LOGO
Nasional

Indonesia Belum Selesai Mengatasi Terorisme

Sabtu 16 Maret 2019 19:0 WIB
Bagikan:
Indonesia Belum Selesai Mengatasi Terorisme
Jakarta, NU Online
Beberapa hari lalu, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror berhasil menangkap Husein alias Abu Hamzah dan dua kawannya. Sementara istri Husein meledakkan diri bersama anaknya yang masih berusia dua tahun.

“Ini menunjukkan kita masih belum selesai mengatasi kekerasan, ancaman terorisme,” kata M Imdadun Rahmat, Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Jalan Taman Amir Hamzah No. 5, Pegangsaan, Jakarta, Jumat (15/3).

Imdad menilai kelompok yang baru tertangkap itu sangat radikal. Mereka, katanya, tergolong pada salafi takfiri. Mereka mulanya berasal dari jaringan Al-Qaida, tetapi menyempal dan membentuk jaringan baru di bawah ISIS.

“Prioritas utamanya musuh dekat (pemerintah). Meskipun dalam praktiknya, musuh jauh dan dekat disikat bersama-sama. Misalnya kasus di Surabaya, selain mereka menyerang polisi, juga mereka menyerang gereja,” kata Imdad.

Ia juga mengungkapkan bahwa kasus terorisme di Sibolga keburu tercium oleh kepolisian. “Korbannya masih dirinya sendiri meskipun properti tetangga hancur,” katanya.

Melihat fakta tersebut, Imdad menilai bahwa Indonesia masih punya PR banyak dalam hal terorisme ini. Oleh karena itu, ia mengajak untuk bersama-sama melawan tindakan dan pandangan yang mendukung kekerasan dan terorisme.

“Kita sebagai bangsa masih harus bekerja keras untuk bersama-sama melawan kekerasan sebagai tindakan penembakan, pengeboman, dan sebagainya, maupun sikap dan pandangan yang menghalalkan, mendukung, mensuport kekerasan,” tegasnya.

Apalagi menjadikan kekerasan dan teror itu sebagai bagian dari ajaran agama. “Itu dua-duanya harus dilawan secara bersama-sama oleh bangsa kita,” pungkas Direktur SAS Institute itu. (Syakir NF/Abdullah Alawi)

Bagikan:
Sabtu 16 Maret 2019 22:30 WIB
Pesan Ketum PBNU untuk PCNU Kota Bekasi: Jaga Kebhinekaan
Pesan Ketum PBNU untuk PCNU Kota Bekasi: Jaga Kebhinekaan
Ketum PBNU di Pelantikan PCNU Kota Bekasi
Bekasi, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj berpesan, jajaran PCNU Kota Bekasi yang sudah resmi dilantik harus bisa bersatu-padu menjaga kebhinekaan antarumat.

Hal tersebut diungkapkan kepada NU Online usai pelantikan PCNU Kota Bekasi, di Gedung NU Centre El-Sa'id, Jalan Bambu Kuning 200, Sepanjangjaya, Rawalumbu, pada Jumat (15/3).

"NU sudah menjadi bagian dari masyarakat Islam Bekasi karena sudah sesuai dengan kulturnya," kata Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta ini.

Ia pun berpesan kepada Ketua PCNU Kota Bekasi KH Madinah untuk senantiasa menjaga keutuhan organisasi agar dapat menyelaraskan program NU dari tingkat pusat. "Bapak Haji Madinah itu orangnya suportif dan jujur dalam menjaga keutuhan organisasi PCNU Kota Bekasi," kata Kiai Said menilai sosok pemimpin baru PCNU Kota Bekasi.

Ditempat yang sama, Kiai Madinah juga mengatakan bahwa pelantikan tersebut menjadi momentum upaya perubahan dinamika organisasi NU di Kota Bekasi. "Ke depan, kita maksimalkan pemberdayaan ekonomi bagi warga NU dan juga pelatihan IT," ujar Kiai Madinah yang berprofesi sebagai penghulu di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bekasi Barat.

Kiai Said berharap, Pengurus NU Kota Bekasi yang berjumlah 115 orang itu akan terjaga kekompakan sehingga mampu bermanfaat bagi kehidupan dan peradaban masyarakat. Sebelum masuk ke inti, terlebih dulu Kiai Said menyampaikan rasa hormat kepada berbagai tokoh yang hadir, dan juga beberapa tokoh yang sebelumnya memberi kata sambutan.

Kiai Said memuji Kepala Kesbangpol M Abdillah yang dalam penyampaian sambutan, retorika serta gaya bicaranya sangat mirip dengan kiai-kiai NU ketika ceramah. Terlebih menutup sambutan dengan kalimat Wallahul Muwafiq Ilaa Aqwamith-thoriq yang menjadi ciri khas warga NU.

"Kepala Kesbangpol ini gaya bicaranya sudah NU banget. Sudah pantas disebut sebagai kiai. Mari kita doakan semoga ke depan, beliau menjadi Walikota Bekasi," kata Kiai Said disambut tawa gemuruh hadirin yang memadati tempat acara.

Kemudian, ia juga menyampaikan rasa hormat kepada Rais PCNU Kota Bekasi KH Mir'an Syamsuri yang merupakan adik kelasnya saat menempuh pendidikan di Pesantren Lirboyo. "Kiai Mir'an ini adik kelas saya, jadi saya sudah sangat kenal dengan beliau dan sama-sama orang Cirebon," katanya.

Terakhir, Kiai Said memberikan salam penghormatan kepada Ketua PCNU Kota Bekasi KH Madinah. Namun tak dinyana, ia menambahkan gelar di belakang nama pemimpin baru NU Kota Bekasi tersebut.

"Yang juga saya hormati, Ketua PCNU Kota Bekasi yang baru saja dilantik, Bapak Haji Madinah Al-Munawaroh," kata Kiai Said, hadirin pun terkekeh-kekeh mendengar kelakarnya.

Ia menjelaskan bahwa Al-Munawwaroh adalah julukan bagi Kota Madinah dari yang sebelumnya bernama Yatsrib. "Semoga PCNU Kota Bekasi saat ini menjadi lebih bercahaya karena dipimpin oleh Bapak Haji Madinah Al-Munawaroh," pungkas Kiai Said. (Aru Elgete/Muiz)
Sabtu 16 Maret 2019 21:30 WIB
Indonesia Kuat karena Ada Nahdlatul Ulama
Indonesia Kuat karena Ada Nahdlatul Ulama
Haflah Akhirissanah Pondok Pesantren Durrotu Ahlissunnah Waljamaah.
Semarang, NU Online
Indonesia dengan berbagai kekayaan yang dimiliki merupakan sebuah anugerah luar biasa dari Allah SWT. Karenanya, yang harus dilakukan adalah bersyukur atas kurnia yang ada.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Koordinator Wilayah atau Korwil Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Mujiburrohman. Pada Sarasehan Haflah Akhirissanah Pondok Pesantren Durrotu Ahlissunnah Waljamaah XXIX tersebut, dirinya  mengingatkan agar mensyukuri nikmat Allah SWT atas sebuah negara yang subur dan penuh dengan potensi alam. 

"Mensyukuri nikmat Allah dari semua sisi, dari sisi kesuburan tanahnya, dari sisi keramahannya, dan sebagainya,” katanya, di Auditorium Universitas Negeri Semarang, Banaran, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (16/3).

Namun demikian, dirinya memahami di mana dinamika politik yang ada selalu berusaha merusak hal tersebut. Karenanya, ia mengingatkan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Jangan mudah terprovokasi dengan mereka yang mengatakan negara ini gagal, sistem negara ini thoghut," kata Gus Mujib, sapaan akrabnya.

Dirinya melanjutkan, Indonesia memiliki kekuatan pada organisasi masyarakat keagamaan yang mengajak masyarakat untuk melaksanakan ajaran agama sekaligus menjaga tatanan masyarakat dan tradisi yang ada. "Indonesia menjadi negara yang paling kuat dari struktur masyarakatanya karena ada organisasi yang bernama Nahdlatul Ulama," tegasnya.

Lebih lanjut Gus Mujib menegaskan kenetralan NU bukan berarti tidak ikut campur dalam politik. "Politik NU adalah politik kenegaraan," ucapnya. Kalaulah politik NU itu adalah politik kekuasaan, sejak berdirinya sudah diambil semua struktur negara dari tentaranya sejak Indonesia merdeka, tapi faktanya tidak, lanjutnya.

Dalam paparannya, Gus Mujib mengingatkan untuk tak termakan isu dan propaganda pihak yang tak bertanggung jawab dalam memaknai khittah. "Jangan apatis terhadap politik, kalau ada yang mengatakan kita ini khittah, khittah tak boleh berpolitik. Itulah propaganda mereka untuk menguasai negara ini dan mengganti sistem negara," pesannya.

Dia menerangkan para pahlawan laskar kiai dan santri, laskar Hizbullah, Sabilillah yang tak pernah dicatatkan dalam buku sejarah nasional. Para kiai dan santri, ucapnya, kembali ke pesantren begitu Indonesia merdeka, komitmen untuk tak mengambil bagian dalam politik kekuasaan juga ditunjukkan pada beberapa penjagaan dan pengamanan negara dari ancaman yang berasal dari dalam negeri.

Sementara, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas) M Nuh menerangkan peran NU sebagai gerakan sosial kemasyarakatan berbasis agama yang menjaga tradisi lokal melalui praktik keagamaan juga meneguhkan hingga terbentuknya sebuah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

“Ada sejumlah fakta sejarah yang tak dituliskan dalam sejarah nasional seperti para laskar, resolusi jihad, pengukuhan Presiden Sorkarno di tengah guncangan bahaya laten dan sebagainya,” tandasnya. (Rifqi Hidayat/Ibnu Nawawi)

Sabtu 16 Maret 2019 20:30 WIB
Ribuan TNI-Polri Siap Amankan Apel Kebangsaan di Semarang
Ribuan TNI-Polri Siap Amankan Apel Kebangsaan di Semarang
Panggung Utama Apel Kebangsaan di Simpanglima Semarang
Semarang, NU Online
Sebanyak 1.300 personel keamanan disiapkan untuk mengawal acara Apel Kebangsaan Kita Merah Putih yang akan digelar di Lapangan Pancasila, Simpanglima Semarang, Jawa Tengah, Ahad (17/3).

Kabag Ops Polrestabes Semarang, AKBP Iga DP Nugraha mengatakan, personil keamanan yang disiapkan tersebut berasal dari tim gabungan TNI/Polri, Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang. "Sesuai kesepakatan bersama, tim keamanan berasal dari gabungan TNI/Polri, Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang. 

Dengan rincian, sebanyak 800 personel keamanan dari Polri, 300 personel dari TNI dan sisanya dari Satpol PP serta Dishub Pemprov dan Pemkot," kata Iga.

Iga menerangkan, seluruh tim pengamanan nantinya akan bertugas di sejumlah titik. Beberapa di antara mereka bertugas mengamankan panggung utama dan tiga panggung pendukung, di lokasi parkir dan bergerak dinamis di lokasi acara.

"Di tenda utama dan VVIP kami juga siapkan tim khusus yang melakukan pengamanan secara tertutup dan terbuka. Di kantong-kantong parkir juga kami siapkan pasukan," terangnya.

Tak hanya di lokasi acara, tim pengamanan juga dilakukan pengamanan khusus untuk memastikan para peserta Apel Kebangsaan selamat saat perjalanan baik menuju Semarang atau sebaliknya. "Nantinya ada petugas pengawalan transportasi yang mengawal peserta dari setiap Kabupaten/Kota menuju Semarang atau sebaliknya, untuk memastikan para peserta berangkat dan pulang dengan aman," tegas dia.

Dalam rilis yang diterima NU Online, Sabtu (16/3) disampaikan, selain persoalan keamanan, panitia pelaksana Apel Kebangsaan jug telah menyiapkan pasukan lain untuk menyukseskan acara tersebut. Di antaranya pasukan kebersihan sebanyak 600 personel, pasukan pengarah massa serta dukungan pasukan dari Damkar dan PDAM.

"Semua sudah kami persiapkan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan massa ratusan ribu, maka kami telah memikirkan secara matang kebutuhan-kebutuhan yang ada," kata Kepala Kesbangpolinmas Provinsi Jateng, Achmad Rofai.

Sejumlah tokoh direncanakan hadir untuk mengisi orasi kebangsaan. Di antaranya Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, KH Maimoen Zubair, Mahfud MD, Habib Luthfi bin Yahya, Gus Muwafiq, KH Munif Zuhri, KH Ahmad Darodji, Uskup Rubiatmoko (Keuskupan Agung Semarang), Pendeta Eka Laksa (PGI), Nyoman Surahart (PHDI), Go Boen Tjien (Matakin), dan Pujianto (Walubi).

Acara ini juga akan dimeriahkan sejumlah artis nasional yakni Slank, Letto, Armada, Virza, Nella Kharisma dengan MC Vincent-Desta dan Cak Lontong. Selain itu juga ada paduan suara mahasiswa, paduan suara gereja, Tari Saman dari siswa SMA, Shalawat Simtud Duror Habib Ali Zaenal Abidin Pekalongan, dan Tarian Barongsai. (Red: Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG